Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 81_Melihatnya Masuk kedalam Mobil suamiku


__ADS_3

"Emm....jangan Dave aku mau langsung menemui suamiku di kantornya, aku takut jika aku pulang ke rumah, mas Riski akan menangkapku karna aku pernah memberitahukan posisi rumahku padanya" Ujar Zena tersenyum kaku, dia melihat sudah ada koper di dekat ranjangnya dan sudah dipastikan koper itu milik Dave, karna pelayan Dave dirumah baru saja menemui dan memberikan koper itu.


"Dave kapan kamu terbang? Aku bisa kok ke kantor suamiku sendiri" Sambung Zena yang masih menampilkan senyum kakunya


"Santai, penerbanganku jam 1 siang, masih sempat jika aku mengantarkanmu ke kantor suamimu, aku juga akan menjelaskan semuanya pada suamimu tentang kecelakaanmu, jadi suamimu tidak bisa menyalahkanmu atas kejadian yang menimpamu"


"Ta-tapi bagaimana dengan biaya rumah sakit? aku tidak membawa uang saat ini"


"Jangan khawatir,masalah biaya rumah sakit, aku sudah melunasinya"


"Makasih Dave, aku berhutang padamu, suatu saat aku akan mengembalikan uangmu" Jawab Zena yang mulai turun dari ranjang dan mulai berjalan pelan


"Hati-hati biar aku bantu" Titah Dave sambil memapah Zena


"Andai suamiku mempunyai sikap sepertimu pasti aku akan senang Dave, "


"Makanya kalau nikah bilang dulu sama aku, biar aku pastiin itu laki bener apa engga untukmu, kalau udah begini siapa yang rugi Zen, kamu juga kan? "


"Haha kau bisa saja Dave, selalu mengomel jika temannya melakukan kesalahan fatal"


"Itulah aku, aku berusaha menjadi teman sejati untuk semuanya"


Setelah berjalan melewati lorong rumah sakit, akhirnya mereka sudah sampai di parkiran bawah tanah


"Masuk Zen" Titah Dave pada Zena saat membuka pintu mobilnya


Zena mengangguk dia masuk kedalam mobil Dave lalu Dave menutup pintu mobil dan berlari memutari masuk kedalam kursi kemudinya


Dave menancap gas dan mobil pun mulai berjalan meninggalkan rumah sakit dan membelah ibu kota jakarta, hanya memakan waktu 30 menit, mobil Dave sudah sampai di depan kantor yang diyakini bahwa ini kantor suami Zena


Pandangan pertama Dave saat melihat gedung yang menjulang tinggi adalah pemimpin yang bijaksana perusahaan yang dipegang oleh pemimpin yang berjiwa tegas, berwibawa serta bekerja keras, tak percaya jika Kantor sebesar ini di pegang oleh suami Zena yang bersikap kejam dan tak punya perasaan


"Ini bener kantor suamimu Zen? " Tanya Dave dengan pandangan menatap FN group


"Iya Dave, ayo masuk" Ujar Zena membuka pintu mobil, sebelum pintu mobil itu terbuka Zena melihat wanita yang tidak asing baginya, wanita yang menjadi simpanan dari suaminya

__ADS_1


"Kenapa? " Tanya Dave saat Zena mengurungkan niatnya untuk keluar


"Dia Dave" Tunjuk Zena kepada wanita yang sedang menunggu seseorang, mata Dave menatap arah yang ditunjukkan Zena


"Siapa dia? "


"Bukannya dia selebgram yang lagi Hits, lalu untuk apa dia kemari Zen" Tanya Dave yang masih tak paham


Disaat Zena mau menjelaskan pada Dave, tiba-tiba terlihat mobil yang menurutnya tidak asing, dan Sheila masuk kedalam mobil tersebut


Air mata Zena kembali lolos, dia tak percaya akan di suguhkan pemandangan seperti ini, dia fikir suaminya akan mencemaskan keadaannya atau paling tidak menghargai perasaannya di saat kepergian nya


"Dave, boleh aku ikut kamu ke Amerika"


"Aku tidak mau kembali pada suamiku saat ini" Ujar Zena tiba-tiba membuat Dave kebingungan apalagi saat dia mendengar isakan tangis dan tubuh bergetar Zena


"Bagaimana dengan suamimu Zen"


"Dia sudah bahagia bersama wanita lain, dan aku akan melupakan perjanjian yang pernah aku tanda tangani padanya, aku kecewa Dave hikss...hiks...aku kecewa " Ucap Zena sambil menghapus air matanya yang masih menetes


"Tapi Zen,".


Dave berfikir sekali lagi, dia tidak bisa membiarkan Zena menaiki bus sendiri, akan bahaya jika mantan boss Zena mengetahui keberadaannya


"Jangan Zen, aku akan membawamu ke Amerika, kau tenang saja...aku akan selalu menjagamu dan anakmu


"Lebih baik sekarang kita ke bandara lalu memesan tiket" Ujar Dave melirik jam di pergelangan tangannya yang sudah menujukan pukul 11 siang


"Terimakasih Dave".


"Aku sangat berhutang budi padamu, setelah sampai di Amerika, aku akan berusaha untuk tidak merepotkanmu"


"Jangan difikirkan lagi, itu tidak penting, sekarang kita pergi ke bandara lalu sehabis memesan tiket kita makan siang, ingat perutmu"


"Hemm, lalu es krim ya Dave" Rengek Zena kembali, cuaca yang panas membuat tenggorokannya cepat kering

__ADS_1


"Iya" Ucap Dave mulai menancapkan gas pergi meninggalkan kantor Steven


Di dalam mobil Steven, sheila baru saja masuk kedalam mobil Steven dengan senyum yang mengembangkan, uangnya sudah habis dan dia berniat untuk meminta pada kekasihnya tersayang


"Sayang" Ujar sheila yang berusaha memeluk Steven tapi dengan kasar Steven menepis tangan sheila


"Turun!! " Seru Steven


"Turun dari mobilku!! " Pekik Steven emosi


"Steve, kau kenapa?? " Tanya sheila halus


"Turun!!!"


"Mulai saat ini aku tidak mau melihat wajahmu lagi!! "


"Ta-tapi kenapa sayang, hubungan kita baik-baik saja kenapa tiba-tiba kamu menyuruhku menjauhimu"


"Aku tidak akan pergi dari hidupmu, aku mencintaimu sayang" Rayu sheila, dia berusaha meraih lengan kekar Steven


"Turun!! Dan pergi sekarang juga!! "


"Steve... "


"Turun!!!"


"Atau aku bunuh kau!! " Sambung Steven yang mengambil pisau lipat di dalam kantong jasnya


Tubuh Sheila menegang saat Steven mengeluarkan pisau itu, sekali lagi dia berusaha membujuk Steven


"Sayang" Rayu sheila lagi yang dihiraukan oleh Steven


"Turun sekarang!! Atau aku bunuh kau sekarang juga!! "


Bersambung😘

__ADS_1


Hay kakak mau tanya nih, ngembaliin mood biar jadi happy itu bagaimana 😫


yok isi di komentar ☺


__ADS_2