Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 59_Pengganggu Tuan Kecil


__ADS_3

Setelah menguatkan hatinya Zena beranjak menuju bak mandi yang sudah terisi air hangat,


"Kau harus menaklukkan hatinya, maka hidupmu akan jauh menyenangkan, ini ujian untukmu Zen, kau pasti bisa" Gumamnya terus menerus sampai ritual mandi itu selesai


Steven menunggu diatas ranjang sambil memainkan ponselnya, dia sudah menyuruh sekertarisnya untuk menggantikan dirinya sementara waktu karna dia tidak bisa meninggalkan istri dan anaknya dirumah dengan keadaan kacau


Melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 4 sore, Steven langsung turun dari ranjang dan berniat mengecek istrinya,


Sebelum Steven mengetuk pintu kamar mandi, terdengar ketukan dari arah luar kamar Steven membuat Steven mengurungkan niatnya untuk mengecek istrinya.


Rio yang baru bangun dari tidurnya pun sedang mencari mommynya karna tak ada dikamarnya, dia teringat dengan ucapan Steven yang menitipkan pesan agar menjaga mommynya sampai dia kembali


"Mommy! " Teriak Rio yang menggedor pintu kamar Steven


"Mommy! Apa mommy di dalam! " Ujar Rio lagi yang berusaha membuka pintu kamar tapi tak bisa karna Steven menguncinya


"Huh! ada apa lagi! " Gerutu Steven sambil memutar dan membuka gagang pintu kamarnya


"Sayang, kecilkan suaramu, ada apa hem? "


"Kenapa kau mencari mommy, mommy sedang mandi, sebaiknya Rio juga mandi, ini sudah sore" Titah Steven yang sudah mensejajarkan tubuhnya dengan putranya, dia menyuruh anaknya untuk masuk kembali ke kamar


Rio berjalan menerobos masuk, dia duduk diatas ranjang membuat Steven semakin kesal, "Sayang, daddy menyuruhmu mandi bukan duduk dikamar daddy" Kesal Steven yang berdiri lalu menatap anaknya


"Aku mau disini dad, aku mau melihat mommy, mata mommy sedang sakit, aku mau menemaninya sampai sembuh"


"Boleh kan dad, malam ini aku tidur bersama mommy" Rengek Rio yang merebahkan tubuhnya di tengah-tengah ranjang


"No, daddy tidak mengizinkan kamu tidur disini bersama daddy, sebaiknya Rio kembali ke kamar karna ini sudah sore, Rio harus mandi" Titah Steven tak bisa dibantah


"Tapi Dad! " Ucapan Rio terhenti saat pintu kamar mandi terbuka.


Krek, Zena keluar dengan jubah mandinya, matanya menatap kedua pria yang sedang menatapnya

__ADS_1


"Mo-mommy, euumm mommy bau harum deh, " Ujar Rio yang hendak turun tapi dicegah oleh Steven


"Rio mau kemana hem" Tanya Steven yang mendudukan anaknya lagi di kasur


"Sayang, kau sudah bangun? apa tidurmu nyenyak? " Tanya Zena yang berjalan menghampiri anaknya tapi Steven menyuruhnya berhenti dengan isyarat tangannya


"Mau peluk mommy dad, biar tubuhku juga wangi seperti mommy"


Glek, Steven menelan salivanya susah, bagaimana bisa anaknya mau memeluk istrinya, bagaimana jika tali jubahnya terlepas,


"No! No sayang, sekarang Daddy antarkan Rio kedalam kamar, berikan mommy dan daddy waktu untuk berdua" Tegas Steven membopong tubuh anaknya dan keluar kamar


"Kau tunggu disini, aku akan mengantarkan Rio ke kamar" Ucap Steven sebelum dia menutup pintu kamarnya


"Daddy!! "


"Turunkan Rio, Rio sudah memberi waktu Daddy untuk berdua dengan mommy, sekarang giliran Rio!! " Pekik Rio yang merosotkan diri agar bisa turun tapi Steven dengan cepat membawa Rio masuk kedalam kamar


"Daddy jahat! Daddy meninggalkan mommy dirumah bersama Rio, sedangkan Daddy! Daddy malah asik menari dengan perempuan cantik"


"Apa maksud Rio? Menari? " Jawab Steven yang menghadang putranya keluar kamar


"Siapa yang bilang Daddy menari bersama perempuan sayang? Daddy tidak pernah" Sambung Steven yang berbohong


"Rio lihat di iPad, awas Daddy! Rio mau temani mommy"


"Jangan halangi Rio, mommy sampai menangis melihat Daddy menari" Rengek Rio yang berusaha membuka pintu kamarnya


"No sayang, sekarang Rio mandi, setelah mandi, baru Rio temani mommy, ini sudah sore"


"Biar Daddy panggilkan bibi untuk membantu Rio mandi ya"


"Dad" Rengek Rio sambil menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Daddy janji" Ucap Steven, lalu tak lama kemudian Rio menganggukan kepalanya


"Okeh, Daddy udah janji ke Rio"


"Iya sayang" Akhirnya Steven berhasil membujuk putranya dan dia segera memanggil bi sari untuk membantu memandikan putranya, lalu Steven kembali kedalam kamarnya


"Jadi, Zena melihat semuanya? Tapi kenapa tidak ada tanda-tanda dia marah, malah dia menawarkan tubuhnya untukku" Gumam Steven sambil berjalan ke kamarnya


Krek, pintu kamar dibuka oleh Steven, dia bisa melihat istrinya sedang memunggungi nya,


Zena yang sedang melamun sambil menatap gedung dibalik kaca besar pun tak mendengar derap kaki Steven yang semakin mendekat


"Kau tahu semuanya?" Tanya Steven, tangannya sudah memeluk pinggang istrinya dari belakang dan wajahnya sudah dibenamkan di ceruk leher Zena


Zena terkejut saat Steven memeluknya dari belakang, ini pertama kalinya mereka berpelukan dengan kondisi sadar "Apa maksudmu" Zena meremas tangannya erat, dia tak ingin melepas atau membalas pelukan suaminya "Aku tidak mengerti ucapanmu, " Sambungnya lagi


Wangi vanilla yang melekat di tubuh Zena membuat tubuh Steven menegang, libidonya kembali kumat, perlahan Steven mencium leher istrinya dan meninggalkan jejak kepemilikannya disana


Zena tersenyum saat suaminya sudah masuk kedalam perangkapnya, dia sengaja memakai sabun aroma vanilli untuk menggoda suaminya,


"Menaklukkan singa sepertimu tidak seharusnya menggunakan kekerasan, cukup membuatmu puas saat bersamaku dan lama kelamaan kau akan bergantung padaku, disitulah aku akan membuatmu nyaman dan jatuh cinta padaku, "


"Untuk masalah selebgram gadungan itu aku akan membiarkannya, aku akan membuatmu yang meninggalkan selebgram itu tanpa mengotori tanganku" Gumam Zena dalam hati


Direbahkannya tubuh Zena yang sudah polos itu ke atas ranjang dengan Steven yang berada diatasnya untuk mengendalikan permainannya


"Dulu aku memang patuh padamu, tapi saat aku mendengar berita bahwa kamu berselingkuh, hatiku sakit dan aku berniat membuatmu jatuh hati padaku" Gumam Zena dalam hati lagi


"Aahhh" Desssahan itu lolos keluar dari bibir Zena saat Steven meremas kedua benda kenyalnya,


Hay para readers, terimakasih sudah mau memberikan like, komen, vote dan hadiahšŸŽ


Dan terimakasih sudah menyukai ceritaku ini,

__ADS_1


Love you all ā¤


Bersambung😘


__ADS_2