Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 77_Ayahku Bukan Pembunuh


__ADS_3

"Siapa kau! Dan kenapa kau menyebut nama calon Nyonya kami! " Tanya Dodo yang bersiap-siap, salah satu tangannya sudah bersiap-siap mengambil pistol yang berada di saku celana belakang


Melihat pergerakan dari Dodo, sekertaris Nanda langsung menjentikan jarinya dan muncul beberapa anak buahnya yang sedang bersembunyi


"Mau apa kalian! " Tanya Bondan saat anak buah sekertaris Nanda menodongkan pistol kearahnya dan Dodo


"Dimana Nyonya Zena! " Bentakan sekertaris Nanda yang mampu mengundang beberapa rekan kerja Dodo yang sedang berjaga di balik pintu pagar utama


Mendengar suara pagar terbuka, beberapa anak buah sekertaris Nanda langsung mengarahkan senjatanya pada beberapa orang yang membuka pintu


"Siapa kalian!" Tanya rekan Dodo yang terkejut saat melihat Dodo dan Bondan sudah dikepung


"Letakan senjata kalian!! " Jeff datang saat Bondan mengarahkan pistol ke arah sekertaris Nanda


"Letakan!! Cepat!! Aku membawa sebuah bom!!


Dan jika aku melemparkan bom ini!! Rumah beserta seisinya akan meledak termasuk rekan kalian dan boss kalian! " Titah Jeff yang mengangkat tangannya yang memegang bom keudara


Dor!!


Rekan Dodo tak sengaja menembak ke arah Jeff tapi dengan cepat sekertaris Nanda menarik Dodo untuk menjadi tameng Jeff


"Argh" Dodo terkena tembakan tepat di organ jantungnya membuat dia langsung meninggal di tempat


Melihat musuh menyerang, anak buah sekertaris Nanda langsung menembak seluruh pasukan dari Riski, beberapa ada yang tewas dan beberapa ada yang masuk lalu mengadukan peristiwa ini pada Riski


Riski yang kalang kabut pun memuncakan amarahnya, dia mengambil senjata yang dia simpan di ruang bawah tanahnya dan melihat dari lantai atas peristiwa di luar rumahnya


"Dia, bukannya dia-" Ucapan Riski terjeda, saat memikirkan musuhnya yang berada didalam mobil


"Ada apa? Kenapa tiba-tiba mereka seperti menyerahkan diri, yang datang kerumahku, apa mereka tidak tahu kalau aku ketua dari geng bandit yang sedang mengincar mereka, tapi baguslah jika mereka menyerahkan diri, aku tidak usah bersusah payah untuk melaccak dan menyusun strategi baru, hahaha" Gumam Riski yang tertawa puas


Matanya sedang menatap sosok anak pembunuh Ayahnya yang sedang berada di dalam mobil


"Aku akan membunuhmu! " Ujar Riski langsung menarik pelatuknya dan tepat mengenai mobil Steven


Dor!!

__ADS_1


Peluru itu tak menembus kaca mobil, Steven yang sedang mencari senjatanya pun terkejut saat kaca mobilnya mengeluarkan suara nyaring


"Sial! Siapa yang berani menembakku hah! " Ujar Steven emosi, dia melihat atas rumah, terlihat Riski yang sedang mengarahkan senjatanya agar tembakannya bisa tembus di bagian mobil lainnya


Jeff melihat dari bawah, dia melihat Riski akan menembak mobil Tuannya lagi, dengan sigap Jeff langsung mengambil senjatanya dan bersiap untuk menembak Riski


Di saat Jeff ingin menarik pelatuknya, dari kejauhan anak buah Riski yang sedang menjaga Riski pun melihat pergerakan Jeff, lalu dia langsung menembak Jeff dan Dorr!!


Jeff terkena tembakan dibagian lengan, melihat Jeff mengadu kesakitan sekertaris Nanda beserta lainnya saling menembak, anak buah Steven berusaha menerobos masuk kedalam rumah mewah itu untuk mencari keberadaan istri tuannya


Setelah anak buah Steven berhasil memenangkan pertempuran di luar rumah, mereka langsung berlari masuk untuk menaklukkan orang yang sedang bersembunyi didalam rumah musuh


Putra dan Ayah tirinya sudah bersiap-siap saat rumahnya akan di terobos masuk oleh musuhnya


"Bagaimana bisa mereka tahu tempat kita, dan bagaimana kita mencari keberadaan calon istri kakak, sejujurnya aku belum mau mati, karna aku belum menikah dengan Vera kekasihku! " Gerutu Putra kesal, dia bersembunyi dilantai atas bersama Riski


Mendengar ucapan adiknya, Riski langsung memberikan bogeman khusus,


"Jangan fikirkan dirimu saja! Sekarang fikirkan bagaimana kita bisa keluar dari sini, sebenarnya apa yang mereka cari! Dan bagaimana mereka dengan lincahnya menghabisi anak buahku! " Timpal Riski sambil berfikir


Setelah beberapa menit keadaan hening, akhirnya Putra mengeluarkan ide konyolnya yang membuat semua orang dongkol dibuatnya "Hei kakak! Kita lompat saja, itu cara terbaik, kita akan mati bukan karna tertembak musuh, dan Ayah pasti akan senang di alam sana, karna kita tak kalah"


"Kau turunlah, jadilah tameng untukku dan Putra, " Titah Riski menatap pada Ayah tirinya


"A-ayah kak? " Ucap Putra terkejut


"Kak, kita sudah kehilangan Ayah, bagaimana bisa kaka menyuruh Ayah tiri kita-"


"Hentikan put!! Hanya sementara...setelah Al membawa seluruh anak buah kita, kita akan aman dan pembunuh Ayah kita akan kita taklukkan" Ujar Riski pada adiknya


Setelah situasi aman Steven dan anak buahnya masuk, dia berjalan bersama anak buahnya yang menjadi pengawalnya, Steven terus memikirkan istrinya bahkan dia tidak memikirkan Riski atau yang lain.


Setelah berpencar, mereka berkumpul kembali, dan tidak ada satupun yang menemukan keberadaan Zena, membuat Steven frustasi,


Dia langsung menaiki tangga untuk mengecek keberadaan istrinya


"Zen, kamu dimana...maafkan aku, maafkan aku" Gumam Steven sambil menaiki tangga dan memeriksa semua kamar yang ada di lantai dua.

__ADS_1


Jeff dan sekertaris Nanda berhasil menaklukkan Riski dan adiknya


Karna kecerobohan Putra yang meletakkan senjatanya, sewaktu Jeff datang, Jeff langsung menodongkan pistol ke kening Putra yang sedang berdiri dengan jarak sedikit jauh dari Riski,


Setelah Putra ditaklukkan, Jeff memperalat Putra untuk Riski menyerahkan diri, pistol yang berada di tangan Riski pu sudah tergeletak di lantai karna Jeff menyelipkan sebuah bom di badan Putra


"Letakan senjata anda" Kini sekertaris Nanda berbicara pada Ayah tiri Riski


"Letakan!! Atau temanku ini akan meledakkan bom yang ada ditubuh anak ini, lalu kita semua akan mati disini"


Ayah tiri Riski pun patuh, dia meletakkan senjatanya dilantai dan menendangnya ke kesembarang arah,


Steven yang baru saja masuk menyusul sekertarisnya pun terkejut saat melihat Riski sudah diikat dengan tali beserta Putra dan Ayah tiri Riski


"Dimana kau sembunyikan Zena hah! " Pekik Steven dengan mata merah, dia menghampiri Riski lalu meninju beberapa kali tubuhnya, emosinya kali ini benar-benar memuncak


"Dimana!!! " Teriak Steven


"Lepaskan aku! "


"Sebentar lagi sekertarisku akan datang dan mereka akan membawa anak buahku untuk mengalahkan kalian" Jawab Riski enteng dengan wajah babak belurnya


Jeff yang tak sengaja melihat tato dengan lambang geng bandit di punggung Riski pun segera menghampiri Riski


"Siapa kau! Kenapa kau mempunyai tato itu dan kenapa tato itu berbeda dengan rekanmu atau jangan-jangan kau ketua dari geng bandit, geng yang telah membunuh Tuan besar kita! " Ujar Jeff marah


Riski tersenyum tipis, dia seperti mengejek ucapan Jeff barusan "Aku tidak salah dengar? Membunuh! Tuanmu yang sudah membunuh Ayahku!! " Bentak Riski yang mengejutkan sekertaris Nanda dan Steven


"Dia Tuan" Ujar sekertaris Nanda sambil menatap Steven


Steven berjalan menghampiri Riski "Kau! Kau salah paham dengan semua ini!!! Ayahku tidak membunuh Ayah mu!! Kau tahu sewaktu Ayah kita ditemukan tergeletak di jurang? semua berita yang dilontarkan di TV itu tidak benar! Ayahku bukan pembunuh!! Kakekmu lah yang merencanakan semua ini, karna kakekmu tidak suka dengan Ayahmu dan berniat untuk membunuh Ayahmu, lalu Ayahku menolong Ayahmu!!


"Dan kau juga yang membuat perusahaanku hancur sampai-sampai mantan istriku meninggalkanku dengan pria lain, lalu sekarang kau-" Ucapan Steven terjeda, dia ingin menghajar Riski tetapi melihat wajahnya yang babak belur Steven mengurungkan niatnya


"Sekarang kau berniat mengambil istriku!! Dasar brengsek!! " Steven melayangkan tinjuannya ke udara tapi sebelum tinjuan itu mengenai wajah Riski, Riski tiba-tiba menjawab ucapannya


"A-apa! Jadi Zena itu istrimu! Kau yang membuat calon istriku meninggalkanku! Dan kau-"

__ADS_1


Hay gaes, jangan lupa berikan like, komen, favorite, vote dan hadiah🎁


Bersambung😘


__ADS_2