
"Apa kau bilang!" teriak Jeff, amarahnya sudah tidak dapat terkontrol lagi, "Apa anak itu, anakmu!" sambungnya lagi.
Bugh!
Bugh!
"Kau bajiinggan! kau menghamili wanita yang aku cintai, di mana hati dan pikiranmu, hah!"
"Dasar bajinngann! aku akan membunuhmu sekarang juga!" pekik Jeff memberikan bogeman bertubi-tubi.
"Jeff, maafkan aku!" lirih Jack, tubuhnya terasa sakit. Baru saja, dia diberi pukulan oleh Steven, dan kini ... dia diberi pukulan lagi oleh adiknya.
Perasaan bersalah, membuat Jack terima akan pukulan yang diberikan adiknya.
"Hentikan!" teriakan dari Steven membuat Jeff menghentikan pukulan yang diberikan untuk Jack, "Hentikan, Jeff! kau bisa membuatnya mati!" sambungnya lagi sambil menarik tubuh Jeff yang berada di atas tubuh Jack yang sudah terkapar tak sadarkan diri.
"Lepaskan Tuan! aku harus memberinya pelajaran! dia sudah berani menghamili Irma!" ujar Jeff berusaha memberontak saat tubuhnya di tarik paksa oleh Steven.
"Dia Kakakmu! apa kau tega membunuh kakakmu sendiri, ha!"
"Biarkan saja, Tuan!"
"Biarkan saja, aku tidak terima dengan semua ini. Aku yang mencintainya, tapi kenapa Jack yang mendapatkannya, Tuan! kenapa! kenapa alam semesta ini tidak pernah berpihak kepadaku! kenapa Tuan!"
"Jeff, sabarlah. Sekarang, bawa dia ke ruang IGD, kita harus memberikan penanganan yang terbaik untuk Jack. Aku tidak mau hubungan persaudaraan kalian pecah, hanya karena seorang wanita!"
__ADS_1
"Aku membencinya! dan aku tidak mau menjalin hubungan dengannya lagi," ketus Jeff sambil menarik paksa tubuhnya dari Steven, kemudian pergi meninggalkan Steven dan Jack di halaman rumah sakit, beruntung mereka berada di lantai paling atas, ruangan VIP.
Setelah membawa Jack ke ruang perawatan, Steven berulang kali menghubungi Jeff.
"Bagaimana Mas? apa Jeff sudah bisa dihubungi?" tanya Zena saat melihat suaminya yang gelisah.
"Belum, belum ada kabar apapun," jawab Steven, "Sekarang, kamu istirahat, biar aku bawa putra kita ke ruangannya, " titah Steven berusaha mengambil putranya yang tengah berada dalam pelukan istrinya.
"Jangan Mas, aku mau dia di sini," ucap Zena menyentuh pipi merah putranya.
"Kira-kira, siapa nama untuk anak-anak kita Mas? Sedari tadi, kita belum membahasnya," sambungnya lagi
"Nama untuk anak-anak kita? aku sudah menyiapkan nama untuk mereka, tapi aku masih ingin merahasiakannya, besok akan ku beritahu," jawab Steven menjatuhkan bokongnya di kursi dan meraih jari mungil putranya.
"Semuanya mirip aku."
Steven tersenyum, dia menggelengkan kepalanya karena gemas dengan jawaban yang diberikan istrinya.
"Baiklah, aku percaya jika mereka anak-anakku," ujar Steven, "Dokter Irma hamil," sambung Steven membuat Zena menatap tajam suaminya.
"Jangan becanda Mas, dia belum menikah. Jangan sebarkan berita hoax, kamu bisa dituntut jika dokter Irma tahu," jawab Zena tak percaya.
"Aku serius, memangnya aku sedang tidak serius?" tanya Steven.
Melihat keseriusan di mata suaminya, tiba-tiba Zena memukul dan melempar bantal yang berada di sampingnya kepada suaminya.
__ADS_1
"Apa Mas! kamu bilang apa! hamil!" geram Zena.
"Sayang, sayang ... yang benar saja, kenapa kau memukul dan melemparku dengan bantal! memangnya aku salah apa?" tanya Steven menangkap bantal milik istrinya.
"Salah apa Mas! pasti kamu kan, yang menghamili dokter Irma! atau ... Jangan-jangan Jeff kabur karena mengetahui dokter Irma hamil anakmu! ingat Mas, aku baru saja melahirkan, dan kau malah memberiku kejutan yang sangat luar biasa! kau menghamili dokter yang menangani istrimu sendiri, hah!" pekik Zena m, kemudian menepuk-nepuk bayinya yang menggeliat.
"Sayang, jangan salah paham dulu. Memangnya sejak kapan aku menjalin hubungan dengan dokter Irma, aku masih waras. Aku tidak mungkin mengkhianati istriku yang sudah memberiku anak-anak yang lucu," jawab Steven.
"Lalu siapa yang menghamili Irma? dia belum menikah, Mas!"
"Dan menurutku bukan Jeff, karena Jeff berada di luar negeri!"
"Ngaku saja, Mas! kamu kan yang menghamili dokter Irma! intinya, aku tidak mau di madu Mas," ketus Zena.
"Haduh, kamu salah paham sayang, yang menghamili dokter Irma adalah Jack!" ucap Steven membuat Zena yang baru saja meminum air putihnya tersedak.
Uhukk ...
Uhukk ....
"Yang benar saja Mas, sejak kapan Jack seperti itu? aku pikir dia sangat kaku. Attitude nya bagusan Jeff, bisa-bisanya Irma mencintai pria seperti itu!"
"Aku pikir cinta Irma hanya untuk Jeff, ternyata ... dia bisa berpaling juga, tapi tunggu sebentar!" Zena menghentikan ucapannya, dia mulai berpikir kemudian menutup mulutnya tak percaya.
"Jangan bilang, ini rencana kalian? rencana membalas dendam kalian karena dokter Irma sudah membuat Jeff koma? Iya, kan Mas?" tanya Zena sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Bersambungš