
Getaran pada Kitab Pedang Tujuh Bintang menjadi semakin kuat dan membuat Dunia pikiran Heilong menjadi berguncang.
“Apa yang sebenarnya terjadi?! Kenapa guncangan dari Kitab Pedang Tujuh Bintang lebih kuat dari biasanya. Tidak seperti saat ketiga jurus yang sebelumnya muncul,” gumam Heilong dalam hati.
Heilong langsung pergi ke dalam Dunia Pikirannya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, tanpa memperhatikan daerah di sekitarnya.
“Lagi-lagi anak melakukan hal sangat ceroboh. Apakah dia lupa bahwa saat dia sedang bertarung dengan Patriarch Klan Iblis,” ucap Li Ziqi dari dalam Dunia Jiwa Heilong.
Li Ziqi langsung membuat sebuah medan pelindung yang sangat kuat di sekitar tubuh Heilong. Sebab, tubuh Heilong saat ini sangat rentan untuk mendapatkan serangan.
Untung saja saat ini Ignis sedang fokus terbang menuju ke arah roh Long Bao terjatuh, jadi dia mengabaikan apa yang sedang di lakukan Heilong.
Di dalam Dunia Pikirannya, Heilong bisa melihat Kitab Pedang Tujuh Bintang melayang-layang di sana.
Aura cahaya berwarna emas yang memancar dari kitab itu ternyata mengandung tekanan kekuatan yang sangat luar biasa hingga mampu mengguncang seluruh isi Dunia Pikirannya.
Heilong mencoba mendekati kitab itu dengan langkah kaki yang terasa sedikit berat kerena dia juga harus menahan tekanan dari cahaya emas itu.
Selangkah demi selangkah akhirnya Heilong berhasil mendekati Kitab Pedang Tujuh Bintang dan mencoba untuk meraih kitab itu.
Saat tangan kanannya hampir menyentuh kitab itu, tiba-tiba kitab itu terbuka dan memunculkan beberapa huruf tulisan berwarna emas yang melayang-layang di udara.
Heilong lalu membaca setiap huruf berwarna emas itu dengan penuh konsentrasi untuk memahami makna dari setiap kata-kata yang terbentuk dari huruf itu.
*
Api dan air adalah dua buah elemen yang saling berlawanan.
Tapi, kedua elemen itu akan menjadi kekuatan penghancur yang sangat dahsyat jika bisa saling menyatu.
Yang satu memiliki tekanan penghancur yang sangat kuat sedangkan yang satunya memiliki suhu penghancur yang sangat mengerikan.
Gunakanlah pemahamanmu tentang setiap elemen yang ada di Dunia ini untuk bisa menggabungkan kedua kekuatan yang sangat dahsyat ini.
*
__ADS_1
Tulisan-tulisan berwarna emas itu kemudian berubah menjadi gerakan-gerakan sebuah jurus.
Heilong mulai mempelajari gerakan-gerakan dari jurus itu sambil mempraktekkannya agar dia bisa lebih cepat menguasai jurus ini.
Hanya dengan sekali coba saja dia sudah berhasil menguasai semua gerakan dari jurus ini.
“Entah kenapa sepertinya aku pernah menggunakan jurus ini sebelumnya. Jurus ini seperti sudah menyatu dengan pikiranku sehingga aku bisa dengan mudah menguasainya. Ketiga jurus yang sebelumnya juga memiliki kesan yang sama ketika aku pertama kali melihatnya.”
Kitab Pedang Tujuh Bintang ini menyimpan misteri tersendiri bagi Heilong karena kitab ini juga tiba-tiba muncul di dalam Dunia Pikirannya melalui perantara sebuah bola cahaya yang sangat misterius.
Dan Jurus-jurus yang ada di dalamnya juga sangat mudah untuk dia pelajari. Dia selalu bisa menguasai jurus yang ada di dalam Kitab Pedang Tujuh Bintang hanya dengan sekali coba saja.
Namun, saat dia akan mengajarkan jurus ini pada orang lain, termasuk Lin Chong Wei yang selama beberapa tahun menemaninya berlatih di dalam Dunia Gerbang Waktu. Lin Chong Wei sama sekali tidak bisa memahami satu katapun dari jurus yang ada di dalam Kitab Pedang Tujuh Bintang.
Lin Chong Wei selalu mengatakan bahwa jurus ini terlalu sulit untuk di pahami karena setiap kata yang membentuk jurus itu terlalu rumit. Padahal dia sudah lama menjadi seorang kultivator.
Tapi Heilong sadar bahwa dia tidak memiliki banyak waktu untuk mengungkap misteri itu. Heilong memutuskan untuk langsung keluar dari dalam Dunia Pikirannya karena dia harus segera menyelamatkan roh Long Bai sebelum Ignis berhasil mengambilnya.
Heilong akhirnya keluar dari dalam Dunia Pikirannya. Saat ini dia terbang dengan menggunakan satu sayap sambil menggenggam dua pedang pusaka di tangannya.
Di tangan kanan ada Pedang Bintang Api, sedangkan di tangan kiri ada Pedang Penguasa Laut.
“Ignis!” teriak Heilong dengan suara lantang.
Teriakan Heilong ini memuat Ignis terkejut karena selama ini tidak ada yang berani memanggil namanya selain Dark Etheroz.
Ignis langsung berhenti dan menoleh ke belakang. “ Ada apa bocah! Berani sekali kau memanggil namaku. Aku akan segera menghabisimu setelah aku berhasil mengambil Roh ini.”
Ignis kembali memalingkan tubuhnya dari Heilong dan mencoba mengejar roh Long Bai yang sudah berjarak dua puluh meter dari atas tanah.
Namun, Ignis tiba-tiba merasakan tekanan energi yang sangat kuat berasal dari arah belakang.
Dia kembali membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Heilong dan melihat Heilong sedang mengangkat kedua pedang pusaka miliknya ke atas.
“Apa yang akan dia lakukan dengan kedua pedang pusaka itu?! Apakah dia tidak sadar bahwa kedua pedang pusaka yang ada di tangannya memiliki elemen yang berlawanan. Kekuatan dari kedua pedang pusaka itu akan langsung menghilang saat kedua pedang pusaka saling berdekatan. Sepertinya penilaianku terhadapnya terlalu tinggi. Dia bahkan tidak mengetahui kelemahan dari masing-masing elemen,” ucap Ignis meremehkan.
__ADS_1
Heilong mulai mendekatkan kedua pedang pusaka yang ada di tangannya secara perlahan dengan tetap mempertahankan posisi kedua pedang pusaka itu menghadap ke langit.
Aura energi air dan energi api yang sama-sama kuat, menciptakan kabut tebal yang menutupi daerah di sekitar Heilong.
Secara perlahan kedua energi itu mulai saling menyatu dan kedua pedang pusaka itu akhirnya menempel secara sempurna.
“Apa?!”
Ignis menjadi sangat terkejut saat melihat kedua energi yang ada di kedua pedang pusaka milik Heilong tidak menghilang. Tapi menjadi semakin kuat.
Tekanan energi dari kedua pedang pusaka milik Heilong ini bahkan sanggup membuat tubuh Ignis menjadi bergetar.
Heilong menyeringai dan menatap Ignis dengan dingin. “Sepertinya yang akan mati duluan adalah kau dan bukan aku. Apakah kau sudah siap untuk menerima kematianmu.”
Heilong lalu mengayunkan kedua pedang pusaka miliknya ke arah bawah tepat menuju ke arah Ignis.
“Pedang Lautan Panas Mengguncang Langit.”
Ombak Tsunami raksasa langsung muncul di depan Heilong saat dia menebaskan pedangnya ke arah Ignis.
Ombak Tsunami ini berbeda dari ombak yang terbentuk dari Teknik Sembilan Pedang Air karena energi api yang sangat kuat memancar dari permukaan ombak ini.
Gabungan dari kedua elemen ini telah menciptakan sebuah ombak Tsunami yang bisa merobohkan apapun yang menghalanginya dan memiliki hawa panas dari sebuah api yang bisa melelehkan apapun yang dia lewati.
Tubuh Ignis menjadi bergetar ketakutan saat ombak panas dari jurus Heilong mulai mendekati tubuhnya. “Tekanan kekuatan sebesar itu tidak mungkin bisa aku tahan. Sepertinya aku harus segera meninggalkan tempat ini sebelum ombak itu membunuhku.”
Sebuah suara tiba-tiba terdengar di telinga Ignis. Suara ini seperti di tujukan khusus untuk dirinya. “Pergilah dari tempat ini secepat mungkin. Karena aku masih membutuhkanmu untuk hidup. Biarkan aku yang menyelesaikan semua urusan di sini. Dan segera siapkan ritual untuk membangkitkan Jenderal Iblis ketujuh.”
Ignis bisa mengenali suara ini karena ini adalah suara Dark Etheroz. “Baik Yang Mulia. Saya akan segera meninggalkan tempat ini. Dan melaksanakan semua perintah Yang Mulia.”
Ignis mulai menggambar simbol sihir untuk membuat sebuah gerbang teleportasi. Dia langsung masuk ke dalam gerbang teleportasi itu sesaat sebelum ombak panas itu menghantam tubuhnya.
Namun, dia sedikit terlambat dan kedua kakinya berhasil diterjang oleh ombak panas dari jurus pedang Heilong.
Kedua kaki Ignis langsung menghilang seperti disambar oleh api neraka. Medan pelindung yang dia buat untuk melindungi tubuhnya, sama sekali tidak bisa menahan kekuatan dari serangan Heilong ini.
__ADS_1
“Kurang ajar kau bocah! Aku pasti akan membalasmu karena kau telah menghilangkan kedua kakiku,” ancam Ignis dengan sedikit kesakitan.
Gerbang teleportasi itu akhirnya menghilang setelah Ignis berhasil masuk ke dalam dan melarikan diri.