LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 80 BATU KECUBUNG UNGU


__ADS_3

“Itu karena kami menyimpan energi dari petir ke dalam bola-bola kristal ini,” jawab Yang Shuo sambil memegang sebuah bola kristal ungu di tangannya.


“Bagaimana caranya? Apakah anda bisa menjelaskan padaku lebih rinci lagi,” tanya Heilong.


“Dulu kami menyimpan energi petir dari alam saat terjadi hujan atau badai. Tapi akhir-akhir ini petir jarang sekali muncul karena itu kami memutuskan bekerjasama dengan beberapa kultivator yang memiliki kekuatan elemen petir dari Benua Timur untuk mengisi bola-bola kristal ungu ini dengan energi petir mereka,” jawab Yang Shuo.


“Bola kristal yang sangat menarik. Apa bahan dari bola kristal ini dan apakah bahannya mudah di dapat di sini?”


Heilong merasa bola kristal ini sangat bermanfaat karena itu dia mencari tahu apakah bola kristal ungu ini dapat dibuat dalam jumlah yang banyak.


“Bola-bola kristal ungu ini terbuat dari batu kecubung ungu, mungkin kalian belum tahu jika batu kecubung ungu adalah bahan baku utama untuk membuat cincin penyimpanan. Batu kecubung ini dapat di temui di Benua Barat, tapi harganya cukup mahal karena jumlahnya juga tidak terlalu banyak di sana,” jawab Yang Shuo.


“Dari mana kamu mengetahui kalau batu kecubung ungu bisa digunakan untuk menyimpan listrik? Kamu tahu sendiri jika cincin penyimpanan hanya digunakan untuk menyimpan benda mati. Sedangkan petir bukan merupakan benda mati, tapi dia adalah sebuah bentuk energi yang terus bergerak. Apa kamu tidak takut kalau batu kecubung ungu ini akan hancur dan energi listriknya bocor keluar?” lanjut Heilong bertanya karena dia sangat penasaran.


“Sebenarnya bukan aku yang menemukan hal ini. Kejadian ini berawal ketika aku membeli barang yang hampir mirip dengan ini. Ketika itu aku membeli mesin gerinda di Benua Tengah dan mesin ini menggunakan listrik untuk bisa beroperasi. Saat itu aku sama sekali tidak tahu apa itu listrik dan dimana aku bisa mendapatkan listrik. Pedagang penjual mesin ini akhirnya menawarkan sebuah benda yang disebut dengan baterei. Aku lalu membeli beberapa buah baterei yang ditawarkan oleh pedagang itu untuk aku pasang di mesin yang aku miliki. Dan sebagian lagi rencananya akan aku berikan pada para pengrajin untuk diteliti. Tapi kami mendapat sebuah masalah,” ucap Yang Shuo.


“Masalah seperti apa itu?” tanya Heilong.


“Bahan baku pembuatan baterei itu tidak bisa kami temukan di Planet ini, aku telah meminta anak buahku untuk mencari bahan ini di semua Benua tapi hasilnya sia-sia. Akhirnya aku memutuskan untuk menemui pedagang itu untuk membeli baterei dalam jumlah besar karena aku berpikir bahwa aku harus memiliki cadangan jika baterei-baterei yang ada di mesin-mesin milikku tiba-tiba rusak. Tapi aku tidak bisa menemukan pedagang itu, dia sudah menghilang tanpa jejak. Pada saat itu aku menjadi sangat bingung dan stres karena mesin-mesin yang aku beli tidak dapat beroperasi jika tidak ada baterei,” ucap Yang Shuo sambil mengingat kembali kejadian yang hampir membuat mengalami kerugian yang sangat besar.

__ADS_1


“Lalu apa yang terjadi setelah itu?” tanya Heilong yang sudah tidak bisa lagi menyembunyikan rasa penasarannya.


Yang Shuo mengerutkan kedua alisnya, dia berusaha mengingat kembali kejadian itu. “Saat itu aku membuat sebuah pengumuman untuk merekrut para pengrajin yang ada seluruh Benua, lalu aku meminta mereka untuk meneliti baterei ini dan mencari barang yang fungsinya mirip dengan baterei. Ketika itu ada salah satu pengrajin yang cukup pandai tentang batu-batuan. Pengrajin itu bernama Dianchi, aku memintanya untuk meneliti baterei itu dan dia menemukan jika cara kerja baterei ini mirip dengan cincin penyimpanan selain itu dia juga yang mengetahui jika energi listrik ini hampir mirip dengan petir. Setelah melakukan begitu banyak percobaan akhirnya kami menemukan perbandingan yang tepat yaitu empat puluh banding enam puluh.”


"Empat puluh banding enam puluh?!” ucap Heilong agak terkejut.


“Benar. Dalam sebuah batu kecubung ungu kami harus menyisakan enam puluh persen ruang kosong saat melakukan pengisian, tujuannya untuk memberi ruang gerak jika suatu saat terjadi sebuah lonjakan energi listrik yang cukup besar yang berpotensi untuk menghancurkan batu ini sehingga batu ini tidak akan mudah hancur dan rusak. Karena itu aku juga memperbesar ukuran batu kecubung ungu ini yang tadinya hanya sebesar baru cincin menjadi bola kristal sebesar bola basket untuk menyimpan lebih banyak energi listrik di dalamnya,” jelas Yang Shuo dengan lebih rinci.


“Apa kamu mampu membuat Bola kristal ungu ini dalam jumlah banyak? Untuk masalah uang kamu tidak perlu khawatir, aku akan membelinya dengan harga tinggi,” tanya Heilong serius.


“Aku tidak bisa, seperti yang aku katakan sebelumnya bahan bakunya di benua barat tidak begitu banyak. jika anda bisa menyediakan bahan bakunya, saya baru bisa memerintahkan anak buah saya untuk membuat bola kristal ungu ini dalam jumlah banyak,” jawab Yang Shuo.


Heilong menaruh tangan kanannya di kepalanya seperti orang yang sedang berpikir tetapi diam-diam dia sedang berbicara dengan putri Li Ziqi yang ada di dunia jiwanya.


“Aku punya banyak benda seperti itu. Dan aku menyimpan semuanya di gelang galaxymu, kamu ambilah sesukamu karena aku sudah memberikan gelang galaxy itu padamu,” jawab Li Ziqi.


Heilong lalu mengulurkan tangan kirinya dan melihat ke dalam gelang galaxynya. Dia sedikit tersenyum setelah mengetahui bahwa di gelang galaxynya terdapat batu kecubung ungu yang sangat besar, kira-kira sebesar gunung.


“Sepertinya dulu guru menemukan sebuah planet yang terbuat dari batu kecubung ungu sehingga dia bisa menyimpan sebuah gunung batu kecubung ungu di dalam gelang galaxy,” pikir Heilong.

__ADS_1


“Berapa harga yang harus aku bayar jika,aku yang menyediakan bahan bakunya,” tanya Heilong.


“Anda cuma harus membayar lima puluh keping emas sebagai ongkos pembuatannya saja,” jawab Yang Shuo.


“Aku setuju. Aku ingin memesan seribu buah Bola Kristal ungu. Bawa aku ke sebuah ruangan yang luas. Aku akan memberikan bahan bakunya,” ucap Heilong.


“Bai gege, apa kamu serius?! kamu memiliki batu kecubung ungu sebanyak itu?”


Yang Tzuyu yang sejak tadi diam melihat percakapan antara Heilong dengan kakaknya akhirnya membuka mulutnya karena terkejut. Dia takut Heilong cuma bercanda dan bisa-bisa membuat kakaknya marah.


“Aku selalu serius Tzuyu, kapan aku pernah main-main?” jawab Heilong sambil menatap mata Yang Tzuyu, tatapan ini membuat muka Yang Tyuzu memerah dan dia menundukkan kepalanya.


“Baik, kalau begitu mari kita ke gudang penyimpanan. Kebetulan gudang itu sedang kosong karena kemarin ada orang yang membeli semua senjata-senjata kami.”


Mereka bertiga langsung berjalan menuju ke ruang sebelah kanan. Ruangan ini ternyata cukup luas, luas ruangan ini kira-kira seluas tanah sepuluh hektar.


Long Bai kemudian mengulurkan tangan kirinya. Dia lalu memotong sebagian kecil puncak gunung batu kecubung yang ada di gelang galaxynya dengan menggunakan Qi murni miliknya dan mengeluarkannya potongan batu kecubung ungu itu.


“Boom ....”

__ADS_1


*****


Di chapter 52 telah di jelaskan bahwa gelang galaxy Long Bai luasnya seribu kali lebih besar dari cincin penyimpanan.


__ADS_2