
Energi kegelapan yang ada di tubuh Xin Ye langsung memancar dengan kuat saat setengah dari bola inti kegelapan yang diberikan oleh Dao Xue Lian masuk ke dalam tubuhnya. Meskipun memancar dengan kuat, tapi energi kegelapan ini sangat stabil dan tidak sedikit'pun menujukkan tanda-tanda bahwa energi kegelapan ini akan merubah pemiliknya menjadi seorang Iblis.
Xin Ye mulai tersadar dan membuka matanya secara perlahan. Dia kemudian berdiri dan memusatkan konsentrasinya untuk menyerap semua energi kegelapan ini ke dalam dantiannya melalui semua titik-titik merindian yang ada di tubuhnya. Butuh waktu sekitar tiga puluh menit agar dia bisa menyerap semua energi kegelapan ini dan menyatu sempurna dengan bola inti energi itu. Sekarang di dalam dantian Xin Ye telah terbentuk sebuah benih elemen kegelapan yang akan membantunya saat berkultivasi dan menjadi acuan saat dia akan memilih sebuah jurus ilmu beladiri.
Xin Ye kemudian berjalan menghampiri roh Dao Xue Lian yang melayang-layang di depannya. “Terimakasih atas hadiahmu yang sangat berharga ini. Aku akan selalu mengingatmu dan berjanji akan membantu membalaskan dendanmu pada Dark Etheroz jika saatnya sudah tiba dan aku sudah menjadi lebih kuat.”
“Ucapanmu itu seperti aku akan menghilang dari dunia ini saja. Aku tidak akan menghilang tapi aku hanya berpindah tempat saja seperti apa yang udah aku bicarakan di dalam dunia pikiran kita,” jawab Dao Xue Lian tersenyum.
Xue Xian Hou berjalan menghampiri Xin Ye sambil membawa Tongkat Pusaka Phoenix Angin di tangannya. “Ini untukmu. Long Bai telah membahayakan nyawanya hanya untuk mengambil tongkat pusaka ini dari penjagaan Naga Api Sayap Emas karena Divine Beast Byako mengatakan bahwa hanya tongkat pusaka ini saja yang bisa menolongmu.”
Tapi yang dilakukan Xin Ye ternyata di luar dugaan semua orang. Xin Ye menolak tongkat pusaka itu dan balik memberikan tongkat pusaka itu pada Xue Xian Hou.
“Saat ini energi kegelapan yang ada di dalam tubuhku sudah tidak berbahaya lagi dan jika aku menggunakan tongkat pusaka itu maka kekuatan dari energi kegelapan milikku akan seperti terkekang dan tidak bisa keluar secara maksimal. Aku berikan tongkat pusaka ini untukmu karena senjata pusaka ini pasti akan sangat membantu seorang Master Sekte sepertimu.”
“Aku!?” ucap Xue Xian Hou terkejut karena dia tidak pernah menduga hal seperti ini akan terjadi.
“Ya. Aku memberikan Tongkat Pusaka Phoenix Angin untukmu karena kamu juga yang telah merawatku saat kita semua sedang menuju ke tempat ini,” jawab Xin Ye menatap mata Xue Xian Hou.
“Tapi aku hanya menguasai jurus-jurus elemen es sedangkan tongkat pusaka ini berelemen api. Elemen yang ada di dalam tongkat pusaka ini sangat bertolak belakang dengan jurus-jurus yang aku miliki. Sepertinya aku juga tidak bisa menggunakan tongkat pusaka ini,” jawab Xue Xian Hou yang berusaha menolak tongkat pusaka itu.
Kaisar Xin Wu yang ikut mengamati proses pembuatan tongkat pusaka itu langsung ikut bicara. “Di dalam Tongkat Phoenix Angin itu sama sekali tidak ada elemen api tapi cuma ada elemen cahaya dan angin saja karena semua elemen api yang ada di dalam tongkat pusaka itu sudah di serap oleh Naga Api Sayap Emas dan di masukkan ke dalam pedang pusaka yang merupakan tempat tinggalnya. Jika kekuatan elemen es milikmu disatukan dengan dengan kekuatan elemen angin dan cahaya yang ada di dalam tongkat pusaka itu, aku rasa akan muncul sebuah kekuatan yang sangat dahsyat yang bisa menghancurkan ribuan pasukan iblis hanya dengan sekali serang saja.”
“Terimalah tongkat pusaka ini. Tongkat pusaka ini pasti akan sangat berguna untukmu saat melawan para iblis seperti apa yang sudah di katakan Kakek barusan. Aku sudah mendengar bahwa beberapa waktu yang lalu bangsa iblis telah menyerang sektemu dan membuat sekte itu hancur, kamu membutuhkan sebuah senjata yang sangat hebat untuk melawan bangsa iblis itu,” bujuk Xin Ye agar Xue Xian Hou mau menerima Tongkat Phoenix Angin.
Di luar dugaan Kaisar Xuan De tiba-tiba menjadi sangat marah lalu bertanya pada Xue Xian Hou. “Apakah benar bahwa bangsa iblis telah menghancurkan sekte yang kamu pimpin?”
__ADS_1
“Benar Kakek, tapi sekarang aku sudah berhasil membangun sekte itu lagi dan merubah namanya menjadi Sekte Giok Salju. Kakek tidak perlu khawatir lagi sekarang dan orang yang menolongku untuk mengisir para iblis itu adalah Long Bai,” jawab Xue Xian Hou hampir tangannya menunjuk ke arah Heilong.
“Oh ternyata dia, pantas kamu jatuh cinta sama dia. Ternyata dia orang yang telah menolongmu saat kamu dalam bahaya. Haha …” Kaisar Xuan De tertawa sambil menempuk pundak Heilong.
“Jadi bagaimana? Apakah sekarang kau sudah mau untuk menerima tongkat pusaka ini?,” desak Xin Ye.
“Baiklah, aku terima. Terimakasih banyak karena telah mempercayakan tongkat pusaka ini padaku,” ucap Xue Xian Hou sambil menerima Tongkat Phoenix Angin dari tangan Xin Ye.
Dao Xue Lian terbang menuju ke tempat Heilong dan berhenti tepat di depannya. “Sudah waktunya sekarang. Cepat rubah aku menjadi roh senjata dari Pedang Naga Eternal agar aku bisa segera istirahat di dalam dunia jiwamu. Aku sudah merasa sedikit lelah karena sudah agak lama berada di dunia luar dalam wujud sebuah roh.”
Heilong langsung mengangkat kedua pedangnya ke atas dan menyilangkan kedua pedang itu di depan Dao Xue Lian dengan posisi Pedang Naga Eternal berada di depan Pedang Blue Star Heaven Sword.
Tanpa menunggu aba-aba lagi, Li Ziqi langsung memancarkan energi cahayanya melalui Pedang Blue Star Heaven Sword dan mengaktifkan jurus segel cahaya bintang.
Sinar cahaya lima warna langsung memancar dari Pedang Blue Star Heaven Sword dan berubah menjadi rantai-rantai cahaya yang mengikat roh Dao Xue Lian dan menariknya masuk ke dalam Pedang Naga Eternal.
“Keluarkan juga Baju Perang Naga Eternal yang aku berikan padamu. Biarkan energi kegelapanku yang memancar dari pedang ini memperkuat Baju Perang itu,” ucap Dao Xue Lian dari dalam Pedang Naga Eternal.
Sesuai permintaan dari Dao Xue Lian, Heilong langsung mengeluarkan Baju Perang Naga Eternal. Aura energi kegelapan yang tadinya hanya ada pada Pedang Naga Eternal, kini mulai mengalir ke Baju Perang Naga Eternal.
Lapisan luar Baju Perang Naga Eternal itu terlihat menjadi semakin kuat dan halus saat energi kegelapan itu menyelimutinya. Tadinya terdapat banyak sekali goresan pada permukaan Baju Perang Naga Eternal karena baju perang ini pernah di gunakan Dao Xue Lian saat perang besar antara dewa dan bangsa iblis, namun sekarang semua goresan itu telah menghilang.
Setelah dua puluh menit, aura kegelapan yang ada di Pedang dan Baju Perang Naga Eternal mulai stabil. Heilong langsung menyimpan kembali kedua senjata pusaka itu dan Pedang Blue Star Heaven Sword ke dalam Dunia Jiwanya. Setelah itu dia menghampiri semua orang yang sudah sejak tadi terus memperhatikannya.
“Sudah saatnya kita meninggalkan makam kuno ini,” ajak Heilong sambil menatap Xue Xian Hou, Xin Ye dan Ketiga Kaisar.
__ADS_1
Divine Beast lambda langsung menghampiri Xin Ye. “Xin Ye, apakah kau sudah siap untuk pergi ke tempatku sekarang? Jika kau tetap di Planet ini maka itu akan sangat berbahaya bagi orang yang ada di sekitarmu kecuali kau telah memiliki kemampuan untuk melindungi dirimu sendiri dan orang-orang yang ada dusekitarmu karena aura energi kegelapan yang memancar dari tubuhmu ini sangat menarik perhatian para Iblis.”
“Aku siap,” jawab Xin Ye kemudian dia melihat Heilong dan juga Kaisar Xin Feng. “Kak Long … Ayah … Aku pergi dulu. Aku berjanji bahwa aku akan segera kembali dan saat aku kembali nanti, kekuatanku pasti akan jauh lebih hebat dari sekarang.”
Xin Ye berusaha menahan air matanya saat mengucapkan perpisahan agar mereka tidak menjadi khawatir. Sebagai gantinya dia tersenyum lebar dan menujukkan wajah cerianya pada Heilong dan Kaisar Xin Feng.
Divine Beast lambda langsung membuka sebuah portal teleportasi di depannya dan mengatakan sesuatu pada Xin Ye. “Jika kau sudah siap, segeralah masuk ke dalam portal ini. Portal ini akan langsung membawamu ke tempatku yang ada di Benua Atlantis. Dan portal ini akan langsung menghilang setelah kau masuk kedalamnya atau setelah lima menit jika kau tidak juga masuk. Putuskanlah sendiri mana yang terbaik untukmu karena kau hanya memiliki waktu lima menit.”
Setelah itu Divine Beast lambda langsung masuk ke dalam portal itu untuk kembali ke tempatnya. Divine Beast yang lain juga ikut kembali ke tempatnya masing-masing.
Xin Ye melambaikan tangannya ke arah Heilong, Kaisar Xin Feng dan Kaisar Xin Wu lalu langsung menyusul Divine Beast lambda masuk ke dalam portal itu karena dia takut jika dia berlama-lama berada di tempat ini maka ayahnya dan juga Heilong akan bisa melihat wajahnya yang sedang sedih.
Kaisar Xin Feng berusaha menyusul Putrinya sambil memanggil nama Putrinya. Tapi satelah Xin Ye masuk ke dalam portal itu, portal itu langsung menghilang sama seperti apa yang telah dikatakan Divine Beast lambda.
Kaisar Xin Wu segera menghampiri Putranya dan menepuk pundaknya. “Kau jangan sedih karena di sana adalah tempat yang paling aman untuk Xin Ye saat ini. Di sana Divine Beast lambda bisa melindungi Putrimu secara pribadi sambil mengajarinya untuk menggunakan kekuatan energi kegelapan yang ada di dalam tubuhnya.”
“Aku mengerti Ayah. Aku akan menunggu Putriku kembali di Kerajaan White Tiger,” jawab Kaisar Xin Feng. Kaisar Xin Feng kemudian menatap Kaisar Xuan De, Xue Xian Hou dan Heilong. “Kita berpisah di sini sekarang. Aku dan Ayahku akan kembali ke Kerajaan White Tiger. Mainlah ke tempat jika kalian ada waktu.”
“Aku pasti akan menyempatkan diri main ke tempatmu setelah aku melihat keadaan Xuan Wu,” jawab Kaisar Xuan De.
Setelah selesai mengucapkan perpisahan mereka semua langsung berjalan meninggalkan makam kuno.
Kaisar Xin Feng dan Kaisar Xuan De pergi kembali ke Kerajaan White Tiger dengan menunggangi Beast elang putih milik Kaisar Xin Feng.
Sedangkan Heilong, Xue Xian Hou dan Kaisar Xuan De pergi ke arah utara dengan naik di atas punggung Gremlin. Sepertinya mereka akan mengantar Xue Xian Hou dulu kembali ke Sekte Giok Salju.
__ADS_1
------- Vol 2. Makam Kuno ( End ) ------