
Heilong, Lin Chong Wei dan Lin Meylin akhirnya memasuki istana yang ada di dalam pesawat itu. Lin Chong Wei dan Lin Meylin kembali di buat terkagum-kagum saat memasuki istana yang sangat megah dan indah ini.
“ Istana yang sangat indah. Aku tidak pernah menyangka akan menemukan istana seindah ini di dalam sebuah pesawat, bahkan istana Kerajaan Sky Empire belum tentu menaingin keindahan istana ini, ” ucap Lin Chong Wei mengeleng-gelengkan kepala.
“ Apakah kita akan latihan kultivasi di sini kak..? ” tanya Lin Meylin sambil melihat sekeliling istana.
“ Tidak, Ruang kultivasi ada di sana, ” jawab Heilong sambil menunjuk sebuah pintu yang ada di ujung ruangan.
Mereka akhirnya sampai di depan pintu yang akan menunju ke ruang kultivasi. Heilong segera membuka pintu itu dan mempersilahkan mereka berdua masuk kedalam ruang kultivasi.
Saat baru sepuluh langkah berjalan di dalam ruang kultivasi, Lin Chong Wei dan Lin Meilyn langsung menghentikan langkahnya. Tubuh mereka berdua terasa sangat berat karena tekanan energi alam yang sangat besar di tempat ini. Tubuh mereka berdua seakan-seakan membawa beban yang sangat berat sampai ratusan kilogram.
Heilong melirik mereka berdua dan menyadari apa yang sedang mereka alami karena saat memasuki tempat ini untuk pertama kalinya dia juga mengalami hal yang sama.
“ Tutup mata kalian dan pusatkan pikiran kalian untuk menyerap energi alam yang ada di sini secara perlahan. Satukan tubuh kalian dengan aliran Qi melimpah yang ada di sini, bayangkanlah kalian sedang berenang di dalam lautan yang sangat luas. ”
Lin Chong Wei dan Lin Meylin segera menuruti perkataan Heilong dan segera menutup matanya. Mereka berdua memusatkan konsentrasinya untuk menyerap energi alam yang ada di sini ke dalam dantian melalui titik-titik meridian yang ada di tubuh mereka secara perlahan agar tidak merusak titik-titik meridian dan dantian mereka. Setelah dantian mereka terisi penuh dengan energi alam, mereka kemudian melepaskan energi itu melalui titik-titik meridiannya secara perlahan dan membuat sebuah medan pelindung yang terbuat dari aura energi mereka untuk menyelimuti seluruh tubuh mereka.
Lin Chong Wei mengeluarkan aura yang berwarna hijau yang menandakan bahwa elemen kultivasinya adalah elemen angin sedangkan Lin Meylin mengeluarkan aura berwarna putih seperti cahaya, itu berarti elemen kultivasi Lin Meylin adalah elemen cahaya.
__ADS_1
Meskipun mereka adalah ayah dan anak tetapi mereka memilki elemen kultivasi yang berbeda, mungkin Lin Meylin mendapatkan elemen ini dari ibunya. Sama seperti kasus salah satu anggota Sekte Giok Salju yang bernama Luo Yi, dia memiliki elemen kultivasi yang sama dengan ibunya sehingga dia mendapat kesulitan saat tinggal di kediaman ayahnya, hal inilah yang menyebabkan Luo Yi dikirim oleh ibunya untuk tinggal di Sekte Giok Salju.
Lin Chong Wei dan Lin Meylin akhirnya bisa bergerak dengan bebas di ruang kultivasi ini setelah mereka membuat medan pelingdung dari aura yang menyelimuti tubuhnya.
“ Energi alam di sini sangat melimpah dan murni, sepertinya kita akan cepat naik tingkat jika berkultivasi di sini. ” ucap Lin Chong Wei tersenyum sambil menghirup udara segar di tempat ini yang juga sangat bersih dan segar.
“ Benar yang ayah katakan. Saking melimpahnya energi alam disini, sampai membuat kita kesulitan bergerak saat pertama kali melangkahkan kaki ke ruangan ini, ” sahut Lin Meylin.
“ Kalian berkultivasilah di sini sebentar karena aku akan mengambilkan beberapa kita ilmu bela diri yang sesuai dengan elemen kultivasi kalian, ”
Ucap Heilong pada Lin Chong Wei dan Lin Meylin. Mereka berdua langsung menjawab dengan menganggukkan kepalanya dan Heilong pun langsung pergi meninggalkan mereka.
Saat baru keluar dari ruang kultivasi dan akan pergi ke ruang gudang pusaka. Tiba-tiba langkah Heilong terhenti karena teringat sesuatu.
Heilong langsung merubah arah langkah kakinya dan pergi menuju ke pintu keluar pesawat. Tanpa diduga Lin Meylin yang penasaran kemana Heilong akan pergi, mengikuti dia dari belakang.
Sesampainya di luar pesawat, Heilong langsung di sambut oleh sekelompok harimau salju yang sudah menunggunya selama enam jam di luar pesawat.
“ Akhirnya tuan keluar juga. Kami hampir bosan menunggu tuan, ” ucap pemimpin Harimau salju.
__ADS_1
“ He.. He.. Maafkan aku karena terlalu asik bermain di dalam pesawat, aku sampai lupa kalau kalian sedang menungguku di luar, ” ucap Heilong terkekeh.
“ Apa kalian semua lapar... ? ” tanya Heilong pada sekelonpok harimau salju itu.
“ Sebenarnya kami belum lapar tapi jika tuan memberi kami makanan maka kami akan memakannya, " ucap pemimpin harimau salju.
Heilong kemudian memeriksa ke dalam cincin galaxynya dan menemukan sedikit sisa daging ekor naga. Dia lalu mengeluarkan daging itu dan memberikannya pada pemimpin harimau salju.
“ Makanlah ini dan bagilah dengan anak buahmu. Selagi kalian makan, aku akan menjernihkan air sungai itu. " ucap Heilong yang pergi meninggalkan sekelompok harimau salju dan menuju ke tepi sunga setelah dia memberikan daging ekor naga itu pada pemimpin kelompok harimau salju.
Setelah sampai di tepi sungai Heilong langaung mengalirkan energi airnya ke sungai itu untuk menetralisir racun ular yang ada di sana, secara perlahan air sungai yang ada di depannya mulai berubah warna menjadi jernih tapi hanya dalam radius satu meter saja.
“ Kenapa bisa seperti ini..? Apakah energiku tidak cukup untuk menjernihkan air sebanyak ini... ? " Heilong bertanya-tanya dalam hati.
Heilong terus melanjutkan untuk menjernihkan air sungai itu dengan energi elemen airnya sampai energinya benar-benar habis dan ternyata usahanya itu gagal. Air sungai yang tadinya mulai agak jernih langsung kembali berubah warna menjadi ungu saat Heilong kehabisan energi elemen airnya.
Heilong duduk di tepi sungai dan berpikir. Dia teringat saat dia menghilangkan racun ular salju yang ada di tubuh Lin Meylin dia menggunakan ginseng es berusia ribuan tahun untuk menetralisir racun ular salju itu. Diapun mengeluarkan beberapa ginseng es berusia ribuan tahun dan melemparkannya ke dalam sungai. Setelah menunggu selama sepuluh menit, usahanya itu juga tidak membuahkan hasil malah ginseng es yang berusia ribuan tahun yang dia lemparkan ke dalam sungai itu berubah warna menjadi ungu.
“ Apakah mungkin racun ular salju yang ada di dalam air sungai ini memiliki dosis yang sangat banyak, sehingga susah sekali untuk di hilangkan. Harusnya ada sedikit petunjuk di buku resep masakan kerajaan langit karena aku mendapatkan cara untuk menghilangkam racun ular salju dari buku itu, ”
__ADS_1
Heilong kemudian mengeluarkan buku resep masakan kerajaan dan membaca buku itu dengan teliti. Dia terus membolak-balikkan halaman yang ada di buku itu sampai bagian akhir halaman tapi belum juga menemukan cara untuk menetralisir air sungai yang tercemar racun. Di bagian akhir halaman, Heilong malah menemukan tulisan yang membuatnya tercengang saat membacanya.
“ Tidak boleh membuang-buang makanan, karena itu buku ini hanya menulis resep yang bisa di konsumsi oleh makhluk hidup saja. Bukan untuk memulihkan alam yang tercemar ataupun rusak. "