LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 278 ANTARA CINTA DAN DENDAM ( PART 10 )


__ADS_3

“Sampai kapan kau mau terus mengobrol? Guru sudah lama bertarung sendirian melawan mata Iblis itu kita harus segera datang membantu Guru,”


Long Bai yang merasa bosan karena sudah sejak tadi mrnunggu Heilong sedang mengobrol dengan Dao Xue Lian dan Sherly akhirnya memutuskan untuk memotong obrolan mereka agar tidak terus berlanjut.


“Kau seperti nyamuk saja, selalu mengganggu orang lagi asyik mengobrol,” balas Heilong melirik Long Bai kemudian dia kembali menatap Dao Xue Lian dan Sherly. “Aku harus segera pergi ke tempat Guruku karena Guruku sudah lama menungguku. Kalian berdua tetaplah di sini, aku pasti akan menghancurkan mata iblis itu dari dunia pikiran tubuh ini.”


"Hati-hati,” jawab Sherly.


Sedangkan Dao Xue Lian hanya menatap Heilong saja.


Heilong langsung menutup lubang yang ada di dinding penjara es'nya setelah itu dia baru pergi dari tempat ini dan menuju ke tempat Li Ziqi dengan di temani Long Bai.


Heilong dan Long Bai berlari dengan sangat cepat dengan menggunakan jurus mereka masing-masing yaitu Super Sonic Dance dan Sambaran Dewa Petir.


Setelah sampai di sana mereka berdua melihat Li Ziqi sedang bertarung melawan mata Iblis itu dengan menggunakan wujud aslinya bukan lagi menggunakan wujud bayangan mata, mungkin karena saat ini Pedang Blue Star Heaven Sword yang merupakan tempat tubuhnya berada ikut masuk ke dalam dunia pikiran Xin Ye saat Heilong dan Long Bai masuk ke dalam sini.


“Mau sampai kapan kau terus menghindari seranganku? bukankah dulunya kau adalah seorang dewi perang dari alam dewa tapi kenapa kau hanya bisa menghindar saja,” ejek mata iblis itu.


“Dari mana kau tahu tentang masa laluku? Jangan-jangan kau bukan hanya mata iblis yang terbentuk dari Jurus Iblis Mata Raja Iblis tapi kau adalah wujud dari pikiran Dark Etheroz sendiri,” tebak Li Ziqi.


“Sepertinya pengetahuanmu cukup luas. Aku memang wujud dari pikiran Dark Etheroz tapi setelah aku menyerap kekuatan energi kegelapan dan hawa iblis yang dikirimkan oleh Raja Iblis Dao Gi untuk putrinya, sekarang kekuatanku menjadi setara dengan Dark Etheroz yang asli,” seru mata Iblis.


“Jadi begitu! Pantas saja kau terlalu banyak bicara seperti seorang pengecut.” ejek Li Ziqi.


“Sinar Mata Kegelapan.”


Mata iblis itu menjadi sangat marah dan kembali menembakkan energi kegelapan ke arah Li Ziqi seperti tembakan sinar laser.


“Langkah Cahaya Bulan.”


Sosok Li Ziqi langsung menghilang dari tempatnya sehingga serangan mata iblis itu langsung menghancurkan lantai tempat Li Ziqi berdiri sebelumnya.


Ternyata Li Ziqi telah menyadari kehadiran Heilong dan Long Bai sehingga saat dia menghindari serangan mata iblis itu, dia langsung berlari ke tempat Heilong.


“Berikan Pedang Blue Star Heaven Sword padaku. Aku membutuhkan pedang itu untuk mengeluarkan Jurus Pedang Cahaya Bintang,” ucap Li Ziqi sambil mengulurkan tangan kanannya pada Heilong.


Namun saat Heilong ingin memberikan pedang itu pada Li Ziqi tiba-tiba serangan sinar kegelapan dari mata iblis itu kembali datang. Heilong langsung maju dan menghalangi arah serangan itu.


“Boom … ”


Energi kegelapan itu dapat di tahan dengan mudah oleh baju perang yang di pakai oleh Heilong dan hanya membuat tubuhnya sedikit terdorong ke belakang.


Heilong kemudian langsung memberikan Pedang Blue Star Heaven Sword yang sejak tadi ada di tangan kanannya kepada Li Ziqi. Saat menerima pedang itu, Li Ziqi juga memperhatikan baju perang yang sedang di pakai Heilong karena dia sepertinya pernah melihat baju perang itu.


“Dari mana kau mendapatkan baju perang itu? sepertinya aku tidak pernah memberimu sebuah baju perang dan baju perang dengan energi kegelapan seperti itu tidak pernah ada di gudang benda pusaka di dalam pesawat Max Lightning.”


“Aku mendapat sebuah baju perang dan juga pedang pusaka dari Dao Xue Lian. Dia sengaja memberikan dua buah senjata pusaka itu agar aku gunakan untuk membunuh Dark Etheroz. Guru tidak perlu khawatir karena kedua senjata pusaka ini sama sekali tidak memiliki hawa iblis.”


Heilong menjawab semua pertanyaan Gurunya dengan jujur karena Li Ziqi pasti akan tahu jika dia berbohong. Gurunya ini seperti bisa membaca semua isi yang ada di dalam pikirannya.


Li Ziqi tersenyum. “Kau sangat beruntung karena senjata itu memiliki kualitas yang sangat bagus. Kedua senjata pusaka itu bisa disejajarkan dengan Pedang Bintang Api yang baru saja kamu dapatkan. Jagalah kedua senjata pusaka itu baik-baik seperti kamu menjaga senjatamu yang lain.”


“Baik Guru,” jawab Heilong.

__ADS_1


Heilong kemudian mengeluarkan Pedang Bintang Api di tangan kanannya untuk dipakainya sendiri.


“Ayo kita serang mata iblis itu bersama-sama,” seru Heilong sambil mengangkat pedangnya.


Heilong langsung mengalirkan kekuatan elemen apinya kedalam Pedang Bintang Api. Sedangkan Li Ziqi terbang ke atas terlebih dahulu sebelum dia memasukkan energi cahayanya ke dalam pedang itu.


Yang paling tenang adalah Long Bai karena dia memiliki menancapkan pedang tarian petir ke lantai yang ada di depannya.


“Apa yang kau lakukan? kenapa kau malah menancapkan pedangmu ke lantai?” tanya Heilong bingung.


“Aku baru sadar kalau sekarang kita berada di dalam dunia pikiran. Di tempat ini kekuatan dari teknik Telekinasisku akan menjadi berlipat-lipat ganda sama seperti saat berada di dalam dunia ilusi yang kau ciptakan,” jawab Long Bai.


Long Bai mengulurkan kedua tangannya sambil membaca sebuah mantra sihir dan sebuah simbol sihir yang sangat besar langsung muncul di depannya.


“Belenggu Dewa Petir,”


Hujan petir langsung menyambar mata iblis itu tanpa henti lalu petir-petir itu kemudian berubah menjadi rantai-rantai yang sangat kuat dan langsung membelenggu mata iblis itu agar dia tidak bisa kabur.


“Aku sudah selesai dengan tugasku. Sekarang mata iblis itu tidak akan bisa bergerak untuk menghindari serangan kalian,” seru Long Bai.


“Bagus sekali. Tidak sia-sia aku memberimu beberapa kitab tentang jurus ilmu pikiran ternyata kau bisa menguasai semua jurus-jurus itu dalam waktu yang sangat cepat,” seru Li Ziqi yang sudah mengangkat pedang Blue Star Heaven Sword keatas.


“Whosh ….”


Api berwarna putih kecemasan tiba-tiba berkorban dari pedang pusaka yang ada di tangan Heilong lalu kemudian berubah menjadi ribuan bayangan pedang api yang sangat panas. Heilong kemudian melihat ke atas.


“Guru apakah kau sudah siap untuk menyerang mata iblis itu?”


“Aku sudah siap tapi aku sedikit merubah rencanaku. Aku tidak akan menggunakan jurus Pedang Cahaya Bintang karena kekuatan dari jurus itu terlalu besar, aku takut dunia pikiran Xin Ye ini akan ikut terpengaruh. Sebagai gantinya maka aku akan menggunakan Jurus Hujan Seribu Pedang Cahaya. Mari kita serang mata iblis itu secara bersamaan dan arahkan serangan kita tepat di tengah-tengah mata iblis itu.”


Heilong'pun juga melakukan hal yang sama, dia mengarahkan ujung pedangnya ke bagian tengah mata iblis itu.


“Hujan Seribu Pedang Cahaya.”


“Pedang Racun Api.”


Ribuan pedang cahaya dan ribuan pedang api yang terbentuk dari jurus pedang Li Ziqi dan Heilong langsung menyerang ke bagian inti dari mata iblis itu yang ada di tengah-tengah bagian matanya. Mata iblis itu tidak bisa bergerak untuk menghindari serangan ini karena rantai-rantai petir yang di buat oleh Long Bai mengikatnya dengan sangat kuat.


“Boom … Boom … Boom … ”


Suara ledakan yang sangat dahsyat terdengar berkali-kali saat pedang-pedang itu menghantam mata iblis. Suara ledakan ini sampai membuat seluruh dunia pikiran Xin Ye menjadi bergetar.


Bola mata iblis itu akhirnya hancur berkeping-keping tanpa meninggalkan jejak apapun.


Hawa iblis yang memenuhi dunia pikiran Xin Ye secara perlahan juga ikut menghilang setelah mata iblis itu berhasil di musnahkan.


“Akhirnya kita berhasil menghancurkan mata iblis itu,” ucap Heilong tersenyum.


“Kerjasama yang sangat bagus. Sebagai Guru kalian berdua, aku merasa sangat puas setelah melihat perkembangan kalian berdua saat ini. Dengan hancurnya mata iblis itu kalian berdua telah menunjukkan padaku hasil dari latihan kalian selama beberapa tahun ini.” sahut Li Ziqi yang turun lalu mendarat di antara Heilong dan Long Bai.


Mendengar pujian dari Li Ziqi, Heilong dan Long Bai menjadi sangat senang. Mereka berdua langsung memberi hormat kepada Li Ziqi sebagai bentuk rasa terimakasih mereka karena selama ini dia telah mengajari mereka berdua ilmu beladiri dengan sangat keras sehingga perkembangan ilmu beladiri diri mereka bisa meningkat dengan sangat cepat.


Li Ziqi mengulurkan tangan kanannya sambil berkata. “Bangunlah. Tidak perlu berterimakasih kasih sampai seperti itu karena sudah menjadi tugas dari seorang Guru untuk mengajari muridnya dengan sangat keras agar muridnya bisa cepat berkembang.”

__ADS_1


Mereka berdua langsung berdiri di tempatnya masing-masing setelah mendengar ucapan Li Ziqi.


“Semua urusan kita di tempat ini sudah selesai. Mata iblis itu sudah berhasil kita hancurkan dan dunia pikiran ini sudah terbebas dari hawa iblis yang di kirim oleh Dark Etheroz dan Dao Gi. Sudah waktunya kita meninggalkan tempat ini sekarang,” seru Li Ziqi kepada kedua muridnya.


“Tunggu dulu! Aku harus mengeluarkan mereka berdua dari penjara esku terlebih dahulu sebelum aku meninggalkan tempat ini,” ucap Heilong.


Heilong langsung lari dengan terburu-buru menuju ke tempat Sherly dan Dao Xue Lian.


“Sepertinya kau sudah berhasil menghancurkan mata iblis itu,” ucap Dao Xue Lian saat melihat kedatangan Heilong.


“Benar sekali tapi aku tidak menghancurkan mata iblis itu dengan kekuatanku sendiri karena Guruku dan Long Bai juga membantuku untuk menghancurkan mata iblis itu,” jawab Heilong.


“Sepertinya Gurumu itu sangat menyayangimu. Hati-hati suatu saat nanti kau bisa saja jatuh cinta kepada Gurumu,” sindir Dao Xue Lian.


“Rasanya itu tidak mungkin karena selama ini aku hanya menganggapnya sebagai Guru. bagaimana bisa aku … ”


“Katakan itu setelah kau berhasil menjadi seorang Dewa nanti.”


Dao Xue Lian langsung memotong ucapkan Heilong karena dia tidak ingin mengungkapkan identitas Li Ziqi yang sebenarnya karena jika perdebatan mereka terus berlanjut, bisa saja Dao Xue Lian mengungkapkan identitas Li Ziqi tanpa sadar.


“Apakah sekarang kita berdua bisa pergi dari penjara es ini,” tanya Sherly yang tiba-tiba sudah berada di samping Dao Xue Lian.


“Tujuanku kembali datang kemari memang untuk membebaskan kalian berdua dari penjara es yang aku buat,” jawab Heilong.


“Kalau kau tidak perlu menggunakan tenaga untuk menghancurkan penjara es ini karena Aku akan membantumu menghancurkan penjara es ini.”


Dao Xue Lian segera mengibaskan tangan kanannya ke penjara es itu dan penjara es itu langsung hancur menjadi serpihan-serpihan es.


Heilong menjadi terkejut. “Jika kau memiliki kekuatan sebesar itu kenapa kau tidak keluar sendiri dari penjara esku dari tadi.”


“Sudah aku katakan padamu bahwa aku tidak ingin merusak penjara es yang kau buat dengan kekuatanmu ini sebelum mendapat izin darimu,” jawab Dao Xue Lian santai.


Heilong menjadi sedikit kesal pada Dao Xue Lian sedangkan Sherly hanya tersenyum melihat tingkah laku Heilong.


Tiba-tiba Li Ziqi dan Long Bai datang menghampiri mereka semua.


“Sepertinya semua urusanmu sudah selesai. Ayo cepat segera pergi dari tempat ini karena kita tidak boleh berlama-lama berada di dalam dunia pikiran orang lain,” ucap Li Ziqi menatap Heilong kemudian dia menoleh ke arah Long Bai. “Long Bai cepat kau buat kembali pintu gerbang agar kita bisa keluar dari dunia pikiran ini.”


Sesuai perintah Gurunya, Long Bai langsung menggunakan Jurus Gerbang Pikiran sekali lagi untuk membuat pintu gerbang yang akan membawa mereka bertiga keluar dari dunia pikiran Xin Ye.


Setelah gerbang itu muncul Heilong dan Long Bai langsung masuk ke dalam pintu gerbang itu. Sementara Li Ziqi masih tetap berada di sana karena dia ingin mengobrol dengan Dao Xue Lian.


“Hadiah yang sangat bagus. Apakah kau benar-benar sudah memutuskan untuk mengorbankan dirimu sendiri. Bukankah akan lebih baik jika kau melanjutkan hidupmu sambil menyembunyikan identitasmu,” ucap Li Ziqi dingin menatap Dao Xue Lian.


“Bagaimana kau bisa tahu jika aku akan mengorbankan diriku. Apakah Heilong yang menceritakannya padamu?” tanya Dao Xue Lian terkejut.


“Tidak. Aku hanya tahu jika kedua senjata pusaka itu meninggalkan tubuhmu itu berarti kamu sudah siap untuk mati karena sebagian besar energi hidupmu berada di dalam kedua senjata itu. Kedua senjata pusaka itu bukanlah senjata biasa tapi senjata pusaka itu mirip dengan jantungmu karena senjata itu muncul bersamaan dengan proses kelahiranmu,” jelas Li Ziqi.


“Rupanya kau tahu sampai sedetail itu tentangku. Padahal aku sama sekali bukanlah seorang Dewa,” balas Dao Xue Lian penasaran.


“Saat aku masih menjadi Dewi Xi Shi sebenarnya aku sudah mengetahui tentangmu. Waktu itu aku merasa sangat penasaran kenapa Li Xuan membiarkanmu pergi karena tidak biasanya Li Xuan melepaskan seorang Iblis meskipun dia sangat menjunjung tinggi kebenaran dan sifat kesatria. Jadi aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan alam dewa untuk mencari tahu tentang dirimu tapi aku tidak mendapatkan sedikitpun informasi tentang dirimu di tempat itu.” jawab Li Ziqi yang membuat Dao Xue Lian penasaran.


“Lalu di mana kau mendapat informasi tentangku?” tanya Dao Xue Lian.

__ADS_1


“Di dalam sebuah ruang rahasia yang berada di bawah kediaman Dewa Tertinggi,” jawab Li Ziqi.


__ADS_2