Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 205_Daftar Nama


__ADS_3

Setelah mengecek daftar nama penumpang pesawat, tiba-tiba tubuh Steven melemas.


"Ini tidak tidak mungkin, ini tidak mungkin," gumam Steven meremas jemarinya saat melihat nama Jeff diurutan nomor 15.


"Bagaimana nasib penumpang pesawat itu? Bagaimana!" teriak Steven.


"Bapak yang sabar, rekan kami sedang melakukan pencarian awak pesawat yang telah hilang di dalam lautan.


"Anak saya!! anak saya berada di dalam pesawat itu, Pak! tolong cari anak saya, bawa dia dalam keadaan hidup, saya mohon!" ucap Ibu-ibu yang baru saja tiba.


"Istri saya juga berada di dalam pesawat itu. Saya belum siap kehilangan istri saya," timpal lainnya.


"Kemungkinan selamat sangat kecil, karena pesawat itu masuk ke tengah-tengah lautan. Jadi, untuk keluarga yang ditinggalkan, harus benar-benar sabar dan tabah," ujar wanita lainnya.


Mendengar semua ucapan yang dilontarkan beberapa orang, hati Steven semakin cemas. Baru saja Jack dinyatakan kritis dan kini, dia harus mendapat kabar bahwa Jeff terdaftar di dalam kecelakaan pesawat tersebut.


"Dad!" teriak Rio saat melihat Steven mematung di tengah-tengah kerumunan orang, "Daddy, kenapa? kenapa wajah Daddy terlihat cemas," sambung Rio.


"Om Jeff, Om Jeff pergi. Dia hilang di tengah laut." ucap Steven menekuk kedua lututnya, agar tubuhnya sejajar dengan putranya.

__ADS_1


"Om Jeff? maksud Daddy, Om Jeff sedang bermain di tengah-tengah laut?" tanya Rio polos.


Mendengar jawaban polos dari putranya, Steven tersenyum kemudian memberikan kartu namanya pada petugas bandara.


"Jika ada informasi tentang penumpang pesawat bernama Jeff, segera hubungi aku. Pegang kartu nama ini," titah Steven yang mendapatkan anggukan kepala dari petugas bandara


Setelah mendapat anggukan, Steven mengajak Rio untuk kembali pulang.


"Rio, sekarang kita pulang. Kasihan mommy sendiri di rumah," titah Steven menggandeng tangan putranya.


"Tapi Dad, om Jeff. Bagaimana keadaan Om Jeff, Dad!"


"Em, ya sudah Dad. Semoga om Jeff baik-baik aja, ya Dad. Rio kasihan dengan om Jack, pasti jika om Jack bangun, dia langsung menanyakan keberadaan Om Jeff," ucap Rio kemudian mereka berjalan keluar dari kerumunan orang-orang.


Setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer, akhirnya mobil Steven mendarat mulut di depan pekarangan rumahnya.


"Rio turun, dan masuk ke kamar," titah Steven setelah itu keluar dari mobilnya yang diikuti Rio di belakangnya.


"Iya Dad, besok kita jenguk baby Esya? Rio kangen," titah Rio.

__ADS_1


"Kita lihat saja. Anak kecil tidak boleh masuk ke rumah sakit," jawab Steven sambil menggandeng tangan putranya menuju rumah.


***


"Aku harap, kali ini ... kau akan terbuang tanpa sisa. Atau, kau ingin mendekam di dalam sel?" ujar Riski saat berhadapan dengan Leo yang sudah terikat.


"Lepaskan aku! lepaskan. Dasar anak tidak tahu diri, beruntung aku masih mau mengakui sebagai anakku, jika tidak ... mungkin kau akan hidup sebagai gelandangan di pinggir jalan


"Diam! tidak ada hubungannya mengakui dan memungut!"


"Sekali lagi, kau pilih. Penjara atau aku asingkan di negara lain!"


"Aku tidak akan memilih. Sekarang, lepaskan aku dan kembalikan semua hartaku yang telah direbut olehmu," teriak Leo.


"Hartamu? Hei pria tua, asal kau tahu, ini semua adalah hartaku, dan aku tidak mengizinkanmu menyentuh sedikit saja hartaku!" geram Riski membuat Leo mengepalkan erat tangannya.


'Aku akan membalas kejahatan kalian. Tunggu saja pembalasanku!' gumam Leo dalam hati.


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2