Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 43_Tertangkap


__ADS_3

"Tidak perlu dibicarakan, semuanya sudah jelas! Kau membuat hidupku semakin terkekang"


"Nyonya.. Drt.. Drt.. " Saat sekertaris Nanda mencoba merayu istri Tuan mudanya untuk membukakan pintu, Tiba-tiba Steven menelfonnya


"Habislah saya Nyonya! Bulan ini saya tidak mendapat gaji karna Nyonya! " Seru sekertaris Nanda sebelum menggeser tombol hijau dilayar ponselnya


Mendengar tidak mendapat gaji, Zena langsung bangkit dan turun dari ranjangnya, dia berjalan membukakan pintu


"Rasakan! Itu akibatnya karna kau! " Tuding wajah sekertaris Nanda saat sudah membuka pintu kamarnya


"Kau sudah membuatku terjebak dalam rumah ini"


"Kau tahu! aku seperti mayat hidup yang terkurung disangkar emas! "


"Siapa yang membuatmu terjebak dirumah hah! dan siapa yang mengatakan jika kau mayat hidup?!" Ucap seseorang dengan suara yang tidak asing ditelinga Zena, membuat hati Zena yang sedang sakit bertambah sakit karna teringat dengan kemesraan suaminya bersama kekasih simpanannya


"Nanda! Ganti menjadi video call dan berikan ponselnya pada Zena! " Perintah Steven yang langsung dijalankan oleh sekertaris Nanda


"Pegang Nyonya" Titah Nanda pada Zena


"Kenapa harus aku! Yang punya ponsel siapa? kau kan? berarti kau yang berhak memegangnya" Ketus Zena yang masuk kedalam kamarnya tapi membiarkan pintu kamarnya terbuka


Steven yang mendengar istrinya menolak memegang ponsel Sekertarisnya pun akhirnya memerintahkan Nanda untuk mengubah kamera depan menjadi kamera belakang,


Perasaan rindu bercampur senang menyatu dalam diri Steven, melihat istrinya dalam keadaan baik membuat hati Steven tenang


"Nyonya, Tuan ingin bicara dengan Anda" Ucap sekertaris Nanda yang malas menjadi obat nyamuk untuk pasangan yang sedang dimabuk cinta tapi tak pernah mengakui perasaan masing-masing


"Please Nyonya, saya ingin ke kamar mandi" Sambungnya lagi, membuat Zena mau tak mau mengambil ponsel sekertaris suaminya


Melihat sekertaris suaminya pergi dari kamarnya, Zena langsung meletakkan ponsel itu diatas ranjang membuat Steven tak bisa melihat apapun karna gelap


"Hei! "


"Ambil ponsel ini, atau aku akan menjatuhkan perusahaan ayah tirimu" Pekik Steven saat dia sudah berada di balkon kamar hotelnya


Mendengar kata perusahaan dan ayah tirinya, Zena pun mengambil ponsel itu kembali


"Aku mau mengakhiri pernikahan kita, lebih baik aku menikah dengan rentenir tua itu daripada aku harus hidup seperti ini" Ucap Zena membuat tubuh Steven menegang

__ADS_1


"Aku tak sanggup menjalani semua ini, aku nyerah"


"Setelah kita berpisah aku janji, aku akan menikah dengan rentenir tua itu agar uangmu kembali,"


"Aku tak bisa hidup seperti ini lebih lama lagi, dan setelah kita berpisah kau juga bisa hidup bahagia dengan kekasihmu itu"


Deg!


"Apa maksudmu" Tanya Steven yang berusaha mengontrol dirinya agar tidak terbawa emosi


"Kau tidak bisa lepas begitu saja dariku! Kau harus memberikanku anak baru kau bisa lepas dariku"


"Sudahlah, aku cape, aku mau tidur, disini sudah malam," Zena berjalan keluar kamar dan mengabaikan ucapan suaminya, dia mendapati sekertaris suaminya sedang menunggu di depan pintu kamarnya


"Ini, aku sudah selesai, mungkin kalian ingin bicara" Sambung Zena lalu memutar tubuhnya untuk masuk kedalam kamarnya


Brakk!


Zena menutup kamar lalu menguncinya, dia tak mau jika ada seseorang yang masuk melihatnya sedang bersedih


Mendengar Zena marah, Steven menjadi tak tenang, dia ingin cepat-cepat kembali dan memeluk istrinya, tapi dia juga sudah berjanji untuk beberapa hari dinegara ini sambil menunggu keadaan Rio stabil


"Aku harus kembali ke Indonesia sekarang juga shei, tapi sebelum itu aku harus pergi menemui ibu, untuk membawa Rio"


"Rio? Siapa Rio? "


"Apa dia asistenmu juga? "


"Jangan banyak bertanya! Kau siap-siap saja, aku akan pergi sendiri untuk menemui Rio," Ucap Steven yang langsung pergi dari hadapan Sheila


Di dalam perjalanan mobil Steven diikuti oleh beberapa mobil yang tak dikenali, Jack yang melihat mobilnya diikuti pun langsung melapor pada Steven,


"Jack kita ngebut! Aku tidak mau berurusan dengan mereka, aku harus pergi menemui Rio dan kembali ke Indonesia"


"Baik Tuan" Jack semakin menancapkan gassnya, dia mengendarai mobilnya dengan lihai,


Ciittttttttt..... Mobil Jack berhenti terpaksa karna dua mobil sudah menghadangnya


"Sial!! Mereka sudah mengetahui jalan yang kita lewati" Ucap Jack memukul stir mobilnya dan Steven, dia terjungkal ke depan kepalanya membentur kaca depan

__ADS_1


Beberapa anak buah musuh berjalan menghampiri mobil Steven dengan menodongkan senjatanya mengarah pada mobil Steven


"Kita harus turun Tuan" Jack melepas sabuk pengamannya dan membuka kunci mobil


"Bawa pistolmu Jack, kita tidak bisa membunuh mereka dalam sekejap atau kita yang akan mati terbunuh"


"Benar Tuan"


Kemudian Steven dan Jack keluar dari mobil dan mengangkat kedua tangannya ke atas,


"Mau apa kalian hah! " Seru Steven saat beberapa anak buah itu menodongkan senjatanya tepat di kepala Steven dan Jack


"Bawa mereka!" Salah satu pemimpin anak buah itu memberi instruksi tapi sebelum Steven dan Jack dibawa oleh musuh,


Jack langsung memyemprotkan cairan cabe yang selalu dia bawa


"Aaa mataku," Ucap beberapa orang yang matanya kena semprot Jack


Semua anak buah langsung menatap rekannya yang berteriak tak lama kemudian menatap Jack


Steven yang merasakan ada celah pun, langsung mengambil senjata tajamnya dan Dor!! Dor!! Dor!!


Beberapa orang mati ditangan Steven, kini tinggal tersisa 3 orang yang siap Steven tembak, tapi sayang, 3 orang tersebut menyandera Jack,


"Turunkan senjatamu!" Pekik anak buah musuh yang mengalungkan tangannya ke leher Jack dan tangan satunya menodong pistol di kepala Jack


"Lepaskan dia! " Steven masih tak bergeming, dia tetap mengarahkan pistolnya ke arah musuh


"Letakan pistolmu itu ke tanah dan aku akan melepasnya"


"Cepat!!! "


"Tuan jangan lakukan ini, Tuan bisa mati, biar saya saja yang mati, Tuan pergilah" Ucap Jack yang melihat 2 orang musuh sudah mengarahkan pistolnya ke arah Steven, dan satu orang sedang menyandera Jack


Melihat kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya Steven meletakkan pistol itu ke tanah dan mengangkat tangannya keatas


"Aku kalah! " Ujar Steven lalu dibalas senyuman mengejek dari musuh


Bersambung🄰

__ADS_1


__ADS_2