Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 89_Melihat Kemesraan Istriku


__ADS_3

Deg!!


Steven langsung berlari dan bersembunyi di balik dinding tembok, diikuti oleh Jeff dibelakangnya.


"Tuan, kenapa Tuan bersembunyi, saya kira....Tuan akan menghajar pria itu, karna sudah lancang menyentuh dan mengaku ayah dari anak yang di dalam kandungan Nyonya" Ujar Jeff heran dengan Tuan nya yang ini diluar kendalinya, biasanya Tuan nya itu selalu menggunakan emosi saat menyangkut keluarganya, apalagi saat ini Steven melihat istrinya disentuh oleh pria lain.


Di satu sisi, Steven merasa sakit hati, saat Dave keluar dari apartemen bersama istrinya dengan mesra, belum sakit hati itu hilang, dia seperti ditusukan beberapa duri tajam lagi saat mendengar istrinya menginginkan anaknya mirip dengan teman istrinya


"Tuan! " Ujar Jeff lembut saat melihat tuannya melamun dengan pandangan kosong


Dave dan Zena yang tak melihat keberadaan Steven pun, terus berjalan sambil sesekali tertawa saat Dave menceritakan hal lucu baginya,


"Ibu ingin bertemu denganmu, katanya dia rindu dengan calon cucunya" Ujar Dave berjalan dibelakang Zena, sambil tangannya terulur memegang kedua pundak Zena dari belakang, mereka berjalan seperti sedang berbaris.


"Ibu? "


"Aku baru pertama kali bertemu dengan ibumu, tapi untuk hari ini, aku tidak bisa, aku sudah ada janji dengan dokter Rima untuk mengecek kandunganku" Jawab Zena sambil berjalan melewati Steven dan Jeff yang sedang bersembunyi


"Aku temani, sebagai suami yang baik, aku akan temani istriku ke dokter, aku juga ingin melihat anakku Zen"


Hust!!!


Zena menghentikan langkahnya membuat Dave hampir menanbrak istri pura-pura nya


"Sekarang panggil aku Nana, Dave"


"Dan masalah mengecek kandunganku, aku memang mau mengajakmu," Ujar Zena yang kembali berjalan lalu memencet tombol lift, mereka berdiri menunggu lift terbuka, tak ada henti-hentinya mereka tertawa, dan tak segan-segan Dave mencubit pipi Zena yang sudah berisi itu


"Aku kasih hadiah es krim 1 biji untukmu Na"


"Kok satu? Harusnya 3 es krim" Gerutu Zena kesal, lalu langsung masuk kedalam lift saat pintunya sudah terbuka


Setelah istrinya masuk kedalam lift bersama temannya, Steven segera keluar dari persembunyiannya,


"Jeff, kenapa bisa seperti ini! aku bahkan tidak pernah melihat istriku sebahagia ini" Ujar Steven bingung, dia mulai berjalan menuju lift


"Hahaha, ini yang dinamakan karma Tuan, karma... karma anda sedang berjalan Tuan, dulu anda mengkhianati istri anda sampai-sampai bermesraan di dalam hotel, sekarang giliran istri anda Tuan...hahahaha...enak tidak rasanya dikhianati ke dua kalinya oleh istri tercinta, semoga kali ini anda bisa berfikir bijak,


"Bagus, Nyonya...saya turut bahagia atas apa yang terjadi hari ini, biarkan Tuan Steven menyadari semua kesalahannya," Gumam Jeff dalam hati.

__ADS_1


Tak mendengar ucapannya dijawab oleh anak buahnya, Steven pun berhenti lalu berbalik pada Jeff, dia melihat Jeff yang sedang tersenyum-senyum sendiri


"Jeff!!! " Geram Steven saat melihat anak buahnya melamun.


Jeff yang sedang mengutuk Tuan nya pun tersadar, dia langsung berlari disaat mendengar teriakan dari Steven.


"Maaf Tuan," Ujar Jeff berlari menuju Steven, dia langsung memencet tombol lift agar pintu lift terbuka.


Menunggu beberapa menit dan Steven masih mencerna kata-kata yang selalu terngiang di fikirannya "Suami"


"Apa maksud mereka, kenapa pria itu mengakui anakku dan mengaku suami untuk Zena? ini tidak bisa di biarkan... jika seperti ini, anakku dan istriku akan berpaling padanya" Gumam Steven dalam hati.


Ting...


Lift terbuka...


Deg!!!


Steven dan Jeff mematung saat melihat wanita di hadapannya yang sedang mengusap perutnya


Tak hanya Steven yang mematung, bahkan Zena pun mematung saat melihat kehadiran Steven di hadapannya, sebisa mungkin dia mengontrol ke gugupannya saat melihat suaminya, mungkin saja suaminya tidak mengenali dia karna dia sedang menyamar.


"Dave, aku takut...dia pasti sudah melihat perutku, aku takut, jika anakku kelak akan diambil olehnya, semoga saja, mas Steven tidak mengenali aku" Gumam Zena yang berjalan cepat sambil sesekali melirik belakang, berharap suaminya tidak mengenalinya


Steven yang melihat istrinya pura-pura tak mengenalinya pun semakin geram, dia mengepalkan tangannya erat lalu berjalan menuju istrinya


"Berani-beraninya dia mengabaikanku disaat aku sudah melihat semuanya" Gumam Steven dalam hati sambil berjalan mengikuti istrinya.


Jeff yang melihat kemarahan dari Steven pun berusaha meredamkamnya, dia mengingatkan pada Tuan nya jika istrinya tengah hamil muda


"Tuan, sabar Tuan... ingat... Nyonya sedang hamil, jangan sampai Nyonya ketakutan" Ujar Jeff sambil mengikuti langkah lebar Steven.


Mendengar kata hamil, Steven tiba-tiba memperkecil langkahnya, kepalan tangannya pun sudah mengendur


"Zen!!! " Ujar Steven


Seakan tuli saat Steven memanggilnya, Zena justru mempercepat langkahnya


"Cepat dan tenang Zen.. tenang... " Gumam Zena saat dia tak bisa membuka pintu apartemen,

__ADS_1


Krek, pintu terbuka, dengan cepat Zena masuk kedalam apartemennya, tapi sebelum apartemen ditutup, tangan kekar Steven sudah menahannya


"Zena? " Lirih Steven sambil menatap istri kecilnya itu dengan kerinduan


"Ma-maaf anda siapa? " Tanya Zena yang berpura-pura tidak mengenal Steven sambil membenarkan posisi kacamatanya dan menutupi perutnya yang sedikit buncit.


Saat mendengar ucapan istrinya, tangan Steven mengepal erat, sebisa mungkin dia mengotrol emosinya


"Jangan berpura-pura lagi, aku sudah tahu, kalau kamu itu Zena istriku" Ujar Steven membuat Zena terkejut


Degg....


"Jangan... mas Steven jangan sampai tahu aku, aku tidak mau disaat mas Steven mengetahui aku hamil, dia akan mengambil anakku kelak" Batin Zena dalam hati


"Maaf, saya benar-benar tidak tahu apa yang dimaksud anda, dan nama saya, Nana... bukan Zena" Jawab Zena sambil tersenyum manis untuk menutupi kegugupannya


Dari kejauhan, Dave yang baru saja keluar dari lift, melihat dua pria yang sedang berdiri di depan apartemen temannya, segera Dave berlari, dia takut terjadi sesuatu pada Zena


"Sayang" Ujar Dave saat melihat Zena ketakutan,


Mendengar kata sayang, Zena langsung mendongakkan wajahnya "Dave" Panggilnya lirih


Dave menerobos masuk dan memeluk temannya itu agar tenang, "Siapa kalian... kenapa kalian mengganggu istriku" Ujar Dave sambil memeluk temannya


"Masuk kedalam Na, biar aku yang menghadapi kedua pria ini" Ucap Dave mencium kening Zena lalu menyuruhnya masuk kedalam


Melihat perlakuan manis pria dihadapannya kepada istrinya, emosi Steven semakin meledak, rasa sakit saat melihat kemesraan istrinya dengan temannya membuat Steven memberikan sebuah bogeman di perut Dave


Bugh!


Bugh!


"Kau! berani-beraninya kau mencium dan memeluk istriku hah!! " Pekik Steven membabi buta Dave


Hay.... yukkkk jangan lupa tinggalin jejak kalian, seperti like, komen, favorit, vote dan hadiah🎁


Love you all😘


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2