LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 258 PEDANG API BARU ( PART 6 )


__ADS_3

Setelah dia memastikan bahwa yang di lihat di depan matanya adalah benar-benar sebuah gunung batu, Heilong langsung mengeluarkan aura energi es untuk menyelimuti seluruh tubuhnya. Dia berniat untuk menjadikan aura energi es ini sebagai pelindung tubuhnya dari panasnya api berwarna emas itu saat dia akan menerobos ke dalam kobaran api untuk menuju gunung batu.


Xue Xian Hou melirik Heilong. “Ada aku di sini kau tidak perlu khawatir tentang kobaran api itu. Aku akan menggunakan jurus Dunia Es Abadi milikku untuk memadamkan api ini. Saat kobaran api ini padam, kau harus segera berlari secepat mungkin untuk mengambil kedua senjata pusaka itu. Aku tidak tahu jurusku ini bisa menahan api itu sampai berapa lama, jadi aku minta kau harus mendapatkan kedua senjata itu secepat mungkin sebelum api ini kembali berkobar.”


“Aku mengerti,” jawab Heilong menganggukkan kepalanya.


Xue Xian Hou mengulurkan tangan kanannya dan sebuah mahkota yang terbuat dari kristal yang memancar aura energi es yang sangat menakutkan langsung muncul di telapak tangan Xue Xian Hou. Itu adalah Mahkota Dewi Es yang dia dapatkan di dalam makam es saat dia berhasil selamat dari serangan Minmei. Saat ini mahkota itu telah menjadi senjata pusaka Xue Xian Hou setelah roh senjata dalam mahkota itu mengakui Xue Xian Hou menjadi Tuannya.


Xue Xian Hou meletakkan mahkota itu di atas kepalanya.


“Whusssttt …”


Aura energi es yang sangat kuat langsung memancar dari tubuhnya. Hawa dingin yang memancar dari tubuh Xue Xian Hou membuat suhu udara yang ada di sekitar tempat mereka berdiri menjadi turun dengan sangat drastis, bahkan tanah yang ada di sekitar mereka dengan radius lima meter telah menjadi es dan di tutupi dengan salju yang sangat tebal.


Xue Xian Hou menatap Heilong untuk memastikan. “Apa kau sudah siap?”


“Ya. Ayo kita lakukan sekarang,”


Heilong menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia telah siap untuk mengambil kedua senjata pusaka yang dijaga oleh roh senjata Naga Api Sayap Emas.


“Whooosssttt ….”

__ADS_1


Heilong langsung mengalirkan energi angin yang sangat besar ke kedua kakinya untuk menggunakan jurus kecepatan larinya yang baru beberapa waktu lalu dia kuasai. Aura energi angin terlihat memancar dengan sangat kuat di sekitar kakinya dan membuat batu-batuan kecil yang ada di sekitar kakinya berterbangan menjauhi tempat mereka berdiri.


Xue Xian Hou menggerakkan kedua tangannya yang sudah di selimut dengan energi es yang sangat kuat ke arah kobaran api itu.


“Hati Es Membekukan Bulan”


Kekuatan energi es yang sangat menindas segera menyerang kobaran api emas itu. Jurus ini membuat sebuah badai salju yang sangat kuat muncul dan menyerang kobaran api emas itu sehingga membuat api emas itu sedikit meredup.


Xue Xian Hou kemudian terbang ke atas kobaran api emas yang sudah mulai meredup dan langsung menggunakan kembali jurus Hati Es Membekukan Bulan sebanyak dua kali untuk mengeluarkan jurus Dunia Es Abadi.


Dua buah simbol sihir berbentuk lingkaran berwarna putih yang sangat besar langsung muncul di atas langit dan di atas tanah tempat Xue Xian Hou menembakan jurus Hati Es Membekukan Bulan.


“Dunia Es Abadi,” teriak Xue Xian Hou sambil menggerakkan kedua telapak tangannya untuk saling bertemu.


Gunung batu tempat dua senjata itu berada akhirnya bisa terlihat oleh Heilong dengan sangat jelas setelah kobaran api emas itu padam. Dia juga melihat Naga Api Sayap Emas sedang tertidur dengan nyaman di samping gunung batu itu.


“Sekarang!” Seru Xue Xian Hou.


“Super Sonic Dance,” ucap Heilong.


Seketika tubuh Heilong langsung menghilang dari pandangan Xue Xian Hou. Dia berlari dengan sangat cepat seperti hembusan angin topan. Di atas tanah yang baru saja dia lewati hanya meninggalkan jejak memanjang seperti habis di terjang oleh sebuah angin tornado yang sangat kencang.

__ADS_1


Dalam sekejap Heilong sudah berada di atas gunung batu itu, untuk sampai di atas gunung batu ini Heilong hanya membutuhkan waktu lima nafas saja. Padahal jarak antara tempat dia berdiri sebelumnya dengan gunung batu itu adalah sejauh dua kilometer.


“Kecepatan dari jurus Super Sonic Dance ini ternyata lima kali lebih cepat dari jurus Langka Angin Pemecah Badai. Sepertinya Divine Beast Byako tidak membohongiku,” ucap Heilong dalam hati sambil tersenyum puas.


Heilong saat ini bisa melihat dengan sangat jelas sebuah pedang dengan gagang yang berwarna merah dan bilah pedangnya berwarna biru sedang menancap dengan kokoh di atas puncak sebuah gunung batu yang memiliki bentuk mirip seperti kepala ular yang membuka mulutnya lebar-lebar dan menghadap ke langit. ( cover novel ini )


“Rupanya penempa senjata itu menggunakan Batu Angin Barat untuk membuat bilah pedang dari pedang pusaka ini, sedangkan Batu Permata Phoenix hanya dia gunakan untuk membuat gagang pedangnya saja. Pantas saja sosok naga yang muncul dari Batu Angin Barat menjadi lebih kuat dan mampu melahap sosok Burung Phoenix yang muncul dari Batu Permata Phoenix,” ucap Heilong sambil menyentuh gagang pedang itu.


Heilong langsung menggenggam gagang pedang pusaka itu dengan kuat dan berusaha untuk menarik pedang pusaka itu dengan sekuat tenaga. Tapi ternyata pedang itu sangat susah untuk ditarik, pedang pusaka itu seperti telah menyatu dengan gunung gunung batu tempat pedang itu tertancap.


“Ada sebuah segel khusus yang menghubungkan antara pedang pusaka itu dengan gunung batu ini. Kau harus menghancurkan segel Itu terlebih dahulu baru kau akan bisa mencabut pedang itu,” ucap Li Ziqi memberi petunjuk.


Heilong langsung mengamati pedang pusaka itu dengan teliti untuk mencari segel itu tapi dia tidak menemukan apa pun yang menempel pada pedang pusaka itu.


“Apakah guru sedang mempermainkanku? Aku sama sekali tidak melihat ada sebuah simbol dari segel pelindung yang menempel pada pedang itu.”


“Coba kau gunakan kekuatan apimu dan seranglah pedang pusaka itu.”


“Serang?! Bagaimana jika pedang ini rusak karena aku serang dengan kekuatan apiku. Aku sangat menginginkan pedang ini untuk menjadi senjataku sebelum aku mendapatkan Pedang Penguasa Neraka.”


Heilong dan Li Ziqi kembali berdebat dengan sengit padahal situasi saat ini sangat genting. Xue Xian Hou sudah terlihat sedikit kelelahan karena energinya mulai terkuras. Jurus Dunia Es Abadi ini membutuhkan energi es yang sangat besar.

__ADS_1


“Turuti apa kata gurumu. Jangan banyak membantah, biar bagaimanapun juga dia adalah gurumu. Kau harus hormat padanya dan menuruti setiap perintahnya,” teriak Xue Xian Hou menegur Heilong.


Heilong dan Li Ziqi langsung berhenti berdebat. Mereka berdua menjadi bingung sejak kapan Xue Xian Hou mengetahui keberadaan Li Ziqi, padahal seharusnya yang bisa mengetahui keberadaan Li Ziqi hanyalah Heilong.


__ADS_2