Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 69_Mata Panda


__ADS_3

"Dia mantan model diperusahaan kaka, dan mulai hari ini dia kembali lagi bekerja sebagai model diperusahaan kaka" Jawab Riski cepat,


"Wahh pantas aku sering melihat fotonya diponsel kaka... Ups! " Putra langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya


Mendengar ucapan adiknya, Riski melototkan matanya "Apa? Apa kau diam-diam men-ahh sudahlah!kaka cape debat sama kamu, lebih baik kaka pergi ke kantor" Ujar Riski yang mengambil tas kerjanya dan berjalan menuju pintu utama


"Jika kaka bosan atau lelah, berikan wanita itu padaku! Aku dengan senang hati menerimanya untuk menjadikanku pacar ke 2 ku kak!! " Teriak putra keras membuat Steven melepaskan sepatunya dan


Pluk!


"Awww! "


"Kaka sakit tahu! sekarang kaka sudah berani melempar sepatu kaka yang bau itu ke tubuhku, lihat sekarang tubuhku yang sudah tampan dan rapih jadi jelek lagi kan!!!!" Gerutu Putra yang melempar sepatu Riski kesembarang arah dan tepat mengenai Ayah tirinya yang baru saja datang


Pluk!!


Sepatu itu mendarat di kaki Ayah tiri putra


"Ayah! Itu bukan aku, itu ulah kak Riski, sungguh, sumpah dan serius" Ujar putra yang secepat kilat menjelaskan lalu mengambil tas dan pergi berlari melewati kakaknya yang sedang menatapnya


"Kenapa sikapnya masih seperti anak kecil? " Tanya Ayah tiri Riski yang menatap kepergian putra


"Berikan sepatu itu padaku sekarang juga, aku akan telat ke kantor! " Ketus Riski yang tak suka dengan Ayah tirinya


"Riski! Apa kamu tidak mau mengakui jika Ayah ini adalah Ayahmu" Ujar pria paruh baya itu sambil memberikan sepatu milik Riski


Riski mengambil sepatu itu dan memakainya "Kau bukan Ayahku, Ayahku sudah mati, kau adalah Ayah tiriku dan Ayah kandung dari Putra, aku memungutmu karna aku sangat menyayangi Putra seperti aku menyanyangi ibu,"


"Jika bukan karna Putra aku akan membiarkanmu menjadi gelandangan dipinggir jalan, keseharianmu berjudi membuatku muak! Dan aku akan pastikan seumur hidup-


"Adiku akan menganggap kau sama seperti aku menganggapmu yang seperti sampah!


"Mana ada Ayah kandung yang tega menelantarkan istrinya disaat posisi istrinya sedang hamil! " Ujar Riski emosi m


Pria paruh baya itu menghembuskan nafasnya kasar lalu berbicara dengan lembut berharap anak tirinya mau berdamai "Sudah Ayah katakan Ris, waktu itu Ayah akan kembali kepada ibumu dan Ayah akan menikahi ibumu selepas perceraian Ayah dengan mantan istri Ayah"

__ADS_1


"Dan kata Putra kau sedang menjebak orang yang membunuh Ayahmu? Jika boleh, Ayah akan membantumu" Ujar pria paruh baya itu yang berhasil menghentikan langkah Riski yang sedang berjalan keluar pintu


Mendengar ucapan Ayah tirinya, tiba-tiba senyum sinis Riski terlihat di wajahnya "Simpan bantuanmu itu! Karna aku tidak membutuhkan bantuanmu! Untuk menjaga dan melindungi ibuku saja kau tidak bejus apalagi untuk menangkap pembunuh "


"Beruntung setelah kau pergi jauh dari hidup kami, Ayah kandungku datang meminta rujuk serta mau menerima kehamilan Putra yang bukan darah dagingnya! "


Deg!


Mendengar semua ucapan yang dilontarkan Riski membuat tubuh pria paruh baya itu terasa lemas tapi semenit kemudian dia bisa menetralkan degupan jantungnya karna memang itu kesalahannya


"Ayah sangat berterimakasih pada Ayahmu itu dan Ayah tahu sesuatu tentangmu


"Kau adalah ketua geng dari negara J kan???, dan kau juga sedang mencari tahu siapa ketua geng yang menjadi musuhmu bukan???, bukankah jika kita bekerjasama kita akan saling menguntungkan? Kau dapat membalas kematian Ayahmu dan aku dapat membalas kematian ibumu, orang yang sangat aku cintai, kata Putra, ibumu bunuh diri karena mengetahui Ayahmu terbunuh dan dibuang ke jurang"


"Hahaha" Tawa Riski menggelegar di setiap sudut rumahnya


"Baiklah, jika kau sudah mengetahui semuanya, maka jangan macam-macam kepadaku, karna aku bisa melakukan apa saja termasuk membunuhmu! Dan jika kau ingin membantuku, maka cari tahu dimana musuhku tinggal dan bawa dia kehadapanku lalu bunuh dia! "


"Setelah aku melihat jasadnya, aku akan mengakui kau sebagai Ayahku dan kau akan mendapat 30% dari seluruh hartaku"


Mendengar anak tirinya membicarakan harta, mata pria baruh baya itu berbinar, tanpa fikir panjang, pria paruh baya itu menganggukan kepalanya setuju,


"Berikan aku mobil untuk menlancarkan aksiku,"


"Ck, tua bangka mata duitan! Aku tidak percaya ibuku dulu sangat tergila-gila padamu, dia sampai rela datang ke negara ini hanya untuk bertemu denganmu,"


"Minta pada Al kunci mobil, aku tidak mempunyai waktu untuk meladeni terlalu banyak ocehanmu" Ujar Riski yang melangkah pergi meninggalkan Ayah tirinya yang sedang tersenyum puas


Setelah melihat kepergian anak tirinya, pria paruh baya yang masih terlihat tampan pun segera bergegas masuk kedalam kamarnya, dia mencari sebuah pisau dan pistol kecil lalu memaruhnya di dalam sepatu,


Tidak lama pria paruh baya itu menunggu orang yang bernama Al, karna selepasnya dia kembali ke kamar, Al sudah datang karna mendapatkan perintah dari Riski


"Ini kunci mobil yang Anda butuhkan, dan mobil ini sudah terparkir di luar, satu hal lagi! Jangan coba-coba anda menjual mobil seperti tempo lalu, ini kesempatan kedua anda untuk berbakti pada Tuan Riski! " Ancam sekertaris Al sambil memberikan kunci mobil yang baru saja dia bawa


"Aku akan mencari keberadaan putriku lalu aku akan mencari dimana rumah musuh anakku,

__ADS_1


"Apa kau tahu musuh selalu membawa bodyguard atau semacamnya? Biar aku bisa berjaga-jaga"


"Benar, dia selalu membawa pengawal, berikan hidup matimu pada Tuan Riski karna Tuan sudah memberikan yang terbaik untuk kita"


"Jika kau gagal dalam melancarkan aksimu maka bersiaplah hidupmu akan berakhir ditangannya" Jawab Al yang menepuk pundak pria paruh baya itu lalu pergi meninggalkannya sendiri


***


Di pagi hari yang cerah, Zena sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor dengan mata panda yang tak begitu jelas, beruntung di dalam laci meja riasnya, Steven sudah menyediakan alat make up dengan merek terkenal membuatnya mampu menutupi mata panda itu


"Mom, aku ikut mommy" Rengek Rio yang tak mau memakan sarapan paginya,


Melihat Zena dan Steven memakai pakaian rapih, Rio langsung melancarkan dramanya,


Steven hanya memicingkan mata saat anaknya merengek dan mengeluarkan air mata palsunya,


"Mom" Rengek Rio lagi karna Zena diam terpaku, sebelum keluar dari kamar Steven sudah memperingatkan istrinya agar tidak terpedaya dengan akting anaknya yang luar biasa


"Dad! Rio ikut Daddy ke kantor ya, janji deh Rio gak akan nakal, Rio kan belum pernah ke kantor Daddy" Ujar Rio yang beralih menatap Steven


"No! Daddy ada meeting penting, dan Daddy gak mau Rio ikut ke kantor! " Jawab Steven


"Jika Rio gak mau sekolah maka Daddy dengan terpaksa memulangkan Rio ke omah, biar disana Rio sekolah dari rumah"


"Mommy! Tolong Rio, Rio gak mau pulang, Rio mau disini aja sama mommy hiks.. hiks.. "


"Mas! Bisa kalian diam? Aku sangat ngantuk! Kau tahu kita tidur jam berapa? Apa kau tak lihat mataku sudah 5 watt ini" Keluh Zena yang menunjukan wajah melasnya agar berhenti debat


"Dan Rio sayang, untuk kali ini nurut sama Daddy, apa Rio gak kasihan sama mommy, mommy semalaman gak tidur"


"Memang mommy habis ngapain kenapa gak tidur? " Tanya Rio penasaran,


"Mommymu semalam dihajar habis oleh Daddy, jadi untuk kali ini Rio diam dan nurut ya" Jawab Zena polos membuat Steven menggelengkan kepalanya, dia merogoh saku jasnya dan memberikan ponsel istrinya yang disita


"Di hajar? " Ulang Rio

__ADS_1


"Apa yang dihajar mom? "


Bersambung😘


__ADS_2