Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 71_KUA Yuk!


__ADS_3

Mobil Steven terhenti dipinggir jalan "Kau turunlah! " Titah Steven pada Sheila


"Cepat turun! Aku tidak suka wanita yang berisik didalam mobilku!"


"Sa-sayang, kau becanda kan? Kau membela kekasih sekertarismu di bandingkan aku?" Jawab Sheila tak percaya


"Aku bilang turun ya turun! Apa kau tuli hah" Bentak Steven membuat nyali Sheila menciut, tapi dia segera menetralkan ketakutannya


Mendengar Sheila diusir oleh suaminya, senyum Zena sedikit terbit, dia menyilangkan kedua kakinya lalu menonton drama suami dengan kekasihnya yang sedang berdebat


"Kau!" Sheila menoleh pada Zena


"Cepat kau turun! Apa kau tuli! " Bentak Sheila pada Zena


"Bukan dia! Tapi kau! " Tatapam tajam dan mematikan Steven mampu membuat Sheila semakin ketakutan,


"Sa-sayang ini aku kekasihmu, kekasih yang kamu cintai" Ucap Sheila berusaha meraih dan menangkup wajah Steven "Maafkan aku, jangan usir aku, aku akan diam tidak berbicara" Sambungnya sambil tersenyum manis kearah Steven, membuat Steven mematung


Brakk


Pintu mobil tertutup, bukan Sheila yang pergi dari mobil Steven melainkan Zena, dia pergi saat melihat Sheila menangkup wajah Steven, hatinya terasa sakit "Dasar pria breengsseekk, bisa-bisanya mereka bermesraan di depan aku, istri Sah dari Steven,!!! dasar bedebah!! " Gumam Zena sambil berjalan menjauh


Mendengar bunyi pintu mobil tertutup, Steven langsung tersadar dari lamunannya, dia menatap istrinya yang sedang berjalan menyusuri trotoar sendiri


Lalu di saat Steven hendak mengejar istrinya tiba-tiba ponselnya berbunyi, dia melihat layar ponselnya yang tertera nama sekertarisnya


"Apa lagi! " Pekik Steven saat panggilannya sudah terhubung oleh sekertaris Nanda


"Anda dimana Tuan, kita akan mengadakan meeting penting 1 jam lagi" Ujar sekertaris Nanda yang menjauhkan ponselnya karna suara Steven yang cukup nyaring ditelinganya


Steven diam, dia menatap Zena yang semakin menjauh, setelah itu dia menghembuskan nafasnya kasar "Aku sudah di dalam perjalanan, kau tunggulah aku" Jawab Steven langsung mematikan telfonnya, dia menyalakan mobilnya dan menancap gas membuat Sheila yang berada di dekatnya tersenyum puas.


Emosinya semakin memuncak saat dari kejauhan Steven melihat mobil yang berhenti di dekat Zena lalu keluarlah sosok pria yang selalu mengikutinya

__ADS_1


"Sial! Dia lagi! Sebenarnya apa mau dia hah! Kenapa dia selalu mengejar istriku! Aku tidak bisa tinggal diam," Geram Steven tak sengaja memukul stir mobilnya membuat Sheila yang sedang menatap Zena pun terkejut


"Sayang, kau kenapa? "


"Apa kau melihat kekasih sekertarismu itu jadi kau kesal seperti ini? " Tanya Sheila yang melihat tangan Steven terkepal erat


"Biar aku foto dan aku berikan pada sekertarismu itu, agar dia tahu kelakuan bejatnya kekasihnya" Sambungnya kembali yang mengambil ponsel lalu memotret Zena dan pria yang masuk kedalam mobilnya


"Tidak perlu," Jawab Steven ketus


***


"Mas, terimakasih ya, untung ada kamu yang lewat" Ujar Zena tersenyum


"Sama-sama, oh iya kenapa kamu bisa jalan kaki Zen?"


"Emm anu mas...aku" Zena menjeda ucapannya, dia berfikir sejenak


"Ehh engga mas, anu...anu ah iya...tadi aku naik ojek, tapi ban motor ojeknya bocor, jadi aku harus jalan kaki, kalau aku stop taksi ribet mas, bakal kena macet, aku gak mau hari pertamaku bekerja, aku telat karna macet" Jawab Zena tersenyum kikuk, dia melihat kaca spion mobil untuk memastikan mobil suaminya yang masih dibelakangnya


"Ah pasti bedebah gila itu sedang bermesraan dengan selebgam gadungan itu, buktinya dia tidak mencegah atau menghubungiku, awas aja kamu mas! Aku akan balas rasa sakit hatiku padamu" Gumam Zena dalam hati, dia meremas tasnya erat dan mulutnya berkomat kamit tak jelas membuat Riski yang meliriknya menjadi heran


"Zen? " Panggil Riski yang melirik sekilas lalu menatap jalan raya lagi


"Zena? " Sambungnya kembali saat Zena tak menjawabnya


"Eh iya mas, maaf aku melamun" Ujar Zena menatap Riski yang sedang fokus menyetir


"Zen, apa kamu sudah memutuskan pacarmu itu? " Ujar Riski yang berusaha menggapai tangan Zena tapi gagal karena sebelum tangan Riski menggapai tangan Zena, Zena sudah menarik tangannya untuk merapihkan rambutnya yang terkena angin


"Aku-"


"Aku apa Zen? Kamu masih ragu dengan cintaku?" Timpal Riski cepat membuat Zena semakin bingung untuk menjelaskan semuanya

__ADS_1


"Atau kau mau bukti? Aku siap menikahimu sekarang juga Zen" Sambungnya lagi


Deg!


Mata Zena membulat sempurna, dia benar-benar tak percaya dengan pendengarannya "Mas, mas jangan becanda deh, gak lucu...ini masih pagi" Kekeh Zena


"Siapa yang becanda Zen, aku serius"


"Okeh, sekarang kita ke KUA agar kamu bisa melihat keseriusanku ini"


"Ehh jangan mas...jangan gila mas..." Jawab Zena cepat


"Aduh bagaimana ini, kenapa semuanya jadi begini," Gumam Zena dalam hati


"Zen,"


"Kita ke KUA yuk, kita nikah" Ulang Riski yang meraih tangan Zena dan menggenggamnya "Aku akan menerima Rio sebagai anakku juga" Sambungnya lagi


"Mas-"


"Apalagi Zen, kita sama-sama memiliki status lajang di KTP dan urusan kekasihmu, kau bisa memutuskannya setelah kita menikah, bagaimana? " Ujar Riski yang semakin memojokkan Zena


"Haduh mampus aku! Memang KTP ku masih lajang tapi itu KTP lama mas, dan aku bisa mati jika mas Riski membawaku ke KUA lalu disana orang yang mengurus berkas memberitahu pada mas Riski bahwa aku sudah menikah"


"Bagaimana ini, kenapa hidupku dari kemarin soal terus, dan ahh sudahlah!!" Gumam Zena dalam hati


"Terserah mas! Aku cape! Aku masih ngantuk! Aku mau tidur! " Ujar Zena berpura-pura memejamkan matanya agar Riski berhenti membahas KUA


"Jadi kamu mau kita ke KUA? " Tanya Riski senang, dia menatap Zena lalu mengusap tangan Zena berulangkali


"Akhirnya aku bisa mendapatkan cintaku ini" Batin Riski tersenyum senang


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2