
"Aku meminta maaf, tapi kita saling mencintai. Aku tidak mau kehilangan Irma lagi, dan aku akan menikahinya. Setelah aku menikahinya, kau boleh menjebloskanku ke dalam penjara."
"Di-dia Jeff?" gumam Zena menutup mulutnya tak percaya.
"Mas Jeff, dari mana saja, Mas. Kamu tidak perlu menikahiku. Kamu tidak bersalah, dan aku tidak mau kamu mendapatkan masalah lagi setelah menikahiku," ujar Irma.
"Nyonya, ini ponsel anda," titah Bi Sari memberikan ponsel milik Zena, "Ada apa? kenapa Nyonya shock?" sambungnya lagi.
"Bi ...," Zena mengambil ponselnya dan mencari kontak suaminya. Lalu menempelkan benda pipih itu di telinganya.
"Kenapa tidak diangkat sih!" gerutunya lagi.
"Ada apa Nyonya, kenapa anda cemas."
"Bagaimana aku tidak cemas, Bi! dia Jeff dan aku tidak bisa biarkan Jeff menebus semua kesalahan yang dilakukan Jack. Aku tidak mau orang baik sepertinya masuk ke dalam penjara," ujar Zena beranjak dari tempat duduknya.
"Hati-hati Nyonya, jahitan anda belum kering sempurna," titah Bi sari.
"Aku tahu, Bi! Oh iya, tolong jaga baby Revan sebentar, biar aku yang mengurus semuanya," titah Zena.
"Tapi Nyonya, saya takut jika Nyonya--"
"Bi, anak aku lebih penting. Dan aku sudah besar, aku bisa menjaga diriku sendiri. Lagi pula, ini rumah suamiku, tidak mungkin dia berani berbuat kasar di sini."
"Ya sudah, saya panggilkan Pak Diman untuk menjaga Nyonya," ucap Bi Sari kemudian pergi menuju halaman belakang rumah.
Setelah memanggil Pak Diman, Bi Sari langsung menaiki lift, dia berjalan menghampiri kamar anak majikannya.
Di ruang tamu, terlihat Zena yang tengah menghampiri anak buah suaminya yang tengah dipojokan oleh pria asing yang tiba-tiba datang ke kediamannya.
"Tunggu! dia tidak bersalah!" teriak Zena berjalan menuju Jeff sambil memegang perutnya.
"Dia bukan pria yang menghamili adik anda. Dia baru saja kembali dari negaranya," sambung Zena lagi.
"Iya Mas, apa yang dikatakan Nyonya Zena benar, bukan dia orangnya, Mas!" timpal Irma memegang lengan Kakaknya.
"Saya orangnya, saya yang menghamili adikmu!" ucap pria yang baru saja keluar dari mobil yang dikendarainya.
"Mas Steven, tolong Jeff Mas! Kasihan Jeff, dia dituduh melakukan hal yang tidak pernah dia buat!" ucap Zena setelah melihat suaminya berjalan menghampirinya.
__ADS_1
"Aku yang menghamili adikmu, bukan dia! Jadi, biarkan aku yang bertanggung jawab. Jika ingin melalui jalur hukum, maka aku akan menerimanya," ujar Jack berjalan menuju adiknya yang sedang terpojokkan.
"Pergilah Jeff. Maafkan aku, tapi aku tidak mau kamu menjadi sasaran kemarahannya. Aku yang bersalah, dan aku akan menanggung semua resikonya," ujar Jack pada adiknya.
'Jadi, dia mempunyai kembaran?' batin Al tak percaya.
"Perkenalkan nama aku, Jack. Aku yang yang telah menghamili adikmu. Jadi, biarkan aku yang bertanggung jawab, aku akan menikahinya sekarang juga," titah Jack pada Al.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
"Pria brengseek, besar juga nyalimu," teriak Al sambil memberikan bogeman bertubi-tubi di tubuh pria dihadapannya.
"Cukup Mas, dia bisa mati!" teriak Irma saat melihat Jack menerima semua bogeman yang diberikan dari Kakaknya.
"Biarkan saja dia mati, Ir! dia sudah membuat hidupmu hancur!" teriak Al menepis tangan adiknya secara kasar dan melanjutkan bogemannya lagi.
"Cukup Al!" teriak Steven saat melihat saudaranya babak belur, "Aku memaklumi jika kau marah padanya, tapi jika kau memberikan bogeman seperti itu, aku tidak bisa terima. Dia bisa mati!"
Al menghentikan pukulannya dan menatap wajah Steven, "Aku tidak ada urusan denganmu! ini urusanku dengan pria brengseek sepertinya!" ucap Al kemudian mencengkram kerah kemeja Jack.
"Kau membelanya Ir?" tanya Al tak percaya, "Dia harus menerima resiko dari perbuatannya!" teriak Al.
"Aku bukan membelanya, Mas! aku kasihan melihatnya. Lihat, dia bukan tandingan mu, bahkan dari tadi, dia tidak membalas pukulan mu." jawab Irma.
Al melepas cengkramannya, membuat Jack terjatuh, dan kepalanya terbentur batu besar yang berada disekitarnya.
"Jack!" teriak Zena menutup mulutnya tak percaya.
"Mas, Jack Mas! bantu dia!" sambungnya lagi.
"Kamu tunggu di sini sayang, aku akan membawa Jack ke rumah sakit," titah Steven kemudian berlari menghampiri saudara jauhnya.
"Lepaskan saudaraku! Dia tidak pantas mendapatkan serangan--"
"Apa! lepaskan! jangan harap aku melepaskan pria brengseek sepertinya. Aku akan membunuhnya sekarang juga!" teriak Al mendorong tubuh Steven yang tengah menghalangi dirinya melayangkan bogeman lagi pada Jack yang tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Aku akan menuntutmu, jika terjadi sesuatu pada Jack. Aku akan memberikan bukti CCTV di rumahku." geram Steven mengangkat tubuh Jack dengan darah yang terus mengalir dari kepala Jack.
"Dokter, anda seorang dokter. Lebih baik anda membawa kakak anda pergi dari rumahku. Aku tidak akan memaafkan kalian, jika terjadi sesuatu pada saudaraku ini. Akan ku pastikan kakakmu, menerima semua perbuatannya," ancam Steven kemudian meminta Pak diman membantu membopong tubuh Jack ke dalam mobil.
"Ayo Mas, kita pulang!" titah Irma kepada kakaknya.
"Mas, please. Aku mohon, kita pulang dari sini. Lihat Mas Jack, kepalanya berdarah karena Mas Al!"
"Jadi, kau membela pria brengseek sepertinya dibanding kakakmu sendiri!" tanya Al tak percaya.
"Bukan seperti itu Mas, aku tidak membela siapapun. Aku hanya kasihan dengan Mas Jack, mau bagaimanapun dia Ayah dari anak yang aku kandung," ucap Irma meraih lengan kakaknya.
"Lepas!" tepis Al, "Mas kecewa denganmu! Mas hanya membela dan menegakkan keadilan untukmu! tapi ini balasan mu!" ujar Al kemudian pergi meninggalkan Irma yang tengah mematung.
"Mas Al, tunggu aku!" teriak Irma setelah kakaknya pergi.
"Maafkan saya dan kakak saya, Nyonya. Saya benar-benar meminta maaf," ucap Irma di saat melihat Zena yang tak jauh darinya.
"Untuk saat ini aku maafkan, tapi lain kali jangan seperti ini lagi. Dan urusan Jack, aku tidak bisa berbuat apapun."
"Saya mengerti Nyonya, sekali lagi maafkan saya," ucap Irma kemudian membungkukkan setengah badannya.
***
Di rumah sakit, terlihat Steven sedang berjalan mondar mandir sambil menelfon seseorang.
"Bagaimana kondisi Jack?" tanya Steven saat melihat dokter Riyan keluar dari ruang perawatan Jack.
"Kondisi Jack, dia--"
"Dia kenapa? apa yang terjadi dengan Jack?" tanya Jeff yang baru saja tiba.
"Jeff!"
"Akhirnya, kau datang juga!"
"Iya Tuan, saya melihat mobil Tuan, dan saya mengikutinya dari belakang, ada apa dengan Jack? apa yang terjadi setelah saya pergi?"
"Biar dokter Riyan yang menjelaskan semuanya," jawab Steven kemudian menatap dokter yang menangani saudaranya.
__ADS_1
"Keadaannya sangat memprihatinkan,"
Bersambungš„°