Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 39_Postingan Foto


__ADS_3

"Saya tahu yang Anda pikirkan, anda tidak perlu khawatir Nyonya, mereka semua sudah ikut saya 10 tahun yang lalu, dan saya menjamin pada Nyonya, jika mereka tidak akan melakukan tindakan yang merugikan mereka" Jawab Nanda yang memotong ucapan istri Tuan mudanya


"Ta-tapi"


"Anda tidak perlu khawatir, saya akan memperkenalkan Nyonya pada mereka, mereka akan berkumpul 2 menit lagi"


Zena yang masih tak percaya pun semakin kesal dengan sekertaris suaminya, benar apa yang dikatakan sekertarisnya, belum ada 2 menit para pengawal rumah sudah terjejer rapih di ruang tamu dan kini mereka sedang berdiri di hadapan Zena


Semakin tak percaya saat Zena melihat jumlah pengawal itu berkali lipat dari jumlah yang baru saja dia lihat di depan terus rumah


Ekhem.. Sekertaris Nanda berdehem, dia mengatur suaranya untuk memulai brifing paginya


"Kalian semua, tugas kalian disini hanya menjaga keselamatan orang rumah"


"Dan perkenalkan ini adalah Nyonya Zena, dia adalah istri dari Tuan Muda kita, " Sambung sekertaris Nanda lagi


Mendengar wanita cantik yang dihadapannya istri dari bossnya, mereka semua membungkukkan badannya memberi hormat membuat Zena tak enak hati, karna beberapa dari mereka adalah pria yang sudah berumur


"Ikut aku! aku ingin bicara! " Zena menyeret sekertaris suaminya menjauh beberapa meter dari barisan pengawal itu


Setelah sudah cukup jauh, Zena melemparkan pukulan lagi di pundak Nanda dengan keras


Plak!


"Apa-apaan ini, apa kalian tidak rugi menggaji orang sebanyak itu? " Tanya Zena kesal


"Dan berapa jumlah pengawal itu, kenapa banyak sekali" Sambungnya lagi sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya


"Ini demi keselamatan Nyonya beserta semua orang yang tinggal disini-" Ucapan Sekertaris Nanda terputus saat Zena mencelanya


"Tapi tidak seperti ini juga! Kau tahu, kebanyakan orang membuatku tidak nyaman, dan lagi pula di depan kompleks ada satpam yang mengawasi rumah kita 24 jam"


"Kau jangan gila sekertaris Nanda, kau bisa membuatku serasa di penjara, cukup Tuan mudamu saja yang gila, dan kau jangan! "


"Maafkan saya Nyonya, saya hanya menjalankan perintah saja, dan mereka berjumlah 30 orang, 10 orang akan berjaga di halaman depan rumah, lalu 10 orang lagi akan berjaga di samping rumah dan 10 orang lagi akan berjaga di belakang rumah, mereka semua akan menjalankan shift pagi dan malam, jadi 10 orang itu akan kita bagi 2 untuk menjalankan shiftnya" Ujar Sekertaris Nanda yang menjelaskan secara detail

__ADS_1


Tak ingin berdebat lebih dengan Nyonya mudanya, sekertaris Nanda langsung berjalan meninggalkan Zena yang sedang mematung karna ucapannya


"Kalian boleh bubar, dan saya sudah menunjukkan ketua dari kalian yaitu Jeff"


"Jeff kemari dan umumkam jadwal bekerja bawahanmu" Titah sekertaris Nanda yang bersikap profesional saat bekerja, walaupun hubungan mereka dekat seperti saudara tapi mereka harus profesional dalam bekerja


"Baik boss" Jeff mengambil selembar kertas dan menyuruh rekan-rekannya mulai bertugas


Setelah semua kembali ke tempat semula, Jeff membisikan sesuatu pada sekertaris Nanda


"Apa Tuan sudah gila, istri cantik modelan seperti itu disia-siakan" Bisik Jeff membuat mata sekertaris Nanda membulatkan matanya


"Apa maksudmu" Tanya Sekertaris Nanda bingung


"Jack mengatakan bahwa Tuan membawa simpanannya ke negara J untuk menjenguk Rio yang sudah sadar, dan dengar-dengar Rio akan dibawa kemari"


"Rupanya anak itu sudah sadar, aku ikut senang, karna anak itu adalah penyemangat Tuan sebelum Nyonya, dan pasti Nyonya muda juga sangat senang jika Tuan memperkenalkan Rio padanya" Ucap sekertaris Nanda yang tersenyum


"Oh iya Jeff, tolong awasi rumah ini, aku akan pergi, jika Nyonya muda mau pergi, kau bisa menjadi supir dan bodyguard untuk Nyonya, jangan biarkan dia pergi sendiri"


Kini sekertaris Nanda menghampiri Zena yang berdiri tak jauh darinya "Nyonya perkenalkan dia Jeff, dia yang akan menjadi supir sekaligus bodyguard untuk mengawal Nyonya saat berpergian" Ucap sekertaris Nanda yang diangguki Zena, lalu dia tersenyum pada Jeff dan kembali ke kamarnya,


Suasana hati yang buruk membuat Zena malas untuk keluar rumah, dia sangat kesal dengan sekertaris suaminya


Di raih ponselnya lalu mencari kontak suaminya yang diberi nama "Singa tamvan" lalu menekan gambar telfon,


"Aku akan mengadu pada Steven, mungkin saja dia mau mendengarkanku" Gumam Zena yang sedang menunggu panggilan itu terhubung tapi ponsel Steven tak aktif


"Apa dia belum sampai?, mungkin saja dia belum sampai" Gumam Zena sambil menjatuhkan tubuhnya ke kasur empuknya, dia menatap sekilas langit kamarnya lalu menatap ponselnya lagi, Zena mencoba membuka aplikasi fb nya,


Klik.


"Wah beberapa bulan tidak aktif di dunia maya, ternyata banyak juga yang mengirim pesan dan permintaan pertemanan padaku" Guman Zena membuat Zena larut dalam dunia mayanya, tak cukup sampai disini Zena menscroll IG nya, lalu memposting foto jaman dulunya di aplikasi tersebut,


Deg!

__ADS_1


Tak sengaja dia melihat status Sheila yang diposting beberapa jam lalu,


"A-apa mereka pergi bersama lagi? " Gumam Zena dalam hati, hatinya terasa sakit,


Di klik nya akun Sheila, dan Zena bisa melihat foto pundak suaminya yang menjadi senderan kepala Sheila, walaupun Sheila memposting bagian pundak Steven saja, tapi Zena bisa mengenali pakaian dan tubuh Steven


Diremasnya ponsel yang berada di genggamannya, dia bangkit lalu mencari surat perjanjian itu "Aku tidak bisa berdiam diri! Aku tidak mau dimanfaatkan oleh Steven, memangnya siapa dia! Aku memang berhutang tapi aku tidak mau mengorbankan perasaanku terlalu dalam lagi" Gumam Zena mencari surat perjanjian itu, dia menggeledah semua laci yang dikamarnya,


"Dimana bedebah itu menyimpan surat perjanjian itu" Ucap Zena saat tak menemukan surat konyol itu, didalam hatinya dia ingin sekali merobek surat perjanjian itu


Brak


Zena menutup laci terakhirnya dengan kencang, dia sangat kesal lalu memikirkan kembali tempat dimana suaminya itu menyimpan suratnya,


"Oh iya, ruang kerja bedebah itu, iya pasti dia menyimpannya disana" Gumam Zena yang berlari membuka pintu kamar,


Krek. pintu terbuka oleh Zena


Tubuhnya seketika menegang saat 2 pengawal berdiri di depan pintu kamar Zena


"Apa yang kalian lakukan disini! " Tanya Zena


"Maaf Nyonya, ini perintah dari boss Jeff"


"Jeff? " Ulang Zena mengingat nama Jeff


"Oh," Zena keluar kamar lalu berjalan menuju lift tapi 2 pengawal itu mengikutinya dari belakang,


"Kenapa kalian mengikutiku! Aku mau ambil minum! "


"Kalian tetap berjaga di depan kamarku saja" Titah Zena lalu berjalan lagi, tapi lagi dan lagi pengawal itu mengikuti Zena membuat Zena geram


"Kalian tuli! " Zena berhenti lalu menatap tajam kedua pengawal itu "Jangan ikuti aku! " Sambungnya lagi yang sedang emosi


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2