Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 86_Ini Salah Kita!


__ADS_3

"Sakit apa? " Tanya Zena cepat, tiba-tiba dia merasakan cemas saat mendengar suaminya sakit


"Morning sickness Zen, selama kamu hamil kamu gak ada tanda-tanda mual atau sebagainya kan? Cuma terkadang pusing? "


"Jadi suamimu yang menggantikan kamu mual di pagi hari, tak nafssu makan dan tubuhnya lemas seharian, dan mungkin ini akan terjadi di trisemester awal dan akhir" Jawab Dave tersenyum


"Apa kamu benar benar tetap mau disini atau kamu mau aku antar pulang menemui suamimu? karna aku tahu kamu pasti mencemaskannya" Sambungnya lagi saat melihat wajah cemas Zena


"Biarkan saja Dave, paling dia tidak tahu kalau aku hamil, dan atau jangan-jangan bukan aku saja yang hamil melainkan wanita itu"


"Aku tetap akan tinggal disini sampai anaku lahir" Ujarnya sambil mengelus perutnya yang masih rata


"Itu terserahmu Zen, aku tidak bisa memaksamu, ya sudah...aku harus kembali, nanti malam aku akan kembali dan membawakanmu makan malam" Jawab Dave yang mengeluarkan dompetnya lalu mengeluarkan kartu ATM miliknya


"Jika kau membutuhkan sesuatu, pakai saja ATM ku ini, karna aku belum menukar uang rupiahku, dibawah ada beberapa stand dan supermarket juga" Sambungnya sambil meraih tangan Zena lalu meletakkan kartu ATM itu kedalam genggaman Zena


"Dave...maaf, aku tak bisa," Jawab Zena yang menolak menerima ATM itu ditangannya


"Aku tidak ingin dibantah, pegang dan beli sesuatu yang kau inginkan selama aku belum datang, dan jangan buka pintu jika bukan aku yang datang, pastikan kamu memakai masker atau topi jika mau keluar apartment, mungkin saja suami atau mantan bosmu sudah tahu keberadaanmu sekarang"


"Ta-tapi Dave-"


"Aku akan pergi" Ujar Dave bangkit lalu berjalan keluar apartemen meninggalkan Zena yang sedang memandang punggung temannya.


Setelah kepergian Dave, Zena langsung menyimpan kartu ATM yang diberikan Dave, dia berniat tidak akan memakainya jika dia benar-benar tidak membutuhkannya


***

__ADS_1


Kedatangan Tesa di kediaman rumah Steven membuat semua pelayan heboh, terutama saat mendengar dari cucunya jika Steven hamil membuat Tesa kebingungan dan berlari masuk kedalam kamar Steven


Sebelum membuka pintu kamar Steven, Tesa samar-samar mendengar sekertaris Nanda yang sedang berbicara pada anaknya


"Tuan, setelah riki menyelidiki, memang benar, Nyonya Zena hamil dan usia kandungannya sudah menginjak minggu ke 5 dan sebelum Nyonya Zena pergi meninggalkan Tuan, Nyonya Zena sempat melihat Sheila masuk kedalam mobil anda" Ujar sekertaris Nanda membuat Steven menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, baru saja dia mau bangkit untuk mengambil minum yang diletakan di atas meja rias istrinya


"Apa yang dilihat istriku hah! bukankah sewaktu dia menghilang, kesibukanku hanya mencarinya"


"Mungkin Tuan tak sengaja bertemu seseorang atau, coba Tuan ingat-ingat sekali lagi" Ujar sekertaris Nanda membuat Steven memutar otaknya mengingat kejadian hilangnya Zena


"Shiitt!!! " Umpat Steven saat dia mengingat pertemuan terakhirnya dengan Sheila


"Aku ingat! aku bertemu-" Ucapannya terhenti saat Steven mendengar pintu kamarnya terbuka keras


Brakkk....


Pintu dibuka kasar oleh Tesa, dia berjalan menghampiri anaknya yang sedang mematung, tiba-tiba darahnya naik dan emosi tidak terkontrol


Plak!


"Apa yang selama ini kau lakukan pada menantuku Steve sampai-sampai dia pergi meninggalkanmu! " Pekik Tesa emosi


Merasa pipinya memanas, Steven pun mengusapnya berulangkali "Aku tidak melakukan apapun bu,"Jawabnya enteng


"Lalu kenapa Zena pergi hem! "


"Itu semua karna kita bu! karna perlakuan kita yang merahasiakan pernikahanku dengan Zena! dan karna perlakuan ibu yang mendekatkan aku dengan sheila" Pekik Steven emosi.

__ADS_1


"Sekarang ibu puas! ibu puas! aku telah kehilangan istriku untuk kedua kalinya! " Sambungnya lagi


"Apa!! gak mungkin, itu semuanya gak benar Steve, ini pasti karna kesalahanmu kan! "


"Terserah ibu" Jawab Steven frustasi


"Ja-jadi benar, ini kesalahan kita Steve?" Ucap Tesa, kali ini suaranya tak sekeras tadi, melihat anaknya terpukul kehilangan istrinya membuat hati Tesa terasa sakit.


"Iya bu, ini kesalahan kita, karna kita menyembunyikan pernikahanku dan Zena, jadi Zena fikir dia merasa tidak dihargai di keluarga ini"


"Oh iya, karna ibu juga yang memberikan peluang untuk Sheila masuk lebih dalam dikehidupanku membuat istriku semakin salah paham, dia mengira jika aku dan Sheila mempunyai hubungan khusus dan dia sempat melihat aku bermesraan dengan Sheila,"


"Ta-tapi, ibu hanya ingin melindungi menantuku Steve"


"Aku tahu bu! tapi cara ibu salah!! bahkan Zena melakukan hal bodoh dengan meminum pil KB, dia enggan mengandung anakku" Pekik Steven yang membuang selimutnya kelantai, dia berdiri lalu memecahkan lampu kamarnya karna emosi


Mendengar semua ucapan anaknya, seketika tubuh Tesa melemas, dia jatuh di depan anaknya yang sedang menangis"Maafkan ibu nak, ini memang salah ibu, jika waktu bisa berputar, ibu tidak akan menyuruhmu menutupi pernikahan mu dan ibu tidak akan memberi ruang Sheila agar bisa mendekatimu lebih jauh"


"Lalu sekarang dimana Zena? Ibu tadi dengar sekertarismu bicara jika Zena hamil," Sambungnya kembali, sambil memegang pundak Steven


"Di sudah pergi meninggalkan ku, dia pergi ke AS untuk menghindari aku dan Riski" Jawab Steven lemas


"Tapi aku sudah menyuruh Jeff untuk mencari letak posisi Zena, setelah aku merasa baikan aku akan terbang ke AS" Jawab Steven cepat


"Apa kau yakin, Zena akan memaafkan kita Steve? " Tanya Tesa ragu,


"Kita harus mendapatkan maaf dari Zena bu, aku belum siap kehilangan Zena, aku mencintai istriku bu! "

__ADS_1


"Aku mencintai Zena bu, apalagi sekarang dia sedang menggandung anakku bu, aku tidak bisa melepaskan istri dan anakku begitu saja,"


Bersambung😘


__ADS_2