
Shen Wei akhirnya sampai di dapur, namun dia tidak bisa menemukan keberadaan Heilong di dalam dapur ini.
“Kemana koki baru itu pergi? Bukankah tadi dia mengatakan padaku bahwa dia yang bertugas untuk menjaga dapur malam ini.”
Shen Wei terus mengelilingi daerah sekitar dapur karena Kakaknya sudah memberikan perintah untuk membawa Heilong menemuinya.
Dia akhirnya menemukan Heilong di kebun yang ada di belakang dapur.
“Koki baru, kenapa kau ada di sini malam-malam begini?” tanya Shen Wei penasaran.
Heilong langsung menyembunyikan peta yang ada di tangannya saat mendengar suara Shen Wei dari arah belakang. Dia kemudian berbalik.
“Ternyata anda lagi, Tuan prajurit. Aku sedang mengambil sayuran untuk dimasak besok pagi. Ada apa anda kembali mencari saya? Apakah anda juga ingin aku buatkan makanan seperti Tetua Shen Ai Zhi?” tanya Heilong.
“Tidak. Tetua Shen Ai Zhi memerintahkan aku untuk membawamu ke kamarnya. Dia bilang padaku bahwa dia akan memberimu hadiah karena kau telah membuatkan makanan yang sangat enak,” jawab Shen Wei.
“Baiklah. Aku akan menyimpan sayur-sayuran ini terlebih dahulu.”
Heilong langsung kembali ke dapur bersama Shen Wei, padahal dia belum menemukan apa yang dia cari di kebun ini. Tapi pergi ke kamar Shen Ai Zhi lebih penting karena dia juga bisa bertemu dengan ibunya setelah dia sampai di sana.
Setelah sampai di dapur, Heilong segera meletakkan semua sayur-sayuran itu di rak bahan makanan.
“Apakah anda yakin Tetua Shen Ai Zhi tidak memesan makanan lain?” tanya Heilong sambil tanpa melihat Shen Wei karena dia sibuk untuk mencari tempat meletakkan sayur-sayuran yang baru saja dia petik, sebab rak tempat sayuran sudah hampir penuh.
“Tidak. Dia hanya memerintahkan aku untuk membawamu dengan aman sampai kamu berhasil sampai ke kamarnya,” jawab Shen Wei mengamati Heilong. “Koki muda, rak sayuranmu itu sudah hampir penuh. Bagaimana kalau kau buatkan beberapa menu makanan dari sayuran itu untuk di bawa ke kamar Tetua Shen Ai Zhi agar para prajurit penjaga itu tidak curiga.”
“Baiklah, silahkan anda tunggu sebentar.”
Heilong segera meletakkan sayuran yang tidak muat masuk ke dalam rak penyimpanan itu ke sebuah meja panjang yang ada di tengah-tengah dapur.
__ADS_1
Dia kemudian memotong-motong sayuran itu dan segera menumisnya, lalu membaginya menjadi empat porsi makanan di empat buah piring berukuran cukup besar.
Heilong kemudian memberikan dua porsi makanan untuk dibawa oleh prajurit tadi dan yang dua piring sisanya, dia bawa sendiri.
“Ayo kita antar makanan ini bersama. Dengan cara seperti ini, para prajurit penjaga itu tidak akan curiga karena aku tidak mungkin bisa membawa empat porsi makanan porsi jumbo ini sekaligus,” ajak Heilong.
“Ternyata selain pandai memasak, kau cukup cerdik juga,” jawab Shen Wei.
Shen Wei dan Heilong akhirnya meninggalkan dapur dengan membawa dua porsi makanan di setiap tangan mereka.
Setiap kali mereka berdua melewati prajurit penjaga, prajurit penjaga itu pasti akan menghentikan mereka karena tertarik dengan bau dari makanan ini. Mereka juga ingin mencicipi rasa dari makanan ini. Tapi saat Heilong mengatakan bahwa ini adalah makanan yang di pesan oleh Tetua Shen Ai Zhi, para prajurit penjaga itu tidak berani berbuat macam-macam dan membiarkan Heilong dan Shen Wei pergi.
Setelah berjalan sejauh dua puluh meter, mereka berdua akhirnya melihat sebuah bangunan yang dijaga ketat oleh prajurit pengintai Naga Biru. Bukan prajurit pengintai Naga Petir milik Jenderal Long Yun.
“Apakah itu adalah kamar Tetua Shen Ai Zhi?” tanya Heilong.
“Benar. Itu adalah kamar Tetua Shen Ai Zhi. Kita sudah aman sekarang karena prajurit yang menjaga di tempat ini adalah teman-temanku. Kau ikuti saja aku dari belakang,” jawab Shen Wei.
“Tok … Tok … Kakak, aku sudah membawa koki baru itu ke sini. Dia juga membuatkan kita empat porsi makanan berukuran jumbo. Dan aroma dari makanan ini tidak kalah dari aroma makanan yang kita makan tadi.”
Kali ini Long Yuyin yang membukakan pintu kamar.
“Putri?! Kenapa anda yang membuka pintu? Di mana kakakku?” ucap Shen Wei terkejut.
Long Yuyin segera meletakkan jari telunjuknya di depan mulut, untuk memberi tanda agar jangan bicara keras-keras.
“Hust … Jangan terlalu keras saat memanggil identitasku yang sebenarnya. Apakah kau tidak ingat yang sudah aku katakan tadi. Kau cepat masuklah dan taruh makanan itu di atas meja. Kakakmu sudah menunggu di sana,” ucap Long Yuyin lirih pada Shen Wei.
Shen Wei'pun langsung masuk ke dalam kamar Shen Ai Zhi. Sekarang hanya tinggal Heilong dan Long Yuyin di depan pintu kamar.
__ADS_1
“Kau berikan makanan itu pada para prajurit pengintai Naga Biru. Sepertinya mereka tadi sore makan sedikit karena rasa satu masakan kepala koki itu, tidak cocok dengan lidah mereka. Setelah itu, langsung masuklah ke dalam sini karena kita harus pergi dari tempat ini sebelum pagi hari.”
“Baik, ibu.”
Heilong segera memberikan dua porsi sayuran berukuran jumbo itu pada para prajurit pengintai Naga Biru. Ternyata sebagai dari makanan yang di pesan oleh Shen Ai Zhi tadi, juga diberikan pada para prajurit ini.
Setelah itu, Heilong segera menyusul ibunya dan juga Shen Wei masuk ke dalam kamar Shen Ai Zhi.
Long Bai tidak bisa muncul saat ini karena dia sedang melakukan meditasi yang sangat keras untuk mempelajari kitab ke tiga dari jurus ilmu pikiran yang diberikan Li Ziqi. Heilong sudah mencoba memanggilnya berkali-kali saat dia akan memasuki kamar Shen Ai Zhi, tapi Long Bai sama sekali tidak merespon panggilan itu.
“Kau bisa menghilangkan penyamaranmu sekarang, Putraku. Di sini sangat aman karena ada sebuah medan pelindung kedap suara yang mengitari seluruh kamar bibi Shen Ai Zhi,” ucap Long Yuyin setelah melihat Heilong masuk ke dalam ruang tamu yang ada di kamar Shen Ai Zhi.
Heilong segera melepaskan mahkota penyamaran yang ada di kepalanya. Dan penampilan asli Heilong membuat Shen Ai Zhi dan Shen Wei terkejut.
“Ternyata tubuhmu yang asli begitu gagah. Bentuk tubuh itu, tidak kalah dengan bentuk tubuh yang dimiliki oleh seorang Jenderal,” ucap Shen Wei.
Shen Ai Zhi memiliki pandangan yang berbeda dengan Shen Wei karena dia melihat Heilong dari aura yang membaca dari tubuhnya.
“Aura yang memancar dari tubuhmu sangat kuat. Aura itu hampir sebanding dengan aura yang membaca dari tubuh seorang kultivator yang berada di Lapis Grand Emperor, padahal kau baru mencapai Lapis King Emperor. Bagaimana caramu berkultivasi selama ini, hingga kau bisa mendapat aura sekuat itu,” tanya Shen Ai Zhi.
Heilong kemudian menceritakan penjalanan saat dia melakukan pengembaraan di Benua Utara sampai akhirnya dia bertemu dengan Divine Beast Genbu dan di angkat menjadi muridnya. Dia juga memberihukan pada semua orang yang ada di kamar ini bahwa dia juga telah mendapat warisan dari Divine Beast Seiryu dan Divine Beast Byako.
Namun, Heilong lagi-lagi tidak menceritakan hal-hal yang menyangkut Li Ziqi, Dao Xue Lian dan inti energi planet karena dia sudah berjanji untuk menyembunyikan semua itu dari orang lain.
“Kau sangat beruntung karena bisa menjadi murid dan menerima warisan dari para Divine Beast. Andai saja aku juga bisa mendapatkan semua itu, aku pasti sudah bisa menjadi raja,” ucap Shen Wei yang terdengar sedikit iri.
Shen Ai Zhi langsung melirik adiknya. “Jangan membuatku malu dengan ucapanmu. Para Divine Beast tidak akan memberikan warisan mereka secara cuma-cuma. Mereka pasti memberikan tugas yang sangat besar pada Long Bai karena itu mereka memberikan warisan ini agar dia bisa melindungi dirinya saat melaksanakan tugas itu.”
“Divine Beast memang memberiku tugas yang sangat berat yaitu aku harus melindungi dunia ini dari serangan bangsa Iblis. Dan nyawaku bisa hilang kapan saja jika aku kurang waspada saat menghadapi bangsa Iblis yang licik itu,” sahut Heilong.
__ADS_1
“Sudah cukup membahas tentang putraku, kita harus kembali membahas hal lebih penting. Kalian semua ikutlah denganku, kita akan mendiskusikan rencana kita keluar dari Istana Giok Biru ini dengan aman.”
Long Yuyin langsung mengajak mereka bertiga menuju ke semua meja yang ada di ruang tamu. Dia atas meja itu, sudah tergeletak peta dari Istana Giok Biru karena meja itu adalah tempat Long Yuyin dah Shen Ai Zhi membicarakan tentang jalan rahasia yang ada di dalam Istana ini sebelum Shen Wei datang ke tempat ini.