
"Apa syaratnya Tuan? Saya akan mengabulkan syarat itu" Ujar Rey yang tak ingin hidup susah, sudah 1 hari ini Rey mencari keberadaan sekertaris Nanda untuk membicarakan tentang keputusan Steven yang sepihak itu, dan pagi buta, sekertaris Nanda menghampiri Rey yang sedang tidur di emperan toko bersama anak dan istrinya
"Cukup mudah, kau meminta pada wanita itu, agar mau menuruti semua permintaanku, maka aku akan mengembalikan semua hartamu tetapi secara bertahap, karna aku tak menjamin jika semua harta sudah kuberikan padamu, dia tidak patuh kepadaku" Ujar Steven sambil menyalakan sebatang rokok dan menyalakannya
Asap rokok mulai tersebar dan tercium di seluruh ruang tamu, AC yang menyala membuat udara di penuhi dengan bau rokok
Zena yang mendengar ucapan Steven pun menjadi tak enak hati pada keluarganya,
Zena berjalan menyusul Steven dan duduk di samping Steven
"Apa yang kau lakukan? " Bisik Zena dengan nafas yang tak teratur, amarahnya ingin meledak saat Steven memperlakukan keluarganya seperti sampah
"Kau tidak bisa membuat keluargaku menderita karna ulahku" Sambungnya lagi, tapi Steven tetap menghiraukannya dia menghisap rokok itu dan membuang putung rokoknya kesembarang arah
"Zen" Panggil Maya, dia benar-benar kecewa dengan putri kandungnya ini
"Apa yang kau lakukan kepada Tuan Steven, kenapa kami yang harus menanggungnya" Sambungnya kembali
"Bu, maafkan aku" Lirih Zena
Vera memicingkan matanya "Maaf! Apa maafmu akan mengembalikan semuanya hah! Kau tahu! Kami berempat semalaman tidur di emperan toko karna ulahmu! " Seru Vera dia hendak bangkit tapi dicegah oleh Maya
"Kak, apa salah adit? Adit mau ujian dan kaka-" Adit menjeda ucapannya "Kaka mengacaukan semua cita-cita Adit, apa Adit tidak boleh bahagia kak? Adik tidak mau putus sekolah, Adit kecewa dengan kaka" Timpal adit, matanya memancarkan kekecewaan yang amat dalam
"Zen, apa sujud kemarin tidak cukup untukmu! Sekarang om sudah tidak mempunyai apa-apa bahkan uang seperakpun om tidak punya, bagaimana om akan membiayai kedua adikmu sekolah? "
"Apa kau menginginkan adikmu putus sekolah" Ujar Rey, didalam hatinya Rey merasakan ada sesuatu yang aneh dari Steven dan Zena tapi dia tidak berani bertanya karna akan memperumit masalahnya
"Zen, ibu mohon padamu, apapun masalahmu dengan Tuan Steven, jangan pernah membawa-bawa keluarga ini, keluarga kami tidak bersalah"
"Bu, Adit, aku jelaskan dulu, kita salah paham" Zena berusaha menjelaskan pada keluarganya tapi tak ada satupun orang yang mau mendengarkan penjelasannya
__ADS_1
"Jika kamu sayang dengan keluarga ini, maka kembalikan harta kami Zen, Vera butuh uang untuk kuliah, dan Adit, dia juga membutuhkan uang untuk sekolah, kita juga butuh tempat tinggal dan semua harta kami Zen, mohon mengertilah" Ucap maya lagi membuat Zena terpojokan
"Saya beri waktu 10 menit lagi untuk kalian membujuk wanita ini, jika dalam waktu 10 menit kalian tidak bisa membujuk wanita ini maka jangan harap, kalian akan mendapatkan harta kalian kembali sepeserpun! " Tegas Steven yang memainkan ponselnya lalu menghisap rokok yang berada di sela jarinya
"Zen kami mohon" Rey memohon pada anak tirinya
"Kaka, Adit mohon"
"Ibu juga mohon, apa perlu kita bersujud dikakimu lagi agar kamu bisa mengabulkan permintaan keluarga kami" Titah Maya yang sudah berdiri lalu Adit dan Rey juga sudah berdiri,
"Kak Vera cepat berdiri" Titah Adit saat kakanya tak mau berdiri
"Cepat! " Adit menarik tangan Vera lalu Vera berdiri
Mereka semua maju menghampiri Zena yang sedang mematung, perlahan mereka berjongkok dan membungkukkan tubuhnya untuk mulai bersujud
Zena semakin geram dengan Steven dan keluarganya, dia meneteskan air matanya, air mata kekecewaan kepada keluarganya,
"Apa yang kalian fikirkan hanya diri kalian sendiri saja, dan apa kalian tahu bagaimana rasanya aku tersiksa di dalam neraka ini"
"Aku benci kalian, dan aku benci kamu Steven," Geram Zena dalam hati yang langsung menghentikan keluarganya bersujud dihadapannya
"Aku akan mengabulkan permintaan kalian, aku akan menuruti semua perintah Tuan Steven, dan kalian bisa pulang" Ujar Zena semakin erat meremas gaunnya
Steven tersenyum saat mendengar ucapan istrinya, dia memasukan ponselnya ke dalam saku lalu menyuruh sekertarisnya mendekat
Sekertaris Nanda mendekat sambil membawa map berisi surat perjanjian yang menyatakan bahwa jika Zena mengingkari janjinya, keluarga Zena yang akan menanggungnya
"Tanda tangani surat ini" Titah Steven pada Maya dan Rey dilembar kedua karna lembar pertama hanya Zena yang boleh membacanya
Tanpa fikir panjang mereka berdua menandatangani surat itu tanpa membacanya dulu, yang mereka fikirkan hanya hartanya saja
__ADS_1
Lalu kertas itu beralih pada Zena, Steven menyuruh Zena membaca halaman pertama yang tak lain adalah membicarakan pernikahannya, pernikahan mereka akan di perpanjang sampai selamanya dan Zena harus memberikan anak untuknya
Zena ragu untuk menandatangani surat ini tapi melihat Rey dan Maya menatapnya, Zena langsung menandatangani surat itu dan berlari menuju lift,
Saat lift terbuka, Zena melihat Rio yang sedang menatapnya heran
"Mom, mommy menangis, siapa yang membuat mommy menangis? Apa om genit itu? " Tanya Rio yang melihat wajah sembab Zena,
"Tidak sayang, ayo kita ke kamar, mommy merindukan Rio" Titah Zena, beruntung lift itu berada dibalik tangga jadi keluarga Zena tak bisa melihat Rio, mereka hanya bisa mendengar samar-samar suara anak kecil yang memanggil mommy pada seseorang
"Silahkan kalian pergi dan ikuti sekertarisku, dia akan memberikan rumah pada kalian, hanya rumah saja, perusahaanmu masih berada ditanganku! " Ucap Steven pada keluarga Zena
"Ba-baik Tuan, terimakasih" Semua orang mengucapkan terimakasih dan tersenyum manis pada Steven
Setelah keluarga Zena pergi dari hadapannya, Steven mencari istri dan anaknya, dan melihat Rio yang sedang mengusap air mata Zena di dekat lift
"Sayang, apa yang kau lakukan" Ujar Steven yang melihat putranya memegang pipi Zena
"Dad! Mommy menangis, ada yang jahat pada mommy, pasti om genit itu dad! Kita harus berikan om genit itu pelajaran karna sudah membuat mommy Rio menangis" Ucap Rio yang memeluk Zena
Zena semakin menangis saat putranya memeluk dirinya, harapan untuk keluar dari rumah ini sudah hangus dan semua itu karna perbuatan suaminya
Hay gaes, Aku up banyak nih hari ini😂😂
yuk jangan lupa tinggalkan jejak kalian seperti like, favorite, komen, vote dan hadiah
Terimakasih atas dukungan kalian, Maaf aku telat up, tapi sebagai gantinya aku akan up banyak hari ini
Happy reading readers 😘
Bersambung😘
__ADS_1