Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 30_Berkunjung ke Rumah Mertua 2


__ADS_3

Dikeluarkan bungkus rokok dari sakunya lalu Steven mengambil 1 batang rokoknya dan menyalakannya


"Aku tidak ingin berbasa basi dengan kalian semua" Ucap Steven lalu menghisap rokoknya dan membuang putungnya kesembarang arah membuat Maya kesal karna lantainya kotor, baru saja dia mengepel lantai


"A-apa maksud Tuan Muda Steven" Tanya Rey yang bingung


Asap mengebul membuat seluruh sudut ruanga tamu bau rokok


"Anak dan istrimu sudah berani mempermalukan wanita yang ada disampingku! " Ucap Steven menghisap rokoknya lagi


"Apa kau tidak tahu, kau sedang berurusan dengan siapa! Apa kau ingin aku mengambil sahamku diperusahaan kecilmu itu? " Sambungnya lagi membuat Zena terkejut, dia mendongakkan wajahnya menatap suaminya tak percaya


"Apa yang aku dengar tidak salah? dia sedang membelaku? " Gumam Zena di dalam hati


"Ets, jangan senang dulu, pasti dia membelamu dengan iming-iming tidak gratis Zen" Sambungnya lagi, tapi sedektik kemudian Zena tersenyum senang, entah kenapa kenapa hatinya terasa bahagia saat mendapatkan pembelaan dari suaminya,


"Terimakasih" Bisik Zena pada Steven, dan Steven mengabaikannya


"Maaf Tuan, saya tidak tahu jika wanita yang bersama Tuan itu adalah Zena" Kali ini Maya meminta maaf, dia merutuki kebodohan Vera anaknya


"Ck! Maaf katamu! Bagaimana jika kau berada diposisinya! Dipermalukan di depan umum dan videonya sudah tersebar kemana-mana, bagaimana hah!" Bentak Steven sambil membuang rokoknya ke sembarang arah


"Hentikan Tuan!! " Pekik Vera yang sudah berdiri membuat Rey dan Maya menatap Vera, lalu mereka berusaha menyuruh Vera duduk dan tenang tapi Vera mengabaikannya


"Siapa yang mempermalukan dia hah! Apa yang aku ucapkan benar semua! Dia sudah menggoda Ayahku dan dia juga sudah menjadi simpanan om-om"


"Dan asal Tuan tahu, mungkin dia sedang mencari mangsa lalu menemukan Tuan untuk menjadi mangsa selanjutnya,"


"Jaga ucapanmu Ver! Duduk!! " Bentak Rey


"Ayah, aku ha-"


"Duduk! Ayah bilang duduk ya duduk! "


"Maafkan putri saya Tuan, saya mewakilkan keluarga saya untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Tuan" Ucap Rey


"Maaf? padaku? "

__ADS_1


"Memangnya istri dan anakmu menghinaku? minta maaflah pada Zena, karna yang dihina di depan umum adalah dia bukan aku! "


"Zen, maafkan kelakuan ibu dan Vera ya, Ayah tidak tahu jika mereka mempermalukanmu di depan umum" Ujar Rey terpaksa


"Ay-" Vera berusaha protes pada Rey tapi Maya sudah mencengkram lengan anaknya agar diam, seketika Vera diam, dia tak berani bersuara


"Hahah sekarang aku tanya padamu, apa kau memaafkannya? " Tanya Steven pada Zena,


Zena meremas ujung dressnya dia semakin terpojokan, di satu sisi dia merasa sakit hati dengan perlakuan keluarganya tapi disatu sisi dia kasihan pada keluarganya


"Ayo kita pulang, aku takut" Ucap Zena lirih sambil menggenggam tangan Steven,


"Jika kalian ingin meminta maaf, minta maaflah pada wanita ini, dan bersujudlah, jika tidak bisa! Jangan harap esok kau masih bisa menikmati kemewahan ini" Ancam Steven membuat Zena melototkan matanya, dia menggeleng kepalanya pelan


"Jangan, jangan lakukan itu" Sorot matanya memohon pada Steven, tapi Steven tetap mengabaikannya


"Tap-tapi Tuan, saya sudah meminta maaf mewakilkan keluarga saya"


"Dan Zena juga sudah memaafkannya, iya kan Zen, kau tak mungkin membiarkan ibu dan adikmu bersujud dikakimu" Ucap Rayhan


Tak ada sepatah kata dari Zena, Steven pun tersenyum


"Aku hitung sampai hitungan ke 3 jika tidak ada yang bersujud dikakinya maka jangan harapan aku akan-"


"Ba-baik Tuan"


"Cepat bersujud" Rey mendorong tubuh putrinya Vera untuk berdiri dan bersujud dikaki Zena


"Ayah, aku tidak mau! Harga diriku bisa hancur! " Ucap Vera yang tak mau bergerak sama sekali


Hitungan 1 sudah dimulai dan belum ada yang mau bersujud dikaki Zena


"2! "


Rey mendorong tubuh Maya untuk melakukan lebih dulu, "Cepat! Apa kalian ingin hidup susah ha! "Tekan Rey pada istrinya


"Sayang, apa kau sudah gila, aku suruh bersujud di kaki anakku, seharusnya dia yang bersujud meminta maaf karna dia sudah menggodamu! " Kesal Maya yang tetap duduk tak mau berdiri

__ADS_1


"2 setengah! " Teriakan Steven membuat Rey ketakutan,


"Cepat" Rey mendorong tubuh Vera dengan keras membuat Vera yang tak sigap terjatuh sujud dihadapan Zena


"Ayah! " Kesal Vera, tapi Rey memberikan instruksi lewat matanya


"Aku minta maaf! " Ucap Vera langsung berdiri


"Ck, tak ada ketulusan, aku hanya mengampuni seseorang yang benar-benar tulus" Steven berbicara sambil menyunggingkan senyum sinisnya


"Sayang jangan seperti ini, sudahi, ayo kita pulang" Bisik Zena tepat di telinga Steven


"Lakukan yang benar! " Ketus Rey pada putrinya


Setelah terpaksa dan membutuhkan waktu yang lama akhirnya Maya dan Vera bersujud di kaki Zena, dan Steven tersenyum menang


"Awas saja kau!! aku akan membuat perhitungan padamu, kau telah membuat harga diriku hancur" Gumam Vera dalam hati sambil meremas tangannya


"Zena kau benar-benar anak tidak tahu diri, ibu sangat kecewa padamu," Gumam Maya dalam hati


"Sudahkan! aku mau pergi ke kamar" Ucap Vera berdiri


"Duduk! masalah ini belum selesai" Pinta Steven tanpa menatap Vera


"Duduk saja Ver" Maya berusaha menenangkan putrinya dan benar saja Vera menurut, dia kembali duduk di sofa


"Sekarang giliranmu!" Titah Steven pada Rey


"Saya Tuan? " Tunjuk dirinya sendiri


"Ta-tapi kan saya tidak melakukan kesalahan apapun" Sambungnya lagi


Hey yuk, tinggalin komen, like hadiah dan favorit,


Author mohon dukungannya, bila perlu kasih saran juga


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2