
Xue Wu berjalan menuju ke garis start dan berdiam sejenak untuk menenangkan dirinya.
Setelah dia berhasil memfokuskan pikirannya, dia mulai melompat ke papan pertama. Dia menggunakan teknik yang sama dengan Xue Xiang untuk melewati rintangan pohon berduri.
Xue Wu melompat tanpa ragu setelah mendapat timing yang tepat dari satu papan ke papan lain. Dan di dua papan terakhir, dia melompat secara zig zag untuk melewati rintangan itu.
Xue Wu akhirnya mencapai garis Finish setelah melakukan ujian selama dua puluh menit.
Berkat keberhasilan Xue Xiang dan Xue Wu yang berhasil lolos dengan menggunakan teknik yang sama. Ujian di babak kedua ini menjadi terasa lebih mudah bagi peserta berikutnya.
Setelah enam jam berlalu, akhirnya ujian babak kedua kompetisi ini selesai.
Dari tiga puluh peserta yang ikut berpartisipasi. Hanya ada delapan orang yang lolos dan berhasil maju ke babak ketiga.
Mereka yang lolos adalah Xue Xiang, Xue Wu, Zeng Li, Wang Yi, Li Yi, Yi Xiao, Zi Jun dan Luo Yi.
Guru Xue Yin lalu maju ke atas panggung dan memberikan pengumuman.
"Ujian babak kedua ini telah selesai. Kita telah mendapatkan delapan orang peserta yang akan mengikuti ujian babak ketiga. Aku ucapkan selamat pada para peserta yang lolos dalam ujian babak kedua ini. Dan ujian babak ketiga akan di pimpin oleh Guru Zhi Hui," ucap Guru Xue Yin sambil menoleh ke tempat Guru Zhi hui.
Guru Zhi Hui segera berjalan naik ke atas panggung. Dia kemudian berdiri di samping Guru Xue Yin untuk memberitahukan sedikit peraturan di ujian babak ketiga.
"Aku ucapkan selamat pada kalian yang telah melaju ke babak ketiga. Di babak ketiga ini kami akan menguji ketrampilan ilmu bela diri kalian. Kalian semua harus bertarung satu lawan satu. Jika lawan kalian menyerah atau pingsan maka kalian akan menang. Tetapi, jika kalian sampai membunuh lawan kalian maka kalian akan langsung di diskualifikasi dan akan diusir dari Sekte karena ini hanyalah sebuah kompetisi bukan peperangan. Apa kalian mengerti?" seru guru Zhi Hui tegas.
"Kami mengerti Guru," jawab para peserta.
"Baiklah. Jika tidak ada pertanyaan. Kalian semua majulah dan ambil salah satu bola yang ada di dalam tabung kaca ini lalu pecahkan bola itu. Di dalam masing-masing bola ada sebuah kertas yang berisikan nomor satu sampai empat. Jika nomor kalian sama maka orang itulah yang akan menjadi lawan kalian. Xue Xiang kamu yang ambil pertama lalu berurutan sesuai barisan kalian," ucap guru Zhi Hui.
Xue Xiang maju dan mengambil bola itu lalu memecahkannya dan membuka kertas yang ada di dalamnya.
"Nomor satu."
Setelah Xue Xiang selesai mengambil nomornya. Peserta yang lain secara bergantian naik ke panggung untuk mengambil nomor mereka.
Xue Wu. "Nomor tiga."
__ADS_1
Zeng Li. "Nomor empat."
Wang Yi. "Nomor dua."
Li Yi. "Nomor tiga."
Yi Xiao. "Nomor dua."
Zi Jun. "Nomor empat."
Luo Yi. "Nomor satu."
"Kalian semua sudah mengambil nomor kalian. Sekarang aku akan membacakan siapa lawan kalian," ucap guru Zhi Hui.
"Pertandingan pertama Xue Xiang melawan Luo Yi."
"Pertandingan kedua Wang Yi melawan Yi Xiao."
"Pertandingan ketiga Xue Wu melawan Li Yi."
"Pertandingan ini akan dimulai tiga puluh menit lagi. Sekarang masing-masing peserta dipersilahkan untuk beristirahat terlebih dahulu," seru Guru Zhi Hui.
**
Benua Selatan.
Pesawat Heilong akhirnya sampai di Benua Selatan setelah menghabiskan waktu enam jam perjalanan.
Pesawat itu akhirnya mendarat di sebuah gurun yang jauh dari pemukiman penduduk.
Mereka semua segera turun dari pesawat. Dan Heilong segera menyimpan kembali pesawatnya setelah yakin bahwa tidak ada orang lagi di dalam pesawat.
Heilong melihat daerah sekitar gurun dan menemukan sebuah bangunan berbentuk piramid yang berwarna merah.
"Pesawatmu ternyata memiliki kecepatan yang sangat luar biasa. Hanya dalam waktu enam jam saja, pesawat ini telah berhasil membawa kita menuju ke Benua Selatan. Kamu rupanya tidak berbohong. Kaisar Feng Cheng sampai terkejut mendengar kabar ini ketika aku memberikan kabar padanya lewat transmisi suara bahwa kita sudah sampai di Benua Selatan," ucap Yang Zhu.
__ADS_1
"Ayah!? Apakah ayah akan datang kesini paman Perdana Menteri?" tanya Feng Tzuyu setelah mendengar nama ayahnya di sebut.
"Benar Tuan Putri. Kaisar sedang menuju kesini dan akan sampai beberapa saat lagi," jawab Yang Zhu.
Pikiran Feng Tzuyu menjadi kacau ketika memikirkan bagaimana reaksi ayahnya ketika melihat Heilong. Feng Tzuyu akhirnya tenggelam dalam lamunannya.
Heilong yang melihat Feng Tzuyu sedang melamun, segera menghampirinya dan mengajukan pertanyaan.
"Tzuyu dimana kita sekarang?" tanya Heilong.
"I-Ini … Tempat ini adalah Kota Api Suci. Ini adalah reruntuhan sebuah kota yang telah lama ditinggalkan oleh penduduknya karena alasan tertentu. Dulu ketika melakukan perjalanan pulang setelah menghadapi pertempuran besar, ayahku tidak sengaja menemukan tempat ini lalu dia memutuskan untuk menjaga tempat ini dan tidak mengijinkan orang lain masuk tanpa ijin darinya karena dia menemukan banyak sekali warisan di kota ini yang berhubungan dengan Kerajaan Red Phoenix," jawab Feng Tzuyu gugup karena tersadar dari lamunannya.
"Warisan?!" ucap Heilongterkejut.
"Benar sekali. Coba lihatlah Piramida yang sangat besar itu. Piramida itu namanya Piramid Api Merah dan di dalam piramida itu terdapat banyak sekali gambar tentang Divine Beast Suzaku serta sejarah terbentuknya Benua Selatan ini dan alasan kenapa Benua Sekarang ini hanya terdiri dari gurun pasir dan gunung-gunung berapi," ucap Feng Tzuyu sambil menunjuk piramid berwarna merah.
"Ternyata tempat ini sangat menarik. Apakah kita bisa melihat-lihatnya sebentar?" tanya Heilong.
"Tidak. Meskipun aku seorang putri aku tidak mempunyai hak untuk memberikan ijin masuk ke dalam piramid itu karena yang memiliki hak untuk memberi ijin hanya ayahku saja," jawab Feng Tzuyu.
"Tapi … Jika Bai gege sangat ingin masuk ke dalam piramid itu, aku akan menemani Bai gege. Mungkin ayahku tidak akan marah jika melihatku," lanjut Feng Tzuyu sambil menundukkan kepala.
"Tidak perlu, nanti aku akan meminta ijin ayahmu saat aku bertemu dengannya karena aku tidak ingin menyulitkanmu," jawab Heilong.
Feng Tzuyu hanya memandang Heilong ketika mendengar perkataannya karena di sini sedang ada banyak orang,ada perdana metri Yang Zhu dan beberapa prajurit pengawal.
"Scree ..." Suara seekor Burung Rajawali Api terdengar di udara.
Mereka semua melihat keatas dan melihat seekor burung rajawali api bergerak terbang ke arah mereka.
Di Atas burung rajawali itu berdiri seorang pria gagah dengan pakaian kerajaan berwarna merah dengan gambar phoenix emas yang menghiasi pakaiannya.
Pria itu juga menggunakan mahkota yang terbuat dari kristal yang berkilau dengan hiasan batu permata merah di mahkotanya.
"Ayah .." ucap Feng Tzuyu setelah memastikan pria yang mengendarai Burung Rajawali Api itu adalah ayahnya.
__ADS_1
"I-itu adalah kaisar Feng Cheng. Mari kita memberi hormat," seru Perdana Mentri Yang Zhu mengajak para prajurit untuk memberi hormat pada Kaisar.