
"Ba-baik Tuan, terimakasih" Jawab dokter Riyan yang langsung pergi diikuti sekertaris Nanda dibelakangnya
***
Di sebuah ruangan VIP restoran bintang lima yang sangat mewah, terlihat seorang anak kecil yang sedang memakan ice cream nya yang ke 5
"Om, Rio mau lagi, 3 ya om, sekalian pudingnya 5 om" Ujar Rio antusias sambil memasukkan sesendok ice cream kedalam mulutnya
"Sayang,, sudah cukup, ini cup yang ke 5, nanti Rio bisa sakit" Jawab Zena yang tak enak hati pada Riski, karna sedari tadi hanya Rio yang memesan makanannya
"Om bolehkan? Aku sudah lama gak makan ice cream dan juga puding"Rengek Rio yang mengabaikan perkataan Zena
Riski menghela nafasnya berat,"Boleh, Rio boleh memesan apa saja yang Rio suka," Ujar Riski sambil memasang senyum terpaksanya
"Mas, jangan terlalu memanjakan Rio, aku tidak enak padamu, biar aku yang bayar tagihan Rio"
"Tak apa, lagi pula ini hanya makanan ringan, aku masih sanggup membelikannya,"
"Kalau boleh tahu, kamu mengangkat Rio menjadi anakmu dari panti asuhan atau darimana Zen? " Tanya Riski membuat Zena yang sedang meminum jus tersedak
Uhuk.. Uhuk..
Riski segera mengambil tissu yang berada di atas meja makan mereka,
"Pakai ini saja mom" Titah Rio saat Riski menyodorkan juga tissue yang diambil untuk Zena
"Pakai ini saja Zen" Timpal Riski yang tak mau kalah dari anak angkat calon kekasihnya
"Ini mom"
"Ini saja Zen"
"Om! Biar aku saja! " Ketus Rio yang ditanggapi oleh Riski
"Om saja, Rio fokus makan ice cream saja" Timpal Riski yang tak mau kalah
Melihat kedua pria di hadapannya bertengkar, Zena pun mengambil tissue yang berada di kotak tissue dekatnya membuat Riski dan Rio melototkan matanya
"Om sih!! Kan Rio sudah bilang, biar Rio saja! " Gerutu Rio yang melemparkan tissue tepat mengenai tubuh Riski membuat Riski semakin tak suka dengan kehadiran Rio
__ADS_1
"Rio! Yang sopan pada om" Bentak Riski tak sengaja, membuat Rio berdiri lalu menghampiri Zena,
"Mommy, om itu jahat, dia membentakku hiks..hiks... "
"Ayo kita pulang mom"
"Nafssu makanku sudah hilang saat om genit membentakku" Ujar Rio berusaha naik ke atas pangkuan Zena
"Sayang, dia namanya om Riski bukan om genit, dan om Riski tidak sengaja membentak Rio," Jawab Zena yang membantu mendudukan Rio dipangkuannya
"Maafkan Rio ya mas, dia masih kecil" Titah Zena tersenyum manis pada Riski membuat Riski menganggukan kepalanya karna senyum manis Zena
"Ya sudah kalau begitu aku dan Rio pulang saja, terimakasih atas traktirannya mas" Sambung Zena kembali
"Ayo kita pulang, dan sebelum pulang, Rio harus meminta maaf pada om Riski" Ujar Zena sambil menurunkan Rio dari pangkuannya
"Ayo minta maaf sayang" Sambung Zena kembali yang sudah berdiri di dekat Rio
"No mom! "
"Ayo kita pulang mom! "
"Pulang mom! " Rengek Rio sambil menarik dress Zena membuat Zena mau tak mau menyetujui ucapan putra angkatnya ini
"Anak sama bapak sama aja" Gumam Zena dalam hati sambil menggelengkan kepalanya
Setelah melihat calon kekasihnya keluar ruangan, Riski segera mengambil ponselnya dan mencari kontak sekertarisnya
"Cepat cari tahu data pribadi Steven, apa dia pernah mempunyai anak atau tidak, berikan secepatnya padaku! " Ujar Riski saat panggilannya sudah terhubung oleh sekertarisnya Al
"Baik boss"
***
Saat Zena dan Rio keluar dari ruangan VIP yang dipesan Riski, mereka mendapati sekertaris Nanda yang sedang berdiri tak jauh darinya sambil menatapnya
"Mom, aku tidak suka mommy bergaul dengan om genit itu" Ujar Rio sambil melangkah keluar restoran
"Memangnya kenapa sayang, om Riski orang yang baik, buktinya om Riski mau mentraktir kita makan" Jawab Zena yang mengabaikan pandangan sekertaris Nanda, dia berjalan melewati pria yang sedang menghadangnya di dekat pintu keluar
__ADS_1
"Pokoknya aku tidak suka mom, dia seperti menyukai mommy" Ketus Rio sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada
Merasa dirinya diabaikan, sekertaris Nanda pun langsung mengejar istri Tuan mudanya
"Nyonya" Seru sekertaris Nanda yang menghentikan langkah Zena tapi tidak dengan Rio, dia tidak mendengarkan panggilan dari sekertaris ayahnya karna bibirnya selalu menggerutu tak jelas mengungkit masalah Riski yang bersikap genit dengan Zena
"Rio! " Pekik Zena saat melihat Rio tetap berjalan, mendengar mommynya berteriak, Rio segera menoleh kebelakang, dan melihat mommy nya sedang berbicara dengan sekertaris ayahnya
"Kemari! " Titah Zena yang diangguki Rio, dia berlari kearah Zena lalu menabrak kaki Zena
"Aku fikir kau sedang bertemu janji dengan seseorang, makanya aku mengabaikanmu hehehe" Ujar Zena bohong sambil mengusap rambut pendek Rio yang terkena keringat "Ada apa memanggilku? " Sambung Zena lagi
"Maaf Nyonya, saya di suruh Tuan untuk membawa Nyonya dan Tuan kecil Rio pulang, karna ada yang harus Tuan bicarakan dengan Nyonya" Ucap sekertaris Nanda yang mempersilahkan Zena dan Rio berjalan lebih dulu, tapi mereka berdua justru diam di tempat
"Memangnya ada apa? bukankah singa itu sedang marah padaku karna aku mengabaikan ancamannya?" Lirih Zena yang tak ingin ucapannya didengar oleh Rio
"Mommy, mommy bicara apa? kenapa berbisik-bisik" Tanya Rio yang tak bisa mendengar ucapan Zena pada sekertaris ayahnya
"Maaf Nyonya, lebih baik sekarang kita pulang, biar Tuan yang menjelaskan semuanya pada Nyonya" Titah sekertaris Nanda lagi
"Em, ya sudah aku akan pulang, kau pergilah dulu"
"Tidak Nyonya, Nyonya harus pulang dengan saya"
"Tapi aku bawa mobil, dan kau jangan khawatir! aku akan pulang sekarang juga" Ketus Zena, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang tidak beres dengan kehadiran sekertaris suaminya di restoran ini
"Tidak Nyonya, Nyonya ikut saya, biarkan mobil Nyonya dibawa oleh Jeff,"
"Ta-tapi, aku tidak mau ikut! sebenarnya ada apa? " Tanya Zena lagi, dia semakin merasakan sesuatu yang mencurigakan dari sekertaris suaminya
"Biar saja mom kita ikut dengan om Nanda, Rio sudah tidak sabar melihat komputer milik daddy"
"Rio ingin melihat data pribadi daddy, sama halnya Rio melihat data pribadi om genit itu" Timpal Rio membuat Zena dan sekertaris Nanda mengkerutkan keningnya
"Apa yang Rio ucapkan? data pribadi om genit? bukankah Rio bermain game di komputer om genit? dan apa Rio bisa membaca? " Tanya Zena lirih,
"Bisa mom, Rio sudah diajarkan omah, kata omah kita tidak boleh merepotkan siapapun termasuk Daddy dan mommy"
"Dan aku sempat melihat foto om genit itu bersama beberapa temannya di sebuah rumah yang cukup besar, dan aku melihat foto harimau di dalam kandang"
__ADS_1
"Nyonya, sebaiknya kita cepat pulang, karna Tuan Steven sudah menunggu kita dirumah, dan dia bilang kita harus sampai 20 menit lagi"
Bersambungš