
"Ya sudah, jangan beri syarat yang menurut kita semua mustahil, Ir!" potong dokter Riyan cepat.
"Aku tidak memberi syarat yang mustahil. Dia sudah berjanji akan datang ke pernikahanku. Dan aku tidak menjamin Mas Al mau merestui pernikahan kita. Kau tahu sendiri kan bagaimana sikap Mas Al? ucap Irma membuat Riyan menghembuskan napasnya kasar.
"Aku akan pergi, aku memohon padamu. Jangan bertindak egois, dan buang jauh-jauh pikiran tidak bermutu mu!" ucap Riyan.
****
Di negara lain, terlihat Leo yang tengah mengemis-ngemÃs kepada seorang pria yang baru saja datang dengan membawa semua harta yang baru saja dia rebut dari tangan Leo.
"Riski, Ayah benar-benar tidak tahu, nak! Ayah pikir, kamu sudah meninggal, dan jazad siapa yang anak buah Ayah kubur? Ayah benar-benar menyesal, maafkan Ayah, Riski," ucap Leo bersujud dihadapan pria yang berstatus anak tirinya.
"Maaf, apa mungkin aku akan memaafkanmu semudah itu, hah! ingat, apa saja yang selama ini kau perbuat padaku. Beruntung aku diselamatkan oleh dewi penolongku. Dan kau mau tahu, siapa dewi penolongku?" ucap Riski membuat Leo menganggukkan kepalanya.
'Siapa? siapa yang sudah menusukku dari belakang. Aku tidak menyangka akan mempunyai musuh dalam selimut, setelah aku mengetahuinya, aku akan membunuh orang itu. Karena orang itu, sudah membuat hidupku hancur dan menjadi miskin kembali,' gumam Leo dalam hati, tangannya mengepal erat.
Sheila yang melihat semua kejadian ini pun tersenyum senang.
__ADS_1
'Akhirnya, aku bisa terbebas dari drama ini tanpa melibatkan kedua orang tuaku yang berada di kampung,' gumam Sheila dalam hati.
"Kemarilah sayang, aku akan memperkenalkanmu pada pria ini, siapa yang sudah membantuku di saat aku terbaring di rumah sakit sampai aku bisa berdiri di depannya dan membalaskan semua dendamku padanya," gerak Riski melambaikan tangannya pada seseorang yang berada di belakang Leo.
Sheila berjalan menghampiri pria yang tengah melambaikan tangannya dan berdiri tepat di samping Riski dan tepat di hadapan Leo membuat Leo mendongakkan wajahnya tak percaya.
"Sayang, jadi selama ini kau pengkhianat! kau yang memberitahukan semua informasi tentangku padanya?" tanya Leo tak percaya.
"Maafkan aku Pak Leo, aku sama sekali tidak mencintai kamu, aku hanya ingin membantu Riski mengambil semua yang seharusnya miliknya," ucap Sheila tersenyum pada Riski.
Riski melingkarkan tangannya dipinggang ramping Sheila, kemudian membalas senyuman dari wanita yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Jangan sentuh dia! Dia tidak bersalah. Aku yang memintanya, lagipula dia tidak mencintaimu, dia hanya mencintai uang yang selalu kau berikan," ucap Riski menyembunyikan tubuh Sheila di belakang tubuhnya.
"Hei, bawa dia pergi dari kamar ini. Aku tidak mau melihatnya di sini. Buang dia ke negara lain, agar tidak bisa mengganggu kehidupanku dan Putra," titah Riski pada anak buah yang dibawanya dari negara asal.
"Sebelum aku pergi, aku akan membunuhmu. Aku akan membunuh kalian semua yang sudah menggagalkan rencanaku untuk menjadi orang kaya! Aku tidak terima2 diperlakukan seperti sampah oleh anak ingusan sepertinya!" teriak Leo membuat Riski emosi.
__ADS_1
Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh pria tua di depannya, tangan Riski mengepal erat, matanya sudah memerah.
"Apa kau bilang!" teriak Riski, "Pria tua, seharusnya kau berada di rumah dan menunggu ajalmu datang, bukan bermain wanita dan menghabiskan setiap malam dengan wanita. Memangnya juniormu sanggup melayani setiap wanita yang memiliki gairrrah tinggi, hem?" ejek Riski membuat emosi Leo memuncak.
"Kurang ajar, beraninya kau mengatakanku pria tua! aku belum tua, aku masih sanggup melayani setiap wanita termasuk dia!" teriak Leo menujukk jarinya ke arah Sheila.
"Oh, baguslah. Aku turut bahagia," jawab Riski datar.
"Bahkan aku bisa membuatnya hamil," ucap Leo tak mau kalah dari Riski.
"Apa hamil?" ucap Riski terkejut, "Jadi, kau hamil shei? anak siapa itu? anakku atau anak pria tua itu?" ledek Riski membuat Leo membulatkan matanya tak percaya.
"Maksudnya apa? jelas dia anakku! selama ini dia hanya tidur denganku, bukan denganmu!" teriak Leo.
"Oh, begitu. Berapa hari kau tidur dengannya?" tanya Riski dengan senyuman mengejeknya.
'Sialan! apa maksud mereka. Jadi, mereka mempunyai hubungan gelap di belakangku? Pantas saja, wanita itu tidak mau aku nikahi,' gumam Leo dalam hati.
__ADS_1
"Maaf Bapak Leo terhormat, kita sudah tinggal satu atap selama beberapa bulan ini. Dan kita juga sudah sering sekali melakukan hubungan dewasa." ucap Sheila tersenyum puas.
Bersambung😘