LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 395 RENCANA PENYELAMATAN ( PART 3 )


__ADS_3

Pedang Paus Biru dan Mata Naga Es secara perlahan mulai saling berdekatan antara yang satu dengan yang lain, sampai akhirnya Mata Naga Es itu masuk ke dalam pembatas antara gagang dan bilah pedang dari Pedang Paus Biru.


“Whoost …”


Semburan hawa dingin yang sangat kuat langsung berhembus dari Pedang Paus Biru dan membekukan seluruh isi kamar Shen Ai Zhi. Bahkan tubuh mereka bertiga juga tertutup dengan butiran salju.


Pedang Paus Biru akhirnya kembali ke tangan Heilong. Heilong menyadari bahwa bentuk dari pedangnya sekarang sudah berubah setelah pedang itu berada di dalam genggaman tangannya. Bagian pembatas bilah pedang yang tadinya hanya berbentuk seperti sebuah besi yang diletakkan secara horizontal, sekarang telah berubah menjadi seperti tanduk seekor Naga.


“Apakah ini adalah bentuk dari Pedang Paus Biru yang sebenarnya?” ucap Heilong terlihat terkejut saat melihat pedangnya berevolusi.


“Tidak. Pedang itu akan mendapatkan bentuk dan kekuatan sempurnanya jika Pedang Taring Buaya juga ikut menyatu ke dalam pedang itu,” jawab Shen Ai Zhi. Shen Ai Zhi lalu mengeluarkan sebuah gulungan surat yang terbuat dari kulit seekor Beast dan memberikan gulungan surat itu pada Heilong “Itu adalah catatan kuno yang ditemukan oleh leluhurku saat mereka pergi ke Makam Naga Air Es.”


Heilong kemudian membuka catatan kuno itu dan menemukan gambar 3 buah pedang dan gambar sepasang bola seperti bola mata para Beast. Dua buah pedang berada di bagian atas, sedangkan gambar sepasang bola berada di bagian tengah. Gambar bola itu adalah Mata Naga Es.


Dan yang terakhir, yaitu gambar yang ada di bagian bawah. Adalah gambar sebuah pedang berwarna biru seperti warna air laut namun pedang itu memiliki gagang pedang yang seputih salju. Di bawah gambar pedang itu tertulis nama Pedang Penguasa Laut.


“Jadi ini adalah bentuk terakhir dari Pedang Paus Biru. Benar-benar pedang yang sangat indah,” ucap Heilong.


“Bukan hanya indah. Tapi pedang itu juga membawa kekuatan yang sangat menakutkan karena menurut sejarah. Pedang itu memiliki kemampuan untuk mengendalikan semua air laut yang ada di dekatnya,” balas Shen Ai Zhi.


Long Yuyin tiba-tiba menemukan sebuah titik terang setelah mendengarkan obrolan antara Putranya dengan Shen Ai Zhi tentang Pedang Penguasa Laut.


“Jangan-jangan yang diincar Long Shui selama ini, sebenarnya bukanlah kekuatan elemen air dari hasil pemurnian Mata Naga Es. Tetapi Pedang Penguasa laut. Jika dia memiliki pedang itu, maka dia bisa mengendalikan semua air yang ada di Planet Dreamland. Sejak dulu dia menyimpan dendam pada semua penduduk di Benua Timur karena Klan miliknya selalu diejek sebagai Klan gagal sebab sebagai Klan Naga Air, tidak ada satupun anggota mereka yang memiliki kultivasi elemen air.”


“Jika dia ingin memiliki Pedang Penguasa Laut, maka salah satu pedang yang membentuk pedang itu harus mengakui dirinya sebagai tuannya. Tapi aku tidak pernah melihat Long Shui memiliki pedang itu. Long Shui adalah seorang pribadi yang sangat sombong. Jika dia memiliki pedang itu, sudah pasti akan banyak orang yang tahu,” balas Shen Ai Zhi.

__ADS_1


“Salah satu dari mereka pasti memiliki pedang itu, entah itu Paman Long Shui atau Jenderal Long Yun. Dia juga berusaha untuk menyembunyikan keberadaan pedang itu agar tidak ada yang bisa mengetahui rencana mereka yang sebenarnya,” ucap Heilong.


“Bagaimana kau bisa seyakin itu? Padahal kau belum bertemu dengan Long Shui ataupun Jenderal Long Yun,” lanjut Shen Ai Zhi bertanya.


“Karena Pedang Taring Buaya sudah tidak ada lagi di dalam Makam Naga Es,” jawab Heilong.


Jawaban dari Heilong semakin menguatkan dugaan dari Long Yuyin.


“Kalau begitu kita harus segera pergi dari tempat ini dan segera memberitahuku hal ini pada Ayahku.” ucap Long Yuyin langsung mengajak Shen Ai Zhi keluar dari kamarnya.


Heilong segera mengembalikan Pedang Paus Biru ke dalam Dunia Jiwanya lalu segera menyusul Long Yuyin dan Shen Ai Zhi yang sudah keluar lebih dulu.


Di luar kamar Shen Ai Zhi, semua Prajurit Pengintai Naga Biru sudah memakai baju perang mereka masing-masing. Mereka juga memegang sebuah pedang dan perisai di tangan mereka.


“Tujuan kita adalah kebun yang ada di belakang dapur Istana ini. Kalian semua harus membunuh semua prajurit penjaga milik Long Shui ataupun Jenderal Long Yun yang berusaha untuk menghalangi jalan kita menuju ke tempat itu,” Seru Long Yuyin memberi perintah pada semua prajuritnya.


Semua prajurit yang berjumlah seratus orang itu, langsung terbagi menjadi empat kelompok dan melindungi mereka bertiga dari semua sisi.


Prajurit garis depan langsung maju untuk membuka jalan dan membunuh semua prajurit penjaga yang mereka temui.


“Slash … ”


“Jleb …”


Satu-persatu prajurit penjaga milik Long Shui yang berjaga di sekitar kabar Shen Ai Zhi berhasil dibunuh oleh Prajurit Pengintai Naga Biru tanpa sempat mengeluarkan teriakan. Sebab Prajurit Pengintai Naga Biru, menutup mulut para prajurit penjaga itu dengan menggunakan tangan mereka terlebih dahulu sebelum mereka membunuh dengan menggunakan pedangnya.

__ADS_1


Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, Prajurit Pengintai Naga Biru telah berhasil membawa mereka bertiga ke dapur Istana Giok Biru.


Namun, Prajurit Pengintai Naga Petir milik Jenderal Long Yun ternyata sudah berjaga di depan dapur Istana ini. Jenderal Long Yun sepertinya sudah tahu bahwa ada jalan rahasia di sekitar sini.


“Mau kemana kau Tuan Putri Long Yuyin. Aku sudah tahu bahwa itu adalah kau sedang menyamar menjadi sebagai kepala pelayan. Sebab Prajurit Pengintai Naga Biru, tidak akan mungkin menjaga seorang Kepala Pelayan Kerajaan,” seru Jenderal Long Yun sambil menunjuk ke arah Long Yuyin.


“Ternyata kau cukup jeli juga. Aku bahkan tidak menyadari bahwa kau telah mengawasiku sejak aku datang ke Istana ini. Tapi bagaimana kau bisa tahu bahwa kami akan menuju ke dapur ini?” tanya Long Yuyin penasaran.


“Aku hanya asal menebak saja. Koki baru yang ada di sampingmu itu, pasti suruhan dari Kaisar Long Jin untuk membawamu pergi dari sini. Tapi prajurit pengawas yang aku tempatkan di pintu gerbang tidak pernah melihat dia masuk dari pintu gerbang Istana. Aku jadi curiga bahwa di sekitar dapur ini pasti ada sebuah pintu rahasia karena itu aku memerintahkan semua prajuritku untuk menjaga tempat ini saat kau mulai melakukan seragam. Dan tebakanku itu seperti benar,” jawab Jenderal Long Yun.


“Ibu, aku akan menyerang para prajurit Jenderal Long Yun itu dan membuat sebuah keributan yang cukup besar. Saat terjadi keributan besar itu, ibu dan bibi Shen Ai Zhi harus segera menerobos kerumunan para prajurit penjaga itu dan masuk ke dalam jalan rahasia,” bisik Heilong.


“Lalu bagaimana denganmu? Tidak mungkin aku meninggalkan putraku sendirian dalam bahaya,” jawab Long Yuyin.


“Benar. Aku juga tidak akan meninggalkanmu karena kau berada dalam kondisi seperti ini karena ingin menyelamatkanku,” sahut Shen Ai Zhi.


“Kalian berdua tenang saja. Aku tidak akan berada dalam bahaya karena aku memiliki memiliki jurus untuk untuk berlari yang sangat cepat. Kecepatan yang dimiliki para prajurit itu tidak akan bisa mengejarku saat aku menggunakan jurus ini. Aku juga memiliki seekor Beast kontak yang sangat kuat. Kalian akan tahu setelah melihatnya,” jawab Heilong.


“Tunjukkan dulu Beast kontak milikmu itu pada ibu. Jika Beast itu bisa membuat ibu yakin bahwa kamu akan aman selama di dekatnya, maka ibu bersedia pergi dari tempat ini,” ucap Long Yuyin menatap Heilong.


“Baik, aku harap ibu dan bibi Shen Ai Zhi tidak ketakutan saat melihat Beast milikku ini,” ucap Heilong.


Heilong kemudian melangkah maju di barisan paling depan dari Prajurit Pengintai Naga Biru.


Jenderal Long Yun langsung menertawakan Heilong saat melihat dia berdiri di barisan paling depan. “Haha … Apa nyali yang dimiliki oleh para Prajurit Pengintai Naga Biru sudah selemah ini, hingga minta bantuan seorang koki Istana untuk menjaga mereka.”

__ADS_1


“Hahaha …”


Semua Prajurit Pengintai Naga Petir juga langsung tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan Jenderal mereka.


__ADS_2