LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 388 TEKNIK SEMBILAN PEDANG AIR


__ADS_3

Raja Kepiting Raksasa langsung menatap Heilong dengan tatapan sinis. Setelah dia melihat pelindung es yang melindungi tubuh Heilong sudah tidak ada lagi.


“Apa kau sudah memutuskan untuk menyerah dan menerima kematianmu anak muda?”


Heilong langsung menjawab pertanyaan itu dengan mengacungkan Pedang Paus Biru ke arah Raja Kepiting Raksasa.


“Menyerah! Apa itu menyerah, apakah ada seorang pendekar yang menyerah begitu saja sebelum dia bertarung? Aku tidak akan pernah menyerah, tapi aku akan membuatmu memohon ampun padaku,” balas Heilong menyeringai.


Tubuh Raja Kepiting Raksasa Itu langsung berubah warna menjadi merah seperti bara api karena amarahnya sedang memuncak setelah mendengar ancaman yang di ucapkan Heilong. Raja Kepiting Raksasa Itu langsung mengangkat kedua capitnya ke atas.


“Hujan Badai Jarum.”


Hujan yang sangat lebat dengan tetesan air yang setajam jarum kembali terjadi di tempat ini.


“Haha … Kenapa kau tidak mengeluarkan perisai es milikmu untuk menahan serangan dari Jurus Hujan Badai Jarum ini. Sepertinya kau sudah benar-benar putus … ”


“Tutup mulutmu!”


Heilong langsung membentak Raja Kepiting Raksasa Itu sebelum dia menyelesaikan kata-katanya. Tatapan mata Heilong tiba-tiba berubah menjadi dingin sedingin seekor Beast yang melihat musuh bebuyutannya. Dia kemudian mulai menggerakkan Pedang Paus Biru yang ada di tangan kanannya.


...“Teknik Sembilan Pedang Air - Tebasan Ombak Pantai Selatan.”...


Aura energi air yang memancar dari Pedang Paus Biru, tiba-tiba berubah menjadi ombak yang sangat besar saat Heilong menebaskan pedangnya ke arah Raja Kepiting Raksasa Itu.


Kekuatan ombak ini sangat dahsyat sampai bisa menggulung semua tetesan air hujan setajam jarum dalam sekali gerakan. Lalu kemudian menabrak tubuh Raja Kepiting Raksasa Itu hingga membuat tubuhnya terpental karena terjangan ombak yang sangat kuat.


Raja Kepiting Raksasa Itu jatuh dalam keadaan terbalik. Heilong yang melihat semua ini menjadi tertawa terbahak-bahak.


“Haha … Membalikkan tubuhmu sendiri saja kau tidak mampu. Tapi kau terlalu besar mulut dan terus mengancam akan membunuhku, lebih baik kau belajar berguling-guling di atas tanah sebelum melawanku.”


Raja Kepiting Raksasa Itu akhirnya memerintah rakyatnya untuk membantunya membalikkan tubuhnya karena dia sudah tidak tahan di ejek Heilong.


Raja Kepiting Raksasa Itu langsung menggunakan kedua capitnya untuk menyerang Heilong.


“Kau terlalu meremehkanku manusia. Meskipun aku tidak bisa membalikkan tubuhku sendiri tapi capitku ini cukup kuat untuk memotong tubuhmu menjadi dua.”


“Benarkah? Kau tidak akan bisa membunuhku karena aku sudah mengetahui kelemahan terbesarmu.”

__ADS_1


Heilong memegang Pedang Paus Biru ke dengan kedua tangannya lalu menancapkan Pedang Itu ke permukaan tanah.


...“Teknik Sembilan Pedang Air - Tetesan Air Meresap Ke Danau.”...


Tubuh Heilong langsung berubah menjadi air dan menghilang setelah masuk ke dalam celah-celah kecil permukaan tanah yang ada di bawah kakinya.


“Kemana kau manusia! Apa kau mau kabur setelah melihat ketajaman dari capitku ini? Ternyata kau memang takut jika tubuhmu itu akan terbelah menjadi dua.”


Raja Kepiting Raksasa Itu terus berteriak mengejek Heilong agar dia keluar dari tempat persembunyiannya karena kemampuan yang dia miliki tidak mampu untuk menemukan keberadaan Heilong.


“Aku dari tadi ada di bawahmu.”


Tiba-tiba suara Heilong muncul dari bawah tempat Raja Kepiting Raksasa berdiri. Heilong segera keluar dari dalam tanah dan langsung meninju tubuh Raja Kepiting Raksasa Itu sampai terbang ke sangat tinggi dan akhirnya kembali jatuh ke tanah dengan posisi terbalik.


Heilong kembali tertawa terbahak-bahak saat melihat Raja Kepiting Raksasa yang bertubuh sangat besar itu, kesulitan untuk membalikkan tubuhnya sendiri karena bentuk tubuhnya yang memang mirip seperti sebuah piring.


“Haha … Apa aku bilang. Lebih baik kau belajar dulu cara membalikkan tubuhmu sebelum kau bertarung melawanku. Aku masih memberimu kesempatan untuk meminta maaf dan memohon ampun.”


Li Ziqi tiba-tiba berbicara pada Heilong dari dalam Dunia Jiwanya. “Mau sampai kapan kau akan terus mempermainkan Raja Kepiting itu? Ingat dia adalah seorang Raja, dia akan lebih memilih mati daripada harga dirinya jatuh di mata para rakyatnya.”


“Guru melarangku untuk membunuh Raja Kepiting Itu. Jadi aku tidak punya cara lain selain membuat dia memohon ampun padaku. Jika dia terus menyerangku, aku juga tidak bisa mencari jalan keluar dari Dunia eksternal ini. Sebenarnya apa alasan Guru melarangku untuk membunuhnya?” tanya Heilong sambil terus mengawasi apa yang sedang dilakukan Raja Kepiting Raksasa Itu.


“Mungkin Dewa Beast itu sengaja melindungi Raja Kepiting itu agar dia bisa melindungi rakyatnya sehingga dia tidak punah. Tapi sepertinya dia telah memanfaatkan tanda itu untuk membalaskan sakit hatinya pada para manusia,” balas Heilong.


“Itulah yang namanya Karma. Ada sebab pasti ada akibat, namun jika tidak ada yang mau membuka hatinya untuk mulai memaafkan. Maka kedua ras ini akan terus saling berperang dan membunuh sampai ada di antara mereka yang musnah,” ucap Li Ziqi.


“Lalu apa yang harus aku lakukan? Sepertinya dia tidak akan pernah mau menyerah dan akan terus menyerangku. Cepat atau lambat, aku pasti akan membunuhnya jika aku sudah dalam keadaan terdesak,” tanya Heilong dingin.


“Buat dia dalam keadaan antara hidup dan mati tapi jangan sampai kau membunuhnya. Sehingga dia dapat mengaktifkan tanda pemanggil Dewa yang ada di atas tubuhnya. Aku ingin melihat Dewa Beast mana yang melindungi Kepiting Cahaya Pelangi ini. Mungkin hanya dengan bantuan Dewa Beast itu, kebenciannya pada para manusia bisa menghilang,” jawab Heilong.


Heilong merasa jawaban dari Li Ziqi sangat masuk akal. Karena Raja Kepiting itu tidak akan berani membantah perkataan dari Dewa Beast yang telah menolongnya.


“Baiklah kalau begitu aku akan mulai serius menyerang Raja Kepiting itu.”


Heilong meletakkan Pedang Paus Biru di depan dadanya lalu memasukkan energi air dalam jumlah yang sangat besar ke dalam pedang pusaka itu.


Dia kemudian melakukan gerakan jurus pedang seperti orang yang sedang menari di atas air.

__ADS_1


...“Teknik Sembilan Pedang air - Tarian Air Mengguncang Benua.”...


Ratusan ombak langsung muncul saat Heilong mengayunkan pedangnya ke arah Raja Kepiting Raksasa Itu. Ombak yang sangat kuat itu terus menggulung tubuh Raja Kepiting Raksasa tanpa henti sampai tubuhnya berkali-kali terguling di atas tanah.


Heilong kembali menggerakkan Pedang Paus Biru untuk melakukan gerakan sebuah jurus. Namun gerakan jurus kali ini terlihat sangat kuat karena setiap kali dia mengayunkan pedangnya untuk berputar, maka hembusan angin akan keluar dari pedangnya.


...“Teknik Sembilan Pedang Air - Ombak Lautan Menembus Badai.”...


Gelombang Air yang sangat tinggi mirip dengan sebuah Tsunami raksasa langsung muncul saat Heilong mengayunkan pedangnya. Gelombang air itu langsung menenggelamkan tubuh Raja Kepiting Raksasa yang sejak tadi sudah digulung dengan puluhan ombak yang cukup kuat.


Tubuh Raja Kepiting Karena itu sudah di penuhi dengan luka karena tubuhnya berkali-kali berguling-guling di atas tanah yang dipenuhi dengan karang-karang tajam.


“Kurang Ajar kau manusia. Dewa kami pasti akan datang ke tempat ini dan langsung membunuhmu karena kau sudah melukaiku dengan sangat parah,” ucap Raja Kepiting Raksasa geram menatap tajam ke arah Heilong.


“Kalau begitu kau cepat panggil Dewamu itu datang kemari karena aku tidak yakin tubuhmu akan mampu menahan serangan terakhirku ini.”


Heilong langsung mengangkat Pedang Paus Biru ke atas dengan kedua tangannya. Energi air yang sangat dahsyat langsung menyelimuti bilah pedang itu, sampai membuat sebuah pusaran tornado air yang sangat kuat mengitari pedang pusaka itu.


...“Teknik Sembilan Pedang Air - Pusaran Air Pemakan Bintang.”...


Pusaran Air yang sangat kuat langsung muncul di depan tubuh Raja Kepiting saat Heilong mengayunkan pedangnya ke arah Raja Kepiting raksasa.


Pusaran Air yang sangat kuat itu terus menarik tubuh Raja Kepiting Raksasa untuk masuk ke dalam pusat pusaran.


“Aku ingatkan padamu. Ini adalah kesempatan terakhirmu untuk memanggil Dewa pelindungmu karena saat tubuhmu masuk ke dalam pusat pusaran air ini, kau akan benar-benar mati. Sebab di pusat pusaran air itu ada sebuah lubang hitam yang akan menghancurkan benda apapun yang masuk ke dalamnya tanpa sisa,” Teriak Heilong.


Raja Kepiting Raksasa Itu mulai ketakutan. Dia mulai mengucapkan mantra untuk mengaktifkan tanda pemanggil yang ada di bagian atas tubuhnya.


Perlahan-lahan tanda pemanggil Dewa yang ada di tubuh Raja Kepiting Raksasa Itu mulai mengeluarkan cahaya berwarna pelangi yang sangat indah dan membuat mata Heilong menjadi silau.


“Dewa Galene. Tolong datanglah ke tempat ini dan bantulah kami untuk menghukum manusia yang mencoba untuk memusnahkan kami. Anda adalah satu-satunya Dewa yang selalu melindungi kami.”


Raja Kepiting Raksasa Itu langsung berteriak sangat keras sambil memanggil-manggil nama Dewa Pelindung mereka saat tanda yang ada di atas tubuhnya mulai bersinar dengan sangat terang.


“Galene?!”


Li Ziqi menjadi sangat terkejut saat mendengar nama ini terucap dari mulut Raja Kepiting Raksasa. Dia langsung keluar dari dalam Dunia Jiwa Heilong untuk melihat secara langsung Dewa Beast pelindung Kepiting Cahaya Pelangi itu.

__ADS_1


*****


Siapa yang masih ingat dengan Galene ?


__ADS_2