
"Maaf, saya permisi," Ucap Zena berjalan keluar ruangan
"Mau kemana kau! " Pekik Steven saat melihat Zena berjalan keluar
"Cuci tangan" Ketus Zena, baru saja Zena merasakan kebahagiaan saat berada di dekat Steven, dan sekarang kebahagiaan itu dihancurkan oleh gadis selebgram yang diketahui kekasih Steven
"Pergi! Lalu kembali kesini lagi!" Ucap Steven lalu diangguki oleh Zena
Di setiap perjalanan menuju toilet, Zena menggerutu tak jelas, wajahnya tampak memerah, hatinya tiba-tiba terasa sakit,
"Kenapa dia datang disaat aku sudah jatuh hati pada suamiku" Gumam Zena sambil berjalan cepat, padahal dia baru saja ke kantor Steven dan dia juga tidak mengetahui letak toilet, logikanya sudah dikalahkan oleh rasa sakit di hatinya
Sekertaris Nanda yang baru saja keluar dari ruang meeting pun terheran-heran saat melihat Nyonya mudanya berjalan cepat menuju lift, dan alangkah terkejutnya saat dia melihat angka di lift itu
"Nyonya" Sekertaris Nanda berusaha memencet tombol lift itu agar terbuka, tapi keberuntungan tidak berpihak padanya, segera dia menekan tombol lift satunya,
"Aku tidak boleh mencintai pria bajing*n seperti dia!! Aku harus menghilangkan rasa ini, ingat Zena!! Dia hanya mempermainkan perasaanmu, dia menganggapmu sebagai alat penghasil anak, udah itu saja tidak ada yang lebih" Gumam Zena sambil meremas jarinya, bahkan sisa makanan yang berada di tangan Zena sudah mengering
Ting...
Pintu lift terbuka, Zena terkejut saat melihat tempat yang ada di hadapannya,
"Aku dimana?
" Oh Tuhan apa mungkin aku dilantai paling atas! " Gumam Zena lalu dia berjalan, "Wahh segarnya udara disini" dihirupnya udara segar itu sedalam-dalamnya, tangannya direntangkan agar angin kencang bisa menerobos masuk kedalam kulitnya, rambutnya berterbangan
"Wah indah sekali kota ini kalau dilihat dari sini" Lirih Zena yang melihat lebih tajam lagi
"Ekhem.. " Zena mengetes suaranya
"Heiiii kauuuuu!!!!!!! Suami tak tahu diri!!!! Beraninya kau membawa perempuan lain disaat sedang bersamaku!!!!! " Teriak Zena kencang, dia berusaha melampiaskan rasa sakit hatinya pada angin yang menerpanya
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Zena tersenyum senang "Wah benar-benar ajaib, bebanku sedikit berkurang terbawa angin, baiklah aku akan berteriak kencang lagi dan lagi" Ucap Zena berjalan dan menaiki tembok pembatas gedung ini, seakan-akan orang yang melihatnya akan menganggap Zena mau bunuh diri
"Om jahat!!!!!!!!! Aku menyesal mau menikah denganmu Om!!!! "
"Kenapa disaat aku sudah mulai jatuh hati padamu, kau malah selingkuh!!!!!! "
__ADS_1
"Aku benci kamu!!!!!!
Uhuk.. uhuk.. Zena tersedak air liurnya sendiri karna terlalu kencang berteriak
" Hahahaha, uhuk..uhukk...leganya aku"
"Okeh, okeh sekali lagi"
Dan akhirnya Zena mengumpat Steven beberapa kali lalu tertawa sendiri karna ucapannya, Zena menceritakan semuanya pada angin bahkan ungkapan rasa dihatinya
Sekertaris Nanda yang baru saja sampai pun terkejut saat melihat Nyonya mudanya mau bunuh diri
"Nyonya turun!! " Ucap sekertaris Nanda dengan cemas, dia berlari menghampiri Zena
"Hai sekertaris Nanda apa kau dengar ucapanku barusan?? Aku harap kau tidak merekamnya, kemarilah" Zena menghentakkan kakinya menyuruh sekertaris Nanda naik ke dinding tembok
Glek "Hati-hati Nyonya, ayo turun, jika Nyonya memiliki masalah lebih baik dibicarakan baik-baik jangan seperti ini Nyonya" Sekertaris Nanda semakin cemas, dia berusaha mengambil ponselnya lalu "Aahhhh siall kenapa gak ada sinyal disini, bagaimana aku bisa menghubungi Tuan Muda, aku tidak bisa meninggalkan Nyonya sendirian disini, bagaimana kalau Nyonya lompat dari gedung ini, aku bisa mati" Gumam sekertaris Nanda panik
"Nyonya kita turun saja, Tuan muda sudah menunggu anda di ruangan" Ucap sekertaris Nanda berbohong, berharap Zena percaya dan mau menghentikan aksi gilanya
"Hahaha
Melihat sekertaris Nanda bingung, Zena memperjelaskan ucapannya
"Dengarkan baik-baik, kau tahu kan kekasihnya Tuan mu itu, dia ada disini,"
"Duduk sini, aku membutuhkan teman" Ucap Zena sambil berjalan maju mundur membuat sekertaris Nanda semakin cemas
"Okeh, tapi Nyonya turun, kita bicarakan ini baik-baik"
"Promise"
"Iya Nyonya"
Saat Zena hendak turun, kakinya terpeleset membuat dia oleng dan nyaris terjatuh, untung ada tangan yang menyelamatkannya
"Sekertaris Nanda"
__ADS_1
"Tolong aku sekertaris Nanda, aku takut, hiks..hiks..
Aku belum mau mati" Ucap Zena mengeratkan pegangan tangannya, jika sekertaris Nanda melepaskan tangannya, mungkin Zena akan jatuh
"Aku sudah tidak kuat lagi hiks. hiks.. " Ucapnya lagi, matanya tak sengaja menatap bawah, banyak kendaraan yang sedang melintas dibawah membuat tubuh Zena menegang
"Tahan Nyonya, saya akan menarik anda" Sekertaris Nanda berusaha menarik tangan Nyonya mudanya, keringat yang bercucuran di tubuhnya membuat tangannya licin dan susah untuk menarik Zena
Melihat sekertaris suaminya mengeluarkan keringat dingin, Zena semakin tak tega, dia tersenyum pada sekertaris suaminya
"Biarkan aku jatuh, jangan lakukan ini, aku tak mau kamu ikut mati bersamaku" Teriak Zena yang dihiraukan sekertaris Nanda
"Lepaskan aku, bilang pada Tuan mu, maaf jika aku belum bisa menjadi istri yang baik untuknya,"
"Tidak nyonya, jangan bicara seperti itu, saya akan menyelamatkan Nyonya," Seru sekertaris Nanda, dia berusaha menarik tangan Zena kuat tapi tenaganya tak cukup.
"Tolong!! Tolong!! siapa disana tolong!! " Teriak sekertaris Nanda dengan kencang, berharap ada orang yang bisa mendengar teriakannya
"Sekertaris Nanda, aku sudah tidak tahan lagi hiks.. hikss"
"Bertahanlah Nyonya, saya akan menarik tangan Nyonya"
Beberapa kali tarikan tapi tak cukup untuk mengangkat tubuh Zena ke atas, membuat tenaga Nanda habis,
"Bertahan, saya akan meminta bantuan" Seru sekertaris Nanda saat melihat Zena pasrah
"Tolong!!! "
Saat tenaga sekertaris Nanda sudah habis, dan tangan itu sudah tak bisa bertahan, tiba-tiba ada tangan kekar yang menggenggam tangan Zena, membuat sekertaris Nanda menoleh lalu meminta bantuan pada seseorang tersebut
"Tolong selamatkan dia" Ucap sekertaris Nanda
"Kita lakukan bersama"
"Zen, tahan ya, aku akan menyelamatkanmu"
"Tolong aku mas, aku belum mau mati hiks.. hiks.. " Ucap Zena, sedangkan dibawah sudah banyak orang yang melihat kejadian ini, banyak yang melihat ngeri kejadian ini, tak sedikit orang yang berteriak histeris memikirkan nasib Zena,
__ADS_1
Bersambungš