Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 65_Ruang Spa


__ADS_3

"Rio takut, dulu sewaktu Rio kecil, Rio selalu di ejek oleh teman-teman karena Rio gak punya mommy"


"Rio takut mom, Rio juga diejek saat bermain dengan teman Rio yang sudah besar, Rio pernah hampir di buang kejurang karna Rio mengadukan pada daddy jika teman-teman Rio jahat dan daddy tidak terima, dia melaporkan teman-teman Rio pada daddy dan mommynya"


"Rio gak mau punya temen, cukup mommy saja yang jadi teman Rio, please"


"Rio janji deh, Rio gak akan nakal" Ucap Rio memohon, dia mengatupkan kedua tangannya di depan dada, air mata serta keringat yang menetes membuat Zena tak tega, tapi bagaimanapun ini juga demi kebaikan putranya,


Setelah berdebat dengan putranya, akhirnya mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di kediaman rumah Steven


"Rio!! Rio sayang!! Tunggu mommy" Seru Zena saat putranya berlari kedalam rumah karna kecewa,


"Rio! dengarkan mommy! " Sambungnya lagi


Saat Zena berusaha mengejar putranya, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Steven "Biarkan saja, jangan terlalu memanjakannya, biarkan Rio berfikir, jika kita terus memanjakannya bagaimana dia bisa berfikir dewasa," Ujar Steven "Lebih baik kita masuk dan kamu bersihkan dirimu" Sambungnya kembali


"Ta-tapi mas"


"Aku tidak ingin dibantah! " Jawab Steven sambil menyeret lengan Zena menuju lift, karna lift sedang dipakai Rio, mereka harus menunggu sampai lift itu terbuka.


Setelah lift terbuka, mereka berdua berjalan dan memasuki lift.


Tak ada yang berbicara di dalam lift, hanya yang terdengar suara hembusan nafas mereka saja.


Ting...


Pintu lift terbuka, mereka keluar dan berjalan menuju kamar mereka dengan posisi tangan Steven masih memegang tangan Zena


"Kita sudah sampai dikamar mas, lepasin tanganku? Mau sampai kapan tanganmu memegang tanganku, aku juga tidak akan kabur" Ujar Zena yang mengingatkan Steven untuk melepas tangannya


Seketika Steven langsung melepaskan genggamannya, dia berjalan dan duduk di atas ranjang


"Kemari" Ujar Steven sambil melambaikan tangannya


"Aku? " Tanya Zena sambil menunjuk dirinya sendiri

__ADS_1


Steven memutar bola matanya malas "Hem! Kemarilah! " Seru Steven lagi


Zena mengangguk, dia berjalan dan duduk di samping Steven dengan jarak sedikit jauh "Ada apa? " Tanya Zena sambil mendudukan bokongnya diatas ranjang


"Kenapa kartu yang aku berikan tak pernah dipakai oleh mu? Apa kau ingin benar-benar membuatku menjadi suami yang tak bejus dalam merawat istri hah! Atau kau tak suka dengan kartuku! Aku tidak suka wanita yang jual mahal dalam urusan uang!' Ujar Steven sambil mengambil bantal lalu menaruh di punggungnya agar dia bisa sedikit bersantai dan tak lupa kakinya dia luruskan diatas ranjangnya yang empuk


"Aku sudah pernah memakainya"


Mendengar istrinya berbicara, Steven menyunggingkan sudut bibirnya "Apa aku membatasi jumlah uang dikartuku? Pijat kakiku, karna aku menyusulmu dan Rio kakiku menjadi sedikit pegal"


"Hem" Ketus Zena yang langsung memijat kaki Steven


"Emm ternyata pijatanmu lumayan juga" Gumam Steven sambil memejamkan matanya


"Oh iya, aku peringatkan lagi padamu, jika dalam seminggu ini kau tidak menggunakan kartu itu maka, bersiap-siaplah aku akan mengurungmu dirumah ini dan akan aku putuskan kontrak kerjamu di SC group"


Mata Zena membulat sempurna, tak sengaja karna terkejut Zena memijat kaki Steven dengan keras membuat Steven mengadu sakit "Sakit bodoh! Kau berniat membuatku lumpuh apa! " Ujar Steven sambil menepis tangan Zena


"Kau yang bodoh! Jika membuatmu lumpuh adalah hal yang terbaik, aku akan lakukan itu sekarang juga" Gumam Zena dalam hati


"Selain kau bodoh, ternyata kau juga tuli"


Steven tersenyum puas "Bagus, rawatlah dirimu karna selain menjadi menjadi model, kau juga hari mencicil hutangmu itu,"


"Sekarang minggirlah, aku mau keruang kerjaku" Sambung Steven membuat Zena berdiri dan melangkah mundur


Sebelum beranjak dari tempat tidur, Steven kembali menatap Zena, "Bersihkan dirimu diruang Spa, ruangannya ada di lantai 2, ingat kau harus meminta mereka mengganti semua sabun, gantilah dengan rasa varian baru, jika tidak... aku tidak akan mengampunimu" Ujar Steven yang berjalan meninggalkan Zena yang sedang mematung


"Ru-ruang Spa? kenapa aku baru tahu di rumah ini ada ruang Spa? apa rumah seperti rumah serba ada? Dan kenapa dia menyuruhku untuk mengganti varian rasa? A-apa ini ada hubungannya dengan mantan istrinya atau ruang itu milik ibunya? " Gumam Zena linglung, dia berjalan keluar kamar sambil menuruni tangga karna lift sudah dipastikan dipakai Steven.


Setelah sampai di anak tangga pertama, bi sari datang dengan langkah terpogoh pogoh, "Maaf saya yang telat nyonya" Ujar bi sari pada Zena membuat Zena terheran-heran


"Mari saya antarkan, Tuan muda Steven menyuruh saya untuk mengantarkan Nyonya keruang Spa yang berada di lantai dua" Sambungnya kembali membuat Zena paham apa yang dimaksud oleh bibi


"Jadi dia menyuruh bi sari untuk mengantarkanku," Gumam Zena dalam hati

__ADS_1


"Oh iya bi, aku baru tahu disini ada ruang Spa, memang Steven suka merawat tubuhnya atau ruang itu milik ibunya? " Tanya Zena yang penasaran, bi sari yang mendengar pun tersenyum lalu menggelengkan kepalanya


"Apa sebaiknya aku menceritakan pada Nyonya tentang mantan istri Tuan itu ya, tapi bagaimana jika Nyonya mengadu pada Tuan" Gumam bi sari dalam hati


"Lebih baik Nyonya tanyakan sendiri pada Tuan, karna bibi tidak berani menceritakannya," Ujar bi sari yang menuruni anak tangga bersama Zena


"Baik bi" Jawab Zena tersenyum kaku


Setelah mereka sampai di lantai dua, bibi langsung membawa istri Tuan mudanya kedalam ruangan yang paling ujung, ruangan yang tak pernah Steven kunjungi setelah perceraian dengan Dinda


Krek, pintu terbuka oleh bi sari, Zena bisa melihat 2 orang pelayan yang sudah siap untuk memanjakan tubuhnyq


"Silahkan Nyonya" Ujar bi sari yang mempersilahkan Zena masuk kedalam ruangan


"Dan kalian, ganti semua yang ada dengan varian baru, berikan tester pada Nyonya agar Nyonya bisa mencoba beberapa varian baru" Titah bi sari kepada dua pelayan yang baru saja memberi hormat untuk Nyonya mudanya


"Baik" Ujar kedua pelayan tersebut,


Salah satu pelayan masuk menyiapkan tester dan salah satu pelayan lagi mempersilahkan Zena untuk memulai ritualnya


"Kalian sudah bekerja berapa lama disini? Kok aku baru melihat kalian? " Tanya Zena yang duduk sembari mencium banyak varian rasa untuk mempercantik dirinya


"Dan siapa nama kalian" Sambungnya lagi


"Saya Rani Nyonya"


"Dan saya Siska" Ujar kedua pelayan tersebut


"Nama yang cantik, oh iya aku mau pake varian ini saja" Ujar Zena yang membuat kedua pelayan mengkerutkan keningnya


"Nyonya yakin, ini melati Nyonya" Ujar Rani tak percaya


Zena mengangguk "Aku yakin, ayo kita mulai" Jawabnya lalu dia bangkit dan mencari tempat tidur untuk memijat tubuhnya


"Hahaha rasain suami jahat, bagaimana ya melihat ekspresinya saat aku keluar dengan bau melati, malam ini akan kupastikan tidurmu tidak nyenyak karna aroma tubuhku, enak sekali kau menjelek-jelekan tubuhku dan kau membanggakan tubuh simpananmu"

__ADS_1


"Sekarang rasain, aku akan menjadi setan di malam hari" Gumam Zena dalam hati,


Bersambung😘


__ADS_2