Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 66_Melati


__ADS_3

Pijatan yang diberikan Rani dan Siska sangatlah enak di tubuh Zena membuat Zena berfikir bahwa mereka benar-benar ahli Spa


"Sudah berapa lama kalian bekerjasama disini? " Tanya Zena lagi karna pertanyaannya yang tadi belum sempat dijawab oleh kedua pelayan yang sedang memijat tubuhnya


"5 tahun Nyonya" Jawab Siska membuat Zena terperanjat kaget


"Hah! 5 tahun! " Ulang Zena yang mendongakkan wajahnya


"Kalian bekerja disini 5tahun? Memang suamiku menyukai Spa? " Sambungnya kembali


"Tidak Nyonya,"


"Lalu? Untuk apa kalian bekerja disini jika suamiku tidak menyukai Spa? "


"Emm untuk-" Ucapan Rani terputus saat Siska melototkan matanya, dirumah ini setelah perceraian Steven dan Dinda tidak ada yang berani membahas mantan istri Steven, jika ada yang membahas, maka hari itu juga Steven akan memecatnya


"Maaf Nyonya, kami tidak bisa memberitahukan ini" Ujar Siska


Zena menghembuskan nafasnya kasar, "Baiklah, aku tidak akan memberitahukan pada suamiku jika kalian bercerita sedikit saja, tapi jika kalian tidak bercerita maka dengan terpaksa aku akan memberitahukan suamiku kalau kalian memperlakukanku dengan tidak baik, dan kalian akan di pecat saat ini juga" Ancam Zena, dia berharap ancamannya kali ini bisa membuat kedua pelayan itu membuka suara, karna Zena benar-benar penasaran dengan kisah cinta suaminya yang pernah kandas dulu


"Kalian mau berbicara atau mau aku adukan ke suamiku agar kalian dipecat" Tanya Zena sekali lagi saat tak mendengar jawaban dari kedua pelayannya


Benar saja, kedua pelayan yang sedang memijat tubuhnya kini tiba-tiba mematung, tak tahu harus berbicara dari mana yang terpenting mereka meminta ampun untuk tidak melaporkan mereka pada Tuan mudannya


"Maafkan kami Nyonya, bukan kami tidak mau memberitahukan pada Nyonya tapi-" Ucapan Rani terhenti saat Zena menimpalinya

__ADS_1


"Aku akan mengampunimu tapi bicarakan sedikit saja tentang mantan istri suamiku, aku tahu dia masalalu dan aku masa depannya-" Zena menjeda ucapannya "Masa depan suramku" Batin Zena


"Tapi aku hanya ingin mendengar sedikit saja" Sambungnya lagi sambil tersenyum manis


"Emm baiklah Nyonya, saya akan menceritakan mantan istri Tuan, jadi apa yang harus saya ceritakan Nyonya" Ujar Rani sambil memijat kembali


Aroma melati yang sangat menyengat membuat seluruh ruangan ini menjadi horor, apalagi letak ruangannya diujung dan tak terlihat dari tangga


"Wanginya sangat enak ya!,


" Aku hanya ingin bertanya kenapa suamiku bisa bercerai dengan mantan istrinya? " Tanya Zena sambil memejamkan mata, dia sangat menikmati setiap pijatan dari Siska dan Rani


"Karna Nyonya Dinda selingkuh saat Tuan menjadi miskin Nyonya, sewaktu perceraian mereka, kondisi perekonomian Tuan sedang tidak stabil, dan Nyonya Dinda mencari kesenangan diluar sana lalu mendapatkan pria yang lebih mapan, itu saja yang saya dengar Nyonya" Jawab Siska, karna Rani hanya diam saja


"Oh jadi tuanmu pernah terpuruk, oh iya sewaktu tuanmu terpuruk apa kau lihat sisi sombong dan angkuhnya masih ada? Dan juga sisi kejamnya? " Tanya Zena kembali, dia sama sekali tidak merasa iba pada Steven justru dia merasa senang dan semakin penasaran


"Aku? Karna aku? Hei kalian jangan asal bicara, mana mungkin karna aku" Zena tersenyum getir


"Itu pasti karna selebgram gadungan itu" Batin Zena


Setelah selama 3 jam Zena berada di dalam ruang Spa, kini Zena merasa tubuhnya segar kembali, seperti tubuhnya dulu yang sebelum menikah dengan Steven, wajah yang telah dimaskeri membuat beberapa kerutan diwajahnya menghilang sempurna.


"Terimakasih, sekarang tubuhku sudah segar dan wajahku sudah tidak kusam lagi, aku akan rutin kemari, dan kalian mau kan menjadi temanku dirumah ini" Ucap Zena yang diangguki siska dan Rani, bagaimana mereka menolak menjadi teman istri tuanya, bisa-bisa dia dipecat oleh Steven


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan Zena baru saja kembali ke kamarnya,

__ADS_1


Krek, pintu kamar dibuka pelan, merasa tak ada suaminya, Zena langsung berjalan dan menuju walk in closetnya untuk mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidurnya


"Lihat saja, kali ini tidurmu tidak akan tenang karna aroma tubuhku" Gumam Zena dalam hati sambil terkikik, dia memilih pakaian tidurnya yang berwarna putih setelah itu dia memakainya


Setelah siap dengan drama yang akan diperlihatkan, Zena berjalan keluar walk in closet dengan rambut digerai, dia berjalan menuju ranjang dan tak lupa mematikan lampu utama.


1 jam sudah Zena menunggu Steven dengan berpura-pura tidur, tapi Steven tak kunjung kembali, dia sangat ingin melihat ekspresi Steven saat mencium dan melihat penampilannya, dia sudah membayangkan Steven akan pingsan atau berteriak hantu kepadanya


Tepat dipukul setengah dua belas, Steven membuka pintu kamarnya, dia melihat lampu sudah dimatikan dan perlahan dia bisa mencium aroma yang tak biasanya.


Glek, Steven menelan salivanya, dia berjalan mendekati ranjang, tapi saat melihat ranjang, Steven tidak melihat keberadaan istrinya


"Dimana dia? " Gumam Steven saat sudah menduduki ranjangnya


"Dan kenapa dia bisa tahu aroma kesukaanku" Sambungnya dalam hati


Krek, pintu terbuka dari kamar mandi, Zena keluar dengan pakaian yang serba putih dan rambutnya dia gerai membuat Steven sedikit terkejut karna faktor lampu yang dimatikan


"Shiiit" Jantung Steven berdetak dua kali lebih cepat saat melihat istrinya berjalan menunduk menuju ranjang


"Oh rupanya dia berniat menakutiku, baiklah Nyonya Steven kali ini kau takkan lolos" Ujar Steven dalam hati yang menutup bukunya dan mulai merebahkan tubuhnya keranjang


Zena yang sudah merebahkan tubuhnya diatas ranjang pun terheran-heran, dia berfikir kenapa suaminya tak terkejut justru sekarang tangan Steven sudah melingkar dipinggangnya


"Apa wangi itu kurang menyengat? Tapi aku sudah menyuruh Rani untuk memasukan wangi itu sebanyak-banyaknya, atau hidung Steven bermasalah sehingga dia tidak bisa mencium aroma tubuhku? " Gumam Zena dalam hati yang berpura-pura tidur, tangannya menarik selimut sampai ke atas leher

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2