LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 310 TINJU API


__ADS_3

“Baik, aku setuju. Tapi kekuatan api dari jurus yang akan digunakan Dao Xue Lian pastilah sangat besar, aku takut kalau tempat ini juga akan hancur,” jawab Heilong.


“Kau tenang saja. Aku akan membuat sebuah medan pelindung yang mirip seperti saat aku menggunakan jurus gerbang waktu di sekitar kita. Dan Dao Xue Lian tidak akan menggunakan semua kekuatannya, tapi dia hanya akan menggunakan sepertiga dari kekuatannya saja karena Planet ini pasti akan hancur jika Dao Xue Lian menggunakan semua kekuatannya,” ucap Li Ziqi.


“Perisai Cahaya Angin.”


Li Ziqi langsung mengarahkan tangan kanannya ke atas menghadap ke langit. Energi cahaya dan angin sangat kuat segera keluar dari tangannya lalu membuat sebuah medan pelindung yang sangat kuat dan kedap udara. Kekuatan elemen cahaya yang ada di dalam medan pelindung ini bertujuan untuk meredam kekuatan kegelapan yang keluar dari tubuh Dao Xue Lian agar tidak merusak daerah yang ada di luar medan pelindung ini.


“Seperti ini sudah cukup. Apa kau sudah siap sekarang?” tanya Li Ziqi.


“Aku siap,” jawab Heilong percaya diri.


Li Ziqi menganggukkan kepalanya pada Dao Xue Lian sebagai tanda bahwa dia telah memberikan ijin untuk menyerang Heilong.


Dao Xue Lian langsung mengepalkan tangan kanannya dan memusatkan energi elemen kegelapan dan api miliknya. Api berwarna hitam pekat langsung memancar dari tangan kanannya, warna api ini mirip seperti api yang digunakan oleh Dark Etheroz saat bertarung melawan lima Kaisar yang ada di lima benua.


Heilong mengernyitkan dahinya karena merasakan tekanan yang sangat kuat memancar dari api hitam yang ada di tangan kanan Dao Xue Lian. Dia sangat yakin bahwa api ini memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari api yang pernah di gunakan oleh Dark Etheroz karena meskipun warnanya apinya hampir mirip tapi api yang ada di tangan Dao Xue Lian ini memiliki bentuk yang sedikit berbeda. Bentuk api yang ada di tangan Dao Xue Lian ini mirip seperti kepala seekor Naga.


“Tinju Api Naga Eternal.”


“Boom … ”

__ADS_1


Dao Xue Lian langsung mengarahkan serangan tinju apinya ke dada Heilong. Semburan api hitam yang keluar dari tinju Dao Xue Lian langsung menghantam bagian depan baju perang yang di pakai Heilong.


Tubuh Heilong langsung terpental sampai menabrak dinding pembatas medan pelindung dan terjatuh ke tanah dengan bagian depan baju perangnya yang masih terbakar. Tapi Heilong langsung berdiri kembali seperti tidak terjadi apa-apa pada tubuhnya, padahal jurus tinju api yang baru saja di gunakan Dao Xue Lian untuk menyerangnya memiliki kemampuan untuk melelehkan sebuah Gunung Es yang sangat besar dalam hitungan detik.


Dao Xue Lian menggunakan tangan kanannya untuk memadamkan api yang ada di baju perang Heilong sambil berkata. “Kemampuan Baju Perang itu saat menahan serangan jurus elemen api telah meningkatkan dengan sangat tajam. Bahkan kekuatan api eternalku tidak meninggalkan bekas pada baju perang itu. Seingatku, dulu baju perang itu sangat lemah jika terkena api eternal karena apiku ini juga mengandung racun energi kegelapan yang akan merusak permukaan suatu benda sedikit demi sedikit.”


“Sepertinya baju perang ini akan berevolusi saat aku menyerap inti energi planet. Apakah aku harus pergi ke tempat inti energi yang lain berasa,” balas Heilong.


“Kenapa tidak kita coba saja, bukankah sebentar lagi kau akan pergi ke Benua Timur. Kita lihat apakah baju perangmu itu akan berevolusi lagi saat kau menyerap inti energi petir yang ada di dekat kediaman Divine Beast Seiryu,” sahut Li Ziqi.


“Benar juga, aku sampai lupa jika sebentar lagi aku akan pulang ke Benua Timur. Baiklah saat Hou'er kembali ke sini, aku akan langsung berpamitan untuk meninggalkan tempat ini dan pergi ke Paviliun Saung Bambu. Lalu aku akan mengajak Lin Chong Wei dan Yang Shuo pergi ke Benua Timur untuk membuka bengkel penempaan senjata dan pembuatan bola cahaya di sana,” ucap Heilong.


Li Ziqi langsung menghancurkan medan pelindung yang dia buat untuk melindungi tempat ini lalu memberi perintah pada Heilong. “Kembalikan semua senjatamu ke dalam Dunia Jiwamu. Xue Xian Hou dan muridnya akan segera datang kemari. Saat ini mereka sudah keluar dari pintu gerbang bagian dalam.


**


Pintu Gerbang Sekte Giok Salju.


Xue Xian Hou dan Xue Xiang baru saja melewati pintu gerbang bagian dalam sekte ini lalu berjalan menuju ke bukit yang ada di belakang Istana Suci Giok Salju.


Sejak sebulan yang lalu, Xue Xian Hou telah membangun sebuah pintu gerbang tambahan yaitu Pintu Gerbang Bagian Luar, setelah dia mengetahui keistimewaan energi es yang ada di bukit itu. Pintu gerbang luar ini menghubungkan pagar yang mengelilingi Istana dan bukit itu.

__ADS_1


Xue Xian Hou dan Xue Xiang terus berjalan santai sambil mengobrol.


“Master Sekte, kenapa kita tidak berlatih di dalam Istana Giok Salju saja? Di dalam istana itu aku merasa lebih nyaman,” ucap Xue Xiang membuka obrolan.


“Istana itu tidak cukup kuat untuk menahan kekuatan energi es yang memancar dari tubuh istimewa milikmu. Jika Istana itu sampai hancur, maka akan banyak murid sekte yang terluka karena sebagian besar anggota sekte kita adalah anggota baru. Mereka semua belum mengenal setiap bagian Istana Suci Giok Salju dengan detail sehingga akan sulit untuk mencari jalan keluar jika tiba-tiba terjadi bencana,” jelas Xue Xian Hou.


“Saya mengerti Master Sekte.” jawab Xue Xiang.


“Kamu juga akan mendapatkan keuntungan tambahan jika berlatih di bukit yang ada di belakang Istana kita,” ucap Xue Xian Hou yang membuat Xue Xiang menjadi penasaran.


“Keuntungan tambahan!? Apakah aku boleh tahu keuntungan seperti apa yang akan aku dapatkan,” tanya Xue Xiang dengan wajah gembira.


Xue Xian Hou tersenyum lalu menjawab pertanyaan Xue Xiang. “Tentu saja boleh. Di sana kau tidak hanya mendapat latihan diriku, tapi Kakekku Kaisar Xuan De dan Divine Beast Genbu juga akan ikut melatihmu. Kau juga akan bebas berlatih di Danau Es Seribu Pedang, jika kau beruntung tidak menutup kemungkinan bahwa kau bisa berlatih di dalam Istana Es Seribu Pedang.”


“Terima Kasih banyak Master Sekte. Akhirnya aku bisa berlatih di bawah bimbingan seorang Dewa,” ucap Xue Xiang sambil menangkupkan kedua tangannya ke depan.


“Selama aku melatihmu lebih baik kau panggil aku dengan sebutan Guru, agar terdengar lebih akrab,” perintah Xue Xian Hou.


“Baik Guru,” jawab Xue Xiang.


Mereka berdua lanjut berjalan dan akhirnya sampai di bukit belakang Istana namun mereka hanya melihat Heilong saja di sana.

__ADS_1


“Di mana Kakekku dan Divine Beast Genbu?” tanya Xue Xian Hou.


__ADS_2