Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 198_Jeff atau Jack


__ADS_3

Merasa namanya dipanggil. Riyan menghentikan langkah dan memutar tubuhnya.


"Di mana alamat rumah Tuan Steven, dan aku boleh meminjam mobilmu? aku harus mengejar Mas Al. Aku tidak bisa melihat Kakakku membuat keributan di rumah orang," titah Irma memohon.


"Untuk apa? wanita yang sedang hamil muda tidak boleh terlalu capek. Biarkan kakakmu mencari kebeneran dari kata-kata. Dan untuk keributan, dia orang yang berpendidikan. Tidak mungkin membuat onar jika tidak ada yang memancingnya," jawab Riyan melanjutkan langkahnya kembali.


"Riyan!" cegah Irma, "Please! demi aku. Pinjamkan mobil dan beritahu alamat rumah Tuan Steven. Aku tidak mau timbul masalah baru lagi!" mohon Irma membuat Riyan mengambil kunci di saku celananya.


"Ini, beritahu aku jika terjadi sesuatu. Ingat! Berhati-hatilah, jangan mengebut. Jika lelah, istirahatlah. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu," ucap Riyan meletakkan kunci mobilnya di telapak tangan temannya.


"Terimakasih Riyan. Aku beruntung mempunyai teman sepertimu," ujar Irma kemudian berlari menuju parkiran mobil.


'Huh! Sebenarnya, aku benar-benar kasihan padamu. Tapi, aku tidak bisa berbuat apapun. Aku hanya berdoa, semoga masalahmu cepat beres. Dan maaf, aku tidak memberitahukan keberadaan Jeff saat ini. Biarkan dia tenang dulu. Agar bisa berpikir secara dingin, dan agar bisa menerima kenyataan yang begitu menyakitkan.' batin Riyan melanjutkan langkahnya menuju ruang praktek.


Setelah Riyan memberitahukan alamat rumah lewat pesan ponselnya. Kini, Irma sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ucapan Riyan yang memintanya untuk hati-hati sudah lenyap dengan kecemasan yang menghantuinya.


Tak membutuhkan waktu lama, Irma dapat melihat mobil Kakaknya yang berada tidak jauh dari mobilnya. Segera Irma menancapkan gas nya lebih dalam agar bisa menyalip mobil Kakaknya.


Tin ...


Tin ....


Irma mengklakson mobil kakaknya berulang kali dan membuka kaca jendelanya sedikit.


"Mas, berhentilah! aku mohon berhentilah!" teriak Irma yang diabaikan Al.


Al melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan Irma yang sedang berteriak padanya.


Tak cukup lama, mobil Al sampai di depan gerbang rumah Steven. Gerbang yang tertutup rapat membuatnya turun dari mobil dan meminta satpam untuk membukakan pintu gerbang.


Setelah pintu gerbang terbuka, Al segera masuk, langkahnya besarnya membuat dia cepat sampai di depan pintu utama.


Ting ...


Tong .....


Di pencetnya bel berulang kali.


Ting ...


Tong ....


Krek ....

__ADS_1


Pintu terbuka, tanpa basa basi, Al menerobos masuk dan mencari keberadaan Jeff di kediaman Steven.


"Di mana pria brenggsseek itu!" teriak Al pada wanita berumur yang menggunakan seragam pelayanannya.


"Di mana!" teriaknya lagi.


"Bi, ada tamu? siapa?" tanya Zena yang baru saja keluar dari lift.


"Nyonya, anda belum pulih total." ucap Bi Sari yang ingin membantu istri Tuan nya berjalan.


"Tidak perlu, Bi. Aku sudah bisa berjalan. Bibi tenang saja, siapa dia, Bi? teman Mas Steven?" tanya Zena saat melihat kehadiran Al.


"Di mana pria brenggsseek itu! cepat katakan! di mana?" teriak Al, "Baiklah, aku akan mencari keberadaannya sendiri!"


"Eh, anda siapa? anda tidak boleh masuk sembarangan ke rumah orang!" ujar Bi Sari saat melihat tamunya berusaha menerobos masuk.


"Pria brenggsseek siapa?" tanya Zena sambil memegang perutnya yang terasa nyeri.


"Apa yang dimaksud kamu, Mas Steven?" sambungnya lagi, "Tapi, Mas Steven sedang keluar untuk membeli makanan. Dan Mas Steven juga bukan pria brenggsseek."


"Ah! diam! aku akan mencarinya sendiri!"


"Mas Al!" teriak Irma yang berada di depan pintu utama, "Mas Al sudah berapa kali aku bilang, bukan dia pelakunya!" sambungnya lagi setelah berada di dekat Kakaknya.


"Kakak? Oh dia kakak kamu?"


"Iya Nyonya, sekali lagi, maafkan kakak saya."


"Ayo Mas Al, kita pergi. Jangan membuat keributan di rumah orang. Kasihan Nyonya Zena, dia baru saja keluar dari rumah sakit, dan kasihan babynya bisa terganggu karena amarah Mas Al," rayu Irma meraih lengan Kakaknya.


"Lepas! Aku akan mencari keberadaan pria brenggsseek itu. Aku yakin, dia ada di sini!" geram Al menepis tangan Irma.


"Siapa yang dimaksud pria brenggsseek itu Ir? apa Jeff?" tanya Zena.


"Di mana dia!" titah Al pada Zena.


"Jeff sudah pergi. Dia kecewa karena Irma--" ucapan Zena terhenti saat melihat dokter yang menanganinya menangis.


"Benar kan Mas, buka dia. Dia kecewa denganku dan memutuskan untuk pergi. Sebaiknya kita pergi dari sini. Malu Mas, membuat keributan di rumah orang." titah Irma.


"Kemana perginya! biar aku susul dia! aku tidak percaya dengan ucapan Irma! aku yakin, dia ... orang yang menghamili adikku!" ketus Al pada Zena.


"Bukan, bukan dia. Dia baru saja sadar dari komanya. Dan tidak mungkin, Jeff menghamili dokter Irma." bela Zena.

__ADS_1


"Aku tidak percaya! sebelum aku menghajar dan memintanya untuk berbicara!"


"Mas Al, please! kita tidak boleh seperti ini. Mas Al mau, Nyonya Zena melaporkan ke polisi?" tanya Irma.


"Diam kau! kau tahu! aku sedang mencari kebenaran dan menegakkan keadilan. Aku tidak mau anak yang kau kandung, lahir tanpa sosok Ayah!"


"Aku akan menikahinya!" ucap seorang pria yang baru saja masuk ke dalam rumah.


Deg!


"Mas Jeff." gumam Irma setelah melihat pria yang berada di dekat pintu utama.


'Eh tunggu, dia Jeff atau Jack? dan di mana Mas Steven? bukannya mereka pergi bersama-sama?' batin Zena.


"Aku akan menikahinya, jadi kau tenang saja. Dia akan lahir dan mendapatkan sosok ayah."


"Kau! pria brenggsseek! berani-beraninya kau menghamili adikku! di mana akal sehatmu, hah! kau mau membuat karir adikku hancur!" teriak Al menghampiri pria yang tengah berdiri di dekat pintu.


"Mas Al, jangan pukul dia Mas!" teriak Irma berusaha menghentikan langkah kaki Kakaknya.


"Nyonya, dia Jeff atau Jack. Jangan bilang pria itu salah memukul?" bisik Bi Sari pada Zena.


"Aku juga tidak tahu, Bi. Oh iya, Bibi lihat Jack menggunakan pakaian apa sebelum pergi dengan Mas Steven?"


"Bibi tidak melihatnya Nyonya, Bibi berada di taman belakang, sedang membersihkan rumput," jawab Bi Sari.


"Memangnya benar yang dikatakan pria itu? jika Jeff menghamili wanita?" tanya Bi Sari yang penasaran.


"Di mana Mas Steven? Seharusnya, jika mereka sudah pulang. Mas Steven ada di sini. Atau jangan-jangan dia bukan Jack, Bi?" tanya Zena cemas.


"Memangnya kenapa Nyonya?"


"Bi, ambilkan ponselku, Bi! Cepat!"


"Iya Nyonya," jawab Bi Sari.


"Beruntung anakku tidak kembar seperti mereka. Jika sudah seperti ini, pasti akan rumit," gumam Zena.


"Aku akan menikahinya, dan kau boleh memukulku. Aku memang salah."


"Iya, kau memang salah. Setelah aku memukulmu, aku akan menjebloskanmu ke penjara. Aku tidak sudi mempunyai adik ipar sepertimu, ucapanku tadi ... hanya untuk memancingmu saja agar kau keluar dari tempat persembunyianmu!" pekik Al yang siap melayangkan bogeman di tubuh pria tersebut.


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2