
Sebuah bola cahaya seukuran kepalan tangan manusia muncul di depan Heilong kemudian berubah menjadi sesosok peri yang berukuran kecil.
“ Selamat datang di dunia game the power of java. Saya adalah Lilla, npc yang akan memandu anda dalam permainan ini, ” ucap Lilla memperkenalkan diri.
“ Katakan padaku bagaimana caraku memainkan game ini. Di sini sama sekali tidak ada apapun, ” tanya Heilong sambil menunjuk daerah sekitarnya.
“ Permainan ini terdiri dari empat babak dan di setiap babak anda akan dikirim ke tempat yang berbeda. Tugas anda adalah untuk merebut peta dari npc yang akan menjadi musuh anda. Permainan ini akan selesai jika anda berhasil merebut ke empat pecahan peta itu dan menyatukannya menjadi sebuah peta yang utuh, ” jawab Lilla.
“ Bagaimana caraku bertarung...? Apakah aku mendapat sebuah senjata khusus..? ” tanya Heilong.
“ Kekuatan, jurus dan senjata yang ada miliki di dunia nyata telah kami transfer semuanya ke dalam tubuh virtual anda. Anda dapat menggunakan semua senjata dan elemen kekuatan yang anda miliki di dunia nyata tapi itu tidak termasuk beast kontrak milik anda, ” jawab Lilla.
“ Tidak apa-apa. Asal aku bisa menggunakan kekuatanku dan senjataku sendiri, itu saja sudah lebih dari cukup. Tapi apa hadiah yang akan aku dapatkan jika aku berhasil menyelesaikan permainan ini..? ” lanjut Heilong.
“ Anda akan mendapatkan sebuah peta dan kunci untuk menuju ke benua Atlantis. Selain itu anda juga akan mendapat hadiah tambahan yang ada di setiap babak jika anda mampu mengalahkan npc yang menjadi musuh anda. Semua hadiah-hadiah yang akan anda dapatkan adalah hadiah nyata artinya hadiah-hadiah itu bisa anda gunakan didunia nyata karena itu kami membuat sebuah aturan khusus yaitu semua luka-luka yang anda dapatkan di dalam permainan ini adalah nyata. ” jelas Lilla.
“ Apa... !! Bukankah itu berarti jika aku mati di dalam game ini maka aku akan benar-benar mati di dunia nyata, ” seru Heilong terkejut.
“ Tepat sekali, karena alasan itulah permainan ini sering dijuluki dengan sebutan permainan hidup dan mati, ” ucap Lilla sambil menyeringai. Dia lalu menunjukkan dinding yang ada di belakangnya dan sebuah portal langsung muncul di dinding itu. “ Pertarungan pertamamu ada di sana, masuklah dan kalahkan lawanmu. Kamu tidak bisa mundur lagi karena aku telah menutup pintu masuk kedalam game ini setelah kamu datang kesini, satu-satunya jalan agar kamu bisa kembali ke dunia nyata adalah menyelesaikan permainan ini. ”
__ADS_1
“ Sepertinya kamu sengaja menjebakku agar aku memainkan permainan ini. Baiklah siapa takut... !! Aku akan menyelesaikan permainan ini dengan cepat dan mudah. Akan aku buktikan padamu jika aku tidak takut dengan kematian, ” seru Heilong sambil menunjuk Lilla dengan tangannya.
“ Bagus sekali, kata-kata seperti ini yang aku nantikan. Aku akan memandumu dan menunggumu di garis finish, ” Lilla langsung menghilang dari pandangan Heilong setelah mengucapkan kata-kata itu.
Heilong menarik nafas panjang dan segera melompat kedalam portal itu.
**
Sekte giok salju.
Setelah mengantar Heilong pergi ke pintu gerbang untuk meninggalkan sekte giok salju, Xue Xian Hou tidak langsung kembali ke kamarnya tapi dia pergi ke kamar para guru untuk mendiskusikan beberapa rencana agar bisa memperkuat para murid-murid sekte lebih cepat dari sebelumnya. Hal itu rasanya sangat mungkin karena sekarang mereka mempunyai jumlah ruang kultivasi lebih banyak dari sebelumnya serta tempat latihan yang lebih luas jadi sekarang para murid tidak perlu lagi mengantri untuk waktu yang lama saat akan menggunakan ruang kultivasi dan mereka bisa latihan kapan saja seperti yang mereka inginkan.
Saat kembali ke kamarnya, Xue Xian Hou dikejutkan dengan sebuah kotak yang terbuat dari kristal yang diletakkan di sebuah pilar yang berhadapan langsung dengan pintu kamarnya. Dia mengambil kotak itu dengan hati-hati.
Xue Xian Hou menemukan surat yang bertuliskan namanya di bawah kotak kristal itu, di dalam surat itu dia juga menemukan bulu sayap berwarna hitam yang mirip dengan bulu sayap Minmei. Di lalu membaca surat itu, ternyata dugaannya memang benar surat dan kotak kristal itu memang pemberian dari dari Heilong. Di dalam surat itu dia memberitahukan pada Xue Xian Hou bahwa dia telah menukar batu pelangi matahari yang asli saat dia menemukan bulu sayap berwarna hitam yang diselimuti dengan aura kegelapan terjatuh di depan pintu masuk makam es dan batu pelangi matahari yang di curi oleh Minmei adalah batu palsu, batu itu akan langsung meledak saat akan digunakan. Sedangkan batu pelangi matahari yang asli adalah batu yang ada di dalam kotak kristal ini.
Xue Xian Hou tersenyum saat membaca surat dari Heilong. “ Pria yang sangat cerdik. Tapi yang membuatku kagum adalah ternyata dia telah menyadari bahwa Klan iblis telah mengintai batu ini sebelum aku menyadarinya dan mampu mengamankan batu ini. ”
Dia kemudian membuka kotak kristal itu untuk memastikan isi di dalamnya dan ternyata memang benar kotak itu berisi batu pelangi matahari yang dulu dia berikan pada Heilong. “ Ternyata dia berkata benar. Kenapa dia mengembalikan batu ini padaku, padahal aku sudah memberikan batu ini padanya waktu itu. Baiklah akan aku menyimpan dulu batu ini. Saat dia kembali ke sini, aku akan menanyakannya lagi. ”
__ADS_1
Xue Xian Hou lalu menyimpan kotak kristal itu di bawah tempat tidurnya untuk menyembunyikannya karena tidak akan ada orang yang berani masuk ke dalam ruang tidurnya kecuali atas ijinnya.
**
Makam es seribu pedang.
Setelah keluar dari portal, Heilong merasa sangat terkejut karena dirinya saat ini berada di sebuah hutan yang sangat lebat. Terlihat hamparan rumput yang membentang luas. Cahaya mentari yang seharusnya menyinari rumput dan tumbuhan-tumbuhan kecil di hutan ini tertahan oleh rimbunnya daun-daun pohon hutan yang tinggi dan besar. Suara lolongan serigala dan kicauan burung-burung yang sedang bernyanyi terus bersahut-sahutan di dalam hutan.
“ Ning... Nang... Ning... Gong... ”
“ Tet... teret.. ret... Tet... teret. .ret... ”
Tiba-tiba Heilong mendengar suara gamelan dan terompet yang biasa mengiringi pementasan dari kesenian Reog.
“ Ceteeeerrrrrr..... Ceteeeerrrrrr... ”
Lalu dususul dengan suara sabetan cambuk yang di pukulkan ke tanah berulang-ulang.
Sesosok pria gagah dengan perawakan tinggi besar, berkumis, dan berjanggut panjang muncul. Dia memakai pakaian yang serba hitam dan di tangan kanannya dia memegang ikat pinggang berbentuk tali panjang berwarna putih yang ujungnya dibiarkan terurai.
__ADS_1
“ Siapakah kamu... ? ” tanya Heilong menatap musuhnya.
“ Aku... Warok Suromenggolo, ” jawab pria bertubuh besar itu dengan suara yang penuh berwibawa.