LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 96 KEMARAHAN ( PART 1 )


__ADS_3

“Kalian berenam cepat buatlah perisai terkuat yang kalian miliki untuk melindungi Feng Tzuyu,” teriak Heilong pada Wong bersaudara.


Wong bersaudara segera memperkuat perisai api yang telah mereka buat tadi.


Mereka berenam mencurahkan seluruh kekuatan yang tersisa dari tubuh mereka sehingga membuat tubuh Wong bersaudara diselimuti api yang membara.


“Perisai Api Suci.”


Wong bersaudara berteriak sambil mengulurkan kedua tangannya yang dipenuhi dengan energi api ke depan.


Perlahan-lahan sebuah perisai api berbentuk segi enam dengan gambar sebuah burung Phoenix emas di tengahnya terbentuk.


“Boom ...”


Bola energi air itu akhirnya menghantam Perisai Api Suci yang baru saja dibuat oleh Wong bersaudara.


Bola energi itu terus mendorong dan menggesek perisai api suci dengan kuat.


Tapi, lapisan perisai api ini lebih kuat sehingga hanya membuat tubuh Wong bersaudara terdorong sedikit mundur ke belakang.


Bola energi air itu terus menggesek perisai api suci dengan kuat sehingga membuat lapisan luar dari bola energi air menghilang secara perlahan.


Mereka tidak menyadari bahwa bahaya yang sebenarnya bukanlah bola energi api itu. Tapi, sesuatu yang ada di dalam bola energi air itu.


Ribuan pisau es yang tersimpan di dalam bola energi air itu, akhirnya keluar dan langsung menyerang perisai api suci dengan ganas.


Pisau-pisau es itu terus menggores perisai api suci dan mengikisnya secara perlahan-lahan sampai perisai api suci hancur.


“Bertahanlah saudara-saudaraku. Kita harus tetap melindungi Tuan Putri meskipun harus mengorbankan nyawa kita,” teriak Wong Gie pada saudara-saudaranya.


"Baik ketua! Biarpun kami harus mati. Kami tidak akan pernah menyesal," jawab kelima saudara yang lain kompak.


"Aku senang mendengar ini semua. Aku sangat bangga menjadi kakak kalian," ucap Wong Gie.


Ribuan pisau es itu menyerang tubuh keenam anggota Wong bersaudara setelah perisai api suci yang mereka buat hancur.


"Kami prajurit Kekaisaran Red Phoenix tidak akan mudah menyerah. Kami akan terus berdiri melawan selama masih ada nafas di tubuh kami," ucap Wong bersaudara kompak.


Mereka tidak lari atau mengeluh saat tubuh mereka dihujani oleh pisau-pisau es.

__ADS_1


Setiap kali tubuh mereka terjatuh mereka akan mencoba berdiri kembali meskipun banyak luka goresan di tubuh meraka dan darah mengalir dimana-mana.


Tubuh mereka berenam seperti tercelup dalam darah dan akhirnya keenam anggota Wong bersaudara itu gugur setelah kehabisan darah.


Wajah mereka berenam seakan-akan tersenyum. Sama sekali tidak ada penyesalan yang terlihat pada wajah mereka berenam.


Mereka berenam mengorbankan nyawanya demi melindungi nyawa tuan putri yang sangat mereka hormati dan telah menganggap mereka seperti saudaranya sendiri.


Mata Feng Tzuyu yang terpejam tiba-tiba meneteskan air mata. Meskipun dia dalam keadaan koma sepertinya dia dapat melihat dan merasakan keadaan yang ada di sekitarnya.


Pisau-pisau es itu tidak berhenti setelah berhasil membunuh Wong bersaudara. Sekarang pisau-pisau es itu bergerak menuju ke tempat tubuh Feng Tzuyu yang tergeletak pingsan di tanah.


"Aaahhh ..."


Jerit kesakitan Feng Tzuyu tanpa sadar keluar dari mulutnya yang sedang pingsan karena dihujani pisau-pisau es.


Suara jeritan ini seperti menyayat-nyayat hati Heilong dan membangkitkan semua kemarahan yang ada di dalam dirinya.


"Tzuyu ..." Teriak Heilong sambil berusaha lari mendekati Feng Tzuyu.


Namun sudah terlambat. Pisau-pisau es yang begitu banyak telah menghujani tubuh Feng Tzuyu tanpa ampun.


Setelah sampai di tempatnya, Heilong segera mengambil dan memeluk tubuh Feng Tzuyu lalu duduk di tanah.


Kenangan-kenangan dengan Feng Tzuyu selama beberapa hari ini tiba-tiba muncul dari ingatannya.


*


"Aku sudah memutuskan untuk menemanimu meskipun dalam keadaan yang sangat bahaya sekalipun,"


"Entah mengapa saat pertama kali melihatmu aku merasakan kita telah ditakdirkan untuk hidup bersama,"


"Kamu adalah satu-satunya pria yang dapat menarik perhatianku dan membuatku jatuh cinta,"


"Berjanjilah untuk menjagaku selamanya,"


"Bai gege apakah kamu juga mencintaiku?"


"Bai gege apa kamu mau membuatkan makanan seperti ini setiap hari untukku?"

__ADS_1


"Bai gege apakah kamu ingin menikahiku dan hidup bersamaku selamanya?"


"Tzuyu, kamu terlihat cantik memakai baju merah ini,"


"Baik, aku akan memasakkan makanan yang enak untukmu setiap hari ,"


*


"Hehe … Bagaimana anak muda. Apa pertunjukan yang aku berikan ini menarik? Bagaimana rasanya melihat orang yang kamu cintai mati dengan sangat mengenaskan di depan matamu," ejek Iblis Buaya Darah sambil tersenyum licik.


Dalam keadaan yang kembali terpuruk, jiwa Heilong segera berkomunikasi dengan Long Bai di dalam dunia pikirannya.


"Aku ingin kekuatan lebih besar lagi. Bagaimanapun caranya aku harus membunuh buaya iblis itu. Kau pinjami aku kekuatanmu karena aku ingin membunuh Iblis Buaya Darah itu dengan tanganku sendiri. Aku ingin membalas kematian Tzuyu," ucap Heilong pada Long Bai dingin di dunia pikirannya.


"Baiklah. Aku akan meminjamkan semua kekuatanku. Meskipun ada kemungkinan aku akan menghilang. Tapi, aku akan tetap melakukannya karena Iblis Buaya Darah itu pantas mati," jawab Long Bai.


Long Bai mengulurkan tangan kanannya dan Heilong segera menyambutnya dengan menepuk menggunakan tangan kirinya.


Berbeda dengan biasanya, kali ini jiwa Long Bai terserap ke dalam jiwa Heilong saat mereka saling menepukkan tangannya.


Dan akhirnya jiwa Heilong dan Long Bai menyatu di dunia pikirannya.


"Hiah … "


" Whoost ... Whosh … Duar ... Duar ..."


Kelima elemen yang ada di tubuh Heilong langsung meledak dari tubuhnya saat dia membuka matanya.


Setelah menggabungkan kedua jiwa di dunia pikirannya, sekarang Heilong memegang kendali penuh atas tubuh Long Bai. Termasuk dengan elemen dan jurus-jurus barunya.


Setelah proses penggabungan jiwa mereka sukses, tingkat kultivasi yang dimiliki Heilong juga meningkat sangat tajam.


Tingkat kultivasinya langsung naik dua lapis. Sekarang dia berada di Lapis Grand Emperor tingkat satu.


Kedua pedang di tangan Heilong juga ikut memancarkan kekuatannya dengan kuat. Kedua pedang ini sepertinya juga bisa merasakan kemarahan Heilong.


"Iblis sepertimu tidak layak hidup di dunia ini. Aku pasti akan membunuhmu!! Tidak akan aku biarkan sedikitpun bagian tubuhmu tersisa di dunia ini. Akan aku cabik-cabik tubuhmu dengan kedua pedangku ini hingga menjadi serpihan-serpihan kecil lalu akan aku bakar dengan api petir sehingga tidak akan ada bagian tubuhmu yang akan mengotori planet ini.”


Amarah Heilong menjadi memuncak. Bahkan tubuhnya sampai bergetar. Hawa membunuh yang sangat kuat juga memancar dari tubuhnya.

__ADS_1


Dia bagaikan seekor binatang buas yang siap memangsa buruannya tanpa ampun.


Saat ini dia hanya mempunyai satu tujuan yaitu dia harus membunuh Iblis Buaya Darah dengan cara apapun.


__ADS_2