Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 15_Salah Paham


__ADS_3

"Ba-baik Tuan"


Zena yang sudah gelisah saat Riski tetap pada pendiriannya ingin mengantarkannya sampai ke depan rumah pun bingung, dia berusaha mencari berbagai alasan yang tepat, tak sengaja pandangannya menatap mobil mewah berwarna putih, mobil yang dia ketahui mobil suaminya, tangannya meremas ujung jaketnya, keringat menetes bercucuran, wajahnya semakin pucat, dan badannya sudah sedingin es,


"Mas cepat pergi, aku takut ada tetangga yang melihat, bisa habis aku dituduh yang tidak baik" Ucap Zena sambil sesekali melirik mobil suaminya


"Ada apa? Aku bisa bilang kalau aku dan kamu hanya partner kerja atau jika kamu tak keberatan aku akan bilang pada semua tetanggamu jika kita sepasang kekasih"


"Zen sejak pertama kali kita bertemu aku sudah menyukaimu Zen, dan kita sama-sama tidak mempunyai pasangan, izinkan aku untuk menjadi pasanganmu, menjagamu sampai maut memisahkan" Ucap Riski, dia berjongkok lalu mengeluarkan kotak merah yang berisi cincin berlian membuat Zena dilanda kecemasan yang bertubi-tubi


Di dalam mobil terlihat Steven mengepalkan tangannya erat dan sekertaris Nanda, dia mendadak keringat dingin, bagaimana bisa istri Tuan Mudanya di lamar dengan pria yang diketahui sebagai pemilik perusahaan tempat Zena bekerja


"Bedebah! Beraninya dia bermesraan di depan umum, apa dia tidak tahu jika ada kita disini Nda! "


"Aku akan turun, dan seret dia,"


"Ja-jangan Tuan, lebih baik saya yang turun dan menyuruh Nyonya untuk pergi"


Sekertaris Nanda langsung membuka mobilnya dia berjalan menemui Nyonya mudanya yang sedang kebingungan,


"Maaf Tuan dan Nona, mobil anda sudah menganggu saya, karna mobil saya mau masuk kedalam rumah ini" Alasan sekertaris Nanda membuat Zena tersenyum, bersyukur di sebelah jalan kecil terdapat rumah yang berukuran besar dan mempunyai garasi,


"Mas, sudah pergi, aku tidak bisa menerimanya" Tolak Zena


"Kenapa Zen?? apa ini terlalu cepat?? baiklah aku akan menunggumu, kau boleh memikirkan ucapanku, "


"Ta-tapi maaf, aku tidak bisa "


"Nona dan Tuan silahkan pergi, saya ingin memarkirkan mobil saya" Ucap sekertaris Nanda memberi kode pada Zena agar mengusir pria dihadapan Zena pergi"


"Mas, aku tidak enak, sebaiknya kamu pergi, aku sudah ditegur"


"Baiklah, maaf sudah mengganggu kenyamanan anda, sekali lagi saya meminta maaf" Titah Riski pada sekertaris Nanda

__ADS_1


"Aku pergi dulu, dan ini, peganglah cincin ini, jika kamu siap menerima lamaranku, kau bisa pakai" Ucap Riski meraih tangan Zena lalu memberikan kotak merah itu,


"Pikirkan baik-baik, maaf sudah menganggu kenyamanan anda, saya baru saja melamar wanita yang saya cintai, sekali lagi saya minta maaf"


Setelah mengucapkan maaf, Riski masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan Zena dan sekertaris Nanda mematung


"Aku harap sekertaris Nanda sendirian" Lirih Zena


"Ekhemm.


"Cepat masuk mobil! "Suara Steven membuat tubuh Zena semakin lemas, berusaha dia memasukan kotak merah itu kedalam saku jaketnya lalu menghampiri suaminya


"Tu-tuan, maafkan saya"


"Masuk! "


Setelah mendengar nada yang tak bersahabat, Zena masuk kedalam mobil diikuti oleh Steven, aura dingin dan mematikan membuat Zena membuat jarak pada suaminya, sekertaris Nanda pun sudah mengendarai mobilnya, tak ada sepatah kata hanya keheningan yang mengisi suasana mobil


Brugh..


"Wanita murahan! Sudah ku peringatkan, jangan berani-beraninya memliki kekasih saat masih berstatus istriku, apa kau benar-benar ingin melihat adik dan ibu kesayanganmu hancur hah!


"Okeh kalau itu maumu, aku akan pastikan besok kau menerima kabar buruk itu! " Ucap Steven sambil berjalan menuju pintu


"Jangan Tuan, bagaimana nasib mereka, mereka sudah terbiasa hidup mewah jangan Tuan, aku mohon jangan, ini kesalahanku, aku mohon hiks.. hikss" Zena bersujud memegang lutut suaminya, menangis dan memohon yang hanya bisa dilakukan Zena,


"Aku sudah memaafkanmu beberapa kali tapi kau selalu mengingkarinya, bahkan aku melihat fotomu dengan pose mesra dipajang di majalah dewasa,!


"Aku sudah membebaskanmu tapi rupanya kebebasan yang aku berikan sudah disalah artikan olehmu, biarkan kali ini aku akan menghancurkan keluargamu dan aku akan kembalikan kamu pada rentenir tua itu agar kau bisa melihat betapa seriusnya ucapanku! " Steven mendorong tubuh Zena dengan keras membuat Zena terjatuh terjungkal kebelakang lalu mengunci kamar,


Sekertaris Nanda yang berada di luar kamar segera mengikuti Tuan mudanya keruang kerja


"Panggil rentenir tua bangka itu, dan ambil saham milik FN Grup di Rey Group, aku sudah muak dengan semua ini! " Ucap Steven dengan amarah yang menggebu-gebu,

__ADS_1


Arrggkkkhhhh


"Aku gagal Nda, aku gagal, aku semakin benci dengan wanita itu! "


"Bawakan wine dan beberapa jala*g, bawa mereka ke rumah belakang!,


"Cepat!! Dan buang obatku, aku akan melampiaskan hasratku pada mereka"


"Baik Tu-tuan" Jawab sekertaris Nanda yang langsung pergi menelfon anak buahnya untuk mencari keberadaan rentenir tua itu dan mencari beberapa jala*g profesional, tugasnya kali ini hanya mengambil saham milik FN group ditempat Rey group


Dalam hitungan jam semua sudah terkumpul, perusahaan Rey tiba-tiba koleps dan rentenir serta beberapa jala*g sudah berada dirumah belakang, rumah Steven terbagi menjadi 2 titik, yang sekarang dia tepati adalah rumah utama dan rumah kedua hanya untuk menyandra tahanan atau musuhnya


Zena menangis saat mendengar kabar dari suaminya bahwa perusahaan keluarga ibunya sudah hancur, dan tangisannya semakin histeris saat melihat rentenir tua itu menatap lapar Zena,


"Ingat Nona! Jangan bermain-main dengan ucapanku! " Cengkram dagu Zena lalu Steven mendorong tubuh Zena pada rentenir tua itu


"Ambil dan kembalikan 50% uangku! " Ucap Steven dingin dan diangguki oleh rentenir tua itu


"Tolong Tuan, saya minta maaf tapi jangan serahkan saya pada dia, mau bagaimanapun kita sudah terikat dengan ikatan suci" Zena berusaha mengejar suaminya tapi sayang Steven sudah mengunci ruangan Zena dan pria tua itu lalu dia berjalan menuju kamar satunya, dia melihat sudah terjejer rapih beberapa wanita dengan tubuh polosnya dan tak lupa beberapa botol wine


Steven duduk dan salah satu jala*g menuangkan wine itu kedalam gelas lalu memberikan pada Steven dan beberapa jala*g lainnya berusaha menggoda Steven


Di dalam ruangan, Zena menggedor pintunya dengan kencang, berharap suaminya datang dan mengampuninya


"Akhirnya kita bertemu juga sayang" Ucap rentenir tua itu sambil melepaskan kemeja yang melekat pada tubuhnya


"Aku tekankan lagi! Jangan pernah dekati aku, aku sudah mempunyai suami," Ucap Zena dengan tubuh gemetar tiba-tiba bayangan Rey melecehkannya terlintas di otaknya membuat Zena ketakutan dia berusaha menggedor pintu lebih keras lagi


"Tuan buka pintunya!! "


"Sekertaris Nanda tolong aku hikss.. hikss.. "


"Tolong! Aku tidak mau disentuh oleh dia hikss.hiks" Tubuh Zena merosot ke lantai, hatinya semakin gelisah saat Paijo si rentenir tua itu semakin mendekat

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2