Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 84_Morning Sickness


__ADS_3

"Kenapa orang luar identik dengan kulit putih dan mulusnya, padahal mereka suka berpakaian terbuka" Tanya Zena heran saat melihat beberapa orang-orang asli negara ini


"Tanyakan saja sendiri pada orangnya, aku tidak tahu dan tidak bisa menjawabnya"


"Lebih baik kamu masuk kedalam taksi biar aku yang memasukan barang-barang di bagasi mobil" Titah Dave yang membukakan pintu taksi untuk Zena


***


Sudah 2 hari ini tubuh Steven ambruk tak berdaya, setiap pagi sampai pukul 10 pagi perutnya selalu mual membuat dirinya tak nafsssu makan apapun


"Tuan, diluar sudah ada dokter riyan yang akan mengecek kondisi Tuan, maafkan saya jika saya lancang membawa dokter riyan tanpa sepengetahuan Tuan" Ujar sekretaris Nanda masuk kedalam kamar Steven diikuti oleh dokter Riyan dibelakangnya


"Hem" Jawab Steven perutnya kembali mual, lalu dia berlari menuju kamar mandi dan tidak memuntahkan apapun


"Dimana Zena? " Tanya riyan berpura-pura karna tak melihat batang hidung pasiennya


"Siapa yang sakit? Kenapa aku tidak melihat Zena" Ulangnya lagi membuat sekertaris Nanda mendengus kesal


"Tuan Steven sakit, perutnya beberapa hari ini selalu mual di pagi hari, saya takut jika Tuan Steven mengalami maag atau penyakit lambung lainnya, karna Tuan Steven tidak ada nafssu makan dari kemarin"


"Trus? " Tanya dokter riyan membuat Nanda dongkol


"Cepat priksa Tuan Steven, saya menyuruh anda datang kemari untuk memeriksa Tuan Steven" Ujar sekertaris Nanda yang emosi


"Trus? " Jawab dokter riyan cepat, dia melihat beberpa bingkai foto Zena yang berukuran kecil di dekat meja riasnya, membuat diam-diam dokter riyan tersenyum, sebelumnya tak ada bingkai foto Zena, tapi setelah kehilangan Zena, Steven menaruh beberapa foto Zena di setiap sudut kamarnya


"Tolong anda jangan membuat suasana semakin rumit, jika anda teras terus, teras terus, kapan anda memeriksa Tuan...

__ADS_1


"Sekarang cepat priksa Tuan Steven, dari kemarin Tuan selalu mual di di pagi hari, nafssu makan juga kurang, dan tubuhnya terasa lemas, saya takut Tuan terjadi sesuatu pada Tuan" Ulangnya sekali lagi dengan nada sedikit keras


"Oh...


"Baiklah, aku akan mengecek keadaan Tuanmu tapi dimana Zena, apa dia su-" Ucapan dokter riyan terhernti saat Steven keluar dari kamar mandi dengan langkah gontai, penyakitnya ini sangat membuat dirinya tersiksa, bagaimana bisa beberapa hari ini dia selalu mual di pagi hari dan tubuhnya terasa lemas, membuat semua pekerjaan terbengkalai


"Tuan...mari saya bantu," Ujar sekertaris Nanda yang berlari lalu memapah Steven menuju ranjangnya


"Bagaimana, apa anak buah mu sudah tahu keberadaan istriku" Lirih Steven sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur dan sekertaris Nanda membenarkan selimutnya sampai leher


"Belum tuan, sebaiknya tuan di periksa dulu oleh dokter riyan, setelah saya memastikan anda baik-baik saja, saya akan menghubungi Jeff...mungkin dia sudah sampai di AS sekarang" Jawabnya sambil berbisik agar dokter riyan tak mendengarnya setelah itu dia melambaikan tangan pada dokter riyan agar segera mendekat


Melihat lambaian tangan dari Nanda, dokter riyan pun berjalan mendekat sambil menenteng tas berisi peralatan dokternya


"Biar aku periksa" Ujar dokter riyan yang menyuruh sekertaris Nanda menyingkir karna menghalangi dirinya dari Steven


"Apa yang Tuan rasakan? " Tanya dokter riyan saat selesai mengecek Steven,


"Beberapa hari mual, nafssu makan kurang, tubuhku sangat lemas, kepalaku pusing" Jawab Steven serius, kali ini dia benar-benar ingin sembuh agar bisa mencari istrinya sendiri tanpa menyuruh anak buahnya yang lambat


Dokter riyan yang sudah mengetahui jika Zena hamil pun tersenyum, dia memasang senyuman yang sangat manis membuat sekertaris Nanda dan Steven mengkerutkan keningnya


"Kenapa senyum? Apa penyakit Tuan mematikan?" Ujar sekertaris Nanda dengan polosnya


Mendengar penuturan dari Sekertarisnya, Steven mendadak emosi, dia meraih bantal yang disebelahnya lalu melempar bantal itu ke wajah Sekertarisnya " Kau menyumpahi aku mati hah! " Teriak Steven dengan seluruh kekuatannya


"Ma-maaf Tuan, saya tidak maksud seperti itu, tadi saya hanya khawatir dengan Tuan" Jawab sekertaris Nanda yang mengumpat dibelakang tubuh dokter Riyan

__ADS_1


"Sudah hentikan, kalian membuat perutku geli"


"Tuan, anda sedang mengalami morning sickness, itu hal biasa bagi-"


"Apa! Apa penyakit Daddy parah dok? " Tanya Rio yang baru saja masuk kedalam kamar Steven, karna kata bi sari, Daddynya lagi tak enak badan


"Katakan dok!! Apa penyakit Daddy mematikan? "


"Rio belum ketemu sama mommy dok, jadi tolong jangan beri Daddy penyakit mematikan, nanti kalau Daddy sudah gak ada, Rio mau sama siapa? " Sambung Rio kembali yang berjalan dan menaiki kasur empuk Steven, dia memeluk Steven dengan tangisan histeris


"Sebenernya kalian mengharapkan Tuan Steven pergi dari dunia ini atau bagaimana sih, kenapa kalian selalu bilang penyakit mematikan" Gerutu dokter riyan sambil merapihkan beberpa peralatan yang tadi dikeluarkan untuk dimasukan kembali kedalam tasnya


"Itu bukan penyakit mematikan, hal ini wajar dialami oleh pria yang sudah beristri"


"Mungkin istri anda atau simpanan anda sedang hamil" Ujar dokter riyan yang sengaja menyindir Steven, karna saat Zena masuk kedalam rumah sakit, dokter riyan lah yang menanganinya dan dokter riyan lah yang menutupi identitas Zena agar tidak tercium dari mantan bossnya Zena


Mendengar ucapan yang dikeluarkan dokter riyan, ketiga pria yang sedang menyimaknya pun terkejut, tapi tidak dengan Rio, anak kecil itu justru senang karna mendengar kata hamil, Rio berdiri lalu berjingkrak jingkrak di atas kasur


"Ye... Ye.... Ye... Rio mau punya adik"


"Ta-tapi bukannya laki-laki gak bisa hamil ya Dad? Lalu kenapa dokter itu bilang kalo daddy hamil?? " Tanya Rio polosnya, sambil memandang perut Steven yang terbungkus selimut


Sekertaris Nanda yang mendengar ucapan Tuan kecilnya pun berusaha menahan senyum apalagi saat Rio mencoba membuka selimut Steven memastikan jika di dalam perut Steven terdapat bayi


"Hahahaha" Akhirnya tawa dokter Riyan pecah saat melihat ekspresi dari Steven


"Dad!! Boleh kan...aku lihat perut daddy, aku mau lihat sendiri apa didalam perut daddy ada adek bayi atau tidak" Tanya Rio yang mendapat gelengan dari Steven

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2