Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 90_Perkelahian


__ADS_3

"Hentikan!!! cukup!!! " Teriak Zena saat melihat keributan di luar apartemennya


Bugh!


Bugh!


Bugh!


"Kau! kau kan yang merayu istriku agar ikut denganmu hah! dasar brengseekk" Pekik Steven dengan membabi buta Dave


"Hentikan!! " Pekik Zena, dia berusaha melerai pertengkaran diantara suaminya dan temannya, tapi, langkahnya di halangi oleh Jeff, dengan sigap, Jeff menahan pergerakan Zena


"Lepaskan! lepaskan!! dia bisa mati!! " Teriak Zena saat Jeff memegang pergelangan tangannya


"Nyonya, Nyonya sabar dan tenang... ingat.. anda sedang hamil" Jawab Jeff enteng, membuat Zena membulatkan matanya


Deg!!


"Ja-jadi, kalian semua sudah tahu jika aku hamil" Gumam Zena dalam hati,


Setelah tersadar dari lamunannya, Zena berusaha memberontak, dia menggigit lengan Jeff keras


"Aaaawwwww, sakit Nyonya" Ringis Jeff yang melepas tangan Zena yang sedang di genggamnya


Bugh!!


Bugh!!


"Sudah aku peringatkan, dia bukan Zena!!! " Teriak Dave membalas pukulan Jeff


"Apa aku bodoh hah! kau menyebutnya dengan sebutan Zena! dia istriku!!! "


Bugh!!!


Steven melayangkan pukulan dengan tenaga yang full


"Hentikan!!! "


"Dave hentikan.. Dave... aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu!! " Teriak Zena saat Dave hendak melayangkan pukulan pada Steven.


"Na, pergi Na.. jangan mendekat! ini urusan pria! " Ujar Dave mengusir Zena,


Melihat Dave lengah, Steven langsung melayangkan pukulannya dan


Bugh!!

__ADS_1


"Nana!!!! " Teriak Dave kencang saat Zena terjatuh kelantai dan tidak sadarkan diri


"Bodoh!!! bajingaan!! brengseek!! "


"Kau!! kau benar-benar pria kejam!! Zena tidak pantas mendapat suami sepertimu" Ujar Dave emosi, dia langsung menggendong Zena yang terkena pukulan dari Steven


Steven mematung, dia benar-benar shock dengan apa yang baru saja dia lakukan,


"A-aku, aku melukai istriku sendiri" Gumam Steven tak percaya, dia melihat tangan kanannya yang baru saja memukul wajah Zena, sejujurnya tujuan utamanya adalah Dave, tapi saat Steven melayangkan pukulannya tiba-tiba Zena datang dan pukulan itu mendarat di wajah Zena


Tak ingin berlama-lama, Dave langsung membawa Zena kerumah sakit, dia berlari menggendong Zena meninggalkan Steven dan Jeff di apartemennya, rasa cemas, dan gelisah sangat menyelimuti hatinya, apalagi saat pipi Zena sudah berubah warna menjadi biru


"Bertahanlah Zen, maafkan aku... maafkan aku, seharusnya pukulan itu untukku" Ujar Dave memencet tombol lift dan lift langsung terbuka, segera Dave masuk lalu memencet lift untuk menuju lantai dasar.


Melihat istrinya dalam gendongan pria lain, Steven langsung mengejarnya, dia tak ingin kehilangan jejak istrinya lagi, apalagi sekarang istrinya terluka karna pukulan tangannya.


"Jeff!! kenapa kau membiarkan istriku membela temannya hah! kau tahu akibatnya sekarang!!! istriku terluka karna aku, dan sekarang,aku takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap anak dan istriku! " Pekik Steven langsung mendaratkan bogeman di perut Jeff sebelum mengejar istrinya


Bugh!


Bugh!


"Ma-maafkan saya Tuan, saya sudah berusaha semampu saya untuk menahan pergerakan Nyonya, tapi tadi Nyonya menggigit tangan saya, dan saya reflek melepaskan Nyonya" Ujar Jeff kesakitan memegang perutnya


Seakan tuli, setelah mendaratkan bogeman di perut anak buahnya, Steven langsung pergi meninggalkan apartemen dan berusaha mengejar istrinya


Ting...


Pintu lift terbuka, Dave langsung keluar dan berlari menuju parkiran bawah tanah,


"Bertahanlah, kalian harus bertahan, aku tidak akan memaafkan diriku jika terjadi sesuatu pada kalian" Ujarnya sambil memasukan Zena kedalam mobilnya.


Setelah Zena berada di dalam mobil, Dave langsung berlari memutari mobilnya dan masuk kedalam bangku kemudi,


"Bertahanlah... aku akan membawamu ke rumah sakit" Gumamnya lagi sambil menancapkan gas keluar dari area parkiran.


Saat mobil Dave mulai berjalan keluar dari parkiran, Steven yang baru saja datang pun berusaha memanggil istrinya sekali lagi, berharap Dave akan menghentikan mobilnya


"Zen!!! Zena!!!! " Pekik Steven yang diabaikan Dave,


"Jeff, cepat ambil mobil dan kita ikuti mobil itu!! cepat!!! " Teriak Steven saat Jeff baru saja tiba di dekat Steven.


Dengan sigap, Jeff berlari menuju mobilnya, lalu menancapkan gas "Ayo masuk Tuan! " Titah Jeff saat mobil sudah berada di dekat Steven


"Turun!! " Pekik Steven

__ADS_1


"Turun!!! biar aku yang menyetir!! " Ujarnya lagi saat Jeff tak mau membuka pintu mobil.


Jeff mengangguk, dia membuka mobil dan turun, lalu masuklah Steven, sebelum Jeff masuk kedalam bangku belakang, mobil Steven sudah berjalan lebih dulu membuat Jeff kesal dan marah


"Tuan!!!!!! " Teriak Jeff yang diabaikan Steven


"Tuan!!! saya belum masukmobil Tuanl!!! " Teriaknya lagi, tapi apa daya, Steven sudah pergi jauh


Argggkkk


"Hari ini hari paling sial! " Maki Jeff sambil berjalan kaki keluar dari area parkiran, sesekali dia menendang tong sampah yang berada di dekatnya


Di dalam mobil, Steven menancapkan gassnya full, dia berusaha mengejar mobil yang ditumpangi Dave, rasa cemas akan keadaan istri dan anaknya membuat Steven tidak fokus menyetir, beberapa kali Steven harus menerobos lampu lalu lintas dan beberapa kali Steven hampir menabrak orang yang sedang menyebrang jalan


"Maafkan aku Zen, maafkan aku," Gumam Steven di dalam mobil


Setelah menempuh jarak 20 menit, akhirnya mobil Dave sampai di rumah sakit terdekat, dia langsung membawa Zena masuk kedalam rumah sakit, diikuti mobil Steven dibelakangnya


"Dok! cepat tangani istri saya" Ujar Dave saat melihat dokter Rima, dokter pribadi Zena di negara AS


"Baik, bawa dia ke ruang IGD" Ujar dokter Rima pada beberapa suster yang sedang berjaga


"Apa yang kau katakan hah! dia bukan istrimu!! " Pekik Steven yang baru saja tiba, tak ingin berkelahi dengan Steven, Dave pun berjalan mengikuti Zena yang sedang dibawa ke ruang IGD


"Hei-" Ucapan Steven terhenti saat Dave menatap tajam


"Hentikan omong kosongmu! kau... kau tidak lihat!!! Zena seperti ini karna siapa hah! karna kau!! " Pekik Dave


"Dan sekarang! lebih baik kau diam! fikirkan kondisi Zena" Sambungnya lagi


Mendengar ucapan Dave, Steven terdiam, dia mencerna ucapan teman istrinya, "Aku tidak suka, kau mengaku menjadi suami Zena" Ketus Steven sambil berjalan mendampingi Zena ke ruang IGD


10 Menit sudah Zena berada di ruang IGD, dan 10 menit sudah, Steven juga Dave berjalan mondar mandir di depan ruangan, sesekali mereka melirik pintu atau kaca yang tertutupi tirai korden.


"Ahhh kenapa lama sekali!! " Gerutu Steven cemas sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah berantakan


Dave yang mendengar umpatan Steven hanya diam, di dalam hati berulang kali Dave berdoa untuk keselamatan teman dan anak yang di dalam kandungan temannya


"Zen, kamu kuat,... " Gumam Dave dalam hati


5 menit kemudian, pintu IGD terbuka, dan keluarlah sosok dokter Rima yang baru saja mengecek kondisi Zena


"Bagaimana dok? " Tanya Dave cepat yang tak sengaja berpapasan dengan keluarnya dokter Rima


"Istrimu baik-baik saja, hanya lebam biasa, sebentar lagi juga sadar" Ujar dokter Rima tersenyum.

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2