
Zena yang sedang ditatap Dave pun tersenyum kikuk
"Zen, kau-kau su-sudah menikah? "
"Dan kau-kau sudah memiliki a-anak?" Tanya Dave tak percaya
"Ta-tapi kenapa aku tidak tahu kamu hamil apa jangan-jangan, kau menikah dengan-" Ucapan Dave terputus saat Steven sudah berada di belakang Zena dengan masker yang menutupi wajahnya
"Dia istriku" Ujar Steven membuat Rio dan Zena menoleh pada Steven
"Mulai sekarang kau jauhi istriku, dan jangan peluk istriku di depan umum atau hidupmu akan berakhir sampai disini" Ancam Steven membuat Dave menelan salivanya susah
Glek, Dave tersenyum kikuk saat melihat Steven dibelakang Zena sambil merangkul pundaknya,
"Ma-maaf aku tidak tahu jika Zena sudah mempunyai suami, sungguh! Sumpah"
"Ta-tadi aku hanya ingin menyapa Zena karna dia sedang bersama-" Ucapan Dave terpotong saat melihat penampilan Steven dari atas sampai bawah
"Kau-kau bukan pria tadi kan? " Ceplos Dave membuat Dave menutup mulutnya karna sudah berbicara lancang
"Ayo kita pulang mom," Ujar Rio tak mau ambil pusing,
"Om ini sama saja dengan om genit yang ingin menggoda mommy, ayo dad! " Titah Rio lagi lalu menggandeng tangan Zena dan Steven,
"Maaf Dave aku harus pulang" Ujar Zena keras saat tangannya sudah ditarik paksa oleh Rio
Dan Dave diam, dia mematung saat melihat kepergian Zena bersama suaminya
"Zen, aku benar-benar tak habis pikir olehmu, kau sudah mempunyai suami tampan tapi kenapa kau bertemu dengan pria lain dan pria itu memelukmu"
"Apa benar berita yang sempat viral itu jika kau simpanan para om-om kaya" Gumam Dave dalam hati sambil berjalan masuk kedalam taman
Didalam mobil, Rio yang kelelahan pun tertidur dipangkuan Zena, dan Steven dia fokus dengan stir mobilnya, tak ada yang berbicara sehingga membuat situasi didalam mobil hening dan menakutkan
"Ke-kenapa kamu mengakui aku sebagai istrimu di depan temanku mas" Tanya Zena yang memecahkan keheningan diantarnya dan Steven
__ADS_1
"Kenapa? " Jawab Steven yang melirik sekilas ke arah istrinya lalu menatap lagi pada jalanan depan "Kau memang istriku kan? Apa salahnya aku mengakuinya?" Sambung Steven kembali
"Ta-tapi, kita hanya menikah kontrak dan bagaimana jika kekasihmu tahu"
"Kau tak perlu khawatir, kekasihku tak akan marah, dan pasti temanmu juga tidak mengenali aku karna aku memakai masker" Ujar Steven tersenyum tipis pada Zena
Deg.
"Kenapa hatiku sakit saat mengetahui selebgram gadungan itu takkan marah, apa wanita itu benar-benar tidak mempunyai perasaan atau mereka sudah menikah dibelakangku?" Gumam Zena dalam hati
"Tidak boleh, tidak boleh!!! tidak boleh Steven menikah dibelakangku, aku tidak mau di madu" "Tidak!! Tidak!! Pokoknya jika benar Steven sudah menikah lagi dengan wanita itu, aku akan kabur dari sini, ya...benar!, aku akan kabur," Sambungnya lagi dalam hati
Melihat istrinya diam tak merespon ucapannya, Steven menepikan mobilnya di pinggir jalan membuat Zena yang sedang melamun kebingungan karna mobil yang ditumpanginya sudah berhenti dipinggir jalan
"Kenapa berhenti? Apa ada sesuatu yang ketinggalan?" Tanya Zena panik,
Kepanikannya semakin bertambah saat wajah Steven mulai mendekati wajahnya
"Apa kau cemburu Nyonya Steven? " Tanya Steven sambil menarik salah satu sudut bibirnya keatas, "Jika kau cemburu dan berniat untuk memisahkanku dengan kekasihku maka itu hanya mimpi, lihatlah dirimu sekarang, kulitmu kusam, banyak kerutan diwajahmu dan satu lagi, tubuhmu sangat kurus, berbeda dengan Sheila, dia wanita cantik dan pintar, bahkan dia merawat tubuhnya dengan baik, dia adalah wanita yang diidam-idamkan semua pria" Ujar Steven lalu berbalik ke stir mobil dan mengendarai mobilnya lagi
"Kau benar-benar jahat, aku seperti ini juga karnamu! Dasar pria jahat! " Gumam Zena dalam hati, dia meremas jarinya erat dibawah kursi mobilnya
Setelah berhasil mengontrol nafas dan emosinya, Zena tersenyum pada Steven, dia menampilkan senyum manisnya
"Ahh kau benar mas, dia cantik, sexy, putih, tapi sayang, dia hanya simpananmu dan kau pun tak berani mempublikasikan hubunganmu dengan wanita itu, seperti kau menutup rapat pernikahan kita, jadi menurutku aku dan dia sama saja, Sama-sama simpananmu" Jawab Zena tersenyum puas
Dulu Sheila memang pernah memposting foto Steven dan dirinya di dalam hotel dengan caption yang romantis, tapi setelah beberapa jam foto itu tiba-tiba terhapus dan Steven mengklarifikasi bahwa dia tidak memiliki hubungan dengan Sheila, hanya sebatas rekan kerja yang saling menguntungkan
Deg!
Ucapan Zena mampu membuat Steven membisu, tapi semenit kemudian Steven tertawa renyah membuat Zena semakin emosi "Setidaknya tubuhnya lebih unggul dari tubuhmu" Ujar Steven
Emosi Zena sudah tidak bisa ditahan lagi, bagaimana dia tak sakit hati jika dia dibanding-bandingkan dengan simpanan suaminya "Cukup mas! Jika tubuhnya lebih unggul, kau buatlah anak dengannya dan jangan memintaku untuk membuatkan anak untukmu, apa kau tak jijik dengan tubuh jelekku ini! Apa kau tak-" Ucapan Zena terhenti saat Rio menggeliat lalu mengucek kedua matanya
"Mommy," Rio menguap dan menatap Zena yang sedang menahan kesal
__ADS_1
"Iya sayang, maafkan mommy yang sudah membangunkanmu" Ucap Zena sambil membersihkan keringat di kening Rio
"Besok aku akan mulai bekerja di tempat mas Riski," Ujar Zena pada Steven dengan nada ketus
"Oh, baik...pulanglah tepat waktu dan aku akan menyuruh Riki atau Fahri untuk menjadi supir pribadimu"
"Dan urusan Rio, aku akan menyuruh bi sari untuk menjaganya"
"Dad! Aku mau ikut mommy bekerja, aku mau menjaga mommy, bagaimana jika om genit itu menggoda mommy," Ujar Rio
"No sayang" Jawab Steven dan Zena bersamaan
"Daddy melarangmu ikut mommy bekerja, karna daddy akan mendaftarkan Rio sekolah" Titah Steven sambil fokus menyetir
"No dad, mommy hikss.. hiks. Rio ingin ikut mommy, Rio gak mau sekolah, Rio takut di ejek mom"
"Rio gak mau sekolah" Rengek Rio, dia mengeluarkan air mata palsunya agar Zena merasa kasihan
Melihat putranya sedang memainkan drama, Steven pun mencubit gemas pipi gembul Rio dengan salah satu tangannya yang kosong "Jangan mulai, daddy gak suka Rio merengek seperti itu pada mommy"
"Mom, mommy sayangkan sama Rio? Rio kan bisa sekolah dengan mommy dirumah, seperti omah yang mengajarkan Rio membaca" Titah Rio sambil menarik lengan baju Zena
"No, daddy gak setuju, teman Rio baik-baik dan daddy akan menjamin kalau Rio gak akan diejek atau di hina oleh teman-teman Rio" Ujar Steven yang tidak memberi ruang untuk Zena berbicara
"Mom" Rengek Rio sambil menggelengkan kepalanya, air mata palsunya mampu membuat Zena merasa iba
"Sebenarnya apa yang terjadi olehmu, kenapa kamu takut berbaur dengan teman sebayamu dan kenapa kamu sangat berani saat berbaur dengan orang dewasa" Gumam Zena dalam hati
"Mom" Rengek Rio sekali lagi, dia menggoyangkan lengan Zena agar Zena menyetujuinya
"No, mommy setuju dengan daddy, mau sampai kapan Rio takut dengan teman-teman, bukannya Rio sangat pemberani saat menghadapi om genit tapi kenapa Rio takut dengan teman yang seumuran Rio? " Tanya Zena sambil membersihkan air mata yang membasahi pipi Rio
Bersambung😘
3 bab dulu ya😊
__ADS_1