Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 88_Terbang


__ADS_3

"Turunin aku Dave, dan jangan pernah jatuh cinta dengan wanita seperti aku, aku sudah bersuami" Ketus Zena


Dave menurunkan Zena, dia tersenyum lalu tertawa keras, membuat Zena bingung dibuatnya "Aku becanda Zen, aku sudah menganggapmu sebagai adikku, mana mungkin aku jatuh cinta dengan wanita yang sudah bersuami, apalagi suaminya orang yang sangat kejam"


"Bisa mati aku, dibunuh suamimu"


Pada akhirnya, setelah 5 menit berjalan kaki mmenyusuri jalanan yang luas, kini, mereka telah sampai di bagunan besar yang terdiri beberapa lantai dan beberapa ruangan


"Sekarang, masuklah, ini sudah malam, dan jangan lupa minum susu hamil yang sudah aku berikan padamu, agar anakmu sehat," Ujar Dave, saat sudah di depan pintu apartemennya


"Terimakasih Dave, Hati-hati... " Jawab Zena yang dibalas senyuman oleh Dave,


Disaat pintu sudah ditutup rapat dari dalam oleh Zena, Dave mulai berjalan menjauhi apartemen Zena, dia berjalan menuju lift, sebelum Dave masuk kedalam lift yang sudah terbuka, tiba-tiba dari kejauhan, Zena memanggilnya "Dave!!!" Pekik Zena yang sudah melepas kacamata dan cepolan di rambutnya, membuat salah satu pria yang sedang berjalan menghentikan langkahnya, lalu bersembunyi di balik dinding tembok agar tak terlihat


Merasa, namanya dipanggil, Dave memutar tubuhnya menghadap sumber suara, dia bisa melihat Zena yang sedang berjalan cepat padanya.


"Dave... Diluar hujan deras" Ujar Zena mendekati Dave, seketika Dave mengerti, dia berjalan ke arah Zena,


"Jangan takut, aku antar kamu masuk kedalam apartementmu, ibu hamil tidak boleh takut, kasihan bayi yang ada di perutmu" Jawab Dave yang diangguki Zena lalu mereka berjalan masuk kedalam apartemennya


Melihat orang yang dicarinya masuk kedalam apartemen bersama temannya, pria itu langsung memfoto dan mengirimkan barang bukti itu pada seseorang yang tak lain bossnya


"Sebentar, aku bilang pada Alexa untuk menemanimu" Ujar Dave yang melihat Zena ketakutan saat melihat cahaya kilat yang terang


Disaat Dave menghubungi karyawan perempuannya yang bernama Alexa, tiba-tiba terdengar suara petir yang menggelegar di luar apartmen membuat Zena menutup kedua telinganya ketakutan.


Duarr...


"Dave" Pekik Zena yang sudah menekuk kedua lututnya dengan tangan menutupi telinganya


Dave langsung meletakkan ponselnya lalu memeluk temannya, dia mengusap punggung temannya agar tenang


"Tenang Zen, ada aku disini" Ujarnya yang beberapa kali mengusap rambut panjangnya


"A-aku takut," Lirih Zena dengan tubuh bergetar dan tangan yang masih menutupi kedua telinganya


"Aku temani kamu, sekarang kamu tidur, aku tidak mungkin menyuruh Alexa datang dengan hujan deras seperti ini"


"Iya, seperti biasa ya, kamu temani aku disini, kamu tidur di kamar tamu"

__ADS_1


"Iya, sekarang kamu istirahat," Jawab Dave yang memapah tubuh Zena menuju kamarnya.


Setelah sampai dikamar, Zena merebahkan tubuhnya di kasur empuknya, dengan Dave berjaga di sofa kamar Zena.


Menunggu hujan reda adalah kebiasaan Dave saat menginap di apartemen Zena, dia dengan telaten menemani temannya sampai tertidur lelap


Setelah menunggu 1 jam lebih, akhirnya hujan pun sudah reda, dan kilatan petir yang beberapa kali terlihat sudah hilang ntah kemana, berganti dengan gemerlap cahaya bintang.


Melihat hujan sudah reda, Dave berjalan menuju Zena yang sedang tertidur, dia mencium kening Zena, setelah itu dia pergi meninggalkan Zena yang sedang tertidur pulas,


Dave berjalan menuju kamar satunya yang terletak di sebelah kamar Zena, setelah kejadian Zena di goda oleh tetangga unit apartemennya membuat Dave mengumumkan jika dia suami Zena, banyak orang yang percaya apalagi saat melihat perut Zena yang sedikit buncit.


***


Di dalam jet pribadinya, Steven yang sedang melakukan perjalanannya, tiba-tiba mendapat notif pesan dari Jeff, seketika Steven langsung merogoh sakunya dan mengambil ponselnya


Deg!


Mata Steven membulat sempurna, saat melihat foto istrinya yang sedang berada dalam pelukan pria lain, dia semakin terkejut saat melihat foto satunya lagi yang memperlihatkan Dave dan Zena masuk kedalam apartemen yang sama


Matanya memanas, tangannya terkepal kuat, tiba-tiba emosinya memuncak, "Kau! berani-beraninya kau masuk kedalam apartemen bersama pria lain! " Gumam Steven meremas ponsel keras,


"Cepat!! percepatan lagi!! aku tidak mau tahu! kita harus sampai 3 jam lagi!! " Pekik Steven keras, membuat pramugari yang sedang berjaga tak jauh darinya menganga


Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, sekarang jet pribadi Steven sudah sampai di bandara internasional LA, Steven langsung turun dari jetnya dan keluar dari bandara, sebelumnya dia sudah menghubungi Jeff untuk menjemputnya.


"Tuan Steven" Ucap Jeff sambil membungkukkan kepalanya


"Sekarang cepat antarkan aku pada istriku! dan kenapa ada pria lain yang masuk kedalam apartemen istriku! " Tanya Steven berjalan meninggalkan koper dan Jeff dibelakangnya


Jeff mengambil alih koper milik Steven lalu berjalan mengikuti dibelakang Tuannya.


"Maaf Tuan, dia bukan pria lain, dia adalah teman Nyonya Zena, dan saya hanya kebetulan melihat mereka di apartemen yang letaknya tidak jauh dari bandara," Jawab Jeff cepat


Arrgkkhhh


"Aku tidak suka istriku berada satu atap dengan pria lain Jeff! kenapa kau tidak menghajar pria itu dan membawa istriku padaku!! " Geram Steven, dia menendang ban mobilnya berulangkali


"Ma-maaf Tuan saya tidak berani, saya mengingat bahwa Nyonya sedang hamil, saya takut jika saya membawa Nyonya, akan berakibat buruk dengan kehamilan Nyonya"

__ADS_1


Arrggkhhh...


"Cepat! " Ujar Steven yang langsung masuk kedalam mobilnya,


Jeff mengangguk, dia langsung berlari memutari mobil, sebelumnya Jeff sudah memasukan koper milik Steven di bagasi mobilnya.


"Bagaimana keadaan istriku? " Ujar Steven saat mobil sudah melaju membelah jalan kota ini


"Baik Tuan, saya melihat Nyonya baik-baik saja, bahkan saya melihat wajah Nyonya yang terlihat bahagia"


Plak!


Steven memukul pundak Jeff keras "Jadi menurutmu, istriku tidak bahagia saat bersamaku hah! " Pekik Steven yang mendapat gelengan dari Jeff


"Bukan begitu Tuan, maksud saya... Nyonya dalam keadaan baik-baik saja" Jawab Jeff cepat,


Setelah beberapa menit akhirnya mobil Steven sampai di parkiran bawah tanah apartement.


Steven membuka pintu mobil dan berjalan masuk kedalam apartemen, diikuti oleh Jeff di belakangnya yang memberi arah unit apartemen Nyonya mudannya.


Ting...


Pintu lift terbuka, langsung saja Steven dan Jeff keluar dari lift dan berjalan menuju unit apartemen Zena.


Sebelum sampai di depan pintu unit apartemen Zena, terlihat Zena yang baru saja keluar bersama Dave didibelakangnya, mereka keluar dengan senyum dan tawa nya yang menghiasi percakapannya


"Oh iya Zen, kamu gak lupa kan, minum susunya?"


"Ingat bayi yang ada di dalam perutmu," Ujar Dave sambil merangkul mesra pundak Zena yang sedang tersenyum


"Udah habis, eh kelihatannya anakku besok mirip kamu deh,"


"Harus dong, kan aku Daddynya hahaha" Kekeh Dave yang mendapat cubitan dari Zena


"Awww sakit Zen" Ringis Dave yang melepas rangkulannya


...Cinta, terkadang... cinta itu tidak harus memiliki, walaupun sudah bertahun-tahun lamanya jika kita tidak berjodoh, Tuhan pasti akan memisahkan kita. ...


Huuaaa... terimakasih semuanya... aku merasa punya keluarga baru, komenan kalian sangat... sangat... memotivasi aku🥰😘

__ADS_1


...Btw, sebenarnya hari ini aku mau gak up, tapi berhubung mood bagus, gapapa kali ya, up 2 bab...


Bersambung😘


__ADS_2