LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 303 MAKAN BERSAMA


__ADS_3

“Hou'er, apakah kau tahu sejak kapan Kakekmu ada di situ?” tanya Heilong.


Xue Xian Hou menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu karena saat bermeditasi tadi, aku menutup semua panca indra milikku dan akan terbuka secara otomatis saat pagi tiba. Jadi aku sama sekali tidak merasakan kehadiran Kakekku saat dia datang ke tempat ini.”


“Apa kau tidak takut ada orang yang tiba-tiba menyerangmu saat kau bermeditasi? Menutup panca indra saat bermeditasi di tempat terbuka bukanlah hal yang bagus,” tegur Heilong.


“Jika ada orang yang berani menyerangku secara tiba-tiba saat aku bermeditasi di tempat ini, orang itu hanyalah kamu. Tempat ini adalah halaman belakang sekteku, jadi untuk masuk ke tempat ini tidaklah mudah karena mereka harus melewati pintu gerbang sekte yang di jaga ketat oleh murid-muridku,” jawab Xue Xian Hou melirik Heilong.


“Lalu bagaimana jika aku yang menyerangmu?” balas Heilong.


“Aku baru menutup panca indraku setelah aku memastikan bahwa kau telah menutup semua panca indramu terlebih dahulu, aku tidaklah seceroboh yang kau pikirkan. Tapi jika kau berani melakukan hal itu padaku, Gurumu yang sedang menjaga kita dari atas pasti akan melindungiku,” jawab Xue Xian Hou menatap ke atas untuk menunjukkan keberadaan Li Ziqi pada Heilong.


Li Ziqi langsung turun dan berhenti di depan Xue Xian Hou. “Ternyata kamu tidak hanya bisa mendengar suaraku, tapi kamu juga bisa melihat wujudku. Sungguh kemampuan mata yang luar biasa.”


“Aku dapat merasakan kehadiran anda setelah aku mendapatkan mahkota dewi es. Jadi ini bukan murni kemampuan mataku tapi kekuatan yang di pinjamkan oleh mahkota dewi es,” jawab Xue Xian Hou.


Heilong yang tidak tertarik dengan obrolan antara Li Ziqi dan Xue Xian Hou, langsung berjalan menjauh dan pergi menuju ke tempat Kaisar Xuan De yang sedang tertidur pulas.

__ADS_1


“Kau salah, kekuatan yang dimiliki oleh mahkota dewi es saja tidak akan cukup untuk bisa melihatku. Ini adalah kekuatan yang di berikan oleh kalung yang ada di lehermu itu. Seharusnya kalung itu hanya akan memberikan sebagian kekuatannya saat orang yang memiliki kalung itu jatuh ke dalam keadaan koma. Apakah dalam beberapa bulan ini kamu telah jatuh dalam keadaan koma?” ucap Li Ziqi sambil menunjuk kalung Pure Heart yang ada di leher Xue Xian Hou.


“Benar. Saat bangsa Iblis menyerang tempat ini, Jendral Iblis Meimei berhasil melukaiku sampai aku jatuh ke dalam keadaan koma dan waktu itu roh senjata dari Mahkota Dewi Es'lah yang membantu menyembuhkanku jadi aku kira semua kemampuan yang aku miliki ini berasal dari Mahkota Dewi Es,” jawab Xue Xian Hou, lalu dia kembali bertanya sambil memegang kalung yang ada di lehernya. “Aku tidak pernah mengira bahwa kalung yang terlahir bersamaku ini juga memiliki kekuatan khusus. Apakah anda bisa menjelaskan padaku tentang kalung ini?”


“Butuh waktu yang cukup lama untuk menjelaskan tentang kalung itu padamu. Dan sekarang bukan'lah waktu yang tepat karena kau harus segera kembali ke Istana Suci Giok Salju untuk mengatur pertemuan besar yang akan kau adakan nanti sore. Bagaimana kalau aku memberitahukan tentang kalung itu setelah pertemuan besar itu selesai?” jawab Li Ziqi.


“Baiklah, saya akan menemui anda setelah pertemuan besar itu selesai. Sepertinya informasi mengenai kalung yang aku pakai ini sangat rahasia, apakah kita perlu berbicara di tempat yang khusus?” ucap Xue Xian Hou.


“Begini saja, aku akan menunggu di kamarmu. Di tempat ini tidak ada yang bisa melihatku selain kamu, Heilong dan Divine Beast Genbu, jadi aku bisa dengan bebas masuk ke dalam kamarmu,” jawab Li Ziqi.


Xue Xian Hou menganggukkan kepala tanda dia setuju dan Li Ziqi'pun langsung kembali ke Dunia Jiwa Heilong bersama dengan Dao Xue Lian untuk beristirahat karena hanya di Dunia Jiwa Heilong saja dia bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan sedikit'pun.


“Apakah tidak merasa ada yang eneh dengan Kakekmu?” ucap Heilong balik bertanya.


Xue Xian Hou melihat Kakeknya sebelum menjawab pertanyaan Heilong. “Tidak ada yang aneh. Kakekku mungkin saja kelelahan karena dia pasti jarang beristirahat saat berada di Pulau bagian dalam Hutan Northland.”


“Coba kau periksa tingkat kultivasi yang dimiliki oleh Kakekmu saat ini. Lalu sejak kapan Kakekmu memiliki baju perang dan senjata pusaka itu. Jika dia memiliki kedua senjata itu sejak lama, maka dia pasti akan dengan mudah mengalahkan Naga Api Sayap Emas sendirian.” ucap Heilong yang masih menatap Kaisar Xuan De.

__ADS_1


Xue Xian Hou langsung memeriksa tingkat kultivasi yang dimiliki oleh Kaisar Xuan De dengan menggunakan kemampuan khusus yang dimiliki matanya. Dia langsung mengangkat kedua alisnya karena terkejut saat mengetahui tingkat kultivasi Kakeknya.


“Grand Emperor tingkat kesembilan?! apakah aku tidak sedang bermimpi. Aku baru satu jam saja tidak melihat Kakek tapi tingkat kultivasi sudah meningkat setinggi itu”


Heilong meletakkan tangan kanannya di dagunya dan berpikir sambil menatap Kaisar Xuan De. “Kau tidak sedang bermimpi karena yang aku lihat juga seperti itu. Itulah alasan kenapa sejak tadi aku berdiri tempat ini dan belum membangunkan Kakekmu.”


Tiba-tiba suara Divine Beast Genbu datang mendekat. “Kalian berdua tidak perlu terkejut. Saat ini Xuan De sudah menjadi penjaga Istanaku untuk menggantikan tugas Emperor White Bear yang telah gugur dalam peperangan melawan para Iblis. Dan peningkatan tingkat kultivasi yang dia alami, berasal dari kedua senjata pusaka yang aku berikan.”


“Ternyata ini semua adalah anugerah dari Divine Beast Genbu,” ucap Xue Xian Hou tersenyum bahagia karena dengan menjadi penjaga Istana Divine Beast Genbu berarti Kakeknya akan selalu tinggal di dekatnya mulai saat ini.


“Xuan De bangunlah, kami semua sudah menunggu untuk sarapan,” seru Divine Beast Genbu.


Kaisar Xue De langsung membuka matanya saat mendengar ada yang mengajaknya untuk sarapan karena memang dia belum makan apa-apa sejak kemarin. “Kebetulan sekali Dewa, saat ini aku sudah sangat lapar. Di mana kita akan makan. Apakah kita akan makan di tempat Cucuku.”


“Hehe … Kakek, kita tidak akan makan di tempatku karena Long Bai sudah menyiapkan makanan untuk kita semua di rumah yang ada di atas bukit itu. Masakan Long Bai lebih enak dari koki yang ada di sekteku atau'pun koki yang ada di Kerajaan Green Tortoise. Kakek pasti akan langsung suka saat memakan masakan yang di buat oleh Long Bai,” jawab Xue Xian Hou.


“Baiklah ayo kita segera naik ke atas untuk serapan,” ajak Heilong.

__ADS_1


Mereka berempat langsung naik ke atas bukit dan memakan makanan yang di masak Heilong kemarin. Makanan ini sama sekali tidak rusak dan suhunya masih tetap hangat berkat tutup kristal es yang di buat Xue Xian Hou.


Mereka berempat langsung makan dengan lahap karena memang mereka semua belum pernah memakan daging Naga yang di masak menjadi rujak soto. Tapi yang paling lahap makannya adalah Kaisar Xuan De karena sejak berada di pulau bagian dalam, dia sama sekali tidak pernah memakan makanan enak, setiap hari dia hanya memakan ikan bakar tanpa bumbu.


__ADS_2