
Jeff yang selalu mengandalkan perasaannya pun menjadi iba pada Nyonya mudanya, "Maafkan saya Nyonya" Ucap Jeff lagi dengan lirih membuat Zena menatapnya dengan tatapan aneh
"Maaf untuk apa? aku hanya ingin kau memberitahu kedua anak buahmu itu untuk tidak menjaga di luar kamarku, aku bukan tahanan yang harus diawasi 24 jam" Gerutu Zena lagi
"Maaf, saya tidak bisa, jika yang menyuruh bukan sekertaris Nanda atau Tuan Steven saya tidak bisa melakukannya Nyonya"
Zena mengedipkan beberapa kali matanya, dia tak percaya dengan pria yang dihadapannya "Memangnya aku siapa? Apa kau tahu aku istri dari Tuan mu! Jadi kau harus menuruti perintahku juga! " Ujar Zena yang tak ingin kalah
"Tapi sekertaris Nanda sudah memberi intruksi untuk memikirkan setiap perintah Nyonya"
Tangan Zena mengepal " Dimana sekertaris sialan itu! Aku mau berbicara dengannya "
"Sekertaris Nanda sudah pergi ke kantor, karna menggantikan Tuan Steven"
Di belahan bumi lain, Steven dan Sheila baru saja sampai dibandara, dan mereka sedang menunggu jemputan dari Jack di ruang tunggu
"Maaf Tuan saya sedikit terlambat" Ujar Jack yang baru sampai dengan nafas tak teratur
"Bagaimana keadaan Rio, aku dengar dia sudah sadar" Tanya Steven yang berjalan bersama Sheila lalu meninggalkan Jack dibelakang yang membawa tas milik Sheila
"Benar Tuan, Tuan kecil Rio sudah sadar dari kemarin, dokter yang mengurus Rio sempat terkejut karena hampir 5 tahun Rio koma dan tak ada perubahan"
"Syukurlah, bawa Sheila ke hotel atau travelling mengelilingi kota ini Jack, aku harus menemui Rio"
"Dan aku akan memakai taksi online saja" Titah Steven
"Sayang, aku tidak mau mengelilingi kota ini sendirian, aku mau bersamamu, aku sudah janji pada fansku kalau aku akan melakukan siaran langsung bersama kekasihku setelah sampai di negara ini"
"Ayolah sayang kali ini saja" Sheila merangkul manja lengan Steven, dia tak mungkin membuang waktu berharganya bersama kekasihnya
"Aku sudah mentransfer uang 100 juta, kau belanjalah dulu, setelah aku selesai menjenguk Rio, aku akan menemanimu"
Mata Sheila berbinar "Wah... Makasih sayang, baiklah aku akan menikmati uangmu dulu untuk membeli beberapa pakaian agar aku tampil cantik saat di dekatmu"
Steven tersenyum tipis lalu menganggukan kepalanya,"Jack bawa dia" Titah Steven yang diangguki Jack
"Mari Nona" Jack membuka pintu belakang mobil untuk Sheila, sebelum Sheila masuk kedalam mobil, dia memberi kecupan singkat dibibir Steven lalu masuk kedalam mobil membuat Jack yang melihatnya geleng-geleng kepala
__ADS_1
"Bawa dia ke hotel biasa, sebelum aku datang jangan tinggalkan dia, aku akan menjenguk Rio di rumah utama" Bisik Steven sebelum Jack masuk ke bangku kemudi
"Siap,"
Setelah mobil meluncur, Steven menghentikan taksi, lalu naik dan pulang menuju rumahnya yang dinegara J,
tidak membutuhkan waktu lama untuk Steven sampai di kediaman ibunya dan Rio, sebelum turun dia memastikan tidak ada yang mengikutinya dari arah apapun
Melihat Tuan mudanya datang, satpam yang bertugas menjaga kediaman rumah Steven langsung membungkukkan badanya memberi hormat,
"Selamat datang Tuan" Ujar satpam yang diabaikan Steven
Steven berjalan memasuki rumahnya yang sangat luas, bahkan rumah Steven termasuk rumah yang paling megah dan mewah diantara lainnya,
Para pelayan yang sudah diberitahu oleh pak satpam pun sudah berjejer rapih menunggu kedatangan Tuan mudanya yang jarang pulang
"Selamat datang Tuan Muda Steven" Ucap ketua pelayan yang biasa di sebut Carlos
"Hem"
"Dimana ibu? " Steven menyerahkan tas yang dibawanya pada Carlos
Setelah sampai di depan pintu kamar Rio, Steven menyuruh Carlos untuk pergi dan Steven pun masuk kedalam kamar Rio
Krek, pintu dibuka oleh Steven
"Daddy" Pekik Rio saat melihat Steven datang,
"Omah, daddy datang" Rio berusaha turun dari ranjang tapi dihalangi oleh Tesa karna infus yang masih terpasang di punggung tangan Rio
"Stop Ri, daddy yang akan menghampirimu" Cegah Tesa
"Daddy" Mata Rio berbinar, dia merentangkan kedua tangannya agar dipeluk oleh Steven
"Bagaimana keadaanmu sayang hemm" Steven memeluk dan mencium pucuk kepala Rio berulangkali membuat Tesa yang melihat adegan ini tersentuh hatinya
"Aku sudah baik-baik saja dad," Jawab Rio tersenyum
__ADS_1
"Daddy kemana saja? Kenapa daddy pergi saat Rio sadar, padahal Rio ingin orang yang pertama Rio lihat itu daddy" Sambung Rio sambil mengerucutkan bibirnya karna merajuk
"Oh jadi anak daddy ceritanya lagi ngambek nih,"
"Maafin daddy ya sayang, daddy harus pergi karna kerjaan daddy, daddy kan harus bekerja biar Rio sadar terus Rio bisa makan enak sepuasnya"
"Maafin Rio dad, karna Rio daddy harus bekerja keras dan meninggalkan omah sendiri disini untuk menjaga Rio" Lirih Rio sambil menundukan kepalanya
Steven mengelus pucuk kepala Rio, dia benar-benar tersentuh oleh perkataan anaknya ini "Rio mau ikut pulang bersama Daddy?"
"Apa boleh Dad? Nanti Rio mengganggu pekerjaan Daddy" Ucap Rio ragu sambil mendongakkan wajahnya
"Boleh dong, anak Daddy harus tinggal bersama Daddy"
"Dan Rio akan mempunyai Mommy baru disana" Timpal Tesa yang membuat mata Rio semakin berbinar
"Benar Dad? Aku mau, aku mau bertemu mommy" Ucap Rio dengan antusias, "Yeee.. Rio punya mommy baru, apa mommy Rio cantik Dad?" Tanya Rio kembali yang penasaran dengan sosok Zena
"Mommy Rio harus cantik, kalau tidak cantik Daddy tidak mau" Timpal Tesa membuat Steven melototkan matanya
"Yeee... Dad apa benar yang dibicarakan omah,, mommy Rio cantik? Apa Daddy punya fotonya? Rio boleh lihat wajah mommy? "Ucap Rio yang sangat antusias, dia hendak berdiri diatas ranjangnya tapi pergerakannya di cegah oleh Tesa dan Steven
"Rio, dengarkan Daddy dulu, mommy Rio memang cantik tapi, sekarang Rio harus sembuh dulu, setelah Rio sudah sembuh baru deh kita ketemu sama mommy" Akhirnya Steven menyetujui ucapan putranya
"Bu, bisa kita bicara, aku tunggu dikamarku! " Titah Steven lalu mencium pipi gembul putranya
"Daddy tinggal sebentar ya, Rio sekarang istirahat biar cepat sembuh"
"Jangan lama-lama Dad, Rio mau tidur dekat Daddy" Cegah Rio memegang lengan Steven saat Steven hendak bangkit
"Iya sayang, sinih cium anak Daddy tersayang" Steven mencium seluruh wajah Rio lalu pergi diikuti Tesa di belakangnya
"Oma, jangan lama-lama" Pekik Rio yang diangguki Tesa
Setelah mereka sudah sampai dikamar Steven, Tesa langsung duduk di ranjang putranya "Apa yang ingin kamu bicarakan nak? " Tanya Tesa membuka obrolan
"Apa ibu sudah gila, kenapa ibu memberitahu Sheila keberangkatanku kesini, aku tidak mau istriku berlarut dalam kesalahpahaman ini bu"
__ADS_1
"Dan kenapa ibu mengenalkan Zena pada Rio, bagaimana jika Zena tidak mau menerima Rio"
Bersambungš