LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 180 MENOLONG


__ADS_3

Heilong keluar dari dalam tanah bersalju sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit seperti habis dipukul dengan sebuah palu yang sangat besar.


“ Aduh, itu tadi sakit sekali. Aku kan cuma bercanda guru. Tapi apakah benar yang guru katakan barusan bahwa usia Bianca jauh lebih tua dari ibuku.. ? ”


Li Ziqi melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan telapak tangan kiri dan kanan berada di bawah sambil melirik Heilong.


“ Saat kau melihat Bianca apakah kau pernah melihat ada sebuah garis di punggung telapak tangannya...? ”


Heilong mengingat kembali saat dia terakhir kali melihat Bianca yaitu saat dia berbicara dengan ibunya di cermin komunikasi dewa yang ada di ruangan Divine Beast Genbu. Saat itu Bianca berdiri di samping ibu Heilong dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya seperti yang di lakukan Li Ziqi saat ini, namun telapak tangan kiri dan kanan Bianca berada di atas jadi Heilong bisa melihat punggung telapak tangan Bianca dan memang ada sebuah garis memanjang yang mirip sebuah luka goresan benda tajam di punggung tangan kanan Bianca.


“ Aku memang pernah melihat sebuah garis berwarna merah di punggung tangan kanan Bianca, ” jawab Heilong.


“ Itu berarti usia Bianca adalah seratus tahun karena dia hanya memiliki satu garis merah. Garis berwarna merah menandakan bahwa usia unicorn itu masih berkisar antara ratusan, jika dia sudah mencapai seribu tahun maka garis itu akan berubah warna menjadi perak dan untuk garis berwarna emas itu berarti unicorn itu sudah berusia puluhan ribu tahun. Tapi kamu tidak perlu khawatir kuda unicorn adalah makhluk setengah dewa jadi usia antara seratus sampai sembilan ratus tahun itu bisa di bilang masih muda, itu hanya seperti seorang gadis berusia dua puluh sampai dua puluh sembilan tahun. ” jawab Li Ziqi.


“ Se.. Seratus tahun..!!?? Jika di bumi itu sama seperti usia nenekku, ” ucap Heilong spontan karena terkejut.


“ Memang seperti itulah umur seekor kuda unicorn muda. Di bawah seratus tahun mereka adalah anak-anak. Apa kamu mau membatalkan pernikahanmu setelah mengetahui usianya...? ” tanya Li Ziqi dengan senyum licik.


“ Tidak. Aku akan tetap menikah dengannya karena aku sudah berjanji akan menikahinya, ” jawab Heilong tegas.


“ Bagus. Kita sudah menghabiskan banyak waktu di sini, sekarang cepat lanjutkan perjalananmu ke kota Waerebo. Kau harus segera menyelesaikan semua urusanmu di sana dan pergi ke pagoda raja api, ” ucap Li Ziqi lalu dia kembali ke dunia jiwa Heilong.


Heilong kemudian berjalan ke arah Gremlin lalu berkata. “ Sekarang aku sudah memiliki petunjuk untuk dapat menemui dewi bulan ungu. Saat bulan purnama ungu terjadi lagi di planet Dreamland, kita akan pergi ke danau pelangi yang ada di benua tengah. Sekarang kau antar aku ke kota Waerebo dulu. Ada beberapa urusan yang harus aku urus di sana. ”


“ Baik tuan, ”


Gremlin segera menundukkan kepalanya agar Heilong bisa lebih mudah naik ke punggungnya. Heilong segera melompat ke punggung Gremlin dan Gremlin pun langsung berlari dengan kencang ke kota waerebo.


**

__ADS_1


Hutan jati bersalju.


Setelah kurang lebih berlari selama dua puluh menit Heilong akhirnya sampai di hutan jati bersalju. Hutan jati bersalju ini adalah hutan yang ada di antara kota Waerebo dan Sekte Giok Salju. Setelah melewati hutan ini maka Heilong akan sampai di kota Waerebo.


“ Kita berhenti di sini, ” perintah Heilong.


Gremlin menuruti perintah Heilong dan berhenti di tengah-tengan hutan jati bersalju. Padahal jarak dari tengah hutan dan kota Waerebo masih sekitar tiga puluh kilometer lagi.


“ Kenapa kita berhenti di sini tuan..? Jarak dari sini dan kota Waerebo masih sangat jauh. ”


“ Jika aku berhenti di gerbang kota Waerebo maka penduduk di sana akan berlarian karena ketakutan saat mereka melihatmu, mereka semua akan mengira bahwa kau adalah beast yang ingin menyerang kota Waerebo. Tubuhmu itu lebih besar dari Beast kontrak pada umumnya selain itu kamu juga memiliki tiga buah kepala dengan taring yang panjang dan tajam. Sekarang kau kembalilah ke dunia jiwaku. Aku akan melanjutkan sisa perjalanan ini dengan berjalan kaki, ”


Gremlin segera mengerti perkataan Heilong dan kembali ke dunia jiwa Heilong.


“ Tolong... Tolong... Tolong... ”


Tiba-tiba Heilong mendengar suara teriakan minta tolong yang berasal dari bagian barat hutan jati bersalju. Dia segera berlari dengan sangat cepat ke tempat asal suara itu untuk melihat apa yang sedang terjadi disana.


Sekelompok Harimau salju itu terlihat sangat kelaparan. Mata mereka memandang pria itu dengan tatapan yang sangat tajam seperti ingin segera menerkam lalu memangsa tubuh pria itu. Dua dari lima belas harimau yang mengepung pemuda itu mulai bergerak dan langsung melompat untuk menerkam tubuh pemuda itu.


“ Slash.. ”


Dengan sigap Heilong segera mengeluarkan pedang taring putihnya dan mengeluarkan jurus pedang membelah bumi untuk menyerang kedua harimau salju itu. Tubuh kedua harimau salju itu pun langsung terpotong di udara menjadi dua bagian yang sama saat terkena tebasan jurus pedang membelah bumi. Heilong kemudian berdiri di depan pemuda itu di untuk melindunginya.


“ Grrrr... Katakan siapa namamu manusia. Berani sekali kau mengganggu perburuanku. Bahkan kau telah membunuh dua anak buahku, ” ucap pemimpin kelompok harimau salju itu marah.


“ Untuk apa kau menayakan namaku.. ? ” Heilong balik bertanya dengan nada menantang.


“ Aku hanya ingin tahu apakah dagingmu akan seenak namamu. He... He... ” ucap pemimpin harimau salju itu menyeringai.

__ADS_1


“ Kita lihat daging siapa yang lebih enak. Dagingku atau daging bakar kalian. Ha... Ha... ” ucap Heilong tertawa mengejek.


Pemimpin Harimau salju itu langsung memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Heilong. Dengan sangat bernafsu sekelompok harimau salju itu bergerak menerkam Heilong dan ingin segera mengoyak dagingnya dengan cakar dan taringnya yang tajam.


Heilong yang sekarang bukanlah Heilong yang sama seperti dua tahun yang lalu saat dia baru mulai pergi mengembara untuk mencari kekuatan. Saat itu dia memang lemah dan baru mengetahui tentang kultivasi yang ada di planet ini, sehingga dia butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Sekarang dia sudah memiliki banyak sekali pengalaman bertarung dan berhasil menguasai beberapa jurus tingkat tinggi warisan dari dewa, tentu saja menghadapi sekelompok harimau salju seperti ini hanyalah sebuah hal yang sangat mudah baginya seperti membalikkan telapak tangan.


Dengan sangat mudah Heilong menghindari serangan-serangan dari harimau salju itu, dia tidak terlihat seperti orang yang sedang bertarung melainkan seperti orang yang sedang bermain-main dengan binatang peliharaannya.


“ Ayo lebih cepat lagi, apakah serangan dan kecepatan harimau salju hanya seperti ini. Jika hanya seperti ini kemampuan kalian maka ini sangat mengecewakan. Aku seperti tidak sedang bertarung melawan sekelompok harimau salju melainkan sedang bertarung melawan sekelompok siput. ” ejek Heilong.


“ Kau dasar manusia sombong. ”


Pemimpin kelompok harimau salju itupun juga terpancing emosinya karena ejekan Heilong. Dia kemudian ikut membantu anak buahnya untuk menyerang Heilong. Dengan ganas dia mengarahkan cakarnya ke tubuh Heilong tapi dengan sangat mudah Heilong bisa menghindari serangam cakar itu dengan menggunakan jurus langkah angin pemecah badai.


“ Sudah cukup main-mainnya. Sekarang aku akan mulai serius karena aku tidak memiliki banyak waktu lagi. ”


Heilong menyimpan kembali pedang taring putihnya kedalam dunia jiwanya karena dia ingin melawan sekelompok harimau salju itu dengan menggunakan jurus apinya. Dia tidak ingin pedang taring putihnya rusak saat dia menggunakan apinya seperti saat dia pertama kali menggunakan jurus api menggunakan pedang dengan kualitas yang lebih rendah.


Pemimpin kelompak harimau salju itupun memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan Heilong kemudian dia mencibirnya.


“ Hai kau manusia, bukankah tadi kau mengatakan bahwa kau akan mulai serius untuk melawan kami. Tapi kenapa kau malah menyimpan pedangmu. Jangan-jangan maksudmu mulai serius itu bukanlah serius untuk melawan kami tapi sebenarnya kau serius untuk kabur dari kami. Ha.. Ha.. Dasar kau manusia penakut.. !! ”


Heilong hanya tersenyum dan mengangkat tangan kanannya keatas sejajar dengan bahunya.


“ Whosh.. ”


Api berwarna putih yang sangat besar dan panasnya sepanas matahari berkobar di tangan Heilong. Suhu udara di sekitar Heilong berubah menjadi panas dan mencairkan butiran-butiran salju yang ada di sekitarnya.


Pemimpin harimau salju yang sejak tadi selalu mengejek Heilong sekarang menjadi bergetar karena ketakutan ketika melihat api yang ada di tangan Heilong.

__ADS_1


“ Sekarang saatnya memasak daging harimau salju bakar, ”


__ADS_2