Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 72_Pergi Menjauh


__ADS_3

"Ish mas...bukan begitu maksudku! Kita ke kantor aja mas, ini sudah masuk jam kerja...masa sebagai karyawan baru aku telat masuk ke kantor, gak lucu mas" Gerutu Zena kesal,


"Kenapa? santai saja, kau akan masuk ke kantorku sebagai Nyonya Riski, bukan sebagai karyawan ataupun model..dan aku akan menyuruh Al untuk mengurus semua, kita akan ke KUA, tapi sebelumnya kita makan dulu, wajahmu pucat sekali, aku takut kamu pingsan" Ujar Riski tersenyum lalu melajukan mobilnya menuju KUA terdekat


Dari kejauhan Steven yang selalu memantau pergerakan mobil Riski pun terheran saat melihat mobil Riski berbelok


"Bukankah kantor mereka lurus? Tapi kenapa belok? " Gumam Steven dalam hati, dia langsung menepikan mobilnya dan menyuruh Sheila keluar


"Kau keluarlah, aku akan mentransfer uang ke rekeningmu" Ujar Steven membuat Sheila bingung


"Ta-tapi sayang, ini masih jauh" Tolak Sheila dengan wajah bingungnya


"Aku akan mentransfer uang 50 juta ke rekeningmu sekarang juga, tapi kau turun dari mobilku, aku akan mengadakan meeting penting dan aku tidak bisa mengantarkanmu, mengertilah aku shei! " Ujar Steven dengan nada lembutnya agar Sheila mau turun dari mobilnya


"Baiklah sayang, kau hati-hati bila perlu tambahkan 10 juta lagi" Jawab Sheila yang keluar dari mobil Steven


Saat Sheila keluar, Steven langsung mengendarai mobilnya kencang, dia akan mengikuti kepergian Riski dan istrinya


"Sebenarnya mereka mau kemana? Kenapa mereka berbelok,"


"Atau jangan-jangan dia mau membawa Zena pergi dari kehidupanku, tapi kan...dia tidak tahu jika Zena istriku"


"Aaaarrgggkkkhh...jika dia berniat kabur dengan pria brengsseekk itu, aku akan membunuh mereka"


***


"Mas...jangan gila, aku tidak pernah menjawab kalau aku setuju menikah dengan mu" Ujar Zena yang mulai kesal menghadapi Riski


"Zen, apa kamu benar-benar tidak memiliki perasaan apapun padaku? Aku mencintaimu tulus Zen, dan aku akan buktikan keseriusanku ini sekarang juga"


"Jika pacarmu berniat serius padamu, dia tidak akan membiarkanmu menunggu terlalu lama" Ujar Riski yang fokus pada jalanan, sebelumnya dia sudah menghubungi sekertarisnya untuk menyiapkan berkas yang akan diurus pernikahan Riski dan Zena, dan mereka langsung berjalan menuju KUA


"Ya Tuhan, baru saja aku terlepas dari singa dan kini aku sudah masuk saja ke kandang harimau.. "


"Bagaimana jika Steven tahu, pasti dia akan mengurungku dan tidak memperbolehkan aku keluar bebas lagi,"


"Zen!! Kenapa hidupmu sial terus! Kenapa kamu harus bertemu dengan manusia gila disepanjang hidupmu!! " Geram Zena dalam hati yang memakai dirinya sendiri


"Kau mau makan apa? " Tanya Riski saat hendak memarkirkan mobilnya di depan restoran


"Aku gak lapar, aku mau ke kantor mas, lebih baik kita ke kantor aja"

__ADS_1


"Tidak perlu sayang, kau akan menjadi Nyonya Riski jadi, kau tidak perlu ke kantor" Ucap Riski yang mengusap salah satu pipi Zena


"Mas! Aku gak mau nikah sama kamu! Aku sudah mencintai pria lain, mengertilah...aku sudah menganggapmu sebagai kakaku, jadi tolong mas...kita ke kantor ya" Rengek Zena, dia menepis tangan Riski yang menyentuh pipinya


Deg!


"Cintaku lebih tulus dari pria yang kau cintai Zen!


"Putuskan dia, lalu kita menikah, aku lebih dari segalanya daripada dia..


Hartaku lebih banyak dari dia dan kamu akan hidup mewah, semua yang kamu mau akan aku turuti, asalkan kamu mau menjadi istriku, aku tidak pernah mencintai seseorang tapi sewaktu aku pertama melihatmu, hatiku terasa berbeda, jantungku berdetak dua kali lebih cepat, bahkan aku selalu memikirkan bagaimana caranya agar kamu menjadi miliki Zen


"Kehilangan kabar darimu membuatku gila"


"Terimalah cintaku, aku berjanji, aku bersumpah, aku akan menjagamu dengan nyawaku sendiri" Ucap Riski membuat Zena menganga


"Aku tidak percaya jika mas Riski akan mengucapkan kata setulus itu seandainya saja yang berbicara itu Steven, pasti aku sangat bahagia" Gumam Zena dalam hati lalu seketika dia tersadar dari lamunannya


"Aku wanita kotor yang tidak pantas mendapatkan cintamu mas, percayalah suatu hari nanti akan ada wanita sempurna yang akan menjadi pendamping hidupmu"


"Dan itu bukan aku, karna selamanya aku tidak akan bisa menerima cintamu"


"Baiklah, jika sekarang kamu belum mencintaiku, tak apa...tapi setelah kita menikah, aku akan membuatmu jatuh hati padaku, dan sudah keputusanku dengan bulat, kita akan menikah sekarang


"Sekertarisku Al sudah didalam perjalanan mengurus surat nikah kita"


"Aku gak mau mas, kalau kamu terus memaksaku untuk menikah denganmu, dengan terpaksa aku akan mengundurkan diri dari perusahaanmu dan aku tidak ingin berteman denganmu lagi!!!" Jawab Zena kencang, dia berusaha membuka pintu mobil tapi dengan cepat Riski mengunci mobil dan menancapkan gasnya full


Melihat mobil Riski berjalan, Steven pun menancapkan gasnya dia membututi mobil yang ditumpangi Zena diam-diam


"Sebenarnya mereka mau kemana? Aku fikir mereka akan singgah ke restoran itu, tapi kenapa sekarang mereka pergi lagi? " Gumam Steven dengan pandangan yang fokus pada mobil Riski


"Kamu mau bawa aku kemana mas! Turunkan aku!!" Pekik Zena menatap tajam Riski, dia benar-benar tak percaya, orang yang selalu rendah hati akan bersikap mengerikan jika cintanya ditolak


"Mas!! Turunkan aku!! Atau aku akan lompat!! " Sambungnya lagi


"Kita akan segera menikah Zen, kamu yang sudah membuatku seperti ini, kamu yang sudah membuatku gila karna bayangmu"


"Kamu harus bertanggungjawab Zen,


"Aku mencintaimu Zen, kamu harus menjadi milikku! "

__ADS_1


"Gak mas! Aku gak mau menikah sama kamu! Aku sudah menikah mas!! " Teriak Zena membuat Riski mengerem mendadak


Ciiiiiitttt.....


Mobil Riski berhenti ditengah jalan membuat mobil yang berada dibelakang mobil Riski membanting stir


"Aww sakit mas! " Seru Zena saat tubuhnya terdorong kedepan dan membentur bagian depan mobil


"Ka-kamu sudah menikah? " Tanya Riski tak percaya


"Iya! Aku sudah menikah! Puas kamu!! Maka dari itu, aku tidak akan menerima cintamu, sekarang lepaskan aku! " Teriak Zena lagi, dia membuka pintu mobil tapi selalu tak bisa


"Zen, kamu bohong kan? Kamu belum menikah kan? Katakan itu semua bohong Zen katakan!!! "


"Katakan jika kamu sedang meng prank aku! katakan!!!" Pekik Riski sambil mengguncang tubuh Zena keras


"Mas sakit mas! "


"Lepasin, kamu membuatku takut,


"Mas Riski yang aku kenal orangnya gak sekasar ini" Ujar Zena sambil melepaskan tangan Riski yang mengguncang tubuhnya


Mendengar calon kekasihnya kesakitan, Riski reflek melepas tangannya yang mencengkram pundak Zena


"Maafkan aku Zen, maafkan aku"


"Maafkan aku, aku tidak bisa melepaskanmu, kau miliku Zen"


"Aku akan membawamu ketempat yang jauh, agar kita bisa hidup bahagia"


"Apa maksudmu mas, aku tidak mau!!


"Mas lepaskan aku atau aku teriak meminta tolong!! " Jawab Zena ketakutan, dia berusaha membuka kaca mobil dan meminta tolong,


"Diam! Aku akan membawamu pergi!! Jadi kau diamlah! " Bentak Riski membuat Zena diam, apalagi saat Riski mengeluarkan pisau kecilnya yang berada di saku jasnya


"Diam! Atau pisau ini akan-"


"Iya mas, aku diam...tapi singkirkan pisau itu" Titah Zena ketakutan


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2