Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 104_Pecat/Potong Gaji


__ADS_3

"Jeff!" pekik Steven melemparkan bingkisan yang di dapat dari pernikahan Dave.


"Aww sakit Tuan," ringis Jeff, "Maafkan saya Tuan, saya hanya becanda, jangan dimasukan hati ucapan Saya, Tuan," sambung Jeff lagi sambil mengusap pundaknya yang terlempar bingkisan sovenir dari pernikahan Dave.


"Sayang, jangan dengarkan kata Jeff, aku sudah berjanji padamu. Dan kamu boleh membunuhku jika aku melanggar janjiku," ucap Steven.


"Tapi, apa yang dikatakan Jeff semuanya benar. Mas Steven selalu menemui selebgram gadungan itu secara terang-terangan, bahkan berani berciuman di depan sekertaris Nanda dan aku," jawab Zena membuat Steven terdiam. Dia tidak bisa mengelak lagi, karena semua itu memang benar


"Terimakasih sudah mau membela saya, Nyonya,"


"Hahaha ... rasakan Tuan, jarang-jarang aku bisa melihat ekspresi mu yang ketakutan karena dimarahi istri. " gumam Jeff dalam hati


"Sama-sama Jeff, beritahu semua hal yang tidak aku ketahui tentang hubungan percintaan Mas Steven dengan Sheila, Jeff. Apa mereka pernah melakukan lebih dari sekedar berciuman," tanya Zena membuat Steven melotot tajam pada Jeff.


"Tuan pernah--" ucapannya terhenti saat Steven dengan cepat menimpalinya.


"Jeff, jangan berbicara aneh-aneh, atau kau akan aku pecat hari ini juga dan kau tidak akan mendapat gaji sepeserpun dariku," ancam Steven membuat Jeff menggelengkan kepalanya.


"Maaf Nyonya, Nyonya bisa tanyakan sendiri pada Tuan,"


"Jeff, katakan ... jangan takut pada Tuan mu, aku akan selalu menjadi tameng untukmu. Cepat katakan!" titah Zena penasaran


"Aduh aku harus berpihak pada siapa ini, jika aku berpihak pada Nyonya, Tuan akan memecat aku. Tapi jika aku memihak Tuan, aku kasihan pada Nyonya," gumam Jeff dalam hati, dia dirundung rasa bimbang antara membela Nyonya atau Tuannya.


Melihat Jeff terdiam, tiba-tiba kedua sudut bibir Steven terangkat ke atas, "Syukurlah, semoga saja dia tidak mengatakan hal aneh apapun tentangku dan Sheila, aku takut jiwa bapernya muncul di saat tidak tepat," gumam Steven dalam hati.


"Sayang, percaya padaku. Aku tidak melakukan apapun dengan Sheila," rayu Steven pada istrinya.


"Apapun?"


"Iya,"


"Tapi, aku mau Jeff yang menjelaskan semua Mas, aku tidak percaya dengan ucapanmu."


"Jelaskan Jeff, jelaskan yang sejujurnya," titah Zena menatap tajam supir sekaligus anak buah dari suaminya.


"Tu-tuan, dia tidak pernah melakukan apapun dengan Nona sheila--"

__ADS_1


"Kamu dengar sendiri kan, aku tidak pernah melakukan apapun dengan Sheila, sayang," timpal Steven dengan cepat.


"Hust, diam Mas. Jeff belum selesai bicara. Lanjutkan Jeff," titah Zena, dan Jeff menganggukkan kepala. Tapi di saat Jeff, melihat tatapan tajam dari Steven tiba-tiba nyalinya menciut.


"Jeff, ayo cepat!" titah Zena.


"Ba-baik Nyonya, saya pernah mengantarkan Tuan ke hotel samudra. Dan di hotel itu Tuan bertemu dengan Nona Sheila,"


Mata Zena membulat sempurna, dia melirik sekilas pada suaminya yang tengah cemas dan panik, bahkan ponsel suaminya sudah terjatuh saat mendengar ucapan Jeff. "Kapan Jeff, apa sewaktu aku pergi bersama Dave?" tanya Zena lagi.


"Emmm tidak Nyonya--"


"Say--" ucapan Steven terhenti saat mulutnya di bungkam dengan tangan Zena.


"Diam Mas, Jeff belum selesa bicara,"


"Jeff, awas kau .... aku pastikan, sampai rumah tubuhmu babak belur," gumam Steven dalam hati


"Tidak Nyonya, Tuan pernah masuk ke hotel bersama Nona Sheila beberapa bulan lalu, saat keluarga Nyonya datang kerumah," jawab Jeff menundukan kepalanya, dia tidak berani menatap spion kaca mobilnya, karena Steven sudah menatapnya penuh permusuhan.


"Sayang, aku bisa jelaskan semuanya,"


"Aku percaya Mas, aku melihat mu berdansa dengan selebgram gadungan itu di ipad Rio," jawab Zena, membuat Steven menghembuskan nafasnya lega.


"Tapi aku tidak yakin, setelah acara itu selesai, kamu pergi berdua bersama dia, Mas," sambungnya lagi.


"Jeff aku potong gajimu 100%, karena sudah menuduhku dan membuat istriku marah!" pekik Steven membuat Jeff menghentikan mobilnya mendadak.


Ciiiiittttt......


Mobil yang dikendarai Jeff terhenti di tengah jalan, membuat Steven dan Zena terjungkal membentur kursi depan, "Awww Jeff," ringis Steven dan Zena bersamaan.


"Tu-tuan, maafkan saya. Dan jangan potong gaji saya," ujar Jeff mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


"Nyonya, tolong saya Nyonya," mohon Jeff pada Zena yang sedang mengusap keningnya.


"Diam!" Pekik Steven pada Jeff.

__ADS_1


"Sayang, kau tak apa-apa kan. Ayo kita kerumah sakit, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu," ujar Steven panik saat melihat istrinya merintih kesakitan di keningnya.


"Sayang...," panggilnya lagi.


"Aku tidak apa-apa Mas, kepalaku sedikit pusing. Pasti karena benturan tadi,"


"Nyonya, tolong saya Nyonya. Bilang pada Tuan Steven agar tidak memecat saya, Nyonya tolong saya," pinta Jeff.


"Jeff tidak ada yang memecatmu, sekarang kita jalan ke bandara. Waktu kita sudah tidak banyak lagi, "


"Dan kamu mas, apa kamu tidak kasihan pada Jeff, dia pengikut setiamu Mas, aku tidak setuju kamu memecat Jeff! " ujar Zena menepis tangan Steven yang hendak memegang keningnya.


"Aku yang menggaji, dan aku yang memutuskan siapa yang berhak bekerja denganku,"


"Mas!" seru Zena.


"Dia sudah memfitnahku sayang, aku tidak melakukan apapun dengan Sheila, kamu percaya padaku,"


"Iya aku percaya padamu, tapi jangan pecat Jeff, atau aku akan--" ucapan Zena terhenti saat Steven menarik tubuhnya kedalam pelukan yang hangat.


"Aku tidak akan memecat Jeff, sayang," ujar Steven sambil mengusap punggung Zena dan sesekali mencium pucuk kepala istrinya.


"Hemmm,"


"Oh iya Jeff, jika bayaranmu besok dipotong oleh Tuanmu, maka bicaralah dengan aku,"


"Aku tidak suka pria pembohong,"


"Terimakasih Nyonya, terimakasih banyak," ujar Jeff menyalakan mobilnya, dan berjalan membelah jalanan yang tidak terlalu padat.


"Akhirnya aku mempunyai tameng seperti Nyonya, maafkan saya Tuan. Saya hanya ingin menegakkan keadilan untuk Nyonya saja, " gumam Jeff dalam hati sambil tersenyum puas.


...Sepahit apapun masa lalu, jika sudah berlalu biarlah berlalu. ...


...Karena waktu tidak akan berputar kembali. Jadi, ...


...Gunakan waktumu sebaik mungkin. Dan jangan pernah ungkit masa lalu orang lain. ...

__ADS_1


by: gustikha


Bersambung😘


__ADS_2