
Tulisan yang muncul dari kitab pedang tujuh bintang berubah menjadi beberapa hologram yang memperlihatkan gerakan-gerakan jurus pedang badai petir mengguncang angkasa.
"Jadi seperti ini gerakan jurus kedua dari jurus pedang tujuh bintang. Jurus ini tidak hanya memiliki kekuatan jurus pedang membelah bumi, tapi juga mempunyai ketajaman dari petir langit. Aku harus segera mempelajari jurus pedang badai mengguncang angkasa ini," ucap Heilong.
Heilong memperhatikan setiap gerakan jurus pedang itu dengan teliti dan mengingatnya dengan baik di kepalanya sebelum semua hologram itu menghilang.
"Hei!! Apa yang kau lakukan.Sadarlah.!!Jangan melamun di tengah pertarungan," ucap Long Bai yang menyadari bahwa sejak tadi Heilong hanya terdiam dengan pandangan yang kosong. Dia tidak mengetahui bahwa Heilong sedang mempelajari kitab pedang tujuh bintang yang ada dipikirannya.
"Berisik!! Aku bukan sedang melamun tapi aku sedang mempelajari sebuah jurus baru.Kau mengganggu latihanku saja," jawab Heilong.
"Benarkah? Dari mana kamu mendapatkan jurus baru itu. Bukankah dari tadi kita berada di sini," tanya Long Bai penasaran.
"Dari dewa," jawab Heilong santai.
Jawaban Heilong membuat Long Bai semakin bingung. Dia mengira Heilong sedang main-main, dengan nada sedikit marah dia berkata. "Dewa?! jangan bercanda! Keadaan kita saat ini sedang dalam bahaya. Jangan main-main."
"Jika kau tidak percaya dengan perkataanku, aku akan memperagakan gerakan jurus ini di dunia pikiran kita. Kamu perhatikan dengan baik setiap gerakan dari jurus ini dan ingatlah setiap gerakannya karena aku juga membutuhkan bantuanmu untuk bisa menggunakan jurus ini," jawab Heilong.
Heilong segera memperagakan gerakan-gerakan jurus pedang yang baru saja dia dapatkan di dunia pikirannya. Lalu dia bertanya pada Long Bai setelah selesai memperlihatkan gerakan jurus pedang badai petir mengguncang angkasa.
"Apa kau sudah mengingat seluruh gerakannya. Bagaimana menurutmu jurus ini?"
"Ini adalah jurus yang sangat kuat. Aku yakin jurus ini pasti bisa membunuh orang itu hanya dengan sekali tebasan saja," jawab Long Bai sambil menatap Nash.
"Kalau begitu ayo kita lakukan," seru Heilong sambil tersenyum.
Heilong mulai menggerakkan kedua tangannya berputar-putar ke arah atas sambil tetap menggenggam kedua pedang pusaka itu untuk menarik energi petir dari langit dan menyerapnya.
"Duarr ... Duarr ... Duarr .... "
Badai petir langsung turun dari langit secara bersamaan dan menghujani kedua pedang pusaka yang ada di tangan Heilong.
__ADS_1
Setelah berhasil menyerap energi petir yang begitu banyak, Heilong lalu menggerakkan kedua pedang pusaka itu di depan tubuhnya dengan gerakan memutar untuk menyerap energi angin dan es yang berasal dari alam.
Kekuatan dari tekanan energi alam yang tersimpan di dalam kedua pedang pusaka itu, tidak hanya membuat tubuh Heilong bergetar. Tapi, tanah tempat mereka berpijak juga ikut bergetar sepeti terjadi gempa bumi.
Jenderal Lian Zhou dan para pasukannya berhenti bertarung dengan pasukan setan merah karena pandangan mereka semua sekarang tertuju ke arah Heilong setelah mereka semua merasakan kekuatan yang sangat besar yang dipancarkan dari jurus pedangnya.
"Ju-Jurus macam apa itu?! Aku harus segera melarikan diri. Aku tidak boleh terkena jurus itu. Jika jurus itu berhasil mengenai tubuhku, maka tubuhku akan benar-benar hancur meskipun aku saat ini sudah dalam mode naga," ucap Nash ketakutan saat merasakan tekanan dari jurus pedang yang akan di gunakan Heilong.
"Badai Petir Mengguncang Angkasa.”
Heilong kemudian menebaskan kedua pedang pusaka yang ada di tangannya secara vertikal.
"Boom ... Slash ..."
Kekuatan dari Jurus Pedang Heilong ini berhasil merobek lapisan kulit naga yang lebih keras dari baja itu lalu memotong tubuh Nash menjadi dua. Nash pun tewas seketika tanpa sempat bersuara dan sebuah bola berwarna hitam pekat muncul dari dalam tubuh Nash.
"Kita berdua sudah berhasil membunuhnya. Aku akan kembali lagi ke Dunia Pikiran kita dan beristirahat karena semua energi petirku sudah benar-benar terkuras habis saat menggunakan jurus pedang itu," ucap Long Bai.
Jiwa Long Bai kembali tertidur di dalam Dunia Pikirannya karena sebenarnya dia belum benar-benar pulih setelah pertarungannya melawan Buaya Iblis Darah beberapa waktu yang lalu.
Dia memaksakan dirinya terbangun dan membantu Heilong karena dia merasa nyawa Heilong sedang terancam dan akan mati jika dia tidak membantunya. Karena jika Heilong sampai mati, maka dia juga akan mati karena mereka saat ini berada di tubuh yang sama.
Pedang Tarian Petir juga ikut menghilang dari tangan Heilong saat jiwa Long Bai kembali tertidur.
"Segera hancurkan bola hitam itu! Bola hitam itu adalah jantung iblis. Selama bola hitam itu tidak hancur, dia akan bisa dibangkitkan lagi oleh Raja Iblis," teriak Jenderal Lian Zhou pada Heilong.
Heilong segera mengangkat Pedang Taring Putihnya dan berniat untuk menebas bola jantung iblis itu tapi ...
"Clang... "
Sebuah perisai turun dari langit dan melindungi bola jantung iblis milik Nash.
__ADS_1
Sesosok pria paruh baya berumur sekitar 40 tahun dan berpakaian seperti seorang vampire muncul dari balik perisai dan segera mengambil bola jantung iblis itu lalu menyimpanya.
Pasukan setan merah segera bersujud memberi hormat saat melihat pria ini.
"Siapa kau? Kenapa kau menggangguku! Apa kau adalah bagian dari mereka," tanya Heilong yang masih memegang Pedang Taring Putih di tangannya pada posisi menyerang.
"Aku adalah salah satu dari lima Jenderal iblis. Namaku adalah Last," ucap Last dingin dengan matanya yang berwarna merah menatap tajam ke arah Heilong.
Last lalu mengalihkan pandangannya ke arah Snow Moon Palace ."Dasar Nash tidak berguna. Menghancurkan sebuah sekte kecil ini saja tidak mampu."
Last lalu mengarahkan tangan kanannya ke arah snow moon palace. Energi kegelapan yang sangat kuat segera berkumpul di telapak tangannya.
"Rantai Kegelapan Seribu Kelelawar."
Sebuah simbol sihir yang sangat besar muncul di atas snow moon palace, ukuran simbol sihir ini sama besar dengan luas Snow Moon Palace.
Ribuan kelelawar muncul dari dalam simbol sihir dan menempel di setiap dinding istana Snow Moon Palace.
Empat buah rantai berwarna hitam turun dari dalam simbol sihir dan menghubungkan kelelawar satu dengan kelelawar yang lain sehingga menjadikan Snow Moon Palace terlihat seperti sedang diikat oleh sebuah rantai yang terbuat dari kelelawar.
Last menaikkan tangan kanannya keatas dan mengepalkan tangannya sambil berteriak.
"Hancurkan ...!!!"
"Boom ... Boom ... Boom ..."
Satu persatu kelelawar itu meledak secara berurutan di mulai dari ujung rantai seperti sebuah petasan dan menghancurkan Snow Moon Palace yang merupakan simbol dari Sekte Snow Moon menjadi rata dengan tanah.
Tidak ada yang tersisa.
"Haha … Pesta yang sesungguhnya baru saja dimulai," ucap Last sambil tertawa.
__ADS_1