
Api berwarna hitam yang keluar dari mulut Naga Hitam itu langsung menghantam dinding cermin es yang di buat Heilong. Api hitam itu akhirnya bisa diserap masuk oleh dinding es itu melalui cermin es yang ada di depan dinding itu.
Dinding cermin es yang buat Heilong mengalami beberapa retakan di beberapa bagian dan tubuhnya juga ikut terdorong kebelakang karena kuatnya tekanan dari semburan api Naga Hitam itu.
“Kekuatan api berwarna hitam yang keluar dari mulut Naga Hitam itu hampir saja merusak Dinding Es ini. Aku harus memikirkan jurus lain untuk menahan semburan api yang berikutnya,” gumam Heilong sambil melihat retakan yang ada pada dinding es miliknya.
Dinding Cermin Es yang ada di depan Heilong akhirnya hancur karena retakan-retakan yang sangat banyak ini tidak mampu untuk menahan api hitam yang baru saja diserap ke dalam dinding es itu.
“Apa cuma seperti itu kemampuan dari pelindung es milikmu. Tadinya aku pikir kau adalah seorang pendekar yang sangat kuat karena memiliki jurus gerakan yang sangat cepat, tapi ternyata kau hanyalah seorang pendekar yang pandai bersembunyi saja. Bersiap-siaplah semburan apiku yang berikutnya pasti akan membakar tubuhmu,” ejek Naga Hitam menatap Heilong.
Ejekan dari Iblis Naga Kegelapan Neraka membuat Heilong menjadi semakin bersemangat. Dia menatap Naga itu dengan tajam sambil menunjuk naga itu dengan pedang yang ada di tangan kanan.
“Kita lihat saja siapa yang akan mati lebih dulu. Kau yang membakarku atau aku yang akan membelah tubuh Naga itu dengan kedua pedang pusaka yang ada di tanganku.”
Heilong langsung menggunakan jurus Super Sonic Dance dan berlari mengitari tubuh Naga Hitam yang sangat besar itu. Dia berusaha mencari titik kelemahan dari Naga Hitam itu karena semua makhluk hidup yang ada di dunia ini pasti memiliki kelamahan.
Beberapa menit kemudian Heilong berhenti untuk berlari mengitari Naga Hitam itu dan langsung menggunakan jurus menghilangnya ketemu mengamati sambil terus berlari ternyata sangat sulit.
“Aji Mundri.”
Kabut yang sangat tebal langsung muncul di sekitar Heilong saat dia mulai membaca mantra dari Jurus ini dan tubuhnya langsung menghilang bersamaan dengan hilangnya kabut itu.
Naga Hitam itu menjadi semakin panik karena sekarang Heilong benar-benar telah menghilang. Beberapa saat yang lalu meskipun dia tidak bisa melihat gerakan Heilong, tapi dia masih bisa merasakan hembusan angin saat Heilong bergerak.
“Apakah anak itu menggunakan jurus ruang untuk melarikan diri dari sini,” ucap Naga Kegelapan Neraka yang sama sekali tidak bisa merasakan kehadiran Heilong.
Heilong tertawa lirik saat melihat Naga Hitam itu kebingungan mencari tempatnya berada, tapi ini tidak berlangsung lama karena dia harus segera mencari kelemahan dari Naga Hitam itu. Heilong mulai mengalirkan energi murninya ke dalam kedua matanya.
“Jurus Mata Dewa.”
Dari kedua mata Heilong langsung muncul cahaya yang hanya bisa dilihat dirinya sendiri saja. Cahaya itu langsung menyinari setiap bagian tubuh Naga itu seperti sebuah sinar X.
Setelah cukup lama mengamati, Heilong akhirnya menemukan sebuah garis memanjang yang memancarkan energi kegelapan paling lemah dari tubuh naga itu. Garis itu seperti membelah tubuh naga itu menjadi dua bagian karena garis itu ada dari bagian kepala naga sampai ke bagian ekornya.
“Garis apa itu sebenarnya? Apakah tubuh Naga Hitam itu berasal dari tubuh dua ekor naga yang belum sempurna lalu di satukan?” gumam Heilong mengakhiri jurus mata dewanya.
Naga Hitam yang sudah mulai lelah mencari keberadaan Heilong, akhirnya melihat ke tempat para anggota dari Pavilliun Saung Bambu berada dan segera terbang menuju ke tempat mereka dengan hawa membunuh yang masih memancar dengan kuat di tubuhnya.
“Ap—Apa yang akan kau lakukan?”
Seluruh anggota Pavilliun Saung Bambu menjadi bergetar ketakutan saat melihat Naga Hitam itu berdiri di depan mereka. Hanya Guru Yi Shu, Lin Chong Wei dan Lu Zhan saja yang tetap tenang karena mereka percaya bahwa Heilong masih ada di sini dan menyiapkan cara untuk membunuh naga itu.
“Aku ingin menjadikan kalian santapan makan malamku karena anak muda yang telah melindungi kalian itu sudah kabur melarikan diri karena ketakutan,” jawab Naga Hitam itu menyeringai.
“Tidak. Jangan makan kami, daging kami rasanya tidak enak. Lebih baik kau makan daging iblis yang sudah mati karena kau bisa mendapatkan kekuatan iblis mereka saat kau memakannya,” ucap salah seorang anggota Pavilliun Saung Bambu yang sudah sering bertemu dengan bangsa iblis karena itu dia mengetahui dengan jelas apa kebiasaan mereka.
__ADS_1
“Siapa bilang rasa daging kalian tidak enak. Rasa daging manusia adalah yang paling enak kata para iblis yang pernah memakan daging manusia. Aku tidak akan memakan daging para iblis yang sudah mati itu karena aku sama sekali tidak tertarik dengan daging dari bangsaku sendiri,” jawab Naga Hitam itu yang melihat para anggota dari Saung Bambu dengan tatapan hewan buas.
“It-itu … Itu sama sekali tidak benar. Rasa daging kami benar-benar tidak enak dan sangat pahit. Lebih baik kau makan daging para iblis itu, mereka semua juga sudah mati jadi mereka sama sekali tidak akan melawanmu. Jika anda tidak memakan kami, maka kami bersedia bergabung dengan anda, ” ucap anggota Pavilliun Saung Bambu dengan tubuh bergetar.
Lu Zhan menjadi geram saat mendengar ucapan para anggota Saung Bambu itu dan langsung menegur mereka. “Apa yang kalian katakan? Apakah kalian begitu ketakutan hanya karena ancaman seekor iblis dan rela menjual harga diri kalian. Jika kalian semua memiliki sifat seperti itu, lebih baik kalian tinggalkan saja Pavilliun Saung Bambu karena Pavilliun Saung Bambu tidak membutuhkan orang lemah yang memiliki tidak memiliki harga diri sama sekali.”
Lu Zhan sangat membenci orang-orang munafik yang hanya memikirkan keselamatannya dirinya sendiri. Demi keselamatan dirinya sendiri mereka rela mengkhianati tempat yang telah merawat dan membesarkan mereka sejak kecil.
“…” Para Anggota Saung Bambu langsung diam dan tidak bisa berkata apa-apa saat mendengar teguran keras dari Lu Zhan karena mereka semua ingat bahwa Pavilliun Saung Bambu adalah tempat yang telah merawat mereka sejak mereka masih anak-anak.
“Bagus Lu Zhan. Aku sangat bangga karena telah menjadikanmu muridku. Setelah sampai di Mansion Keluarga Long, kau boleh menendang mereka semua keluar dari Pavilliun Saung Bambu. Biar aku sendiri yang menjelaskan tentang masalah ini pada Yang Shuo.
Heilong tiba-tiba menunjukkan dirinya kembali di belakang tubuh Naga Hitam itu. Pedang Taring Putih yang ada di tangan Kanannya sudah di selimuti dengan aura energi Es dan energi angin yang sangat kuat.
Aura yang memancar dari Pedang Taring Putih ini membuat sebuah badai salju yang mampu mengusir Awan mendung yang muncul bersamaan dengan kemunculan Naga Kegelapan Neraka.
“Baik Guru. Aku berjanji bahwa aku akan menendang mereka semua dari Pavilliun Saung Bambu dan mengembalikan mereka ke Benua Selatan. Biar Tuan Yang Zhu sendiri yang menghukum mereka karena Tuan Yang Zhu sudah seperti ayah bagi kami semua,” jawab Lu Zhan.
“Itu adalah ide yang bagus. Sekarang kalian semua mundurlah dan cari tempat perlindungan yang aman karena aku akan membunuh Naga Hitam yang telah mencoba membunuh kalian ini.
Semua orang itu langsung berlari menjauh dan memberikan ruang yang cukup luas untuk Heilong bertarung. Heilong lalu membuat segel pemanggil Beast di atas tanah dan memanggil Gremlin.
“Boom ….”
Suara ledakan diikuti dengan kabut tebal muncul dari gambar segel pemanggil saat Heilong mulai menyalurkan energi murninya. Gremlin'pun langsung muncul setelah kabut itu menghilang.
“Aku ingin kau mengalihkan perhatian Naga Hitam itu. Buatlah dia menjadi sibuk selama beberapa menit dan tidak bisa mendekati tempatku berdiri. Apakah kau mampu?” ucap Heilong menatap Gremlin.
“Itu buka masalah buatku. Aku akan segera melaksanakan perintah Tuan.” jawab Gremlin.
“Auu ... ”
Gremlin langsung berlari ke arah Naga Hitam itu dan menyerang Naga itu dengan cakarnya yang sangat tajam. Naga Hitam itu langsung membalas setiap serangan Gremlin dengan mengibaskan ekornya ke tubuh Gremlin sehingga membuat tubuh Gremlin tersungkur beberapa kali.
Gremlin yang merasa sedikit kesulitan untuk mendekati tubuh Naga itu karena ekor Naga itu selalu menghalanginya, langsung menyemburkan energi es, api dan angin yang sangat kuat dari ketiga kepalanya.
Naga Hitam itu juga melakukan hal yang sama untuk menahan serangan Gremlin. Dia menyemburkan api hitamnya ke arah Gremlin.
“Boom ….”
Suara ledakan yang sangat dahsyat terdengar saat benturan kedua kekuatan besar itu saling bertabrakan. Kabut tebal langsung muncul di sekitar tempat mereka berdua.
Gremlin menyipitkan matanya saat melihat di dalam kabut ini. Kemampuan penglihatan yang dimiliki Beast Serigala Bulan adalah yang terbaik di antara para Beast lain. Gremlin lalu berlari secepat angin dan melompat sambil mengarahkan cakarnya yang sangat tajam ke arah Naga itu setelah dia berhasil menemukan keberadaan Naga Hitam itu di balik kabut tebal ini.
“Rawr …. ”
__ADS_1
Cakar Gremlin yang sangat tajam dan Kuat berhasil melukai tangan Naga Hitam ini dengan cukup dalam. Naga Hitam ini tidak mampu menghindari serangan Gremlin karena dia sama sekali tidak bisa melihat di dalam kabut tebal ini. Naga Kegelapan Neraka hanya seperti sebuah samsak bagi Gremlin saat berada di dalam kabut tebal ini.
“Beast milik anak muda itu ternyata sangat kuat. Dia bisa menandingi kekuatanku yang berasal dari golongan Iblis Immortal Devil. Siapa sebenarnya Beast ini? Aku belum pernah melihat Beast yang memiliki tidak buah kepala dengan kemampuan yang berbeda-beda. Beast Anjing Neraka Iblis saja hanya memiliki dua macam elemen meskipun dia juga memiliki tiga buah kepala. Tapi aku harus menyingkirkan kabut tebal ini terlebih dahulu karena kabut ini menghalangi penglihatanku,” gumam Naga Hitam dalam hati.
“Roar …. ”
Naga Kegelapan Neraka membuka mulutnya lebar-lebar dan mengaum dengan sangat keras. Suara auman Naga itu mengelegar seperti suara petir dan membuat gelombang angin yang cukup kuat hingga mampu mengusir semua kabut tebal yang ada di sekitar mereka.
“Sekarang waktunya aku membalas semua seranganmu. Aku akui bahwa kau adalah Beast terkuat yang pernah aku temui selama aku berada di Planet ini. Aku memiliki penawaran untukmu sebelum aku membunuhmu. Apakah kau mau bergabung denganku dan menjadi anak buahku. Aku akan membawaku ke dunia bawah dan memperkenalkanmu pada raga iblis. Raja iblis pasti akan sangat senang sekali saat bertemu denganmu,” ucap Naga Hitam itu menatap mata Gremlin.
Gremlin mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan. Naga Hitam itu langsung tertawa dan mengulurkan tangan kanannya untuk menjabat tangan Gremlin. “Bagus. ternyata kau tahu mana yang untukmu dan tidak keras kepala seperti tuanmu.”
Tapi di luar dugaan, Gremlin malah menaikkan tangannya ke atas dan menampar wajah Naga Hitam itu saat kedua tangan mereka akan bersentuhan. Tubuh Naga Besar itu langsung terpental dan menabrak pintu gerbang perbatasan yang sudah hancur sebelumnya karena Gremlin memukul dengan sangat keras.
“Roar …”
“Kurang ajar kau ternyata kau sama keras kepalanya dengan Tuanmu. Aku akan membunuh kalian semua.”
Naga Hitam itu langsung bangkit dan berteriak dengan penuh amarah mengancam Gremlin.
Gremlin hanya tersenyum saat mendengar ancaman dari Naga Hitam itu. Tidak ada ketakutan sedikit'pun di matanya saat berhadapan dengan Naga Hitam itu karena dia tahu identitas yang sebenarnya dari Naga Hitam itu.
Di sisi lain, Heilong sudah selesai mengumpulkan kekuatannya. Saat ini pedang Tarian Petir yang ada di tangan kirinya sudah di selimuti dengan aura energi petir yang sangat kuat, hampir setara dengan aura energi es dan energi angin yang menyelimuti Pedang Taring Putih.
“Terimakasih Gremlin. Sekarang kau sudah bisa kembali. Biar aku yang menyelesaikan semuanya,” ucap Heilong.
“Baik Tuan,” jawab Gremlin dan langsung menghilang kembali ke dalam Dunia Jiwa Heilong.
“Kau cukup percaya diri sekali hingga menyuruh Beastmu pergi meninggalkan tempat ini. Jangan-jangan kau sudah siap untuk menyerahkan nyawamu,” enek Naga Hitam.
“Siapa yang akan menyerahkan nyawanya pada iblis jadi-jadian seperti dirimu,” balas Heilong mengejek.
“Iblis jadi-jadian?! Apa yang ingin kau katakan sebenarnya. Jangan terlalu bertele-tele,” seru Naga Hitam.
“Kau bukan iblis dari golongan Immortal Devil yang asli karena kau adalah iblis palsu,” jawab Heilong.
“Jangan bicara omong kosong. Semburan api hitam tadi adalah bukti bahwa aku berasal dari Ras Naga Kegelapan Neraka yang merupakan bagian dari Ras Immortal Devil,” balas Naga Hitam dengan cepat.
“Itu karena kau telah mengubah tubuhmu. Kau memotong setengah bagian tubuhmu yang asli dan menggantinya dengan mayat dari Naga yang berasal dari Ras Naga Kegelapan Neraka. Itulah alasan kenapa kau tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki kirimu,” jawab Heilong.
“Ba-bagaimana kau bisa tahu tentang semua ini?” tanya Naga Hitam itu gugup.
“Tingkat kultivasi dari ras iblis Immortal Devil yang asli tidak mungkin akan serendah tingkat kultivasi yang kau miliki. Dan di tubuhmu ada bekas sayatan memanjang dari ujung kepala sampai ekormu. Meskipun kau berusaha menutupinya tapi hal seperti itu tidak akan bisa lolos dari penglihatan Jurus Mata Dewa milikku,” jawab Heilong.
“Kalau begitu aku benar-benar tidak bisa membiarkanmu tetap hidup karena kau telah mengetahui semua rahasiaku,” ucap Naga Hitam dengan niat membunuh.
__ADS_1
Heilong langsung mengangkat Pedang Taring Putih dan Pedang Tarian Petir di atas kepalanya. Dia menyatukan kedua pedang itu di atas kepalanya. Energi elemen es, angin dan petir yang ada di dalam kedua pedang itu langsung menyatu.
Tanah menjadi bergetar dan muncul banyak sekali retakan karena tidak kuat menahan tekanan dari energi yang muncul dari pedang ini. Gempa bumi yang dahsyat'pun langsung terjadi di tempat itu dan membuat semua bangunan yang ada di sekitar tempat itu runtuh.