
"Zena baru saja sadarkan diri, dan dia memintaku untuk membawa kedua bayinya, tapi aku selalu menolaknya secara halus. Mungkin aku, akan meminta Zena memompa ASI nya saja," ujar Steven.
***
"Nyonya, apa dokter Irma ada di sini? di mana dia?" tanya Jeff setelah bossnya pergi.
"Dia sudah pulang, mungkin kelelahan karena membantuku," jawab Zena menatap Jack yang sedang bingung.
"Kenapa dia?" tanya Zena.
"Oh Jack, dia mabuk kendaraan. Jadi, seperti itulah, bahkan aku sudah memberikan saran untuk mengecek kondisinya, tapi dia tidak mau," ucap Jeff menjatuhkan bokongnya di kursi dekat ranjang Zena, "Nyonya mau makan apa? di sini ada beberapa buah, saya kupaskan untuk Nyonya, ya?" titah Jeff tersenyum.
'Hanya wajahnya saja yang sama, tetapi sikapnya jauh berbeda,' batin Zena.
"Aku tidak lapar, Jeff. Aku mau menemui anak-anakku!" jawab Zena mengubah posisinya agar menjadi duduk.
"Aww ... sakit," ringis Zena membuat Jeff dan Jack seketika panik.
"Nyonya, jangan banyak bergerak, Nyonya belum sehat!" ucap Jeff diangguki Jack.
"Benar, apa yang dikatakan Jeff, Nyonya belum sehat. Jahitan Nyonya masih basah."
"Tapi aku ingin melihat anak-anakku, aku bisa meminta tolong tidak? beritahu Mas Steven, suruh bawa Putra dan putri ku kemari, pasti dia haus," titah Zena.
"Biar saja saja, dan Jeff ... kau tunggu di sini. Aku akan menemui dan menyampaikan pesan dari Nyonya," titah Jack kemudian berjalan keluar kamar.
"Jeff, apa yang membedakan antara kau dan Jack, selain sifat?" tanya Zena penasaran.
"Em ... ada sedikit perbedaan antara kami, Nyonya. Salah satunya, ada di tanda lahir. Saya mempunyai tanda lahir dipunggung dan Jack tidak mempunyai itu, dan cara berpakaian kami juga berbeda," jawab Jeff mengupas buah apel dan memotongnya menjadi beberapa bagian.
"Em ... sejauh ini, aku tidak melihat perbedaan cara berpakaian kalian, bahkan aku melihat Jack menggunakan pakaian yang sama denganmu, hanya berbeda warna saja," ujar Zena sambil mengingat-ingat penampilan Jack selama dia tinggal di kediaman suaminya.
"Memang, itu semua karena perintah Tuan. Tuan meminta kami berpakaian sama, jika sedang bekerja."
"Memangnya, kenapa?" tanya Zena penasaran.
"Karena, Tuan merahasiakan kepada siapapun, jika kita kembar. Kita selalu ditempatkan berjauhan, jika berdekatan seperti ini, kita akan berpakaian sama. Agar kita bisa dengan mudah mengelabui semua orang," jawab Jeff memberikan potongan buah apel kepada istri Tuan nya, "Makanlah Nyonya."
__ADS_1
"Terimakasih Jeff," ucap Zena mengambil satu potong apel yang berada di piring kaca, "Lalu, di mana lagi, letak perbedaan kalian? selain berpakaian? tapi, aku penasaran dengan pakaian sehari-hari kalian, bisa tunjukkan foto kalian jika sedang tidak bekerja?"
"Sekarang saja Nyonya bisa melihat cara berpakaian kami berbeda," jawab Jeff.
"Tidak, aku tidak melihat, kalian memakai pakaian yang sama hanya warna yang membedakan kalian. Aku saja, mengetahui jika kau Jeff, karena sikapmu yang lembut," ujar Zena.
"Jack selalu mengeluarkan pakaiannya, dan saya tidak. Saya tidak suka dengan penampilan yang berantakan, sebisa mungkin ... saya menjaga penampilan saya," ucap Jeff membuat Zena berpikir lalu menganggukkan kepalanya. Dia baru menyadari cara berpakaian mereka memang berbeda.
"Dan satu lagi, Jack memakai kalung dengan bandul emas dan saya perak. Sampai saat ini, Nyonya bisa mengerti perbedaan kami?"
"Oh begitu, aku mengerti Jeff."
"Bagus, habiskan buah apelnya. Saya akan mengupasnya lagi untuk Nyonya."
"Oh iya, bagaimana kabar dokter Irma? Dia baik-baik saja, kan? aku sangat merindukan sosoknya," ucap Jeff.
"Baik, kabar dia baik. Dia sedikit lebih berisi," jawab Zena.
"Oh iya, kenapa Jack lama sekali? padahal, ruangan baby twin's ada di sebelah ruangan ini," tanya Zena.
"Bawa aku kesana Jeff. Aku ingin melihat anakku."
"Tapi Nyonya, keadaan Nyonya belum pulih. Dan saya, tidak bisa membawa Nyonya tanpa mendapatkan izin dari Tuan," jawab Jeff memberikan buah jeruk yang sudah dikupas.
"Jeff, aku sudah kenyang. Aku mau bertemu dengan anak-anakku!"
"Nyonya, jangan seperti ini. Sebentar lagi, Jack kembali dengan membawa baby twin's,"
"Jeff, antarkan aku sekarang juga!" titah Zena mengubah posisinya menjaga duduk, "Aww ... sakit," ringisnya.
"Nyonya ...." Jeff berusaha membantu istri Tuan nya duduk.
"Terimakasih Jeff, sekarang ... kau ambilah kursi roda, dan bawa aku ke ruangan baby twin's," titah Zena membuat Jeff menggelengkan kepala.
"Saya tidak bisa Nyonya. Saya belum mendapat izin dari Tuan. Bagaimana kalau Tuan marah dan memecat saya?"
"Apa Nyonya tega melihat saya di pecat? lalu bagaimana saya menafkahi istri saya kelak?"
__ADS_1
"Jeff! tidak ada yang memecatmu. Kau kan saudara jauh Mas Steven!" kesal Zena
"Nyonya tahu dari mana? pasti Jack yang memberitahukan semuanya?"
"Cepat! dari mana aku tahu, bukan urusanmu Jeff. Aku sama sekali belum melihat anak-anakku, aku ingin melihatnya."
"Biar saya saja yang mengecek, Nyonya tunggu saja di sini," titah Jeff membaringkan istri Tuan nya untuk beristirahat.
"Aku tunggu Jeff, jangan lama-lama. Aku benar-benar ingin melihat anak-anakku," ujar Zena yang diangguki Jeff.
"Baik Nyonya, saya permisi ...," jawab Jeff kemudian berjalan keluar kamar.
Di saat Jeff keluar dari kamar Zena, dia bisa Steven dan Tesa sedang berbincang, tapi lain halnya. Dia tidak melihat Jack di antara mereka. Perlahan Jeff melangkah menghampiri Steven dan Tesa.
"Tuan!" panggil Jeff membuat kedua orang yang sedang berbincang serius menoleh pada Jeff.
"Ada apa, Jeff? Bukankah ... kau ku tugaskan untuk menjaga Zena?" tanya Steven dengan tangan disilangkan di depan dada.
"Nyonya meminta saya, untuk membawanya ke baby twin's, apa boleh Tuan?" ujar Jeff ragu.
"Steve, berikan saja bayi laki-lakinya, dan bilang pada Zena, jika bayi perempuannya sedang tidur," timpal Tesa, "Kasihan istrimu, Ibu bisa merasakannya. Apalagi ini anak pertama bagi kalian," sambungnya lagi.
"Tapi Bu--"
"Mengertilah perasaan istrimu. Ibu akan meminta izin pada dokter yang menangani bayimu," ucap Tesa.
"Dan kau Jeff, kembalilah ke ruangan Zena. Bilang padanya, jika Ibu sedang meminta izin untuk membawa bayinya keruangan Zena," titah Tesa pada Jeff.
"Baik Nyonya," jawab Jeff kemudian pergi dan masuk ke dalam ruangan menantunya.
"Siapa yang menangani bayimu?" tanya Tesa, "Apa dokter yang kau ceritakan itu?"
"Iya, benar. Dokter Irma, biar aku saja yang meminta izin. Ibu tetap di sini menjaga anak-anakku," ucap Steven yang diangguki Tesa.
Setelah mendapat persetujuan dari Ibunya, Steven berjalan ke ruangan dokter yang menangani kedua bayinya. Samar-samar, Steven mendengar percakapan antara dokter dan seseorang dalam ruangan dokter Irma.
Bersambungš
__ADS_1