Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 95_Maaf?


__ADS_3

"Kau!!" Steven melototkan matanya tak terima "Dia anakku, bukan anakmu," Sambungnya lagi


Melihat Steven marah, Dave justru terkekeh, dia semakin melontarkan ucapan yang di luar nalar


"Jangan dengarkan om itu ya nak, kamu anak Daddy, besok kalau kamu udah lahir, janji sama Daddy, kamu harus mirip Daddy" Ucap Dave lagi membuat Steven menepis tangan Dave yang sedang mengusap perut istrinya


"Sudah cukup, jangan racuni otak calon anakku,"


"Ya sudah, aku pamit pergi dulu, sekali lagi... jika kalian ingin datang ke pesta pernikahanku, datanglah,"


"Bagaimana keadaan ibu? apa ibu baik-baik saja? " Tanya Zena yang tak ingin Dave pergi, dia mengulur waktu dengan beberapa pertanyaan.


"Ibu baik-baik saja, cuma sedikit luka kecil di kepalanya, karna kepalanya membentur stir mobil,


Oh iya, ibu juga sempat menanyakanmu, dia rindu dengan calon cucunya"


"Aku dan anakku juga rindu dengan omahnya Dave,"


"Iya kan sayang, anak mommy rindu sama omah kan? " Ujar Zena yang mengusap perutnya


"Sudah pergi! dari tadi kau mengucapkan ingin pulang, tapi kenapa masih disini" Gerutu Steve yang tak suka dengan pembicaraan istri dan temannya


Dave tersenyum lalu menganggukan kepalanya "Baiklah, rupanya suamimu tidak menginginkan kehadiranku disini, lebih baik aku pergi, lagipula ini sudah malam, aku takut mengganggu moment romantis kalian" Ujar Dave yang mendapatkan tatapan tajam dari Zena


"Moment romantis apa? aku dan mas Steven tidak mempunyai moment romantis dimalam hari, yang ada moment mengerikan" Zena bergidik ngeri, bulu kuduknya merinding saat mengingat kejadian setiap malam bersama suaminya


Dave yang mendengar jawaban dari temannya pun terkekeh, dia tersenyum sekali lagi dan berjalan menjauh meninggalkan Steven serta Zena.


Setelah kepergian Dave, Steven menggenggam tangan istrinya erat "Zen, apa perasaanmu sudah benar-benar berubah? " Kini pertanyaannya sangat serius, bahkan tatapan yang diberikan oleh Steven membuat Zena merasa iba.


"Mas" Zena menarik tangannya yang sedang di genggam suaminya, melihat pergerakan dari istrinya, Steven semakin yakin, jika istrinya belum memaafkannya, bahkan ucapan cinta yang tadi dia lontarkan, sama sekali tidak dijawab.

__ADS_1


"Perlakuanmu tidak hanya melukai ragaku tapi juga batinku mas" Ujar Zena tersenyum "Jika kamu fikir aku sudah memaafkanmu dengan mudah, pasti kamu tidak akan percaya, karna rasa sakit itu masih membekas di hatiku"


"Tapi, sebagai wanita dan seorang istri yang sedang hamil mengandung anakmu, aku akan memberikan kesempatan kedua untukmu, untukmu merubah semuanya" Sambungnya lagi yang meraih tangan Steven dan menggenggamnya


Steven tersenyum, dia segera memeluk istrinya erat "Terimakasih Zen, terimakasih sayang, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua darimu, aku akan memperbaiki kesalahanku"


"Aku mencintaimu Zen" Ujar Steven yang semakin mengeratkan pelukannya


"Cinta"


"Apa aku masih mencintaimu mas, atau diam-diam di dalam hatiku sudah terisi nama Dave, karna bagaimanapun Dave yang selalu memberiku kenyamanan dan ketenangan, " Gumam Zena dalam hati, dia membalas pelukan suaminya


"Zen, kamu masih mencintaiku kan?" Tanya Steven saat melepaskan pelukannya


Zena tersenyum kaku, jujur saja dia sudah memaafkan suaminya tapi jika masalah cinta, dia masih ragu, apa masih ada rasa cinta di dalam hatinya untuk Steven


"Zen, jawab... kamu masih cinta kan sama aku? " Ulang Steven lagi yang menggoyangkan tubuh Zena.


Zena tersadar dari lamunannya, Dia melepas tangan suaminya yang menempel di kedua pundaknya


Deg!


Jantung Steven terasa berhenti berdegup, nafasnya terasa sesak, tubuhnya melemas


"Kau becanda bukan? kau bilang... kau sudah memaafkanku dan memberikan kesempatan kedua untukku, tapi...tapi, kenapa disaat aku mendapatkan kebahagiaan darimu, kau justru menyeburkan aku kedalam jurang Zen, kenapa?? " Jawab Steven frustasi, dia mengepalkan tangannya erat


"Aku memang sudah memaafkanmu mas, aku memang memberikan kesempatan kedua untukmu, tapi cobalah berfikir, kesalahan apa saja yang membuatku hilang respect padamu mas"


"Kamu selingkuh dibelakang aku, kamu terang-terangan berciuman di depan aku, dan kamu menyembunyikan identitas aku sebagai istrimu di depan wanita selingkuhanmu, bahkan kamu memberitahu pada Sheila, jika aku kekasih Nanda,"


"Bayangkan? bayangkan betapa hancurnya hatiku di posisi itu mas, aku sudah mencintaimu dari dulu, aku terima jika kamu menyiksaku diatas ranjang, tapi pengkhianatan? apa pengkhianatan akan selalu di maafkan? apa perselingkuhan harus selalu di maafkan? "

__ADS_1


"Jika aku memaafkanmu dengan mudah, maka aku bisa menjamin di hari selanjutnya kamu bisa melakukannya lagi" Ucap Zena dengan perasaan campur aduk, akhirnya unek-unek yang dia pendam tersalurkan juga pada suaminya.


"Ta-tapi Zen, aku tidak mencintai dia, aku tidak berselingkuh" Elak Steven yang masih membela dirinya sendiri "Aku tidak berselingkuh" Sambungnya lagi


"Tidak berselingkuh? lalu... aku bukan anak kecil yang gampang kamu bodohi mas, aku dan kamu memang terpaut usia jauh, tapi istrimu ini walaupun masih kecil, dia sudah tahu apa arti itu selingkuh, dan apa arti itu setia"


"Mana ada, sepasang manusia berada di dalam satu atap kamar hotel jika dia tidak selingkuh, memposting foto dengan caption mesra, yang mengaku pada istrinya, jika suaminya mau menjenguk ibunya di negara J"


"Oh belum lagi, aku melihatmu berciuman di ruang kerjamu,"


"Masih mau mengelak? " Ujar Zena tersenyum getir, dia menggelengkan kepalanya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang


"Masalah di kantor, itu.. itu Sheila yang menciumku Zen" Jawab Steven cepat


Zena menutup kedua telinganya dengan tangannya "Aku tidak mau mendengarkan pembelaan mu mas, cukup kamu mengakui kesalahanmu, dan aku akan belajar mencintaimu sampai anak ini lahir" Ucap Zena tegas dan tak mau dibantah


"Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan mu Zen, akan aku buktikan jika aku tidak selingkuh dengan Sheila,"


"Buktikan saja, jika kamu benar tidak selingkuh, kamu juga tetap bersalah, karna kamu mau membuka ruang untuk Sheila, selebgram gadungan itu! "


"Yang hanya modal tampang make up tebal" Ketus Zena lalu mengganti posisinya agar membelakangi suaminya


"Aku salah, okeh aku salah... sekarang kamu mau kan maafkan aku" Ujar Steven beerdiri dan berjalan agar bisa melihat wajah istrinya yang sedang merajuk.


Melihat Steven berjalan, Zena memutar posisinya kembali agar tetap membelakangi suaminya


"Aku sudah memaafkanmu mas, lebih baik kamu tidur, aku sudah mengantuk" Ujar Zena menguap lalu memejamkan matanya.


"Huh! "


"Okeh, tapi sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu, ingat itu Zen! kamu miliku, bukan Dave ataupun orang lain" Jawab Steven berjalan menuju sofa, dia merebahkan tubuhnya di sofa lalu memejamkan matanya,

__ADS_1


"Shiitt!! " Matanya terbuka lebar, dia baru saja teringat dengan nasib Jeff yang dia tinggalkan di parkiran apartemen istrinya


Bersambung😘


__ADS_2