Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 63_Berhentilah Mengikutiku


__ADS_3

"Eh jangan mas, rumahku dekat dari sini, aku tidak mau merepotkan kamu, kamu tenang saja Rio sedang bermain disana-"


"Dengan pria tadi? " Timpal Riski tiba-tiba membuat Zena mau tak mau menganggukan kepalanya


"Iya mas,"


"Siapa dia Zen, aku tahu bekas yang dilehermu bukan bekas kerokan melainkan bekas kecupan, memangnya aku orang yang bisa kamu bodohi,"


"Sebenarnya apa kurangnya aku dimatamu sampai-sampai kamu menolakku? Bukankah aku lebih baik dari pria itu-"


"Mas-"


"Jangan potong ucapanku! aku belum selesai bicara! " Bentak Riski emosi, dia mengusapkan wajahnya kasar saat tak sengaja membentak Zena, melihat wajah Zena terkejut lalu menunduk membuat Riski merasa bersalah, dia berusaha menggapai kedua tangan Zena


"Maafkan aku, maafkan aku Zen, aku khilaf, aku sudah membentakmu" Ucap Riski sambil menggenggam tangan Zena


"Lepasin mas"


"Jangan buat aku terpojokan seperti ini" Ujar Zena lagi, dia menepis kasar tangan Riski


"Zen! kau dengarkan aku! aku tidak yakin pria itu mencintaimu setulus cintaku padamu Zen"


"Apa maksudmu mas" Zena mendongakkan wajahnya lalu menatap Riski lekat, didalam hatinya dia merasa kasihan dengan Riski, dia sudah menganggap Riski sebagai kakaknya tapi ini adalah cara satu-satunya agar Riski bisa melupakannya dan mencari wanita lain


"Jika dia mencintamu, dia tidak akan memperlakukanmu seperti ini, lihat matamu yang sembab, lihat tubuhmu yang semakin kurus, lihat Zen! dia memperlakukanmu tidak baik, lebih baik putuskan hubunganmu dengan pria itu dan mulailah bersamaku, aku akan menerima segala kekuranganmu" Ujar Riski "Dan aku akan menerima Rio sebagai anakku" Sambung Riski kembali yang berusaha meyakinkan Zena


"Zen!! " Sapa seorang pria dari kejauhan membuat Zena dan Riski tersadar dan mencari sumber orang tersebut

__ADS_1


"Dave! " Gumam Zena yang masih bisa di dengar oleh Riski,


Dave berjalan kearah Zena dan dia tidak sengaja memakai warna pakaian yang sama dengan Steven membuat Riski menduga bahwa pria yang dicintai Zena adalah Dave


Dave berjalan menghampiri Zena lalu dengan reflek dia memeluk Zena "Aku rindu kamu Zen" Ucap Dave sambil memeluk Zena,


Riski yang melihat pemandangan itu pun terdiam, fikirannya sekarang adalah sosok pria yang berani memeluk wanita yang dicintainya, dia memikirkan beberapa pertanyaan yang mungkin dirinya sendiri tak bisa menjawabnya


"Aku juga merindukanmu Dave, oh iya ini perkenalkan dia boss aku di kantorku dulu"


"Dan ini, Dave, dia-" Ucapan Zena terhenti saat mendengar ponsel Riski berdering


Riski langsung merogoh ponselnya dan melihat panggilan masuk dari adik tersayangnya


"Kak! Kau dimana! Kau bilang hanya sebentar, ini sudah malam, aku rela membatalkan janji kencanku dengan pacarku karna kaka, tapi kaka malah menghilang! " Gerutu seorang laki-laki yang sedang menunggu Riski di dalam mobil


Riski menghembuskan nafasnya kasar "Huh! Ada sesuatu yang harus kaka urus, tunggulah beberapa menit lagi" Ujar Riski yang mematikan sambungan telfonnya lalu menatap Zena dan Dave yang sedang menatapnya


Mata Zena membulat saat Riski memeluknya dan bulu kuduknya berdiri merinding saat mendengar bisikan dari Riski, lalu tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh Dave, membuat Zena terkejut "Belum muhrim Zen, jangan mau dipeluk-peluk" Ujar Dave sambil menarik tangan Zena


"Ya sudah aku pergi dulu, sampai jumpa besok" Ujar Riski dengan sikap gagahnya yang berjalan menjauhi Zena, setelah melihat kepergian Riski, Zena pun langsung menatap Dave


Plak! Plak! Plak!


Pukulan mendarat di pundak Dave membuat Dave mengadu kesakitan


"Aww sakit Zen sakit! " Pekik Dave yang tak terima pundaknya dipukul,

__ADS_1


"Sakit tahu, memar nih pundak" Sambung Dave kembali sambil mengusap pundaknya yang habis di pukul Zena


"Kamu bilang apa tadi hah! Bukan muhrim? Lalu kenapa kamu memeluku di depan dia hah! kau benar-benar gila Dave" Ujar Zena kesal, lalu dia berjalan pergi menjauhi Dave,


Dave yang merasa ditinggal temannya pun segera mengejarnya"Zen tunggu! jangan tinggalin aku" Teriak Dave yang diabaikan Zena, kini fikiran Zena hanya fokus pada Steven dan Rio yang sudah menunggunya di dalam mobil,


"Biar aku antar kamu pulang," Ujar Dave yang menarik pergelangan tangan Zena agar berhenti berjalan


Zena menghentikan langkahnya dia berbalik menatap temannya "Dave, lepaskan! jangan ikuti aku! Kau tahu! Kau akan membuatku berada dalam masalah besar! berhentilah mengikutiku!" Ujar Zena melepas tangan Dave yang sedang memegangnya


"Kenapa? Aku berniat baik, aku mau mengantarkan kamu pulang, ini sudah malam Zen, lihatlah langit sudah berubah gelap" Jawab Dave sambil menunjuk langit yang gelap


"Dave! mengertilah aku! jika kamu temanku maka mengertilah perasaan temanmu ini! "


"Baik, aku akan mengerti perasaanmu tapi apa maksud pria tadi Zen? Kenapa pria itu memelukmu, ada hubungan apa kau dengannya, dan kenapa pria itu menyuruhmu bekerja lagi dikantornya,?


Kita kan teman Zen, cobalah ceritakan sedikit tentang percintaanmu dengan pria tadi" Ujar Dave sambil mengikuti Zena berjalan


"Aku dan mas Riski tidak memiliki hubungan apapun, aku juga tidak tahu jika dia akan memeluku Dave, lebih baik kau berhenti mengikutiku," Jawab Zena saat sudah berada di luar taman


"Mommy!! " Pekik Rio dari dalam mobil,


Rio yang tak sengaja melihat Zena sedang berbincang dengan seorang pria tampan pun segera membuka pintu mobil dan berlari kearahnya


Mata Dave kembali terbuka lebar saat anak kecil yang memanggil mommy ternyata berlari dan memeluk pinggang ramping Zena


"Mom, ayo pergi, daddy sudah menunggu" Ujar Rio yang melepaskan pelukan Zena lalu menatap pria di depannya

__ADS_1


"Mo-mommy" Ulang Dave terbata-bata, dia melirik sekilas pada anak kecil yang memanggil temannya dengan sebutan mommy lalu menatap Zena kembali


Bersambung😘


__ADS_2