
"Bukan, eh gak, aduh gak gak gak...maksudku kaya gini " Ucap Zena gelagapan lalu mengatur nafasnya, setelah nafasnya teratur, Zena langsung menjelaskan ucapan bodohnya
"Itu mas, itu aku reflek...mana ada aku bicara seperti itu, apalagi malam... malam seperti ini, itu sama saja aku-" Zena melanjutkan ucapannya di dalam hati "Sama saja aku membangunkan singa marah" Sambungnya dalam hati
"Sama saja apa hah! " Geram Steven sambil menaiki ranjangnya membuat Zena merangkak menjauhi suaminya
"Mau apa mas,"
"Menurutmu? Apa yang dilakukan sepasang suami-istri di atas ranjang hem?"
"Tidur! " Jawab Zena cepat, dia mencari dan beraniat mengambil selimutnya yang terjatuh dilantai "Kita tidur mas, ini sudah malam hehe aku juga sudah mengantuk" Lanjut Zena berusaha mengambil selimut yang tergeletak dilantai
"Enak saja tidur! Kau sudah mengatai suamimu ini tidak tahu diri dan sekarang kau ingin kita tidur,
"Tidak bisa, aku akan menghukummu dulu baru setelah itu kita akan tidur, dan hukuman ini tidak termasuk dalam kategori cicilan hukuman pil KB" Ujar Steven membuat tubuh Zena merinding, dia benar-benar merutuki kebodohannya, selimut yang berusaha diraihnya sudah terhempas oleh kaki Steven, nyalinya semakin menciut saat melihat jam di dindingnya yang sudah menunjukkan pukul 1 malam
"Kira-kira kalau hukumannya ditumpuk boleh tidak, aku mau tidur dan aku-
"Eeeehhhh jangan mendekat, tubuhku bau mas, jangan mendekat, aku takut kamu muntah saat mencium tubuhku ini" Ujar Zena cepat saat melihat Steven melangkah merangkak kearahnya
"Mas, no! mas! mas! jangan... jangan... kita sudah melakukannya sore tadi dan kau bilang kakimu pegal jadi-"
"Jadi kita lakukan sekarang agar kakiku semakin pegal, bagaimana? " Jawab Steven cepat, kedua sudut bibirnya tersungging menampilkan senyuman yang sangat manis, tapi dimata Zena senyuman itu mengandung arti yang cukup mengerikan
"Mas! mas! jangan senyum mas! Kau membuatku semakin takut" Ceplos Zena yang tak lama langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Kau takut? " Tanya Steven yang diangguki Zena
"Biar aku berikan kenikmatan dunia agar kau tak takut padaku,
"Aku pastikan setelah ini kau tak takut melainkan merengek meminta lagi dan lagi" Jawab Steven lalu langsung membungkam bibir Zena dengan bibirnya
"Ah siall!" Gerutu Zena dalam hati saat mulutnya sudah terbungkam dengan bibir suaminya
__ADS_1
Akhirnya pergulatan panas di malam hari pun terlaksana, hasrat yang mendalam membawa istrinya masuk kedalam surga dunia,
Beberapa kali erangan terdengar ditelinga Riki dan fahri membuat mereka yang sedang terjaga menggelengkan kepalanya lalu tersenyum tipis
"Kira-kira Tuan dan Nyonya sehari melakukan beberapa ronde ya?" Tanya Riki pada Fahri
"Coba kau tanyakan saja, aku mana tahu"
"Oh iya, tadi kau di suruh apa oleh Tuan? kenapa aku tidak diajak? " Tanya Fahri yang penasaran
"Oh, Tuan bilang di dekat jendela ada tikus yang hampir mati, tapi setelah aku cari gak ada tikus, dan aku juga sudah coba mengetuk kaca jendela untuk berbicara pada Tuan, tapi tidak ada yang menjawabnya, mana hujan dingin lagi"
"Jadinya aku harus hujan-hujanan agar bisa naik keatas balkon, padahal aku mengetuk karna aku ingin meminta izin masuk lewat kamar Tuan karna diluar dingin" Keluh Riki yang memperlihatkan pakaiannya yang sudah ganti dan rambut yang masih basah karna hujan
"Malang sekali nasibmu teman haha"
***
Dia menggeliat lalu membuka matanya perlahan memastikan kejadian semalam adalah mimpi atau bukan,
Melihat tubuhnya polos dan dibalut dengan selimut, Zena menghembuskan nafasnya kasar
"Ah siall, semalam bukan mimpi" Gumam Zena yang termenung sambil menarik selimutnya yang sedikit turun dari tubunya
Krek, pintu kamar mandi terbuka oleh Steven, dia melihat istrinya yang sudah bangun sedang melamun
"Kau sudah bangun? Cepat bersihkan badanmu, ingat hari ini kau mulai bekerja di SC group" Ujar Steven
Mendengar kata bekerja, Zena langsung menepuk jidatnya, dia segera bangkit dan turun dari ranjang dengan selimut yang sudah turun ke lantai membuat Steven mengaga,
"Hei! Kau mau kita bermain lagi hah! Apa semalam kau belum puas sampai-sampai pagi ini kau menggodaku? " Ujar Steven dengan tatapan penuh arti
Melihat suaminya menatapnya dengan horor, Zena langsung mengambil selimut yang tergeletak dan dia segera membungkus tubuhnya dengan selimut itu lalu berjalan menuju kamar mandi
__ADS_1
***
"Kak! Kau kenapa? Kenapa dari kemarin kau hanya diam saja? Apa yang terjadi kak? " Tanya putra pada pria yang sedang mengaduk-aduk kopi hangatnya
"Jika kamu mencintai seseorang, tapi seseorang itu tidak mencintai kamu, apa yang akan kamu lakukan? " Tanya pria itu dengan wajah kusutnya
"Ya kejarlah, perempuan kalau di pepet terus lama kelamaan hatinya akan luluh, sama sepertiku, saat aku mengejar pacarku yang sekarang, aku selalu memberinya kemewahan bahkan aku rela meminjam mobil kaka yang terbaru agar bisa kencan dengannya" Jawab putra bangga membuat pria yang sedang mengaduk kopinya mematung,
"Bodoh! Apa kau tahu jika mobil itu akan kakak gunakan untuk mengelabui musuh, kenapa kau malah mmemakainya untuk kencan! Memangnya seperti apa pacarmu itu sampai kau tergila-gila padanya"
"Cantik, wajahnya mulus, tubuhnya standar dan dia anak hits dikampus aku, mobilnya juga keren, cuma beberapa hari ini dia susah dikabari, aku mau datangi kerumahnya tapi aku juga tak tau dimana rumahnya, yang aku denger-denger dari temanku, Ayah pacarku itu seorang pengusaha"
"Aku tahu, pasti kaka sedang jatuh cinta iya kan? Jujur aja kak! "
"Siapa orangnya? Apa orang itu yang dipeluk kaka sewaktu ditaman? " Tanya putra penasaran
Riski mengkerutkan keningnya heran saat mendengar ucapan adiknya yang nakal
"Jangan heran kak! Aku gak sengaja lihat kaka, sumpah! "
"Saran aku, pepet terus sampai dapat, laki membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan cinta dari seorang wanita,
"Pepet terus kak, jangan sampai lolos, atau kalau kaka mau belajar denganku cara menaklukkan hati wanita, boleh banget, dengan senang hati aku akan mengajari kaka, tapi tidak gratis ya kak, ada imbalan berupa uang" Ujar putra sambil menaik turunkan alisnya
"Selain hobi pacaran kau juga hobi memeras ternyata"
"Hei kak! ini bukan hobi, aku mahasiswa yang membutuhkan uang tambahan, jadi aku menawarkan diriku untuk menjadi guru percintaan kaka, bagaimana? apa kaka setuju?? "
"Oh iya aku lihat wanita itu cantik dan juga wajahnya tidak asing bagiku, apa mungkin dia artis?"
Bersambung😘
Yuk kasih like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁
__ADS_1