Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 131_Bau Parfum


__ADS_3

"Mom, mommy hati-hati," titah Rio melihat Zena berjalan tergesa-gesa.


"Ada apa dengan mommy, Dad?"


Steven mengedikan bahu lalu beranjak dari duduknya, "Ayo kita pergi, jangan sampai mommy pergi dengan Om Jeff," ujar Steven.


"Ayo Dad!" ujar Rio berlari.


"Mom- Mommy, tunggu Rio!" pekik Rio berlari mengejar Zena.


Zena menghentikan langkahnya, lalu memutar tubuhnya menghadap putranya.


"Mommy, Daddy meminta mommy untuk ikut dengannya," ujar Rio menggandeng lengan Zena.


Zena menghembuskan nafasnya saat melihat sang suami berjalan menujunya, "Ayo sayang kita berangkat," ucap Steven merangkul pundak Zena.


Zena melepas tangan suaminya, "Aku bisa sendiri Mas," ucap Zena, "Ayo sayang, kita jalan. Mommy tidak mau kamu telat," lanjutnya lagi.


Akhirnya Zena berjalan lebih dahulu dengan Rio diikuti Steven di belakangnya.


"Silahkan Nyonya," titah Jeff membukakan pintu mobil untuk Zena dan lainnya.


"Terimakasih Jeff, kau jadikan ikut denganku?" tanya Zena sebelum pintu mobil ditutup.


"Iya Nyonya, saya akan mengantarkan Nyonya dan Tuan," jawab Jeff, "Silahkan Tuan," ucap Jeff saat melihat Steven.


"Antarkan Rio ke sekolah, lalu antarkan aku dan istriku ke rumah sakit," ucap Steven.


"Baik Tuan," jawab Jeff menutup pintu mobil dan berjalan memutari mobilnya. Kemudian dia membuka pintu mobil bagian kemudi dan masuk.


Selama perjalanan menuju sekolah Rio tak satu katapun keluar dari mulut Zena, pandangannya terfokuskan pada pepohonan di pinggir jalan.


"Mom-mommy ada apa? Kenapa akhir-akhir ini mommy selalu diam. Ini bukan sikap mommy," tanya Rio melihat mommynya melamun.


Mendengar ucapan anaknya, Steven yang sedang fokus dengan ponselnya pun menatap istrinya. Dia mengusap pundak istrinya yang melamun.


"Rio, akhir-akhir ini mommy cape. Jadi, Rio tolong mengerti kondisi mommy ya," ucap Steven menarik tangannya lalu membelai kepala Rio.


Tak ingin berlarut dalam lamunannya, Zena mengambil ponsel dan mengetik di kolom pencarian 'Ciri-ciri suami berselingkuh', dan klik.


Banyak sekali beberapa artikel yang keluar, dengan telaten Zena mengeklik satu per satu artikel tersebut.


'Ciri-ciri suami berselingkuh :


1.Perubahan Penampilan yang Tiba-tiba.


Zena memperhatikan penampilan Steven dari atas sampai bawah, pakaiannya memang selalu rapih jika berangkat bekerja, tapi ada sesuatu yang aneh. Rambut Steven sangat tertata rapih dari hari biasanya dan bau parfum yang sangat menyengat membuat Zena tak ingin menatap suaminya lagi. Pandangannya sudah kembali ke layar ponselnya.


__ADS_1



Punya Rahasia di Ponselnya.


Zena kembali menatap suaminya yang asik mengetik sesuatu di layar ponselnya, 'Benar kan, tumben Mas Steven betah dengan ponselnya. Biasanya dia lebih menyukai iPad atau laptopnya,' batin Zena memalingkan pandangannya menatap layar ponsel.


'Awas saja, jika benar Mas Steven selingkuh. Akan kuhabisi dia beserta selingkuhannya, tak ada gunanya aku menangis lagi,'




Sulit Dihubungi.


'Mas Steven tidak sulit dihubungi tapi jika setiap malam dia selalu menghilang bagai ditelan bumi, apa ini sama artinya dengan sulit dihubungi,' gumam Zena dalam hati. Dia membaca baris berikutnya.




Jeff yang sedari tadi melihat gerak gerik dari istri Tuan nya pun merasa heran, dia menatap ekor mata istri Tuan nya yang selalu memandang ponsel serta suaminya.


'Sebenarnya kesalahan apalagi yang diperbuat Tuan, sampai-sampai Nyonya mencurigai seperti itu,' batin Jeff menatap Zena.


Di saat Zena membaca artikel selanjutnya, tiba-tiba dia merasa ada yang mencuri pandang padanya. Seketika matanya menatap seseorang yang sedang menatapnya.


Ekhem ...


"Ada apa Mom? Mommy sakit tenggorokan?" tanya Rio.


Steven melirik sekilas pada istrinya lalu menatap kembali layanan ponselnya, membuat Zena mendengus kesal. Fikiran tentang suaminya berselingkuh di belakangnya semakin menguasai otaknya.


"Tidak apa-apa sayang," jawab Zena mengusap kepala Rio.


Pandangan Rio tertuju pada ponsel Zena yang berada di aplikasi mbah google, dia sempat sekilas membaca tentang artikel yang sedang dibaca Zena.


"Mom, mommy membaca apa itu? Kenapa ada--" ucapan Rio terpotong saat Zena meletakkan jari dibibir anaknya.


Melalui gerakan matanya, Zena memberikan kode untuk putranya yang pintar bersandiwara.


Rio mengangguk, dia mengerti arti gerakan mata mommynya.


"Rio lihat Mom," ujar Rio berbisik.


"No sayang, Rio masih--" ucapan Zena terhenti saat melihat mobil yang ditumpangi sudah berada di depan sekolah.


"Kita lihat nanti. Sekarang Rio masuk sekolah agar menjadi anak yang pintar," titah Zena membuka pintu mobil.


"Biar saya saja yang mengantarkan Rio masuk ke kelas, Tuan dan Nyonya bisa tunggu di mobil," ujar Jeff menurunkan Rio.

__ADS_1


"Mom, sinih ...," titah Rio melambaikan tangannya agar Zena mendekatkan wajahnya.


Cup.


"Jangan bersedih Mom, Daddy orang yang setia," bisik Rio setelah mendaratkan kecupan di pipi Zena.


Zena tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, "Jangan jadi anak nakal," ucap Zena sebelum pintu mobil tertutup.


Setelah pintu mobil tertutup, Steven meletakkan ponselnya dan meraih tangan istrinya.


"Ada apa hemm? Jika aku mempunyai salah, maafkan aku," ucap Steven menarik tubuh istrinya kedalam pelukan.


Zena tersenyum kaku, dia mengendus-endus bau parfum yang berbeda dari hari biasanya.


"Mas, parfum kamu baunya beda?" tanya Zena menarik tubuhnya.


Steven mencium tubuh dan pakaian, seingatnya dia memakai parfum yang biasa dia pakai.


"Tidak sayang, aku pakai parfum yang biasa aku pakai," jawab Steven.


"Masa?"


"Ini beda Mas," ucap Zena


"Tapi benar, ini parfum yang kamu pilihkan sayang," jawab Steven.


"Aku tidak percaya. Coba aku pinjam ponselmu," ucap Zena tangannya menengadah.


Steven menggaruk kepalanya yang tidak gatal, 'Jika aku memberikan ponselku pada Zena, pasti dia akan melihat pesanku dengan dokter Riyan. Aku takut jika Zena tahu Riski sudah sadar, dia akan ketakutan,' batin Steven.


"Emm daya ponselku habis sayang, memangnya ada apa dengan ponselmu?" tanya Steven mengalihkan pembicaraan.


'Benar kan, Mas Steven menyimpan sesuatu di ponselnya. Pasti dia menyimpan nomor wanita simpanannya,' batin Zena memandang gerak gerik mencurigakan suaminya.


"Tidak ada apa-apa dengan ponselku. Hanya saja ponselku kehabisan kuota dan aku tidak bisa menonton drakor kesukaanku," ucap Zena bohong.


"Ya sudah, biar aku suruh Jeff membelikan kuota untukmu," jawab Steven menarik kembali tubuh istrinya.


"Kira-kira apa jenis kelamin anak-anak kita?" tanya Steven mengalihkan pembicaraan.


'Ya kan, dia mengalihkan pembicaraannya. Pasti Mas Steven takut ketahuan,' batin Zena.


"Kita sudah sepakat pada dokter untuk merahasiakannya Mas, tunggu sebentar lagi," jawab Zena menarik tubuhnya kembali saat melihat Jeff membuka pintu mobil.


"Jeff, kita langsung kerumah sakit," titah Zena.


"Baik Nyonya," jawab Jeff menyalakan mesin mobilnya.


"Nyonya, boleh saya singgah sebentar di minimarket terdekat?" pinta Jeff lagi.

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2